
Lilian dan Olivia hanya bisa terdiam dan pasrah mendengar keputusan dari Alexis, untuk lebih memilih menghabiskan sisa hidupnya seorang diri, dan fokus sebagai pelatih resmi para pengawal kerajaan Gracetian, dengan gelar knight miliknya yang sudah dipulihkan kembali oleh Alvero sebagai raja Gracetian.
Walaupun setelah Alexis memutuskan untuk bercerai dengan Lilian memberikan santunan berupa sebuah rumah sederhana di pinggiran kota Tavisha dan juga sejumlah uang yang bisa mereka pergunakan sebagai modal usaha kecil-kecilan, akan tetapi Lilian sungguh berharap bisa tetap berada di samping Alexis.
Namun melihat bagaimana Alexis menyampaikan keputusannya dengan jelas dan tegas, tidak adalagi yang bisa diucapkan oleh Lilian dan Olivia selain salam perpisahan dan ucapan terimakasih untuk semua yang telah diberikan Alexis kepada mereka berdua selama ini.
# # # # # # # #
"My Al...." Deanda yang sedang berdiri di depan jendela kamarnya di istana langsung tersenyum sambil bergidik geli karena Alvero yang tiba-tiba datang dan langsung memeluk tubuh Deanda dari arah belakang, sambil menghujani lehernya dengan puluhan ciuman mesra di leher dan tengkuknya.
"Apa kamu merindukanku sweety?" Alvero baru saja kembali dari luar negeri setelah melakukan kunjungan ke negara lain untuk menandatangani perjanjian kerjasama berbisik lembut ke telinga Deanda sambil menciuminya.
Tanpa mampir kemanapun, setelah turun dari pesawat jet pribadinya yang diinginkan Alvero adalah segera menemui istri tercintanya yang terpisah darinya selama 3 hari ini.
"Selalu my Al. Tidak ada hari tanpa merindukanmu." Deanda berkata pelan sambil mengelus lengan Alvero yang sedang memeluk pingggangnya.
Alvero langsung tersenyum mendengar ucapan Deanda yang baginya terdengar begitu manis dan mesra.
"Apa kabar baby kita sweety?" Alvero mengelus lembut perut Deanda yang belum menunjukkan tanda-tanda membesar, tapi jika disentuh langsung sudah menunjukkan bahwa perut Deanda sudah terasa sedikit menonjol.
"Sayang sekali kamu tidak mengajak kami berdua pergi bersamamu." Deanda berkata sambil membalikkan tubuhnya, sehingga Deanda dan Alvero berdiri dengan saling berhadap-hadapan, dengan tangan Alvero tetap melingkar di pinggang Deanda.
Alvero langsung tertawa kecil mendengar sindiran Deanda yang membuatnya ingat sebelumnya Deanda ingin ikut dengannya, tapi Alvero menolak dengan tegas karena usia kandungan Deanda belum memasuki usia aman untuk melakukan penerbangan ke tempat yang jauh.
Selain itu dua hari lalu adalah waktu untuk Deanda melakukan kontrol kehamilannya Dan walaupun tidak bisa menemaninya, Alvero tidak ingin Deanda melewatkan waktunya untuk kontrol dan melakukan cek kesehatan dan kondisinya berserta bayi dalam kandungannya.
"Daripada memikirkan yang sudah lewat lebih baik kamu menerima kado istimewa dariku." Alvero berkata sambil menyodorkan sebuah amplop ke arah Deanda yang langsung mengernyitkan dahinya.
"Apa ini?"
__ADS_1
"Bukalah, semoga kamu suka dan mau menerimanya." Alvero berkata menjawab pertanyaan Deanda sambil tersenyum.
Dengan gerakan ragu Deanda membuka amplop itu dan begitu melihat isi di dalamnya, mata Deanda memandang ke arah Alvero dengan tatapan tidak percaya.
"Indonesia? Kita akan ke Indonesia?" Deanda langsung bertanya begitu melihat visa untuk ke Indonesia dan juga foto-foto destinasi wisata di negara yang sejak dulu begitu ingin dikunjunginya itu.
(Visa adalah sebuah dokumen resmi yang diperlukan untuk dapat masuk ke negara tujuan dalam periode waktu tertentu. Visa asli yang biasanya di stempel di paspor penerima sangat diperlukan jika seseorang hendak berkunjung ke suatu negara tertentu).
"Bukan hanya ke sana. Minggu depan, dengan usia kandunganmu yang sudah aman, kita akan berangkat ke Italia untuk menghadiri pesta pengumuman resmi menikahnya Ornado dengan istrinya. Beberapa hari kita akan berlibur di Italia. Setelah itu, kita akan ikut mereka untuk terbang ke Indonesia dan berlibur di sana." Alvero berkata sambil tersenyum melihat bahagianya wajah Deanda mendengar rencana berlibur mereka.
"Bukankah itu akan membuat kita lama menghabiskan waktu di luar? Bagaimana dengan semua yang ada di sini?" Pertanyaan Deanda membuat Alvero menjitak kening Deanda pelan.
"Benar-benar kamu ini seorang workaholic sejati. Aku sudah mengaturnya dengan Alaya dan Enzo. Mereka berdua akan membantu kita selama kita pergi." Alvero berkata sambil mengecup kening Deanda dengan lembut.
(Workaholic adalah suatu kondisi dari seseorang yang mementingkan pekerjaan secara berlebihan dan kadang membuatnya melalaikan aspek kehidupan yang lain).
"Ketika kita menikah dulu, bahkan kita tidak pernah melakukan honeymoon ke luar negeri, karena banyaknya peristiwa yang terjadi, yang membuat kita tidak bisa meninggalkan Gracetian sekedar untuk berlibur. Karena itu, aku ingin kali ini kita membayarnya dengan babymoon." Mendengar perkataan Alvero, Deanda kembali tersenyum dengan bahagia sambil melingkarkan kedua tangannya ke leher Alvero, dan memeluk Alvero dengan erat.
Tindakan Deanda membuat dengan gerakan cepat tangan Alvero meraih tengkuk Deanda dan menariknya mendekat ke arahnya, sehingga dia bisa mencium bibir Deanda dengan mesra.
Sebuah ciuman yang awalnya begitu lembut, tapi makin lama Alvero sengaja menggiring Deanda ke dalam ciuman panas dan menuntut. Sampai tiba-tiba Alvero melepaskan ciumannya dan menggerakkan bibirnya ke telinga Deanda.
"Tapi sweety... sebelum kita menikmati babymoon kita di luar sana, aku mau menikmatinya sekarang...." Alvero berbisik pelan di telinga Deanda sebelum akhinya menjepit telinga Deanda dengan kedua bibirnya, membuat Deanda sedikit mendesah, berakhir dengan Alvero yang semakin sulit menahan gairahnya.
"My Al, kata dokter...." Deanda berbisik pelan.
Bukannya tidak ingin, bahkan hormon kehamilan Deanda seringkali membuat Deanda selalu merindukan sentuhan dari Alvero, tapi dia selalu berusaha mengendalikan dirinya demi bayi dalam kandungannya.
"Aku sudah menghubunginya sebelum aku terbang kembali ke sini, dari hasil pemeriksaanmu dua hari lalu, dia mengatakan sudah aman untuk melakukannya sekarang." Alvero langsung membalas bisikan Deanda, setelah itu kembali mencium bibir istrinya yang baginya selalu membuatnya kecanduan karena rasa manisnya yang selalu membuatnya melayang.
__ADS_1
Mendengar perkataan Alvero, Deanda hanya bisa membeliakkan matanya, tidak menyangka tanpa malu-malu bahkan Alvero langsung menanyakan hal seperti itu kepada dokter wanita, spesialis kandungan yang sudah memeriksa kondisi kehamilannya dua hari lalu.
Dan tanpa menunggu lebih lama lagi, kedua tangan Alvero bergerak dengan cepat untuk menggendong tubuh Deanda ke tempat tidur tanpa melepaskan ciumannya yang penuh cinta dan gairah dari bibir Deanda yang memeluk lehernya dengan semakin erat.
"I love you sweety, my queen." Alvero berbisik pelan sambil meletakkan dengan hati-hati tubuh Deanda ke tempat tidur, diikuti dengan gerakan tubuhnya yang menyusul Deanda naik ke tempat tidur mereka, yang selama beberapa waktu ini menjadi saksi bagaimana pasangan itu yang selalu menunjukkan bagaimana mereka begitu dimabuk cinta satu sama lain.
"I love you too my Al. My everything, my king." Deanda membalas perkataan Alvero dengan lembut sambil salah satu tangannya mengelus lembut tengkuk Alvero, dan tangan yang lain mengelus punggung Alvero dengan lembut dan penuh cinta.
Tindakan Deanda membuat Alvero tidak lagi bisa menahan dirinya untuk tidak terus mencumbu istrinya dengan penuh cinta. Satu-satunya wanita yang mampu membuat gairah dan hasratnya bangkit. Satu-satunya wanita yang sudah membuatnya jatuh cinta begitu dalam, dan rela melakukan apa saja untuk wanita tercintanya itu. Wanita yang akan selalu menjadi ratu di hatinya, yang akan selalu dicintainya sampai maut memisahkan.
TAMAT
Terimakasih sudah mengikuti novel ini sampai akhir. Terimakasih sebanyak-banyaknya untuk dukungan berupa vote, like, hadiah, rate, untuk semua cinta dan semua komentar positif untuk novel ini.
Author sungguh termotivasi karena semua yang sudah diberikan oleh para pembaca. Semoga para pembaca tetap menantikan karya-karya author berikutnya.
Sampai jumpa lagi di novel berikutnya dengan judul "My Wild Rose Season 2". Silahkan mampir di sana. (🤫🤫🤫🤫🤫... Alvero dan Deanda akan mampir juga di sana sebagai bintang tamu).
Author akan memberikan gimmick sebagai kenang-kenangan kepada 3 pembaca dengan ranking umum tertinggi pada novel ini. Penilaian akan berakhir dan dilakukan tanggal 26 Juli 2021. I love you all.
Daftar novel lain karya author:
BUKAN CINDERELLA BIASA SEASON 1
CINTA KARNA CINTA
My Wild Rose Season 1
My Wild Rose Season 2
__ADS_1
Be My SUPERHERO