
“O, ya. Ada sesuatu yang ingin aku perlihatkan kepada kalian berdua. Foto seorang wanita, yang kemungkinan merupakan orang yang memiliki plakat yang ditemukan oleh nyonya Rose malam dimana terjadinya usaha pembunuhan terhadap yang mulia Vincent.” Alvero berkata sambil membuka layar handphonenya, lalu meletakkannya di atas meja yang ada di depan mereka.
Mata nyonya Rose dan Alea langsung mengamati gambar seorang wanita setengah baya yang ada di layar handphone Alvero. Wanita yang menurut info yang sudah ada, adalah wanita yang sama dengan yang ditemui oleh Eliana secara sembunyi-sembunyi di kota Renhill, dan sosok wanita yang diindikasikan sempat berkeliaran di sekitar kamar Vincent beberapa saat sebelum terjadinya usaha pembunuhan di kamar Vincent yang ditangkap basah oleh Deanda dan Alvero. Dan beruntung mereka berdua bisa menggagalkan usaha pembunuhan tersebut.
"Eh, bukannya... itu... pelayan yang hanya bekerja di istana beberapa hari saja lalu keluar tanpa alasan yang jelas? Tiba-tiba saja dia tidak lagi datang ke istana setelah peristiwa percobaan pembunuhan itu." Nyonya Rose berkata dengan nada suara pelan dan ragu, sambil dahinya mengernyit mencoba mengingat kembali, dan memastikan apa yang baru saja dia katakan barusan itu memang benar.
"Saya pernah melihatnya sekilas, tapi hanya berselisih jalan, tidak pernah benar-benar menatap wajahnya secara langsung." Nyonya Rose kembali berkata sambil menarik nafas panjang.
“Menurut info, wanita itu menjadi pekerja di istana beberapa hari sebelum terjadinya usaha pembunuhan, dan dia bertugas di tim pelayan permaisuri yang waktu itu masih dijabat oleh wanita ular itu. Dan info tambahan yang ada menyebutkan, wanita itu bekerja di istana karena referensi dari Eliana. Entah apa hubungan Eliana dengan wanita itu, yang pasti sepertinya bukan sekedar hubungan antara tuan dan pelayannya.” Alvero berkata sambil melirik kembali ke arah foto yang terpampang di layar handphonenya dengan sebuah dengusan kecil terdengar dari hidungnya.
“Saya akan ingat dengan baik wajah wanita itu Yang Mulia. Tapi… jika Yang Mulia mengijinkan, saya ingin mendapatkan foto itu agar saya bisa meminta bantuan Rock mencari jejaknya sekaligus info tentang siapa wanita itu.” Alea berkata sambil menundukkan kepalanya, menunjukkan rasa hormat terhadap Alvero. Alea sendiri tidak bsia mengatakan apapun tentang wanita di foto itu karena dia datang di istana setelah peristiwa percobaan pembunuhan itu berlalu.
__ADS_1
Begitu mendengar permintaan dari Alea, Alvero langsung melirik ke arah Deanda yang tanpa ragu menganggukkan kepalanya sebagai tanda setuju dengan permintaan Alea dan percaya bahwa Alea merupakan orang yang bisa dipercaya. Deanda tahu bahwa Alvero yang belum begitu mengenal Alea, apalagi Rock harus meminta pendapat dari istrinya yang jauh mengenal mereka dengan baik dalam waktu yang cukup lama.
“Mmmmm. Baiklah, aku akan mengirimkannya kepadamu.” Alea langsung tersenyum mendengar jawaban dari Alvero.
Bagi Alea, tidak ada yang lebih ahli dari Rock dalam mencari info tentang seseorang, bahkan orang yang mungkin jejak kehidupannya sudah terhapus dari orang-orang yang pernah mengenalnya, sesuatu yang mungkin sulit didapatkan oleh orang awam.
“Ada satu hal lagi info yang perlu saya sampaikan kepada Yang Mulia dan Permaisuri. Beberapa waktu yang lalu ibu suri Eliana sempat berusaha merombak susunan pelayan yang bertugas melayani Permaisuri dengan beberapa orang baru yang perekrutannya langsung dilakukan oleh ibu suri, sebelum permaisuri memasuki istana sebagai tunangan Yang Mulia. Karena Yang Mulia beberapa waktu lalu meminta Erich dan Ernset memberhentikan semua orang-orang yang baru bekerja di istana. Sepertinya ibu suri Eliana memakai taktik lain.” Nyonya Rose berkata sambil menarik nafas panjang sebelum melanjutkan perkataannya.
“Sepertinya Eliana tidak akan berhenti sebelum membusuk di penjara. Bahkan bagiku, hukuman penjara baginya terlalu ringan mengingat banyaknya kejahatan yang mungkin sudah dilakukannya. Dan entah berapa banyak nyawa yang sudah menjadi korban keserakahannya.” Alvero berkata sambil mendengus kesal, menunjukkan dia begitu emosi saat menyebutkan nama maupun perbuatan semena-mena Eliana terhadap orang-orang di sekitarnya.
“Alea, temukan nama-nama orang-orang yang menjadi kaki tangan Eliana itu secepatnya. Semuanya, bukan hanya para pelayan, tapi seluruh pekerja istana termasuk para pengawal, tukang kebun, penjaga istal kuda, tukang masak. Termasuk jajaran staff istana, nyonya Rose harus mengawasi mereka dengan baik, dan menemukan siapa saja yang merupakan kaki tangan wanita ular itu. Untuk Alea, sebisa mungkin selesaikan tugasmu dengan segera, dan serahkan padaku sebelum aku dan permaisuri kembali dari kota Renhill. Besok aku akan ke kota Renhill untuk menemui yang mulia Vincent. Aku minta tidak mau ada salah satu dari antara kalian memberitahukan kepada orang lain tentang perjalanan rahasiaku kali ini. Dan juga... saat kami berdua kembali, aku mau siapapun yang bertugas di sekitarku dan permaisuri adalah orang-orang kita.” Alvero memberikan perintah sambil melirik ke arah Deanda.
__ADS_1
Aku harus melakukan yang terbaik agar bisa selalu melindungimu. Kali ini, aku tidak boleh lengah seperti kejadian di istal kuda hari itu. Tidak boleh seorangpun dari kaki tangan Eliana berada di dekatmu.
Alvero berkata dalam hati, berharap Deanda selalu dalam keadaan aman dan terlindungi.
“Baik Yang Mulia.” Baik nyonya Rose dan Alea langsung menjawab secara bersamaan perintah dari Alvero.
“Selama kami di kota Renhill, tolong awasi terus gerak-gerik Eliana. Aku berharap nyonya Rose bisa membantuku mencari akal agar ibu suri Eliana tidak berangkat ke Renhill dengan alasan apapun. Aku tidak ingin rencanaku berantakan gara-gara kehadiran wanita pengganggu itu. Cari cara agar bisa menahannya sebisa mungkin di kota Tavisha. Aku akan meninggalkan Ernest bersama kalian di istana, agar orang tidak curiga kalau aku meninggalkan kota Tavisha. Jika ada diantara kalian berdua membutuhkan bantuan, kalian bisa menghubungi Ernest.” Alvero kembali memberikan perintah keapda nyonya Rose dan Alea. Mencoba mengatur sebaik mungkin agar semuanya bisa berjalan dengan baik, selama dia dan Deanda berada di kota Renhill.
__ADS_1