BUKAN CINDERELLA BIASA (Season 2)

BUKAN CINDERELLA BIASA (Season 2)
PERGERAKAN KECIL DARI ELIANA


__ADS_3

"Nyonya Rose, ikutlah masuk bersama kami ke dalam. Kita bicara di dalam saja." Alvero berkata sambil melangkah masuk ke dalam kamarnya, diikuti oleh Deanda yang berjalan di sampingnya, dan nyonya Rose berjalan di belakang mereka berdua.


Melihat wajah serius nyonya Rose, dan juga tindakan nyonya Rose yang dengan sengaja menunggu kepulangannya bersama Deanda di depan pintu kamarnya, membuat Alvero yakin ada sesuatu yang penting yang ingin dibicarakan oleh nyonya Rose kepadanya. Apalagi sikap nyonya Rose terlihat tidak tenang, membuat Alvero langsung berpikir pasti ada sesuatu yang sedang terjadi di istana.


Alvero langsung berjalan mendekat ke arah sofa yang ada di kamarnya, dengan tangannya yang langsung meraih pergelangan tangan Deanda agar mengikutinya.


“Duduklah nyonya Rose.” Alvero yang sudah lebih dahulu duduk dan mengajak Deanda untuk duduk di sampingnya, langsung mempersilahkan nyonya Rose untuk duduk di hadapan mereka.


“Terimakasih Yang Mulia.” Nyonya Rose berkata sambil duduk di sofa yang berada tepat di hadapan sofa yang diduduki Alvero dan Deanda.


“Apa ada sesuatu yang terjadi Nyonya Rose? Kenapa Nyonya Rose terlihat begitu gelisah sore ini?” Tanpa basa basi, Alvero segera mempertanyakan sikap nyonya Rose yang terlihat aneh hari ini.


“Mmmm…. Saya tidak tahu apa yang sudah terjadi Yang Mulia, tapi baru saja ibu suri Eliana memberikan pengumuman bahwa mulai besok, orang yang bertanggung jawab terhadap daftar menu makan istana, dan yang bertanggung jawab terhadap laporan administrasi keuangan istana, beberapa akan diganti, termasuk bagian keuangan yang bertanggung jawab terhadap dapur istana dan peternakan istana.” Sebuah senyum yang terlihat sinis langsung tersungging di bibir Alvero begitu mendengar perkataan dari nyonya Rose.


“Yang benar saja. Sepertinya Eliana sudah begitu kehilangan akal sampai melakukan hal seperti itu untuk mengalihkan isu tentang pelaksanaan audit aliran dana di perusahaan Adalvino. Sungguh konyol sekali.” Perkataan Alvero langsung membuat nyonya Rose mengerti kenapa tiba-tiba begitu pulang dari meeting di perusahaan Adalvino, wajah Eliana terlihat masam dan terlihat begitu emosi.

__ADS_1


Begitu kembali ke istana, Eliana langsung terlihat uring-uringan, dan tiba-tiba saja mengeluarkan pengumuman tentang penggantian beberapa personil di istana, membuat nyonya Rose merasa kaget sekaligus khawatir.


Karena beberapa dari personil itu merupakan orang-orang yang setahu nyonya Rose memiliki kejujuran dan loyalitas tinggi terhadap kerajaan Gracetian, di samping performa kinerja mereka yang bagus.


“Yang Mulia, beberapa dari orang yang akan diganti itu merupakan orang-orang yang kinerjanya bagus, juga loyal terhadap keluarga kerajaan. Disamping itu, para pengganti yang akan ditempatkan di tempat mereka, walaupun tidak semuanya adalah pengikut ibu suri Eliana, tapi beberapa dari mereka adalah orang-orang baru yang belum terbukti kesetiaan dan kemampuan dalam bekerjanya. Apa yang harus kita lakukan Yang Mulia?” Perkataan nyonya Rose membuat Alvero menarik nafas panjang.


“Biarkan saja.” Alvero menjawab singkat, membuat nyonya Rose membeliakkan matanya, merasa kaget mendengar Alvero berencana membiarkan tindakan semena-mena Eliana terhadap para pegawai istana yang tidak bersalah itu.


“Yang Mulia….” Nyonya Rose berakta dengan anda suara terdengar ragu.


Tidak mungkin seorang Eliana hanya mengganti orang-orang itu karena emosinya sesaat, setelah mendengar rencana Alvero di meeting para pemegang saham tadi siang, yang jelas-jelas akan membuatnya terpojok.


Untuk beberapa saat, Alvero, Deanda dan nyonya terdiam, berkutat dengan pikiran mereka masing-masing tentang apa yang sedang dilakukan Eliana terhadap para pegawai istana.


Baik Alvero, Deanda dan nyonya Rose segera menoleh begitu mendengar suara ketukan dan bel dari arah pintu kamar Alvero. Begitu Alvero membalas suara bel, menunjukkan tanda bahwa dia memberikan ijin kepada pengawal di depan pintu untuk masuk, pintu kamar itu terlihat terbuka, dan Erich langsung melangkah masuk ke dalam kamar Alvero bersama Ernest.

__ADS_1


Begitu melihat kehadiran kedua pengawal pribadinya itu, Alvero segera melambaikan tangan ke arah mereka, memberi tanda agar mereka segera mendekat kepadanya.


“Selamat sore Yang Mulia, Permaisuri.” Ernest yang baru kembali dari Croyen langsung memberikan salam penghormatan kepada Alvero  dan Deanda yang langsung menerimanya.


“Kamu sudah datang Ernest?”


“Ya Yang Mulia.” Ernest segera menjawab pertanyaan Alvero dengan singkat sambil tersenyum ramah seperti biasanya.


“Baiklah, karena kalian berdua sudah ada di sini, sekalian saja aku jelaskan tentang apa yang sedang terjadi di istana. Sepertinya karena aku sudah mengumumkan tentang rencana audit aliran dana perusahaan Adalvino tadi siang, Eliana mulai bergerak dengan cepat. Dia pasti tahu dia tidak lagi memiiki banyak waktu untuk menyembunyikan kejahatannya sebagai pencuri uang perusahaan selama beberapa tahun ini.” Kata-kata Alvero membuat Erich maupun Ernest yang sudah mengetahui rencana Alvero untuk mulai melakukan penyelidikan terhadap sekecil apapun kejahatan Eliana menganggukkan kepalanya secara bersamaan.


“Nyonya Rose baru mengatakan bahwa hari ini tiba-tiba saja Eliana mulai melakukan penggantian terhadap para pegawai istana. Bagiku, itu pasti hanya sebagian kecil rencana Eliana. Dia pasti memiliki sebuah rencana besar dibalik penggantian para pegawai itu. Dengan posisi permaisuri Deanda, aku bisa saja meminta permaisuri mengambil otoritasnya untuk membatalkan perintah Eliana. Tapi aku justru ingin melihat, apa yang sedang dia rencanakan dengan membiarkan dia melakukan hal itu, agar kita bisa melihat rencananya yang lain, yang pastinya lebih besar.” Penjelasan dari Alvero membuat wajah nyonya Rose berubah jauh lebih tenang.


“Erich dan Ernest, kali ini aku tidak mau sampai kita kalah langkah kembali. Kalian ingat pelaku percobaan pembunuhan yang mulia Vincent dan saksi kasus tuduhan palsu papa Alexis yang tidak bisa kita selamatkan. Kali ini, awasi dengan baik apa saja yang sedang dilakukan oleh Eliana, sekecil apapun pergerakannya, kalian berdua harus memasang mata dan telinga dengan baik. Jangan sampai adalagi yang menjadi korban kekejaman Eliana.”


“Baik Yang Mulia.” Erich dan Ernest segera menjawab perintah dari Alvero secara bersamaan.

__ADS_1


“Dan untuk para pegawai yang secara tidak adil sudah digantikan oleh Eliana. Kalian berdua temui mereka secara pribadi. Buat mereka mengerti bahwa mereka harus menunggu dengan sabar untuk beberapa waktu ini sampai kita menemukan kecurangan Eliana dan para pengikutnya. Setelah semuanya beres, kita akan kembalikan posisi mereka semula. Selama mereka bekerja di tempatnya yang baru, tetap berikan selisih gaji mereka melalui akun bank pribadiku, agar orang lain tidak bisa melakukan pengecekan. Dan jamin keselamatan mereka semua. Aku khawatir Eliana juga sedang merencanakan sesuatu kepada mereka. Aku tidak mau Eliana melakukan hal yang buruk kepada mereka atau menjadikan mereka kambing hitamnya.” Perintah Alvero yang langsung diiyakan oleh Erich dan Ernest membuat nyonya Rose menarik nafas dalam-dalam sambil menatap bangga kepada kepada Alvero yang sejak lahir sudah diasuhnya dengan baik seperti anak kandungnya sendiri itu.


__ADS_2