BUKAN CINDERELLA BIASA (Season 2)

BUKAN CINDERELLA BIASA (Season 2)
MENCARI SOSOK MELVA


__ADS_3

"Heh! Apa aku tidak sedang salah dengar pangeran Enzo? Kenapa aku sebagai raja Gracetian harus meminta ijin kepadamu jika ingin mengunjungi rumah seorang earl yang bahkan tidak memiliki hubungan apapun... Ah... salah, maksudku belum memiliki hubungan apapun denganmu? Ayolah, cepat keluar sebelum aku meminta orang untuk menyeretmu keluar dari mobil." Alvero berkata sambil menjauhkan tubuhnya dari mobil Enzo, memberi kesempatan kepada Enzo agar keluar dari mobilnya.


Mendengar perkataan Alvero, mau tidak mau Enzo menggerakkan kakinya agar keluar dari mobil untuk memenuhi perintah Alvero barusan. Apalagi dari jauh sudah terlihat dengan jelas di mata Enzo. Di pintu rumahnya, earl Robin tampak sudah berdiri di sana dengan beberapa pengawalnya, bersiap menyambut kedatangan Alvero bersama permaisurinya Deanda dan Enzo.


"Ayolah, jangan terlalu lambat. Sikapmu sudah seperti gadis yang berniat melarikan diri kerena dipaksa menikah saja." Alvero berbisik pelan sambil tertawa kecil melihat bagaimana Enzo yang masih terlihat gelisah.


"Ist.... sembarangan saja kamu bicara." Akhirnya Enzo yang sudah keluar dari mobil dan berdiri di dekat Alvero, berkata sambil menegakkan tubuhnya, mencoba mengembalikan kepercayaan dirinya secepat mungkin.


Dengan menarik nafas dalam-dalam, Enzo segera berjalan di samping kanan Alvero, sedang di samping kiri Alvero tampak Deanda yang berjalan dengan anggunnya. Dari kejauhan earl Robin tampak menyungingkan senyum di wajahnya melihat kedatangan tiga orang tamu kerhormatannya hari ini. Sekilas mata Enzo mencoba mencari sosok Melva di sekitar earl Robin, tapi tampaknya usaha Enzo sia-sia belaka karena bayangannya saja tidak terlihat di sekitar situ.


"Selamat pagi Yang Mulia, Permaisuri, juga Pangeran Enzo, selamat datang di kediaman saya. Semoga saya bisa melayani Anda sekalian dengan baik." Earl Robin langsung menyapa Alvero, Deanda dan Enzo serta memberikan salam penghormatan begitu sosok ketiga orang penting dari kerajaan Gracetian itu sudah berada di dekat earl Robin.


"Selamat pagi Earl Robin, terimakasih untuk sambutan hangatnya." Alvero berkata sambil menggerakkan tangannya sebagai tanda dia mewakili Deanda dan Enzo, sudah menerima salam penghormatan dari earl Robin, yang langsung menegakkan kembali tubuhnya.

__ADS_1


"Silahkan masuk Yang Mulia." Dengan sikap hormat, earl Robin menggerakkan tangannya, mempersilahkan Alvero dan yang lainnya untuk masuk ke dalam rumahnya.


"Terimakasih Earl Robin." Dengan langkah-langkahnya yang terlihat elegan dan berwibawa, Alvero masuk ke dalam rumah earl Robin diikuti oleh Deanda dan Enzo.


"Silahkan duduk Yang Mulia." Dengan langkah-langkah lebar, earl Robin ikut masuk dan langsung mempersilahkan para tamu kehormatannya untuk duduk di sofa ruang tamu miliknya, yang tampak indah dengan interior bertipe klasik, didominasi oleh warna putih dan emas, dengan beberapa lukisan hasil karya Melva tergantung rapi di dinding ruang tamu.


Dan salah satu lukisan yang menggambarkan bagaimana sosok earl Robin dan istrinya sedang berjalan beriringan sambil memegang kedua tangan Melva saat masih kecil, membuat suasana rumah itu terasa hangat. Melihat lukisan itu, Deanda langsung menyungingkan senyum kecil di bibirnya.


"Terimakasih Yang Mulia sudah menyempatkan waktu untuk mampir ke tempat kediaman saya. Saya juga sangat berterimakasih atas bantuan Yang Mulia yang sudah bersusah payah memberikan kepada saya bukti yang bisa saya tindak lanjuti untuk melakukan proses hukum terhadap Emilio." Earl Robin mengucapkan kata-katanya dengan senyum di wajahnya yang menunjukkan wajah lega dan juga bahagia, setelah apa yang dilakukan oleh Alvero bisa membuktikan kejahatan dan tingkah laku buruk Emilio yang selama ini belum dia ketahui dan belum bisa dia buktikan, walaupun sudah lama dia memiliki kecurigaan bahwa Emilio memang bukan pria baik-baik dan dalam lubuk hati yang paling dalam, selalu merasa tidak tenang jika teringat dengan hubungan antara putri kesayangannya dengan laki-laki itu.


Walaupun earl Robin selalu berusaha menjaga Melva, namun dia juga tidak ingin telalu mengekang Melva, yang justrunakan membuat Melva menjadi pemberontak. Sehingga yang bisa dilakukan oleh earl Robin selama ini adalah mengawasi, dan juga memperingatkan Melva jika salah arah.


Mendengar perkataan earl Robin, Enzo langsung mengernyitkan dahinya. Dan dengan wajah bertanya-tanya, Enzo langsung memandang ke arah Alvero, berusaha meminta penjelasan tentang apa arti kata-kata earl Robin barusan. karena kata-kata earl Robin menunjukkan bahwa dia sudah mengerti tentang rekaman yang Enzo lihat tadi pagi.

__ADS_1


Memang tadi pagi tanpa sepengetahuan Enzo, Alvero sengaja memberikan salinan rekaman tentang kejadian semalam kepada earl Robin. Alvero memerintahkan Erich agar memastikan earl Robin menerima salinan rekaman itu dan melihatnya dengan mata kepalanya sendiri tanpa ada orang lain yang ikut melihat.


Namun, begitu earl Robin melihat hasil rekaman tersebut, tanpa bisa mengendalikan dirinya lagi, earl Robin langsung memanggil Melva dan memintanya untuk melihat rekaman itu juga bersamanya. Yang pada akhirnya berakhir dengan pukulan hebat pada hati Melva, membuat gadis itu bahkan tidak mau ikut menyambut kedatangan Alvero dan yang lain karena masih mengalami shock dan masih larut dalam kesedihan, akibat kenyataan yang harus dihadapinya saat mengetahui tentang siapa Emilio sebenarnya.


Disamping itu, Melva tidak ingin tampil berantakan dengan mata bengkak karena begitu lama dan banyak menangis, yang baginya justru akan mempermalukan dirinya sendiri dan ayahnya jika dia berani menemui tamu kehormatan dengan penampilan seperti itu. Apalagi bukan hanya Enzo yang datang ke rumahnya saat ini, tapi juga Alvero dan Deanda, dua orang dengan kekuasaan tertinggi di Gracetian.


"Ah, sebelumnya aku juga harus meminta maaf. Melva tidak bisa ikut menemui Anda sekalian, karena hasil rekaman itu cukup membuat Melva terpukul. Saya berharap Yang Mulia dan yang lain bisa memaafkan ketidakhadiran Melva saat ini dan tidak ikut menyambut kedatangan Yang Mulia bersama yang lain. Karena saat ini putri say aitu masih berusaha menenangkan dirinya." Perkataan earl Robin sukses membuat Enzo tersentak kaget, tidak menyangka bahwa ternyata earl Robin, bahkan Melva sudah mengetahui tentang rekaman itu.


"Earl Robin, bisakah aku bertemu dengan Melva sebentar?" Mendengar pertanyaan yang begitu tiba-tiba dari Enzo, earl Robin terdiam sesaat dengan mata memandang ke arah Enzo maupun Alvero secara bergantian, merasa bingung antara menjawab iya atau tidak atas permintaan Enzo barusan.


Di satu sisi, earl Robin merasa tidak enak menolak permintaan Enzo sebagai pangeran Adalvino, yang memiliki kedudukan lebih tinggi darinya. Namun di sisi lain, earl Robin merasa tidak enak bagaimana bisa dia mengijinkan Enzo bertemu dengan putri kesayangannya yang sedang dalam kondisi kalut seperti itu. Terlepas dari kedekatan hubungan antara Melva dan Enzo, tapi earl Robin juga harus mempertimbangkan sopan santunnya kepada keluarga kerajaan.


 

__ADS_1


 


__ADS_2