
Dari sisi lain ruangan itu, Alvero dan Deanda yang masih dengan cermat mengamati bagaimana Erich bertindak menyungingkan senyum lega bagaimana sampai detik ini, Erich bisa melakukan semuanya dengan baik. Sesuatu yang sebenarnya tidak disangka oleh mereka, mengingat bagaimana sikap Erich yang biasanya berwajah datar tanpa banyak bicara, bahkan wajah dinginnya masih jelas terlihat sebelum Erich keluar dari mobil tadi.
"Selamat malam, boleh bergabung dengan kalian malam ini?" Erich yang sudah berdiri tepat di depan Emilio yang sedang mengobrol dengan teman-temannya, ditemani oleh beberapa wanita penghibur berpakaian begitu minim, dipisahkan oleh sebuah meja, bertanya ke arah mereka sambil mengangkat botol wiski Johnnie Walker di depan dadanya. Seolah Erich sengaja memamerkan kepada mereka bahwa dia sengaja datang tidak dengan tangan kosong.
(Brand wiski yang udah sangat terkenal di seluruh dunia serta memiliki banyak jenis Wiski adalah Johnnie Walker. Johnnie Walker adalah brand wiski asal Skotlandia yang sudah berdiri sejak tahun 1820. Johnnie Walker kini dimiliki oleh Diageo. Johnnie Walker ini terkenal sebagai brand wiski yang menjual berbagai jenis wiski sesuai harganya. Mulai dari yang termurah, Red Label seharga 500 Ribu an. Lalu ada Black Label, Green Label, Gold Label, Platinum Label. Lalu ada yang langka disebut White Label. Dan yang termahal adalah Blue Label seharga 5 Jutaan. Johnnie Walker juga disebut sebagai brand minuman keras / liqueurs paling terkenal di dunia).
Melihat bagaimana para wanita dengan pakaian minim dan begitu ketat yang terlihat begitu disengaja untuk menunjukkan lekuk-lekuk tubuh mereka, membuat Erich sebenarnya ingin mengalihkan pandangan matanya dari mereka karena pemandangan para wanita di depannya saat ini baginya sungguh mengganggunya dan membuatnya merasa tidak nyaman. Apalagi selain pakaian ketat dan minim yang mereka kenakan, cara duduk mereka yang dengan sengaja mengangkat kaki mereka ke atas kakinya yang lain membuat bagian bawah pakaian yang mereka kenakan semakin terangkat ke atas, bahkan hampir menunjukkan bagian tubuh yang berada di atas paha mereka.
Erich bukanlah laki-laki yang terbiasa mengunjungi bar, apalagi duduk bersama dengan para wanita yang menurutnya berpakaian tidak selayaknya. Dan lagi, Alvero sebagai tuan yang di kawalnya secara pribadi selama belasan tahun, juga bukan orang yang akan mengunjungi bar dan bertemu para wanita berpakaian aneh seperti yang sekarang sedang berada di depan matanya, bahkan berjumlah lebih dari 3 orang.
Para wanita cantik dan seksi itu, mau tidak mau langsung menoleh ke arah Erich begitu laki-laki tampan itu mendekat ke arah mereka dan menyapa. Dan begitu mereka melihat ada seorang laki-laki tampan ingin bergabung, senyum yang dibuat-buat agar semanis mungkin langsung terlihat di bibir mereka, membuat Erich ingin membuang wajahnya jauh-jauh kalau tidak ingat tugas yang sedang diembannya.
Dengan terpaksa, yang bisa dilakukan oleh Erich sekarang adalah berusaha sebisa mungkin tidak memandang ke arah para wanita yang baginya sungguh mengganggu pemandangan matanya. Belum lagi begitu dia datang tadi ada salah satu dari wanita genit itu yang sengaja mengedipkan sebelah matanya ke arah Erich, dengan bibir manyun, seolah ingin mencium bibir Erich yang hampir saja tanpa sadar tubuhnya bergidik.
__ADS_1
Emilio yang mendapatkan sapaan dari Erich yang membawa sebotol wiski Johnnie Walker langsung menghentikan kegiatannya, dan mulai mengamati Erich, mulai dari ujung rambut sampai kaki. Sepanjang hari ini, sebenarnya hati Emilio sedang tidak dalam mood yang bagus, karena seharian dia tidak bisa menghubungi Melva untuk meminta uang agar besok lusa bisa pergi bersama dengan teman-temannya untuk berlibur bersama beberapa wanita panggilan yang sengaja akan mereka sewa.
Dengan alasan untuk menemui seseorang yang tertarik dengan hasil karya musiknya, Emilio diam-diam sedang berencana keluar kota untuk bersenang-senang, bersama dengan beberapa temannya yang biasa diajaknya menghabiskan waktu luang untuk mabuk-mabukan. Dan biasanya, membawa beberapa wanita penghibur bersama mereka untuk ikut bersenang-senang. Suatu hal buruk yang tidak pernah diketahui oleh Melva tentang kekasihnya yang seringkali bersikap manis dan penurut di depannya. Namun, di belakangnya melakukan banyak hal buruk dan memalukan.
"Tuan Emilio? Bolehkan aku bergabung dengan Anda untuk menikmati wiski ini. Anda tahu, sebotol wiski tidak akan terasa enak jika dinikmati seorang diri, apalagi tanpa pembicaraan yang bisa menghasilkan uang." Karena Emilio tetap diam dengan matanya menatapnya dengan pandangan menyelidik, Erich terpaksa kembali meminta ijin untuk bergabung dengan menyebutkan tentang uang untuk memancing Emilio.
Mendengar kata-kata Erich yang menyinggung tentang uang, juga sebuah botol wiski mahal di tangannya, membuat Emilio menoleh ke arah salah satu temannya yang duduk di sampingnya dan memberikan tanda melalui gerakan matanya agar menyiapkan kursi untuk Erich agar bisa bergabung dengan mereka malam ini.
"Terimakasih untuk sambutannya Tuan Emilio. Silahkan nikmati wiskinya. Jika masih kurang, dengan senang hati aku akan membelinya lagi malam ini. Untuk merayakan pertemuan pertama kita malam ini." Erich berkata sambil meletakkan wiski yang dipegangnya ke bagian tengah meja yang ada di depan sofa yang sedang mereka duduki, menunjukkan bahwa dia sudah meenghadiahkan wiski itu untuk mereka.
Tanpa malu-malu, salah satu teman Emilio langsung meraih botol wiski itu, lalu langsung membukanya, dan mulai menuangkannya ke gelas-gelas yang ada di hadapannya. Dan untuk tuangan pertama diberikan kepada Emilio yang langsung tersenyum, mengangkatnya di depan wajahnya yang sedang menatap ke arah Erich dan meneguknya habis dalam sekali teguk. Setelah itu, Emilio meletakkan kembali gelas bekas wiskinya dan mulai menatap serius ke arah Erich.
"Darimana Anda tahu namaku Tuan..."
__ADS_1
"Ronald, panggil saja Ronald." Erich langsung menjawab dengan cepat pertanyaan Emilio.
"Well.... Tuan Ronald, apa yang sedang Anda inginkan dariku? Sampai rela mentraktir kami wiski Johnnie Walker. Aku rasa untuk kita yang baru bertemu hari ini, wiski itu terlalu mahal untuk diberikan secara cuma-cuma. Apa yang ingin Anda sampaikan padaku?" Mendengar pertanyaan Emilio, Erich yang awalnya duduk dengan santai sambil menyilangkan kakinya langsung mengambil posisi duduk dengan kedua kaki merapat, dan kedua siku tangannya menumpu pada kedua pahanya.
"Hmmm.... tentu saja pertemuan ini bukan pertemuan biasa. Tapi pertemuan untuk membahas bisnis yang bisa menghasilkan banyak uang." Mendengar jawaban dari Erich, Emilio mengangkat salah satu sudut bibirnya membentuk sebuah senyuman menyeringai.
"Apa yang akan Anda tawarkan padaku?" Emilio berkata dengan sikap acuh tak acuh.
Walaupun Emilio seorang penipu yang hanya memikirkan bagaimana cara untuk mendapatkan uang. Namun dia juga harus berhati-hati dalam bertindak agar pihak berwenang tidak bisa menangkapnya karena adanya bukti-bukti tentang penipuannya. Sudah bertahun-tahun, dengan kelicikan dan kepandaiannya menghilangkan barang bukti, Emilio selalu berhasil lolos dari jerat hukum. Apalagi saat ini ada Melva yang seringkali memberinya uang sehingga dia bisa menyuap beberapa oknum, agar dia bisa segera dibebaskan kalaupun tertangkap basah.
__ADS_1