
“Kamu harus membuat dirimu seperti orang yang pandai bersosialisasi agar orang percaya dengan penyamaranmu sebgai seorang makelar profesional. Buat orang percaya kamu memiliki hubungan baik dengan para bangsawan, keluarga kerajaan dan orang kaya baik di negara ini ataupun mereka para kolektor yang berasal dari luar negeri. Mereka yang kamu temui hari ini, terutama Emilio, harus percaya tentang perkerjaanmu sebagai makelar yang selalu berhasil dalam pekerjaanmu memikat hati para bangsawan dan orang-orang kaya.” Alvero berkata sambil memandang ke arah Erich dengan penuh harap.
“Baik Yang Mulia.” Lagi-lagi hanya sebuah jawaban pendek dari Erich untuk menjawab begitu banyak perintah dan petuah dari Alvero, membuat Alvero menarik nafas panjang, berharap bahwa Erich bisa benar-benar melakukan tugasnya dengan baik kali ini.
Walaupun melihat bagaimana sikap kaku dan wajah datar Erich sampai malam ini, setelah sepanjang hari mereka melatih Erich dan membawanya berkeliling Renhill, Deanda percaya bahwa Erich sebagai pengawal setia akan melakukan peritnah apapun dari Alvero. Namun melihat sikap dingin Erich barusan, membuat Alvero merasa ragu Erich akan bisa berakting dengan baik.
"Setelah kamu masuk, 5 menit kemudian kami akan menyusulmu ke dalam dan mencarimu. Jangan lupa untuk memanggilku dengan sebutan tuan Alvi, bukan yang mulia." Alvero lagi-lagi mengingatkan Erich tentang sebutan yang biasa digunakan Alvero saat menyamar.
Karena bagaimanapun juga, Alvero sedikit khawatir kalau-kalau Erich melupakan tentang hal itu. Memang biasanya yang selalu mendampinginya saat berperan sebagai tuan Alvi adalah Ernest, bukan Erich. Sehingga Alvero merasa harus sering-sering mengingatkan Erich akan hal itu. Dan harus diakui, seorang Ernest lebih mumpuni dalam membaca situasi dan bertindak jika itu berhubungan dengan menghadapi orang asing dan sosialisasi dengan orang lain. Sedangkan Erich, adalah orang yang paling anti jika harus bersikap ramah atau bersosialisasi dengan orang asing. Dua saudara kembar identik, tapi secara sifat begitu berbeda jauh seperti langit dan bumi.
(Kembar identik terjadi ketika satu sel sper..ma membuahi satu sel telur. Satu sel telur yang dibuahi tersebut, kemudian membelah diri menjadi dua dan menghasilkan gen atau DNA yang sama. Oleh karena itu, pasangan kembar identik selalu memiliki jenis kelamin yang sama, baik perempuan atau laki-laki. Salah satu ciri kembar identik adalah memiliki fisik yang sama persis. Kembar identik disebut pula sebagai monozigot. Kembar identik terbentuk dari sel telur tunggal yang dibuahi. Setelah pembuahan, zigot terbagi menjadi dua sehingga menghasilkan dua embrio. Kedua embrio tersebut memiliki asal genetik dan DNA yang sama. Akan tetapi, keduanya dapat memiliki plasenta yang berbeda dalam kandungan. Penyebab terjadinya kembar identik belum diketahui hingga saat ini. Selain itu, tidak ada faktor keturunan yang memengaruhi Anda untuk memiliki bayi kembar identik. Kembar fraternal Berbeda dengan kembar identik, kembar fraternal atau yang biasa disebut dizygotic, merupakan saudara kandung yang lahir di waktu bersamaan tapi memiliki fisik berbeda. Selain fisik yang berbeda, kembar fraternal juga memiliki DNA yang berbeda. Kembar fraternal terjadi saat dua sel telur dibuahi secara terpisah. Jika ada kembar perempuan dan laki-laki, jelas mereka adalah saudara kembar fratenal. Namun, cara terbaik untuk mengetahui apakah anak kembar identik atau fraternal adalah dengan memeriksa DNA setiap anak. Kembar identik memiliki DNA yang sama. Namun, mereka mungkin tidak terlihat sama persis satu sama lain karena faktor lingkungan seperti posisi rahim dan pengalaman hidup setelah dilahirkan. DNA terus beradaptasi dengan pengalaman seorang anak. Oleh karena itu, seiring waktu, sepasang DNA kembar identik menjadi semakin berbeda. Semua anak kembar, entah identik atau fraternal, adalah dua individu yang unik dan berbeda).
__ADS_1
"Ok, pergilah sekarang. Semoga sukses.” Alvero mengucapkan kata-katanya sambil menepuk bahu Erich, sebelum akhirnya dengan gerakan cepat, Erich membuka pintu mobil dan berjalan keluar menuju ke arah bar yang dikunjungi oleh Emilio, seolah ingin secepat mungkin menyelesaikan misinya agar dia bisa kembali kepada penampilan normalnya.
"Apa menurutmu Erich bisa melakukan itu sweety?" Alvero bertanya kepada Deanda sambil menatap ke arah Erich yang sudah melangkah masuk ke dalam bar.
"Kita harus percaya kepada Erich. Tapi jika ada apa-apa kita berdua sudah memiliki rencana cadangan kan? Kita akan berada di sana sebentar lagi untuk membantu Erich, agar dia tidak perlu terlalu lama berpura-pura menjadi orang lain seperti itu lagi." Deanda yang ikut mengamati pergerakan Erich yang baru saja masuk ke dalam bar, menjawab pertanyaan Alvero dengan suara pelan.
"Semoga semua berjalan lancar. Kita juga harus bersiap untuk menyusul Erich ke dalam." Alvero berkata sambil mengalihkan pandangan matanya dari pintu masuk bar, kembali ke arah Deanda, yang hari ini tampil sedikit aneh dengan dandanannya yang tampak sedikit tebal.
"My Al... jangan merayuku di saat dan tempat yang tidak tepat seperti ini." Mendengar protes Deanda, Alvero langsung tertawa kecil.
"Aku bukan sedang merayumu, tapi sedang memujimu sweety. Apa kamu pikir suamimu tidak bsia memujimu?" Alvero berkata sambil mendekatkan bibirnya ke telinga Deanda.
__ADS_1
"You are always be my most beautiful angel." (kamu selalu menjadi malaikat tercantikku) Alvero berbisik pelan sambil mencium dan menggigit kecil telinga Deanda, membuat tubuh Deanda tersentak.
Tindakan Alvero sukses meninggalkan getaran hebat di dada Deanda sekaligus membuat bulu kuduk Deanda sedikit berdiri karena tindakan mesra dari Alvero barusan, membuat Deanda harus menahan nafasnya, sedang Alvero langsung tersenyum melihat reaksi istrinya yang sampai sekarang selalu saja tetap bereaksi seperti baru pertama kalinya mendapatkan sentuhan mesra dan intim darinya. Membuat Alvero merasa begitu gemas melihat tingkah Deanda.
"Kamu selalu berhasil membuatku hampir tidak bisa menahan diriku untuk menyentuhmu lebih dari ini." Alvero berkata sambil mengecup singkat bibir Deanda yang sedang sedikit terbuka karena berusaha menenangkan debaran di hatinya, dengan cara menarik nafas melalui bibir sensualnya, yang terlihat semakin sensual karena warna lipstik yang dipakainya hari ini.
Warna lipstik yang berhasil menonjolkan bentuk bibir Deanda sehingga terlihat penuh dan bagi Alvero terlihat begitu menggoda dan membangkitkan jiwa laki-lakinya.
"Ayo kita mulai misi kita hari ini." Alvero berkata sambil memiringkan tubuhnya, bersiap keluar dari mobil ketika Deanda tiba-tiba menarik lengan atas Alvero yang kembali membalikkan tubuh ke arah Deanda karena tindakan Deanda.
Belum lagi Alvero menyakan kepada Deanda apa yang terjadi, dengan cepat Deanda mengelap bibir Alvero dengan tissue.
__ADS_1
"Jangan sampai orang berpikir kamu baru saja menghisap darah manusia seperti seorang vampir tampan yang sedang kelaparan." Deanda berkata sambil meremas tissue yang baru saja digunakannya untuk membersihkan bibir Alvero dari lipstik Deanda yang menempel di bibir suaminya karena keisengannya mengambil ciuman dari bibir Deanda barusan.