BUKAN CINDERELLA BIASA (Season 2)

BUKAN CINDERELLA BIASA (Season 2)
KEHADIRAN ORANG-ORANG YANG TIDAK TERDUGA


__ADS_3

Perbuatan Alvero dianggap sebagai tindakan tidak bermoral dan menyakitkan bagi Deanda, yang sejak kemunculannya baik sebagai tunangan Alvero sampai mereka menikah menjadi pusat perhatian. Sosok Deanda menjadi inspirasi banyak orang di Gracetian dan disayang oleh rakyat karena sosoknya yang selain cantik, tapi juga seringkali tampil dengan sederhana dan rendah hati. Menjadi sosok seorang permaisuri idaman bagi rakyatnya.


Sebentar lagi, semua orang akan menghujat Alvero. Benar-benar menyenangkan melihat bagaimana sorot mata kebencian yang terlihat di mata orang-orang itu.


Eliana berkata dalam hati sambil melirik ke arah layar dimana foto-foto itu terus dipertontonkan dan membuat orang semakin ribut membicarakannya.


“Baiklah, setelah ini yang mulia ibu suri Eliana akan menjawab satu persatu pertanyaan dari para awak media yang ingin menemukan jawaban pasti dari apa yang sudah terlihat di layar.” Juru bicara dari Eliana kembali berusaha menenangkan suara ribut di tempat itu.


Mendengar apa yang dikatakan oleh juru bicara Eliana, orang-orang yang ada di tempat itu berusaha tenang dan mulai diam, beberapa ada yang mencatat hasil temuan mereka dan apa yang mereka lihat di layar. Beberapa orang secara online langsung mengetikkan bahan berita di layar laptop mereka, bahkan ada yang langsung mengupload hasil ketikannya sebagai berita terkini.


“Terimakasih untuk pengertian dan perhatiannya. Sekarang silahkan mengangkat tangan saudara jika ingin menanyakan sesuatu, kami akan memberikan kesempatan satu persatu kepada kalian untuk bertanya kepada ibu suri Eliana terkait informasi tentang foto-foto dan video yang baru saja kita saksikan.” Juru bicara itu kembali memberikan penjelasan.


Beberapa dari mereka yang hadir dengan cepat langsung mengangkat tangan untuk mulai mengajukan pertanyaan kepada Eliana. Melihat itu, juru bicara dari pihak Eliana langsung menunjuk salah seorang wanita muda yang dikenal merupakan salah satu pembawa berita terbaik di saluran televisi nasional kerajaan Gracetian.


“Silahkan Nona yang ada di sana menyampaikan pertanyaan kepada ibu suri Eliana.” Wanita yang sudah ditunjuk oleh juru bicara tersebut langsung bangkit berdiri begitu mendapatkan kesempatan untuk bertanya kepada Eliana.


Dengan sigap wanita itu sedikit membungkukkan tubuh dan menundukkan kepalanya untuk menunjukkan rasa hormat kepada Eliana sebelum mulai bertanya.


“Terimakasih untuk kesempatan pertama yang diberikan kepada saya. Yang ingin saya tanyakan, siapa wanita yang terlihat begitu mesra dengan yang mulia Alvero itu, dan bagaimana ibu suri mendapatkan foto-foto seperti itu? Apakah justru sebenarnya ada penguntit yang sengaja mengikuti kemanapun yang mulia Alvero pergi? Dan apakah itu sebuah tindakan yang bisa dibenarkan? Bukankah tindakan itu melanggar hukum?” Mendengar pertanyaan yang sungguh tidak diharapkan dan melenceng dari perkiraannya itu membuat Eliana sedikit melirik ke arah juru bicaranya yang mulai tampak gelisah.


Dengan apa yang sudah mereka pertontonkan tadi, pihak Eliana, termasuk juru bciara pribadinya berharap semua pertanyaan akan mempertanyakan tentang siapa wanita itu bagi Alvero, berharap semua orang akan memojokkan Alvero dan mulai kehilangan kepercayaan mereka terhadap raja Gracetian yang terhitung  masih muda itu.


Tapi pihak Eliana tidak menyangka bahwa pertanyaan pertama yang mereka dapatkan justru mempertanyakan asal usul foto-foto itu, dan bagaimana cara mereka mendapatkan foto-foto itu.

__ADS_1


“Ah, begini Nona….” Juru bicara itu baru saja berencana mencari alasan agar pihak Eliana tidak dipersalahkan oleh publik karena munculnya foto-foto dan video pribadi Alvero, namun sekelompok orang yang baru saja menerobos masuk ke ruangan itu membuatnya menghentikan bicaranya.


Eliana yang sedang duduk di bagian depan, mau tidak mau juga bisa melihat bagaimana sekelompok orang yang tiba-tiba datang dari arah pintu masuk restoran dan tanpa basa-basi langsung berjalan ke arah Eliana.


Orang-orang itu jelas-jelas mengenakan pakaian pengawal ekslusif milik raja Gracetian, di belakang mereka tampak Alvero dan Alaya yang berjalan berdampingan, sedang di belakang mereka beberapa orang pengawal ekslusif kerajaan juga tampak mengawal kedatangan mereka.


Wah, Alvero! Apa kamu sedang berusaha menggali kuburanmu sendiri? Beraninya datang ke tempat ini bersama wanita selingkuhanmu! Kita akan sama-sama lihat apa yang coba kamu lakukan untuk membela dirimu dan mencari alibi untuk membenarkan diri.


Eliana berkata dalam hati sambil tersenyum sinis melihat kehadiran Alvero yang masih saja terlihat begitu percaya diri berjalan ke arahnya bersama Alaya.


“Itu yang mulia Alvero!”


“Yang mulia Alvero hadir di sini.”


“Hari ini kita bisa langsung melakukan klarifikasi dengan yang mulia tentang masalah tadi.”


“Apa yang mulia Akvero sengaja datang ke tempat ini untuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi?”


Berbagai spekulasi tentang tujuan kedatangan Alvero segera terdengar diantara para hadirin yang ada di tempat itu.


“Selamat pagi semuanya. Terimakasih yang begitu besar akan aku ucapakan secara khusus kepada ibu suri Eliana yang sudah mengadakan jumpa pers untuk aku bisa mengumumkan banyak hal penting yang semuanya merupakan kabar gembira bagi kita semua rakyat dari kerajaan Gracetian.” Tanpa menunggu lebih lama, dan tanpa meminta ijin apalagi memberikan kesempatan bagi Eliana untuk melakukan protes, Alvero langsung meraih mikrofon yang ada di meja yang ada di hadapan Eliana dan mulai berbicara kepada semua hadirin.


“Sebelum aku menyampaikan pengumuman pertama, silahkan nonacantik di samping saya memperkenalkan dirinya secara resmi kepada semua yang ada di tempat ini. Dan kamu! Siarkan secara live sekarang juga!” Alvero berkata sambil menunjuk ke arah wanita muda yang sebelumnya mengajukan pertanyaan pertama kepada EEliana.

__ADS_1


Sebuah pertanyaan yang sebenarnya cukup memojokkan posisi Eliana.


Perintah dari Alvero langsung disambut dengan sebuah anggukan dengan sikap hormat dan kru dari wanita tersebut dengan sigap melakukan proses perekaman dan langsung menayangkannya.


Dengan cepat Alvero menyerahkan mikrofon yang di pegangnya kepada Alaya.


“Selamat siang semua. Secara resmi aku akan memperkenalkan diriku kepada Anda sekalian. Namaku adalah Alaya Adalvino.” Begitu Alaya menyebutkan namanya, suasana di tempat itu benar-benar langsung ribut kembali.


“Alaya Adalvino?”


“Apa gadis muda itu salah menyebutkan namanya?”


“Bagaimana mungkin ada seorang gadis tiba-tiba datang dan dengan percaya diri mengaku sebagai keturunan Adalvino?”


“Apa yang mulia Vincent memiliki wanita lain lagi sebagai istrinya?”


“Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa semuanya tampak membingungkan?”


Berbagai pertanyaan kembali timbul dan menyebabkan suasana semakin tegang. Eliana yang mendengar perkataan dari Alaya langsung menoleh ke arah Alaya dengan mata terbeliak, tidak mengerti kenapa tiba-tiba Alaya berani menyebutkan namanya sebagai Alaya Adalvino.


“Benar, gadis di samping saya ini bernama Alaya Adalvino. Penjelasan selanjutnya akan datang dari seseorang yang akan bisa menjawab semua pertanyaan Anda sekalian tentang bagaimana sejarah tentang hadirnya seorang Alaya Adalvino.” Alvero berkata sambil menggerakkan tangannya ke arah pintu masuk ruangan itu, dimana tiba-tiba sosok dua wanita cantik berbeda usia yang tiba-tiba kembali hadir dengan pengawalan ketat dari pengawal eksklusif kerajaan milik raja Gracetian.


Kehadiran dua wanita cantik itu membuat tanpa sadar dengan gerakan reflek, Eliana bangkit berdiri dari duduknya, dengan mata yang melotot sempurna karena merasa begitu kaget, seolah sedang melihat hantu.

__ADS_1


__ADS_2