BUKAN CINDERELLA BIASA (Season 2)

BUKAN CINDERELLA BIASA (Season 2)
SISTER COMPLEX?


__ADS_3

Begitu laki-laki itu pergi, dengan cepat Alvero langsung meraih kembali bahu Deanda, memeluknya dengan erat dan menatap ke arah Deanda dengan lembut sekaligus terlihat jelas bahwa Alvero memandang ke arah wanitanya itu dengan tatapan penuh cinta. Dan dengan gerakan pelan, Alvero mengelus kepala Deanda dengan lembut dan terlihat jelas bahwa dia begitu menyayangi wanita cantik itu.


Alvero berusaha memastikan Deanda baik-baik saja, menunjukkan dia begitu melindungi wanita cantik itu. Walaupun Alvero tahu pasti, bahwa sebenarnya Deanda akan lebih dari mampu jika hanya melumpuhkan seorang laki-laki mabuk tanpa kemampuan beladiri seperti tadi.


Emilio yang berada di samping Erich, dengan jelas melihat dan mengamati kejadian itu. Dan itu membuatnya langsung mendekatkan wajahnya ke arah telinga Erich karena merasa begitu penasaran dengan apa yang terjadi di depannya barusan. Bagi Emilio, tindakan Alvero terhadap Deanda terasa sedikit aneh dan terlalu berlebihan untuk sekedar dua orang dengan hubungan kakak beradik biasa.


"Tuan Ronald, Tuan Alvi sepertinya memiliki penyakit mental. Melihat bagaimana sikapnya yang berlebihan terhadap adiknya. Mungkin dia pengidap penyakit sister complex. Sungguh menakutkan melihat dia begitu marah karena seorang laki-laki lain yang berusaha mendekati adiknya. Seolah dia adalah kekasih dari adiknya itu." Emilio berbisik pelan, sambil sedikit menarik lengan Erich.


Setelah itu menggeser berdirinya, menjauhi posisi Alvero sambil mengajak Erich untuk ikut menjauh.


(Sister complex mengacu pada keadaan keterikatan yang kuat dan obsesi terhadap seorang kakak laki-laki kepada adik perempuannya. Biasanya juga disingkat "brocon", dan dalam hal ini, juga digunakan untuk saudara laki-laki kepada saudara perempuan yang memiliki keterikatan dan obsesi yang kuat terhadap saudaranya perempuannya itu. Dari sikap over-protective seorang kakak yang berlebihan menjadi faktor utama munculnya kondisi ini jika tidak bisa dikontrol. Potensi yang dapat muncul dan tidak diinginkan dari seorang kakak dikarenakan Sister Complex adalah fantasi seksual yang terlarang dan berujung pada pengakuan. Mirip dengan Oedipus Complex tapi di konteks yang berbeda. Akan tetapi, masalah dari Sister Complex yang mudah terlihat adalah muncul rasa cemburu dari sang kakak dikarenakan perhatian adik lebih banyak diberikan kepada orang lain daripada ia, sehingga seringkali menimbulkan emosi yang berlebih dari seorang kakak terhadap para pria di sekeliling adik perempuannya).

__ADS_1


"Tuan Emilio, jangan berbicara sembarangan jika tidak ingin menambah masalah dengan tuan Alvi." Erich berkata pelan sambil melirik ke arah Alvero yang dari tatapan matanya masih menunjukkan aura kemarahan yang besar akibat adanya seseorang yang sudah berani-beraninya mencoba untuk menggoda dan menyentuh istrinya. Dan akibat kejadian barusan, hampir saja membuat Alvero tidak perduli lagi bahwa dia sedang berada dalam sebuah misi penyamaran, sebagai seorang kakak bagi Deanda, bukan suami.


Laki-laki bermasker yang aneh, yang sepertinya memang mengidap sister complex. Tapi jika dia memiliki banyak uang, bagiku apakah dia terkena penyakit sister complex atau bahkan gila sekalipun. Asal bisa menghasilkan uang untukku, aku tidak perduli dengan gangguan kejiwaannya. Penyakitnya tidak ada hubungannya denganku. Tentu saja aku tidak akan melepaskannya dengan mudah, orang yang bisa menjadi sumber kantong uangku.


Emilio berkata dalam hati sambil menahan nafasnya sebentar, dengan menahan pening di kepalanya, yang ingin membuatnya segera menikmati empuknya kasur di kamar bersama dengan seorang wanita yang bisa menghangatkan tubuhnya malam ini.


"Tuan Alvi... jangan khawatir, aku akan mengurus semuanya.... untuk Tuan. Aku akan segera mendapatkan info tentang benda-benda yang sedang Tuan cari." Emilio kembali berkata-kata dengan wajahnya yang terlihat begitu memerah dan sikap tubuh yang tidak bisa lagi berdiri dengan tegap karena mabuknya semakin parah dan tidak bisa lagi dia kendalikan dengan baik.


"Ayo Tuan, kita duduk bersama, untuk membahas bisnis kita." Emilio berkata sambil dia sendiri langsung mengambil posisi duduk lebih dahulu karena kepalanya yang semakin terasa pening.


Mendengar kata-kata Alvero, yang dilakukan oleh Emilio hanya mengangguk-anggukkan kepalanya dengan asal-asalan, karena dia sendiri sebenarnya sudah tidak lagi ingin berada di sana lebih lama lagi, mengingat saat ini bahkan sudah dini hari, dan wanita cantik yang sudah dibookingnya hari ini pasti sudah menunggunya.

__ADS_1


"Kalau begitu, aku dan adikku akan pergi lebih dahulu. Silahkan lanjutkan acara kalian berdua malam ini. Tuan Ronald, aku akan menunggu berita baik darimu." Erich langsung mengangguk sambil melambaikan tangannya mendengar perkataan Alvero yang langsung melangkah pergi dengan lengannya masih melingkar di bahu Deanda.


Begitu Alvero dan Deanda pergi, Erich segera berpikir keras bagaimana mengeluarkan kata-kata untuk menolak keinginan Emilio mengajaknya bersenang-senagn malam ini dengan para wanita penghibur.


"Emmm, Tuan Emilio, sepertinya kita tidak bisa melanjutkan acara kita malam ini. Suasana hati Tuan Alvi sepertinya berubah buruk karena peristiwa tadi. Jadi lebih baik aku pergi sekarang, dan mencari cara untuk menenangkan hari tuan Alvi, agar kita tidak kehilangan pelanggan kita. Jangan khawatir, lain waktu aku akan menemani Tuan Emilio untuk bersenang-senang." Perkataan Erich, membuat Emilio mengernyitkan dahinya.


"Tapi, apakah tuan Alvi benar-benar marah? Jika iya, bagaimana cara tuan untuk Ronald menenangkan hatinya?" Emilio berkata dengan sedikit cemas, karena sebenarnya melihat penampilan Alvero dan Deanda, Emilio bisa langsung menebak bahwa Alvero dan Deanda benar-benar orang kaya jika ditilik dari pakaian dan perhiasan yang mereka kenakan.


Dan lagi, Emilio yang sudah terbiasa dan tahu tentang asli tidaknya barang-barang mahal san mewah, yakin bahwa semua yang dikenakan dua orang tamunya tadi memang barang-barang mewah yang keasliannya tidak dia ragukan lagi. Bagi Emilio, kehilangan pelanggan berharga seperti itu tentu saja akan merugikan dia.


"Tenang saja Tuan Emilio, aku sudah terbiasa dengan hal-hal seperti ini. Tuan tahu kan, kadang orang kaya memang seperti itu, asal kita bisa mendapatkan hatinya, dan bisa menyenangkan hatinya, dia pasti akan memberi kita banyak keuntungan. Untuk itu kita harus tahu apa yang paling disukai oleh mereka dan dianggap mereka berharga selain uang, sehingga kita bisa merayu dan memenangkan hati mereka lewat hal itu." Erich berkata sambil mengedipkan sebelah matanya, membuat Emilio tersenyum.

__ADS_1


"Dan untuk tuan Alvi dan nona Della. Percayalah, aku tahu apa yang bisa membuat hati mereka berdua luluh kembali." Erich kembali menyambung perkataannya dengan anda percaya diri namun dengan sikap terlihat santai.


"Baiklah, aku percayakan semuanya kepada Tuan Ronald. Sepertinya Tuan memiliki lebih banyak pengalaman dalam hal itu." Erich tertawa kecil mendengar perkataan Emilio yang terlihat jelas mulai mempercayainya.


__ADS_2