
Dan tanpa menunggu tanggapan dari Alvero yang langsung tersenyum mendengar perkataan istrinya, Deanda langsung bergerak untuk keluar dari mobil. Dengan cepat, Alvero segera ikut keluar dari mobil menyusul Deanda sambil menggigit bibir bawahnya.
Jangan harap setelah kita kembali ke villa nanti, kamu bisa melepaskan diri dariku setelah kamu membuatku begitu terpancing barusan. Tidak perduli jam berapapun kita pulang nantinya, kita harus melakukannya.
Alvero berkata dalam hati sambil berdehem kecil untuk mengendalikan detak jantungnya yang selalu berdetak lebih cepat saat ada sosok Deanda di dekatnya.
# # # # # # #
Suasana bar yang biasa dikunjungi oleh Emilio, kekasih Melva tampak ramai pengunjung ketika Erich memasuki bar itu untuk melaksanakan misinya. Begitu memasuki tempat itu, sambil berusaha melangkah dengan santai namun juga dengan percaya diri, Erich berjalan ke arah meja bar dimana terlihat seorang bartender yang sedang melakukan aksinya, mencampur minuman untuk pelanggan yang sedang menunggu, duduk tepat di hadapannya.
(Bartender adalah seseorang yang ahli dalam membuat minuman di bar dan menciptakan resep-resep minuman baru. Di beberapa negara tertentu, bartender juga bertugas mengidentifikasi pelanggan di bawah umur saat menyediakan minuman yang mengandung alkohol).
Untuk beberapa saat Erich sengaja menunggu bartender tampan dengan pakaian rapinya dan selalu menyungingkan senyum manisnya sambil melayani para pelanggannya. Sebelum mulai meminta layanan dari bartender tersebut, Erich menarik nafas dalam-dalam. Berusaha keras menggerakkan kedua ujung bibirnya agar membentuk sebuah senyuman.
“Tolong berikan aku segelas bir.” Erich berkata kepada bartender itu ketika dilihatnya dia sudah menyelesaikan pesanan dari pelanggan terakhirnya.
__ADS_1
“Baik Tuan. Sepertinya Tuan orang yang baru pertama kali datang di bar ini. Apa perkataan saya betul Tuan?” Bartender itu berkata sambil tangan kanannya menyodorkan sebuah gelas berukuran cukup besar berisi bir ke arah Erich yang langsung tersenyum ke arahnya.
“Aku seorang bisnisman sejati, dimana ada bau uang, di sana aku berada.” Dengan santainya Erich berkata sambil meneguk bir dari gelas yang baru saja diserahkan oleh bartender itu kepadanya, merasa sedikit lega paling tidak dia berhasil tersenyum dengan baik dan bisa bersikap santai seperti yang biasa dilakukan oleh Ernest.
"Lalu... apa Tuan sedang mencari seseorang di bar ini? Sebagai bisnisman, tidak mungkin Tuan hanya berkunjung tanpa tujuan ke bar ini." Dengan percaya dirinya, bartender itu mengorek info dari Erich.
Bar dimana Erich berkunjung itu, cukup dikenal sebagai bar elite di kawasan Renhill, yang biasanya juga digunakan untuk melakukan pertemuan bisnis oleh beberapa kelompok orang tertentu untuk mengais dollar.
"Sebenarnya... aku sedang membutuhkan seseorang yang ahli dalam menemukan benda-benda seni bernilai tinggi. Yah, kamu tahu di dunia ini ada macam-macam orang kaya yang bisa kita layani untuk mendapatkan uang mereka sebagai balasan dari kerja keras kita. Banyak bos yang harus aku layani, para kolektor barang seni yang bersedia merogoh kocek dalam-dalam jika barang itu cukup berharga...." Erich berkata sambil menyodorkan amplop putih ke arah bartender yang tatapan matanya langsung terlihat bersinar melihat amplop yang disodorkan oleh Erich barusan.
Erich sendiri tidak menyangka bahwa sampai sejauh ini dia bisa bersikap sesantai ini dengan orang asing yang baru dikenalnya. Sedangkan setelah bertahun-tahun melayani Alvero, boleh dikata dia juga jarang berbicara apalagi berbincang santai dengan tuannya itu.
Erich berkata dalam hati sambil menatap ke arah bertender itu untuk kembali memulai pembicaraan.
"Aku dengar di kota ini ada seseorang yang bernama Emilio bisa mendapatkan barang-barang seni bernilai tinggi dengan harga murah? Persis dan sama, begitu mirip... dengan aslinya.... Mengerti kan maksudku?" Erich berkata sambil dengan sengaja mendekatkan kepalanya ke arah bartender yang langsung tersenyum mendengar pertanyaan Erich.
__ADS_1
"Ah, tidak semua orang tahu tentang keahlian tuan Emilio dalam hal menemukan barang seperti aslinya. Anda benar-benar beruntung bisa mengetahui info tentang rahasia itu Tuan." Erich langsung tersenyum miring, sambil mengedipkan sebelah matanya kepada bartender itu, begitu mendengar perkataan bartender itu.
Alvero dan Deanda yang sudah masuk ke bar, dan berada tidak jauh dari Erich hanya bisa saling berpandangan dengan wajah tercegang melihat bagaimana Erich terlihat begitu lancar dalam menjalankan aksinya malam ini. Jauh lebih baik dari yang mereka berdua perkirakan.
"Tuan Emilio sedang duduk bersama teman-temannya di bagian paling utara ruangan ini. Dia mengenakan pakaian berwarna hijau gelap." Bertender itu berkata sambil matanya melihat ke arah utara dimana Emilio sedang duduk bersama teman-temannya, sambil ditemani beberapa botol minuman beralkohol yang berjajar di meja yang ada di depannya.
"Berikan padaku satu botol wiski terbaikmu hari ini." Erich berkata sambil mengeluarkan handphonenya, bersiap melakukan pembayaran melalui mobile banking melalui handphonenya.
(Mobile banking merupakan layanan yang memungkinkan nasabah bank melakukan transaksi perbankan melalui ponsel atau smartphone. Layanan mobile banking dapat digunakan dengan menggunakan menu yang sudah tersedia melalui aplikasi yang dapat diunduh dan diinstal oleh nasabah. Mobile banking merupakan salah satu layanan yang disediakan bank untuk nasabah. Dengan mobile banking, nasabah bisa melakukan transaksi perbankan tanpa harus ke cabang bank, melainkan cukup dengan media ponsel).
Mendengar permintaan dari Erich, dengan senyum senang sekaligus ramahnya, bartender itu segera mengeluarkan sebuah botol wiski blue label Johnnie Walker dan meletakkannya di atas meja, tepat di depan Erich. Merasa senang bahwa dia akan berhasil meningkatkan penjualan jika semua orang bersikap murah hati seperti yang dilakukan Erich, yang dengan mudahnya tanpa berpikir panjang membeli sebuah botol wiski Johnnie Walker seperti membeli sebotol air mineral. Bahkan tidak sekalipun Erich mempertanyakan harga dari wiski mahal itu.
"Silahkan Tuan." Bartender tersebut berkata sambil meletakkan sebuah nota tagihan ke arah Erich yang langsung membayarnya melalui aplikasi banking di handphonenya. Suara notifikasi yang menunjukkan bahwa transaksi berhasil dilakukan membuat senyum di wajah bartender tersebut semakin melebar.
"Saya yakin tuan Emilio akan senang bsia bertemu dengan kenalan baru yang bersedia mentraktirnya sebotol wiski, apalagi jenis blue label Johnnie Walker ini." Mendengar perkataan barternder itu, Erich langsung tersenyum sambil mengarahkan kedua telunjuk dan jempol tangannya ke arah bartender itu, dengan ketiga jari yang lain terlipat ke dalam telapak tangannya, seperti membentuk sebuah tembak, yang langsung disambut sebuah tawa kecil dari bertender tersebut.
__ADS_1
"Ok, terimakasih buat infonya." Setelah itu, Erich langsung bersiap untuk bangkit dari duduknya, dengan tangan kirinya bergerak cepat meraih botol wiski di depannya.
"Semoga berhasil Tuan." Bartender itu berkata sambil mengangkat salah satu ujung bibirnya dan mengeluarkan suara decihan, yang langsung disambut sebuah acungan jempol oleh Erich yang dengan gerakan santai berjalan ke arah dimana Emilio sedang bersenang-senang dengan teman-temannya, bersama dengan beberapa wanita yang ikut duduk bergabung bersama dengan mereka.