BUKAN CINDERELLA BIASA (Season 2)

BUKAN CINDERELLA BIASA (Season 2)
TENTANG PASUKAN KHUSUS


__ADS_3

"Apa yang diminta oleh Yang Mulia sudah saya persiapkan dengan baik. 200 orang pasukan khusus yang terdiri dari orang-orang yang ahli di bidangnya. Termasuk 25 orang penembak jitu, 5 orang hacker yang ahli dalam membobol sistem keamanan dan server, dan lainnya adalah petarung terbaik yang kita miliki dalam tim keamanan kerajaan kita." Evan berkata sambil menyerahkan data nama ke 200 orang yang akan mereka siapkan secara khusus untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi para pemberontak.


(Seorang Peretas (bahasa Inggris: hacker) adalah ahli komputer yang terampil yang menggunakan pengetahuan teknis mereka untuk mengatasi masalah. Sementara "peretas" dapat merujuk ke setiap programmer komputer yang terampil, istilah ini telah menjadi terkait dalam budaya populer dengan "peretas keamanan", seseorang yang, dengan pengetahuan teknisnya, menggunakan bug atau exploit untuk membobol sistem computer)


"Saya sudah melakukan pengecekan terhadap latar belakang semua tentara itu. Mereka merupakan orang-orang yang sudah bersumpah setia kepada kerajaan Gracetian dan tidak ada masalah dengan latar belakang keluarga maupun teman-teman mereka. Mereka adalah orang-orang terpilih dari puluhan ribu orang yang sudah menjalani tes." Evan menjelaskan tentang kondisi ke 200 orang yang akan dipersiapkan untuk menjalani pelatihan khusus itu.


Sejak beberapa lama ini Evan secara khusus yang memilih dan melakukan pengawasan terhadap semua tes yang dijalani oleh puluhan ribu orang yang akhirnya terpilih 200 orang terbaik itu.


Begitu mendengar perkataan Evan, Alvero menyunginginkan senyum puas. Sesampainya mereka tadi di ruang kerja earl Robin, Alvero sengaja mengambil posisi duduk di sebelah barat begitu melihat Evan mendekati kursi di sebelah selatan. Dan dengan gerakan tangan yang cepat tanpa diketahui oleh siapapun, Alvero sengaja menarik pergelangan tangan Deanda agar istrinya itu duduk di sebelah kirinya, sehingga Evan tidak lagi bsia leluasa memandang ke arah Deanda yang karena posisi duduknya, tubuhnya terhalang oleh tubuh Alvero.


"Tapi Yang Mulia, sampai saat ini, Yang Mulia belum memberitahukan kepada saya siapa yang akan dikirim Yang Mulia untuk melatih mereka. Karena jika saya terlalu berkonsentrasi melakukan pelatihan kepada mereka. Orang lain akan mempertanyakan keberadaan saya. Dan itu akan memancing kecurigaan banyak orang." Mendengar pertanyaan Evan, Alvero langsung tersenyum, karena dia sudah mempersiapkan orang-orang yang paling tepat untuk melatih pasukan khusus itu.


"Tenang saja Duke Evan. Aku sudah memikirkan dua pelatih terbaik untuk mereka. Aku akan segera mengaturkan pertemuan dengan mereka dan meminta mereka untuk membantuku menyiapkan pasukan khusus kita. Tidak ada pelatih yang lebih baik dari mereka berdua." Perkataan Alvero, membuat tanpa sadar Evan mengernyitkan keningnya karena merasa begitu peansara dengan kata-kata Alvero barusan.

__ADS_1


Dua pelatih terbaik? Dalam sejarah Gracetian, selain Alexis dan dia sendiri yang sudah terlatih dengan baik sejak kecil karena ayahnya juga merupakan seorang duke yang menggemblengnya dengan keras dengan standar militer, Evan hanya bisa memikirkan dua orang yang seringkali diceritakan oleh ayahnya merupakan dua orang yang hebat bukan hanya dalam hal beladiri, namun juga memiliki otak yang encer dalam menyususn strategi penyerangan maupun bertahan. Walaupun Evan sendiri belum pernah bertemu dengan mereka berdua.


Jangan bilang kalau kedua orang itu adalah....


Evan berkata dalam hati dengan wajah penuh dengan tanda tanya sambil menatap ke arah Alvero, menunggu siapa nama kedua orang hebat yang akan disebutkan oleh Alvero itu.


"Benar, dua orang itu adalah tuan Red dan uncle Marcello. Mereka bersama tuan Alexis dulunya adalah orang-orang hebat yang sampai detik ini belum ada yang bisa mengalahkan kehebatan mereka." Dengan sikap berwibawa Alvero menjawab pertanyaan dalam hati Evan.


"Yang Mulia... tapi mereka berdua belum tentu bersedia untuk..." Deanda langsung mempertanyakan keputusan Alvero.


"Aku tahu." Dengan cepat Alvero memotong perkataan Deanda.


"Mereka pasti akan menolak permintaanku jika itu aku yang dulu. Aku sebagai putra mahkota yang belum menikah denganmu. Apa kamu tahu bahwa tuan Red sudah bersumpah kepada papa Alexis untuk selalu melindungimu dan bersedia melakukan apapun untukmu? Uncle Marcello juga sudah terikat sumpah yang sama kepada papa Alexis." Alvero berkata sambil menyungingkan senyumnya, merasa yakin atas apa yang baru diucapkannya, bahwa dengan sumpah Red dan Marcello kepada Alexis, akan membuat mereka berdua tidak bisa menolak permintaan Alvero kali ini.

__ADS_1


"Karena sekarang kamu adalah istriku, yang merupakan permaisuri dari Gracetian, aku yakin, tidak ada alasan bagi mereka untuk menolak hal ini. Untuk sekarang, jika mereka ingin melindungimu, berarti mereka harus melindungi istana. Dan itu artinya mereka pasti akan bersedia melatih para anggota pasukan khusus yang memang dilatih untuk menjadi ujung tombak jika terjadi sesuatu di istana. Karena melindungimu istaana sama dengan melindungimu." Mendengar perkataan Alvero, Deanda hanya bisa terdiam, tidak menyangka bahwa Alvero begitu cermat dalam menyiapkan segalanya, bahkan dia juga sudah mengetahui janji yang sudah diucapkan Red dan Marcello kepada papanya.


Yang mulia Alvero! Apa anda benar-benar laki-laki tidak berperasaan yang sengaja memanfaatkan keberadaan Deanda sedemikian rupa? Dulu anda membuat Deanda menikahi anda untuk meredam rumor dan mempertahankan posisi anda sebagai putra mahkota. Dan sekarang, anda memanfaatkan status Deanda sebagai istri untuk memaksa tuan Red dan tuan Marcello menuruti keinginan anda. Bagaimana bisa anda memanfaatkan alasan untuk melindungi Deanda,, sedangkan setelah semuanya berlalu kalian berdua akan bercerai?


Evan berkata dalam hati sambil menahan diri agar dari wajahnya tidak tampak kekecewaan bagaimana gadis yang dicintainya terlibat dengan Alvero yang dalam pikirannya memang seorang raja yang hebat, namun di sisi lain berusaha memanfaatkan Deanda yang tidak dicintainya sedemikian rupa untuk kepentingannya. Walaupun itu demi Gracetian, tapi Evan merasa itu lebih untuk kepentingan pribadi Alvero sebagai raja. Memaksa Red dan Marcello untuk mengkuti perintahnya karena keberadaan Deanda.


*Deanda... secepatnya, kamu harus melepaskan ikatanmu dengan yang mulia, jika tidak ingin hatimu terluka ke depannya. Setelah semua urusan para pemberontak ini selesai, kamu harus segera pergi dari sisi yang mulia, atau yang mulia akan terus menerus memanfaatkan keberadaanmu untuk kepentingannya pribadi. *Yang mulia menikahi Deanda untuk membantunya, itu masih bisa diterima. Tapi dengan tega memanfaatkan wanita yang tidak dicintainya berkali-kali. Sepertinya itu suatu hal yang keterlaluan untuk dilakukan oleh seorang lakilaki terhormat.


Evan kembali berkata dalam hati sambil sedikit mengalihkan pandangan matanya ke samping. Karena Evan sadar, saat ini Alvero sedang memandang ke arahnya, dengan pandangan seperti sedang menyelidikinya dengan seksama. Sehingga Evan harus mengendalikan reaksinya atas semua yang sudah didengarnya barusan. Sebuah perkataan Alvero yang membuat hati Evan merasa tidak nyaman karena menganggap Alvero yang tidak mencintai Deanda hanya ingin memanfaatkan Deanda.


 


 

__ADS_1


__ADS_2