BUKAN CINDERELLA BIASA (Season 2)

BUKAN CINDERELLA BIASA (Season 2)
ORNADO DI ISTANA GRACETIAN


__ADS_3

Dan bagi Ornado sendiri, dengan datang ke Gacetian, perjalanannya ke Indonesia besok akan lebih cepat, karena letak kerajaan Gracetian yang lebih dekat dari Indonesia. Selama ini jika dia melakukan perjalanan dari Italia ke Indonesia, pasti melewati Gracetian.


"Buona. Ne parliamo stasera. Arrivederci." (Baiklah. Nanti malam kita bicara. Sampai jumpa nanti). Ornado langsung membalas perkataan Alvero dan mengakhiri pembicaraan mereka via telepon.


Begitu permbicaraan Alvero dan Deanda selesai. Deanda langsung memegang lengan Alvero, sebagai tanda bahwa dia meminta Alvero untuk menceritakan apa yang dibicarakannya dengan Ornado barusan.


Pembicaraan dua pria itu sungguh membuat Deanda penasaran. Apalagi beberapa percakapan mereka menggunakan bahasa Italia yang tidak dimengerti sama sekali oleh Deanda.


"Sepertinya kita harus buru-buru mengaturkan tempat bagi Ornado untuk menginap malam ini di istana. Aku tidak jadi pergi ke Italia. Dia yang akan datang ke Gracetian malam ini." Alvero langsung menjelaskan kepada Deanda hasil pembicaraannya barusan dengan Ornado.


Perkataan Alvero membuat mata Deanda sedikit berbinar, karena Alvero akhirnya membatalkan niatnya untuk terbang ke Italia.


Ah, konyol, tapi aku merasa senang sekali mendengar yang mulia akan tetap tinggal di sini bersamaku. Sepertinya setelah menikah aku jadi perempuan yang tidak lagi mandiri. Karena keberadaan yang mulia seringkali membuatku ingin selalu bersamanya. Aku jadi memiliki ketergantungan tinggi terhadap keberadaan yang mulia. Menjadi terbiasa mendapatkan yang mulia berada di sisiku.


Deanda mengeluh dalam hati sambil memandang ke arah Alvero yang langsung memberikan perintah kepada nyonya Rose untuk mengaturkan kamar bagi Ornado di istana bagian selatan.


"Yang Mulia, bukannya para tamu atau pejabat kerajaan biasanya ditempatkan di istana bagian timur jika mereka berkunjung dan bermalam di istana? Kenapa kamu menempatkan Ornado di istana selatan?" Pertanyaan dari Deanda langsung membuat Alvero menggigit bibir bawahnya sambil tersenyum.


"Kali ini aku mau Ornado langsung ke istana selatan, agar lebih banyak waktu mengobrol dengannya. Jadi tidak perlu berpindah terlalu jauh jika dia ingin beristirahat. Lagipula aku tidak mau kedatangan Ornado diketahui oleh banyak orang, sehingga berakhir dengan usaha si Eliana untuk mencuri-curi info tentang keberadaan Ornado. Biarkan saja mereka tahu besok saat makan pagi di ruang makan. Pasti menyenangkan melihat wajah kaget dan tidak suka Eliana melihat kedatangan Ornado di sini." Alvero berkata sambil tangannya mengelus rambut di kepala Deanda yang menunjukkan tanda tanya di wajahnya.

__ADS_1


"Sudah beberapa kali usaha Eliana untuk mencelakakanku saat aku masih kuliah di Italia digagalkan oleh Ornado. Sampai terakhir aku ingat dengan jelas, sekelompok mafia menghajar habis-habisan para pembunuh bayaran yang sempat dikirimkan Eliana ke Italia. Bahkan para mafia itu hampir saja membuat para pembunuh itu pulang hanya tinggal nama. Dan para mafia itu, ternyata melakukan itu atas inisiatif mereka membalas jasa Ornado saat dia berhasil menyelesaikan sengketa yang terjadi antara dua kelompok besar mafia yang paling berpengaruh di Italia saat itu." Deanda sedikit mengernyitkan dahinya mendengar pernjelasan dari Alvero.


"Kamu yang diincar pembunuh itu? Bukan Ornado, tapi kenapa para mafia itu ikut turun tangan?" Deanda bertanya dengan wajahnya yang terlihat jelas menunjukkan rasa penasarannya.


"Di Italia, hampir tidak ada transaksi di dunia hitam yang tidak diketahui oleh mafia. Mereka saat itu lebih dahulu mendengar info ada sekelompok pembunuh dari negara lain menyusup ke Italia. Saat itu karena Eliana terlalu marah akibat keterlibatan Ornado yang seringkali membantuku, membuatnya memberikan perintah untuk mencelakaiku sekaligus Ornado, yang sepengetahuan Eliana waktu itu hanyalah seorang pengusaha kaya biasa, yang bisa dengan mudah dia hancurkan. Dia tidak tahu bahwa seorang Ornado bahkan bisa membuat dunia mafia tunduk padanya, karena dia memiliki pasukan khusus yang bahkan jauh lebih hebat dari pasukan elite milik sebuah negara, seperti US Navy Seal (Amerika Serikat), GIS (Gruppo di Intervento Speciale milik Italia), Alpha Group (Rusia), Sayeret Matkal (Israel)." Alvero terdiam sesaat sebelum melanjutkan kata-katanya.


"Saat itu para pembunuh bayaran yang sudah dilumpuhkan sengaja dikirim ke Gracetian oleh mereka menggunakan peti kayu, dalam kondisi setengah telanjang dengan tubuh terikat dan penuh dengan cat yang bertuliskan Stop or you die! Di samping itu, di dalam kotak itu ada selembar kertas yang ditujukan untuk Eliana dengan ancaman bahwa lain kali, tubuhnya yang akan ada di kotak ini tanpa nyawa jika dia terus mengusikku dan Ornado. Sejak hari itu, Eliana berhenti mengusik kehidupanku di Italia. Aku sebenarnya enggan mengakuinya, tapi saat itu aku berhutang nyawa dengan para mafia itu." Alvero melanjutkan kembali kata-katanya yang membuat Deanda hanya bisa mengangguk-anggukkan kepalanya.


"Sosok Ornado selalu menjadi sosok yang dibenci oleh Eliana, sebesar kebenciannya padaku. Karena itu, biarkan saja malam ini Ornado berada di istana selatan bersama kita. Besok pagi, kita berikan kejutan manis buat Eliana yang sepertinya tidak berpikir aku masih sedekat itu dengan Ornado setelah lama meninggalkan Italia." Alvero mengakhiri kata-katanya sambil bangkit dari duduknya, berjalan ke arah balkon kamarnya diikuti oleh Deanda, untuk menikmati suasana malam ini, sambil menunggu kedatangan Ornado.


# # # # # # #


“Mereka sedang menuju kemari.”


"Eh, siapa laki-laki tampan itu?"


"Aku seperti pernah melihatnya..."


"Yang mana?'

__ADS_1


"Dia pengusaha terkenal dari Italia, Ornado Xanderson."


"Ah... ternyata dia...."


"Dia hadir di pernikahan yang mulia Alvero."


"O, ya, aku ingat, di internet dia juga sering diberitakan."


“Ternyata sosok aslinya jauh lebih tampan, lebih mengagumkan dan gagah daripada di media sosial maupun you tube.”


Suara bisik-bisik langsung tedengar begitu Alvero dan Deanda, juga Ornado yang berjalan bersama mereka mendekat ke arah ruang makan istana.


Kehadiran Ornado di meja makan istana pagi itu benar-benar membuat suasana sedikit ramai, seperti yang diperkirakan oleh Alvero tadi malam.


Alvero merasa begitu puas, bisa melihat tatapan mata kaget dari Eliana melihat sosok Ornado yang tiba-tiba saja muncul untuk ikut bersama keluarga istana menikmati makan pagi bersama.


Dengan jelas Alvero bisa melihat kilatan tatapan mata cemas yang ditunjukkan oleh Eliana yang sedang mencoba menebak-nebak apakah Alvero sudah mengetahui tentang rencananya dengan kelompok para pemberontak yang akan melakukan transaki senjata ilegal, sehingga ada hubungannya dengan kehadiran Ornado di Grecetian saat ini.


Sial! Apa-apaan ini? Kenapa laki-laki itu bisa ada di istana pagi ini? Kemarin malam aku tidak mendengar kabar apapun dari istana timur. Apa yang terjadi? Apa sejak kemarin Ornado sudah ada di istana? Apa semalam Alvero sengaja membiarkan dia tinggal di istana selatan yang tidak bisa aku jangkau dengan mudah? Apa keberadaan Ornado ada kaitannya dengan rencana transaksi senjata yang sudah aku siapkan dengan baik? Apa kira-kira laki-laki itu mengetahui tentang hal itu? Laki-laki itu dari luar terlihat begitu tampan dan tenang, tidak akan ada yang menyangka kalau dia memiliki kekuatan besar yang  begitu menakutkan, yang tidak semua orang tahu.

__ADS_1


Berbagai pertanyaan yang menunjukkan kekhawatiran silih berganti memenuhi otak Eliana yang sejak mengetahui kehadiran Ornado menampakkan wajah tidak tenang.


__ADS_2