BUKAN CINDERELLA BIASA (Season 2)

BUKAN CINDERELLA BIASA (Season 2)
MERINDUKANMU DARI JAUH


__ADS_3

Entah apakah Larena masih memiliki keberanian untuk menemui Vincent, karena dalam hatinya yang paling dalam, dia masih begitu mencintai laki-laki itu, tapi di sisi lain, dia benar-benar ingin mengubur masa lalu yang menyakitkan baginya, sehingga dia ingin meminta secara baik-baik kepada Vincent untuk melepaskan ikatan diantara mereka, dan lebih baik ke depannya mereka saling menjaga jarak agar tidak lagi saling menyakiti, walaupun mereka juga tidak bermusuhan, karena adanya anak cucu mereka kelak.


"Ma, bolehkah aku berharap pertemuan kalian berdua akan membawa sesuatu yang baik? Yang akan membuat kalian kembali hidup bahagia bersama?" Dengan hati-hati Deanda bertanya kepada Larena, yang hanya bisa menghlea nafasnya begitu mendengar pertanyaan dari Deanda.


"Bagiku, waktuku dan Vincent untuk bersama sudah berakhir belasan thun yang lalu. Kali ini aku akan menemuinya untuk mempertegas garis pemisah antara aku dan dia. Aku juga tidak ingin memiliki status yang digantung seperti hari ini." Larena berusaha sekuat tenaga untuk mengucapkan kata-katanya agar terlihat setenang mungkin, sedangkan di dalam sana, dadanya sedang bergejolak hebat karena rencana pertemuannya dengan Vincent.


Entah apa aku masih sanggup bertemu denganmu, sedangkan membayangkan sosokmu saja masih membuat dadaku begitu berdebar-debar dan merasa sulit untuk bernafas dengan baik.


Larena berkata dalam hati sambil menahan nafasnya, dengan pikirannya yang melayang kemana-mana.


# # # # # # #


Alaya sengaja meminta bantuan Enzo untuk mengajak Vincent kembali ke Tavisha siang itu, dan dengan sembunyi-sembunyi, tanpa sepengetahuan Eliana.

__ADS_1


Untuk mencegah Eliana melakukan pengecekan ke villa Enzo, Evan dan tim dokter sengaja memberitahukan kepada pihak istana bahwa kondisi kesehatan Vincent kembali memburuk sehingga harus dirawat secara intensif dan tidak diperbolehkan dikunjungi oleh siapapun.


Bagi Eliana sendiri, berita itu justru menguntungkannya, karena saat itu dia sedang sibuk tentang rencananya untuk meracuni Deanda bersama Avitus. Tidak ada keinginannya sedikitpun untuk mengunjungi Vincent.


Vincent yang sedang duduk di ruang VIP restoran di hotel Enzo yang berada di luar ruangan, sedang asyik menikmati pemandangan kolam renang yang di kelilingi taman yang indah tak jauh dari tempatnya duduk, yang terlihat menyejukkan matanya.


"Uncle, Alaya akan segera sampai di sini. Dia pasti senang sekali Uncle mau kembali ke kota Tavisha, sehingga dia bisa sering-sering menjenguk Uncle. Sayangnya Alvero masih begitu sibuk sehingga belum bisa bertemu dengan Uncle." Vincent langsung tersenyum mendengar perkataan Enzo.


"Alvero bukan hanya sibuk dengan urusan kerajaan, tapi juga urusan perusahaan dan permaisurinya yang sedang hamil. Aku yakin melihat bagaimana posesifnya Alvero terhadap Deanda, dia akan selalu berusaha berada di dekat istrinya itu dengan berbagai alasan." Vincent berkata dengan wajah bahagianya membayangkan tentang Alvero yang baginya sudah seperti anak ayam yang selalu mencari induknya jika itu tentang Deanda


"Haist! Kamu ini jangan asal pintar membicarakan dan menilai hubungan orang lain. Bagaimana dengan kamu sendiri? Apa kamu benar-benar serius dengan Melva? Kalau iya, kenapa sampai sekarang semuanya terlihat tenang-tenang saja, tidak ada kabar berita mengenai kelanjutan hubungan kalian berdua." Mendengar pertanyaan dari Vincent, Enzo langsung meringis sambil menggaruk-garuk kepalanya yang sebenarnya tidak gatal.


"Eh, masalah itu... Uncle jangan khawatir. Seperti apa yang sudah diajarkan oleh Alvero padaku, aku sudah mengatakan kepada ayah Melva, agar segera bersiap, karena dalam waktu dekat.... Eh, maksudku, bulan depan, aku ingin membawa kedua orang tuaku ke Renhill dan melamar Melva, sebelum laki-laki lain merebutnya seperti waktu itu. Kali ini aku akan segera mengikatnya agar tidak ada kesempatan baginya melarikan dirinya dariku lagi. Sama seperti Alvero selama ini dengan berbagai cara berusaha secepat mungkin mengikat Deanda di sisinya. Aku ingin segera menyusul Alvero untuk segera menikah." Mendengar perkataan Enzo yang dikatakan dengan malu-malu membuat Vincent langsung menoleh dan tertawa senang, sambil tangannya menepuk paha Enzo yang duduk di sebelahnya.

__ADS_1


"Kerja bagus Enzo! Kamu memang harus segera menyusul Alvero untuk menikah dan memberikan banyak cucu untuk orangtuamu...."


Sebuah suara langkah kaki membuat Vincent menghentikan bicaranya. Dia dan Enzo langsung menoleh ke arah sumber suara, dimana dengan senyumnya yang mengembang, Alaya langsung berjalan ke arah Vincent, dan segera memeluk leher Vincent dari arah samping.


Sambil membungkukkan tubuhnya, dengan sedikit manja, kedua lengan Alaya bergelayut mesra di leher Vincent yang langsung tersenyum dan mencium pipi Alaya.


"Apa kabar Pa? Bagaimana perjalananmu? Senang sekali akhirnya Papa mau kembali ke kota Tavisha, sehingga kita bisa bertemu setiap hari mulai sekarang. Setelah hari ini, lebih baik Papa tinggal denganku di apartemenku jika Papa tidak mau kembali ke istana." Alaya berkata sambil melepaskan pelukannya, lalu duduk di samping Vincent.


Namun tidak berapa lama kemudian tangan Alaya bergerak, ganti memeluk lengan Vincent dengan kedua tangannya dan menyandarkan kepalanya di bahu Vincent dengan manja.


Vincent hanya tersenyum mendengar perkataan Alaya tanpa menjawabnya. Dengan lembut dielusnya kepala Alaya yang bersandar di bahunya.


Larena cintaku, andakaikata kamu ada di sini dan kembali padaku, keluarga kita akan menjadi keluarga yang sempurna dan bahagia. Semoga kamu mau membuka hatimu untuk menerimaku kembali.

__ADS_1


Vincent berkata dalam hati sambil mendesah pelan, tanpa menyadari ada dua pasang mata sedang mengamatinya, dan salah satu dari sepasang mata itu terlihat menatapnya dengan tatapan rindu yang dengan begitu keras berusaha diredamnya dengan susah payah.


__ADS_2