BUKAN CINDERELLA BIASA (Season 2)

BUKAN CINDERELLA BIASA (Season 2)
HADIAH DARI ENZO


__ADS_3

“Ah, sungguh merepotkan. Dengan bertambahnya usia, wanita itu bukannya bertobat justru tetap melakukan hal-hal buruk dan jahat.” Enzo bergumam sambil bibirnya membentuk sebuah senyuman yang terlihat sinis.


“Alvero, sebagai raja Gracetian kamu harus segera memberikan hukuman setimpal kepada wanita itu. Aku dengan sabar akan menunggu sampai saat itu tiba. Dan aku pastikan aku akan tertawa saat melihat itu terlaksana.” Enzo berkata sambil menarik nafas dalam-dalam, tidak mengerti dengan bagaimana jalan pikiran Eliana yang seringkali sebagai seorang ibu memikirkan dan melakukan banyak kejahatan terhadap orang lain dengan begitu mudah.


Seolah setiap kejahatan yang dia buat, tidak menjadi beban sama sekali bagi Eliana, seperti seseorang yang tidak lagi memiliki hati Nurani.


Bagaimanapun Eliana juga seorang ibu dari dua anak, tapi kenapa dia bisa bersikap begitu kejam dan rakus. Apa dia tidak berpikir bagaimana jika kedua anaknya mengalami hal yang sama seperti yang sudah diperbuat kepada orang lain? Memikirkan itu membuat Enzo benar-benar tidak habis pikir.


“Sudahlah, jangan terlalu dipikirkan, bisa-bisa kepalamu botak bahkan sebelum bertemu gadis impianmu. Rasanya aku tidak akan tahan melihatmu berdiri di panggung pernikahanmu dengan rambut botak.” Alvero berusaha mengalihkan pembicaraan agar Enzo tidak berlarut-larut dengan emosinya, apalagi, sebenarnya Alvero sudah ingin mengakhiri pembicaraan berat mereka malam ini.


“Sembarangan saja. Akan aku pastikan saat menikah nanti aku akan tampil tampan dan mempesona. Bahkan acara pernikahanku akan aku pastikan agar tidak kalah indah dan mewah dengan pesta pernikahanmu.” Alvero langsung tergelak mendengar perkataan Enzo.


“Percaya…. Aku percaya… aku akan membantumu agar apa yang baru saja kamu katakan bisa tercapai. Hanya saja… bisakah kamu memberitahukan kepadaku kira-kira kapan acara itu akan diadakan dan siapa gadis yang akan berdiri di sampingmu saat itu. Jangan bilang kamu ingin menjadi pengantin tanpa pasangan. Ha ha ha ha.” Alvero mengakhiri kata-katanya dengan tawa tergelak, membuat Enzo memanyunkan bibirnya, sedang Deanda hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya mendengar apa yang dikatakan oleh Alvero untuk menggoda Enzo.

__ADS_1


“Haist… sudahlah. Lebih baik kalian membiarkan lajang ini melamun sendirian malam ini. Aku sudah menyiapkan kamar untuk kalian. Silahkan kalian melanjutkan bulan madu kalian, daripada mataku sakit karena harus melihat kemesraan kalian berdua di depanku, mengotori pandangan mataku yang masih perjaka ini.” Alvero kembali tergelak mendengar kata-kata Enzo yang terdengar seperti orang yang sedang frustasi karena patah hati.


“Kamar mana yang kamu berikan pada kami? Aku tidak mau jika letaknya tepat bersebelahan dengan kamarmu. Takutnya ada yang berusaha menguping kegiatan kami malam ini.” Mendengar kata-kata Alvero, baik Deanda dan Enzo sama-sama membeliakkan matanya.


Enzo melotot karena merasa Alvero meremehkan kualitas bangunan dari kamar tipe presidential suit room hotel miliknya yang berukuran besar, mewah sekaligus memiliki peredam khusus di bagian kamar. Sedang Deanda, jelas-jelas memelototkan matanya karena merasa begitu malu mendengar kata-kata Alvero yang baginya terlalu vulgar. Dan bukan hanya melotot, wajah Deanda memerah dengan sukses, menunjukkan betapa malunya dia saat ini di depan Enzo yang seringkali beradu pendapat dengan suaminya dalam candaan mereka, dan pada akhirnya dia akan selalu terkena imbasnya.


“Sembarangan saja! Kamar hotel tipe presidential suit room milikku adalah yang terbaik di kota Tavisha. Bahkan tanpa peredampun kalian mau jungkir balik sampai tempat tidur kalian terbelah, aku yang tidur tepat di ruang sebelahnya tidak akan bisa mendengar suara apapun.” Enzo berkata sambil menggerakkan salah satu ujung bibirnya ke atas.


“Tapi jangan khawatir, aku sengaja tidak memberikan kamar untuk kalian tepat di sebelah kamarku untuk menghindari ketukan pintu di kamarku kalau-kalau ada yang ingin mendapatkan pelajaran private dariku karena minimnya pengalaman orang itu.” Kata-kata berikutnya dari Enzo sukses membuat Alvero melotot ke arah Enzo.


“Ini kunci akses masuk ke kamar kalian. Begitu keluar, ke arah kanan, tiga kamar dari kamar yang aku tempati sekarang.” Enzo kembali berkata sambil menyerahkan key card kamar hotel kepada Deanda.


(Ada dua jenis sistem kunci kamar hotel yang umum digunakan, yaitu  sistem kunci pintu standar dari metal atau manual (manual key system atau metal key system) atau sistem kartu (card system / key card). Key card adalah kartu yang dipergunakan untuk akses pemegang kartu tersebut. Selain dapat digunakan untuk membuka pintu kamar hotel sesuai dengan nomer kamar yang tertera di kartu tersebut, kartu itu juga dapat dipergunakan untuk akses lift dan lounge. Jika dari sisi budget, cetak kartu hotel dibagi menjadi dua, yaitu low budget, menggunakan sistem swipe/gesek (kartu magnetic) dan high budget menggunakan teknologi terbaru yaitu smart card atau adanya chip yang tertanam pada kartu tersebut. Kelebihan kartu tersebut tidak dapat di duplikat sehingga sistem keamanan terjamin dan memungkinkan anda untuk mengunci pintu kamar secara otomatis Ketika hendak keluar kamar.

__ADS_1


“Jangan mencari kesempatan.” Alvero langsung meraih key card tersebut sebelum sampai di tangan Deanda.


“Dasar pencemburu akut!” Enzo sedikit memaki Alvero yang sedikit membuatnya kaget karena merebut key card dari tangannya dengan sedikit kasar, yang awalnya disodorkan ke arah Deanda.


“Sudahlah, selamat bersenang-senang. Semoga kamu tetap sabar menghadapi suamimu yang pencemburu level teratas itu Deanda.” Enzo berkata sambil melambaikan tangannya ke arah Deanda yang menolehkan kepalanya ke belakang dengan sedikit mengganggukkan kepalanya ke arah Enzo untuk mengucapkan terimakasih sekaligus salam selamat malamnya, sedang Alvero dengan tidak perduli langsung meraih bahu Deanda, memeluknya dengan erat, kemudian melambaikan tangannya tanpa memandang ke  arah Enzo yang langsung meringis.


Ck ck ck… memang Alvero semakin terlihat posesif dan pencemburu setelah mereka menikah. Semoga kalian selalu bahagia dan tetap saling setia, jangan sampai sejarah menyedihkan terulang kembali. Kalau kamu berani macam-macam dengan Deanda, apalagi berani menduakannya, aku tidak segan-segan akan menghajarmu Alvero. Yahhh… walaupun aku tidak akan menang jika menghadapimu satu lawan satu, paling tidak akan ada Ernest dan Erich yang akan aku paksa memberikan pelajaran padamu jika kamu berani mengkhianati istrimu.


Enzo berkata dalam hati dengan mata menatap ke arah Alvero dan Deanda yang berjalan mendekati pintu kamar hotel mereka. Begitu Enzo melihat sosok Alvero dan Deanda sudah menghilang, memasuki kamar hotel mereka, Enzo menutup pintu kamarnya sambil menyunggingkan sebuah senyum puas sekaligus licik di wajahnya.


“Selamat menikmati bulan madu kalian, semoga suka dengan kamar dan hadiah yang aku berikan di sana.” Enzo bergumam pelan sambil melangkah ke arah tempat tidurnya dan dengan sedikit melompat, merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur sambil tertawa kecil, mengingat apa yang sudah dia siapkan di dalam kamar yang ditempati oleh Alvero dan Deanda.


Kamar yang diberikan Enzo kepada Alvero dan Deanda sengaja dipersiapkan sendiri oleh Enzo, dibantu oleh asisten pribadinya yang sekaligus tangan kanannya. Bukan hanya memberikan rangkaian kelopak bunga mawar yang disusun hingga berbentuk hati di lantai yang ada di bagian depan tempat tidur, lingerie berwarna hitam yang sengaja digeletakkan di atas tempat tidur, sebotol wine dengan dua gelas piala di dekatnya, tapi Enzo dengan sengaja juga menyemprotkan parfum ruangan yang mengandung aroma terapi khusus yang bisa meningkatkan gairah dan hasrat saat seseorang berada di ruangan itu dan menghirup udara yang sudah tercampur dengan bau parfum itu lebih dari 5 menit.

__ADS_1


(Wine adalah minuman beralkohol yang dibuat dari anggur yang difermentasi. Fruit wine, atau country wine, juga dibuat dari buah-buahan yang difermentasi. Tetapi, wine tradisional biasanya dibuat dari anggur. Dalam proses fermentasi, ragi akan mengkonsumsi kadungan gula dari anggur dan mengubahnya menjadi etanol serta karbon dioksisa. Variasi yang berbeda dari jenis anggur dan ragi akan menghasilkan jenis wine yang berbeda. Winememiliki banyak jenis, diantaranya adalah red wine, white wine dan rose wine. Perbedaannya terletak pada jenis anggur dan proses ekstraksinya. Red wine dan rose wine sama-sama menggunakan anggur merah, tapi rose wine membutuhkan ekstraksi yang lebih singkat. Selain itu perbedaan wine dilihat dari aromanya. Kadar alcohol wine sekitar delapan hingga lima belas persen, jika lebih tinggi dari itu disebut jenis wine fortified).


__ADS_2