
"Siapkan dua buah kaos tanpa kerah dan sebuah celana jeans jenis distress jeans atau washed jeans. Dan juga sebuah sepatu kets." Alvero kembali memberikan perintah tentang pakaian yang diinginkan, kali ini dengan lebih detail menyebutkan pakaian seperti apa yang sedang diinginkannya.
(Distress / Washed / Pre-washed adalah proses untuk membuat jeans memiliki efek seperti sudah dipakai sebelumnya. Bisa berupa bentuk-bentuk lubang kecil, robek-robek, atau paling warna garis-garis muda dan efek, denim bleed. Distress jeans merupakan istilah yang biasa dipakai unbtuk menyebutkan jeans yang tampilannya terlihat usang atau belel. Efek belel ini bisa tercipta karena adanya lubang kecil, robek-robek atau paling minim poerubahan warna pada permukaan bahan jeans. Sendangkan washed jeans merupakan jenis celana yang sudah diproses dengan teknik washing untuk membuat efek fading yang realistis, semacam efek pudar yang terbentuk karena sering digunakan. Konsep washing jeans ini konon pertama kali diperkenalkan oleh Jack Spencer untuk brand Lee).
Jenis pakaian yang diinginkan oleh Alvero membuat kernyitan di dahi Ernest semakin bertambah karena heran. Melihat sikap heran Ernest, Alvero langsung menaikkan salah satu sudut bibirnya, membentuk sebuah senyum menyeringai.
"Jangan menatapku dengan wajah bingung seperti itu. Tentu saja bukan aku yang akan mengenakan pakaian-pakaian itu. Aku membawakan itu untuk Erich, agar dia bisa membantuku melaksanakan rencanaku di Renhill." Mendengar perkataan Alvero, hampir saja Ernest membeliakkan matanya kalau tidak ingat siapa pria yang baru saja memberikan perintah aneh kepadanya itu.
Seorang raja yang tidak bisa dia bantah sedikitpun perintah yang keluar dari bibirnya, kalau bukan dia sendiri yang mencabut perkataannya. Menyadari itu Enest hanya bisa diam tidak berkutik dengan hati dipenuhi tanda tanya. Namun, seberapa kerasnya Ernest mencoba menebak apa yang akan dilakukan oleh Alvero, otaknya tetap saja tidak bsia menebaknya, karena baru kali ini Alvero memberikan perintah yang baginya terdengar aneh, apalagi tadi Alvero mengatakan benda-benda itu akan diberikan untuk Erich.
__ADS_1
Selama ini Ernest tahu betul bagaimana Erich selalu mengenakan pakaian yang rapi dan mulus, dengan sepatu dress shoes/pantofel pria warna hitam, yang selalu terlihat mengkilap. Bahkan rambut Erich selalu di sisir rapi dengan mengunakan minyak rambut. Sehingga dari pagi sampai Erich menyelesaikan tugasnya, tatanan rambut rapinya tidak pernah berubah sama sekali. Dan Alvero tahu dengan pasti kebiasaan Erich yang satu itu. Pakaian yang dikenakan oleh Erichpun, selalu disetrika dengan begitu rapi, karena Erich merupakan orang yang gila dengan kerapian dan sesuatu yang konsisten.
(Istilah pantofel disematkan terhadap sebuah sepatu yang memiliki model dengan sifat formal. Hal itu menunjukan bahwa sepatu tersebut sangat cocok digunakan sebagai pelengkap busana formal dan profesional. Seseorang bisa mengandalkan sepatu ini untuk melamar kerja, ke kantor, atau bahkan saat pernikahan. Secara internasional, sepatu ini disebut dengan “dress shoes”. Pantofel sendiri berasal dari sebuah kata serapan yang diambil dari Bahasa Belanda yaitu “pantoffel” yang berarti sandal. Meski artinya sandal, jika dipadankan dengan Bahasa Inggris, pantofel sama artinya dengan slipper. Kata slipper didefinisikan “a low shoe that can be slipped on and off easily and usually wornd indoors” atau berarti sepatu pendek yang dapat memudahkan keluar masuknya kaki dan biasa dipakai di dalam ruangan).
Dan sekarang, Ernest baru saja mendengar bahwa Alvero ingin dia menyediakan sepasang pakaian yang terkesan usang untuk Erich. Memikirkan itu membuat Ernest kaget sekaligus tidak bisa membayangkan bagaimana reaksi Erich harus mengenakan pakaian yang mungkin seumur hidupnya belum pernah dia miliki ataupun kenakan. Karena semua pakaian Erich, baik yang tergantung ataupun terlipat rapi di dalam lemarinya semuanya merupakan pakaian formal.
"Aku mau setelah acara makan malam di istana selesai dan aku kembali ke kamar, pakaian yang aku minta sudah tersedia di meja itu!" Alvero berkata sambil menunjuk ke arah meja dimana tergeletak tas ransel miliknya di sana.
"Kalau begitu kami akan ke ruang makan istana, dan kamu bisa segera menyiapkan apa yang barusan aku minta. Ingat jeans jenis distress atau washed. Semakin terlihat usang akan semakin baik untuk rencanaku. Juga belikan dua kacamata hitam dan dua buah topi jenis snapback." Perintah selanjutnya dari Alvero semakin membuat Ernest merasa heran.
__ADS_1
(Saat orang bosan menggunakan topi yang bibirnya mengarah ke depan, mereka biasa menggunakan topi-topi yang diarahkan ke belakang alias snapback. Ada beberapa macam topi yang bisa digunakan dengan cara snapback ini, sebut saja trucker hingga baseball cap. Jenis topi sebenarnya sangat banyak dan bisa digunakan untuk beragam momen. Hanya saja, topi snapback adalah salah satu jenis topi yang cenderung digunakan untuk momen kasual. Tren snapback ini sangat hype di kalangan anak muda urban, tidak terkecuali di Indonesia. Pasalnya, gaya topi snapback ini bisa dipadukan dengan berbagai macam pakaian, mulai dari kaus hingga hoodie. Selain itu, dengan memakai topi snapback, itu akan memberikan kesan rileks dan santai. Topi yang satu ini biasa dipakai oleh pemain basket, artis hip hop, dan beberapa skaters. Beda dengan topi pada umumnya, topi jenis snapback ini punya batok yang lebih besar serta bentuk lidah topi yang lebar dan ceper, bukan melengkung. Sekarang ini banyak sekali produsen pakaian yang merilis snapback, dari mulai Adidas, Macbeth, DC Shoes, hingga Vans. Snapback juga disebut sebagai pengganti trucker cap dan banyak dari pecinta gaya streetwear yang menyukai topi jenis snapback. Snapback sangat cocok untuk dipadu dengan jaket hoodie, kaos yang agak besar, serta celana jeans atau celana kargo pendek).
Wah, apa yang sedang direncanakan oleh yang mulia terhadap Erich. Semoga Erich baik-baik saja harus menuruti perintah yang mulia, entah perintah macam apa itu nantinya, aku tidak bisa membayangkannya sedikitpun.
Ernest berkata dalam hati, sedikit khawatir dengan Erich yang biasanya selalu bersikap dingin, tidak banyak bicara, berwajah datar tanpa emosi akan membantu Alvero dalam rencananya, yang entah rencana seperti apa sehingga mengharuskan Erich harus mengubah penampilannya sedemikian rupa.
“Kalau begitu, kamu bisa segera kembali ke tempatmu Ernest. Waktu kita tidak banyak. Pastikan kamu melakukan dengan baik apa yang baru saja aku perintahkan kepadamu. Aku dan permaisuri akan bersiap diri untuk menghadiri acara makan malam di istana dengan yang lain.” Alvero berkata sambil bangkit dari duduknya, berniat masuk ke arah kamarnya.
“Kalau begitu, saya permisi terlebih dahulu Yang Mulia, Permaisuri.” Ernest langsung berpamitan kepada Alvero dan Deanda. Dan dengan langkah bergegas segera meninggalkan kamar mereka untuk melaksanakan tugas dari Alvero.
__ADS_1