
“Selamat siang semuanya, rakyat Gracetian yang tercinta. Ijinkan aku untuk menyapa kalian dengan hangat. Sudah lama sekali sejak aku meninggalkan negara ini. Dan sekarang aku kembali mendapatkan kesempatan berharga untuk bertemu dengan Anda sekalian.” Larena berkata sambil menyungingkan sebuah senyum manis, yang langsung disambut oleh senyuman dari para undangan yang hadir di sana.
“Bagi yang mempertanyakan kehadiranku setelah puluhan tahun berlalu. Aku hanya bisa mengatakan bahwa sejak peristiwa kebakaran malam itu, kondisi kesehatanku memaksaku untuk beristirahat total selama bertahun-tahun. Karena harus menjalanai perawatan maupun operasi sampai tidak terhitung lagi banyaknya untuk dinyatakan sembuh secara total.” Larena menghentikan bicaranya sambil melirik ke arah Alaya yang berdiri tepat di samping kursinya, untuk memberinya semangat dan kekuatan pada mama yang begitu dicintainya itu.
“Dan ketika meninggalkan Gracetian saat itu, sebenarnya aku sedang mengandung bayi perempuanku yang cantik ini, Alaya Adalvino.” Larena kembali melanjutkan kata-katanya sambil meraih tangan Alaya dan menggenggamnya dengan erat.
Genggaman tangan Larena langsung dibalas dengan erat oleh Alaya yang melihat bagaimana wajah Eliana semakin pucat dan nafasnya terlihat sedikit tersengal-sengal.
A… apa? Apa ini sebuah lelucon? Ba… bagaimana bisa? Alaya…. Adalah anak kandung dari Vincent dan Larena? A… adik kandung dari Alvero? Ini benar-benar… tidak… mungkin.
Eliana berkata dalam hati dengan matanya menatap kaget ke arah Alaya yang langsung menyunggingkan sebuah senyum ke arah Eliana sambil mengangkat salah satu alisnya.
Tindakan Alaya yang terlihat meremehkan sekaligus mengejek kebodohan Eliana selama ini, tanpa sadar membuat Eliana melangkah mundur dua langkah ke belakang, karena begitu kaget dengan kebenaran yang baru saja dia dengar.
__ADS_1
Eliana hanya bisa merutuki kenaifannya begitu mendengar kenyataan bahwa sebenarnya Alaya adalah adik kandung dari Alvero. Merasa sungguh konyol sekaligus sangat bodoh karena sudah meminta Alaya untuk menjadi wanita selingkuhan dari Alvero, kakak kandungnya sendiri.
“Aku tidak pernah berencana menyembunyikan kebenaran ini. Tapi saat itu kondisiku tidak memungkinkan untuk aku bisa kembali ke Gracetian, sehingga untuk beberapa tahun, aku hidup bersama putriku, dan salah satu knight yang selama bertahun-tahun merelakan hidupnya untuk melindungi kami berdua, bahkan dengan mengorbankan kebahagiaan keluarganya sendiri….” Larena berkata lirih sambil memandang ke arah Alvero yang sedang tersenyum dengan tatapan bangga sekaligus rindu ke arah Larena.
Setelah memandang Alvero, Larena mengarahkan matanya kepada sosok menantunya yang cantik, yang keberadaannya sudah membawa kebahagiaan bagi Alvero. Juga wanita yang sama yang harus menderita karena ayahnya harus berjuang melindunginya dan Alaya. Mengingat itu, mata Larena yang sedang menatap ke arah Deanda tidak bisa menyembunyikan rasa sayang sekaligus terimakasihnya yang begitu besar kepada menantunya itu.
Alvero tahu, untuk tampil di depan umum kembali setelah banyak peristiwa mengerikan menimpanya, bukan hal mudah bagi seorang Larena Hilmar. Bahkan, rasa sakit, trauma, ketakutan sedikit banyak masih tertinggal di dalam pikiran dan hati Larena, sehingga melihat bagaimana Larena saat ini ada di depan awak media, membuat Alvero tidak berhenti berdoa dalam hati agar semuanya berjalan dengan lancar.
“Walaupun begitu? Kenapa Yang Mulia Larena menyembunyikan kebenaran tentang keberadaan putri Alaya dan juga tentang keberadaan Yang Mulia Larena yang masih hidup di luar negeri?” Sebuah pertanyaan dari salah seorang yang hadir membuat Larena menarik nafas dalam-dalam, sedang Eliana terlihat melirik tajam ke arah Larena, menunggu dengan was-was, apakah Larena akan menceritakan kebenaran tentang apa saja yang sudah berusaha dilakukannya untuk mencelakakan Larena.
Sebuah kemarahan dari Eliana yang sebenarnya justru dikuasai oleh ketakutan bagaimana jika semua hal yang pernah dilakukannya terbongkar saat ini juga.
“Larena! Beraninya kamu mengucapkan omong kosong seperti itu! Apa kamu mencoba menuduhku telah berusaha mencelakakanmu?” Dengan suara keras, Eliana berteriak dan berusaha mendekat ke arah Larena, membuat Erich dan Ernest dengan cepat bergerak menghalangi gerakan Eliana dengan berdiri diantara Eliana dan Larena.
__ADS_1
Tindakan kasar Eliana, sekaligus bagaimana dengan tidak hormatnya Eliana memanggil nama Larena, membuat beberapa yang hadir langsung menggeleng-gelengkan kepalanya.
Kali ini, aku tidak akan menyerah dan mengalah seperti belasan tahun yang lalu. Kali ini… aku akan mempertahankan posisiku dan apa yang sebenarnya menjadi milikku. Aku akan mempertahankan anak-anak dan suami yang sudah berusaha kamu rebut dariku. Bahkan sudah berusaha kamu hancurkan kehidupannya. Aku tidak akan membiarkan perjuangan dan pengorbanan Alexis selama ini untuk kami berdua menjadi sia-sia.
Larena berkata dalam hati dengan pandangan matanya menatap lurus ke arah Eliana, berusaha mengumpulkan keberaniannya untuk kali ini menentang Eliana dan tidak lagi mundur seperti yang sudah dilakukannya puluhan tahun yang lalu.
“Aku tidak akan mengucapkan sesuatu tanpa bukti nyata, karena aku tidak mau dianggap sebagai orang yang suka memfitnah orang lain. Aku belum memegang bukti bahwa kamulah yang berusaha mencelakakan aku, karena itu aku tidak akan menyebutkan nama. Tapi kenapa kamu merasa aku menuduhmu? Apa aku menyebutkan nama Eliana sebagai orang yang sudah berusaha mencelakakan aku?” Kali ini Larena berusaha mengucapkan kata-katanya dengan mata menatap ke arah Eliana sambil tangannya yang menggenggam erat tangan Alaya, mencoba mendapatkan kekuatannya agar tidak mundur menghadapi Eliana.
Mendengar kata-kata Larena, emosi Eliana semakin terbakar, merasa direndahkan, dipermalukan, dipojokkan, namun tidak dapat berbuat banyak.
“Beraninya kamu menantangku sebagai ibu suri Gracetian! Sudah bertahun-tahun kamu menghilang tanpa kabar. Dan sekarang tiba-tiba saja muncul dan bermaksud merebut posisiku sebagai ibu suri yang sudah melahirkan seorang pangeran Adalvino untuk yang mulia Vincent!” Eliana mulai berteriak dengan mengucapkan kata-kata yang mulai melantur kemana-mana karena sadar tidak ada lagi yang bisa dia lakukan untuk menjatuhkan Larena, apalagi posisi Alvero sekarang sebagai raja Gracetian, bukan lagi anak kecil yang waktu itu hanya bsia menangis karena ditinggalkan oleh ibu kandungnya.
“Sejak awal, Larena Hilmar adalah satu-satunya ibu suri Gracetian yang sudah melahirkan seorang raja Gracetian, Alvero Adalvino. Satu-satunya istri sah dari seorang Vincent Adalvino.” Sebuah suara seorang pria yang terdengar begitu berwibawa tiba-tiba terdengar dari arah pintu masuk ruangan, membuat semua orang kembali menoleh ke arah sana.
__ADS_1
Sosok Enzo datang bersama Evan yang mendorong kursi roda yang digunakan oleh Vincent membuat semua orang kembali ribut dan mengeluarkan pemikiran mereka masing-masing.
Wajah Eliana kembali memucat begitu mendengar kata-kata sanggahan dari Vincent, dan melihat kehadiran Vincent bersama Enzo dan Evan yang langsung membawa Vincent ke atas podium.