
"O, Afro? Adik dari James? Lalu bagaimana dengan James sendiri? Apakah dia tetap berada di Indonesia?" Di belahan negara lain, Ornado langsung tersenyum mendengar pertanyaan Alvero tentang James, saudara sepupunya yang cukup dekat juga dengan Alvero dan Enzo karena mereka seumuran dan sering terlibat kegiatan bersama saat Alvero berada di Italia.
Untuk Afro sendiri, adik kandung dari James, Alvero juga cukup mengenalnya walaupun tidak sedekat hubungannya dengan James apalagi Ornado.
"Ya, untuk sementara waktu sepertinya James akan tinggal lama bersamaku di Indonesia. Aku belum menemukan seorang yang layak dan pantas untuk bisa menggantikan James sebagai tangan kananku. Kamu tahu sendiri, kadang aku harus meninggalkan Indonesia untuk mengecek bisnisku di Eropa. Karena itu aku membutuhkan James untuk selalu membantuku." Perkataan Ornado membuat Alvero teringat kembali akan sosok James yang memiliki banyak teman wanita, tapi tidak pernah serius menjalin hubungan dengan salah satu wanita tersebut.
Dengan sosoknya yang berdarah Italia murni, apalagi ada nama Xanderson di belakangnya, dan wajah tampannya, membuat banyak wanita yang dengan rela menjadi kekasihnya. Sayangnya, selama ini James hanya menganggap para wanita cantik itu sebagai teman, tidak lebih dari itu.
"Ha ha ha, selama James belum menemukan wanita yang bisa membuatnya mau terikat, kamu masih memiliki kesempatan untuk selalu mengikatnya di sisimu. Kalau dia sudah menemukan tambatan hatinya, apalagi jika wanita itu berada di belahan dunia lain, kamu harus rela melepaskannya." Alvero berkata sambil tertawa, membuat Ornado di seberang sana ikut tertawa seolah membenarkan perkataan Alvero.
"Tapi Alvero. Kenapa malam-malam mendadak kamu menghubungiku? Rasanya tidak mungkin jika alasannya, hanya ingin menyapaku dan menanyakan kabar perkembangan istriku. Itu sangat tidak mungkin dilakukan oleh seorang Alvero yang sudah terlalu sibuk mengurus kerajaan sekaligus perusahaan, juga pemaisurinya. Apa Yang Mulia Raja Alvero sedang membutuhkan sebuah bantuan dariku?" Mendengar pertanyaan Ornado yang begitu tepat sasaran yang diucapkannya dengan anda bercanda, membuat Alvero hanya bisa meringis, menyadari bahwa sahabatnya itu begitu hafal dengan sifatnya, dan langsung bisa menebak apa yang ada di pikirannya saat ini, seolah mereka memiliki kemampuan untuk bertelepati.
"Ada sesuatu yang memang sepertinya hanya kamu yang bisa membantuku kali ini Ad." Alvero berkata sambil melirik ke arah Deanda yang dengan tatapan mata serius terus melihat dan memperhatikan Alvero yang sedang melakukan panggilan dengan sahabat dekatnya Ornado.
__ADS_1
"Katakan padaku Alvero. Dengan senang hati, aku akan membantumu, apapun yang kamu butuhkan, aku akan melakukannya." Tanpa berpikir panjang, Ornado langsung menanggapi perkataan Alvero dan menyanggupi permintaan Alvero.
"Tapi sepertinya tidak bisa aku jelaskan dengan detail di telepon kalau tidak ingin kita berdua berakhir dengan tidak tidur semalaman." Ornado langsung tertawa mendengar perkataan Alvero.
"Malam ini juga aku akan terbang ke Italia untuk menemuimu." Perkataan Alvero membuat Deanda sedikit mengernyitkan dahinya.
"Tidak! Kamu tidak perlu terbang ke Italia. Besok pagi aku harus kembali ke Indonesia karena ada acara di perusahaan Bumi Asia dan perusahaan Sanjaya milik keluarga istriku. Biarkan aku yang malam ini berangkat ke Gacetian. Besok pagi aku akan berangkat dari sana. Aku akan segera siapkan pesawat jet pribadiku. Tapi tolong... aturkan tampatku untuk tidur malam ini, jika Yang Mulia tidak keberatan. Apakah bisa Yang Mulia? Hanya tempat untuk tidur, selembar matras atau sebuah kursipun boleh, jika hanya itu yang bisa kamu sediakan untukku malam ini." Ornado berkata sambil tersenyum, karena sengaja menggoda Alvero, yang sebagai teman dekatnya, pasti tidak akan mengatakan tidak untuk permintaannya barusan.
Hanya saja Ornado tahu, melihat bagaimana seriusnya permintaan Alvero untuk bertemu dengannya, mungkin mereka berdua akan sibuk malam ini dan akan jauh lebih baik jika mereka berada di suatu tempat yang sama untuk membahas apa yang sedang diinginkan oleh Alvero darinya, sehingga tidak perlu membuang-buang banyak waktu karena harus berpindah-pindah tempat.
Ornado hafal betul dengan karakter Alvero, yang tidak akan mungkin meminta bertemu dengannya jika itu hanya masalah kecil, apalagi sampai Alvero berniat menyusulnya ke Italia malam ini juga, seolah besok sudah tidak ada ada waktu lagi. Kalau hanya ingin menyapa atau sekedar menanyakan kabar, Alvero tidak akan melakukan itu di waktu semalam ini.
Bagi Ornado yang sudah mengenal dan dekat dengan Alvero cukup lama. Ornado tahu bahwa Alvero sosok laki-laki yang sedikit introvert, yang membuatnya tidak memiliki banyak teman dekat. Dan bukan orang yang akan mudah meminta bantuan kepada orang lain.
__ADS_1
(Di dalam psikologi, terdapat pengelompokkan kepribadian manusia bedasarkan bagaimana manusia memperoleh gairahnya. Pengelompokkan ini pertama kali dicetuskan oleh Carl Jung (1920), dalam bukunya berjudul Psychologische Typen. Secara umum, pribadi yang ekstrover mendapatkan gairah (atau energi) dari interaksi sosial. Ekstrover biasanya memiliki kepribadian yang terbuka dan senang bergaul, serta memiliki kepedulian yang tinggi terhadap apa yang terjadi di sekitar mereka. Sementara introver, di sisi lain, dianggap mendapatkan gairah lewat menyendiri. Introver, biasanya cenderung pendiam, suka merenung, dan lebih perduli tentang pemikiran mereka dalam dunia mereka sendiri.[1] Di antarakecenderungan ekstrem introversi dan ekstroversi, terdapat ambiversi yang merupakan kepribadian penengah antara ekstrover dan introver. Meskipun terdapat perbedaan yang kontras antara introver dan ekstrover, Carl Jung menganggap bahwa jarang terdapat manusia yang sepenuhnya ekstrover atau introver. Ketiga kepribadian tersebut memliki pandangan berbeda dalam hal pengambilan keputusan, interaksi sosial, respon terhadap masalah, komunikasi verbal dan non verbal, serta berbagai respon sosial lainnya.
Introvert cenderung menutup diri dari dunia luar. Mereka analitis sebelum berbicara, merasa kurang nyaman karena terlalu banyak pertemuan dan keterlibatan sosial, lebih senang bekerja sendirian, serta lebih suka berinteraksi secara 1 on 1 interaction. Keunggulan dari tipe kepribadian ini adalah mereka berpikir dulu sebelum berbicara atau melakukan sesuatu, mereka adalah pendengar yang baik, dan bersikap analitis.
Ekstrovert cenderung lebih membuka diri terhadap dunia luar. Mereka menyukai keramaian, dengan banyak interaksi dan aktivitas sosial. Tipe kepribadian ini lebih mudah mengungkapkan perasaan melalui kata-kata, mudah bosan dengan kesendirian, dan lebih senang bercerita daripada mendengarkan. Keunggulan dari tipe ekstrovert adalah kepercayaan diri antusiasme yang tinggi, mudah bergaul, aktif, dan dapat berinteraksi dengan banyak orang sekaligus.
Kelebihan dari tipe ambievert, mereka nyaman berada di tengah keramaian dan berbagai aktivitas sosial, tetapi juga rileks dengan kesendirian. Kekurangan dari kepribadian ambievert adalah mereka cenderung moody, karena sifat yang berubah-ubah.
Kepribadian manusia itu kompleks. Mereka dibentuk dari pengalaman, sejarah pribadi, interaksi, dan budaya Anda dibesarkan. Seorang introvert mendapat kekuatan dari ide dan refleksi batin, sedangkan ekstrovert melalui kegiatan eksternal. Kedua kepribadian ini memiliki kekuatannya masing-masing. Apapun kecenderungan seseorang, baik introvert maupun ekstrovert, jika ia mampu menerima diri sendiri dan mengembangkan kemampuan yang dimiliki, maka ia akan bertumbuh menjadi pribadi yang baik).
"Va bene. Certo che posso." (Setuju. Tentu saja bisa) Dengan cepat Alvero menjawab permintaan Ornado sambil tertawa pelan.
Bagi Alvero, ide Ornado untuk dia yang datang ke Gracetian justu sangat menguntungkannya. Karena sebenarnya dia tidak ingin meninggalkan Deanda sendiri karena masih teringat tentang kejadian tadi di lift antara Deanda bersama Dion. Yang sampai saat ini bahkan masih membuatnya merasa begitu kesal kepada Dion.
__ADS_1