
“Bukan hanya itu saja kejahatan yang dilakukan ibu suri Eliana, setiap kali dia mengancam dan membunuh seseorang, dia akan melakukannya dengan sangat rapi, sehingga sulit bagi petugas hukum menemukan keterlibatannya. Dia akan memberikan racun, memaksa orang untuk bunuh diri, atau membuat orang mati seolah-olah itu hanya sebuah kecelakaan yang tidak disengaja. Dan dia orang yang sangat kejam, saat dia membunuh seorang saksi, dia akan menghabisi seluruh keluarga saksi itu tanpa ampun, baik itu anak, suami, istri, orang tua, orang-orang yang tidak bersalah. Entah sudah berapa banyak yang dia bunuh untuk menutupi kejahatannya. Sebenarnya semua kejahatan ibu suri Eliana, kak Alexis yang paling tahu dan bisa menjelaskan dengan detail. Sayangnya, sebelu kak Alexis berhasil menyerahkan semua bukti itu kepada yang mulia Vincent, kak Alexis sudah lebih dahulu meninggal.” Marcello menambahkan penjelasan dari Red yang cukup membuat Alvero mengepalkan tangan dan menggeretakkan giginya.
“Bagi ibu suri Elianan, keberadaan Tuan Alexis menjadi ancaman besar baginya. Karena itu juga beberapa kali kami menyaksikan sendiri bagaimana ibu suri Eliana berusaha untuk membujuk yang mulia Vincent agar menyingkirkan Tuan Alexis dari tim pengawal eksklusif kerajaan, bahkan beberapa kali dengan mata kepala kami melihat bahwa Tuan Alexis sempat mengalami beberapa kecelakaan yang kami yakin ibu suri adalah dalang dibalik semua kejadian buruk yang pernah menimpa Tuan Alexis.” Kata-kata Red sukses membuat Alvero membeliakkan matanya.
“Sebenarnya bukan hanya ibu suri Eliana, hampir seluruh keturunan Edarian memiliki sifat serakah dan haus kekuasaan, terlepas darah Edarian itu mengalir dari ayah atau ibu mereka. Banyak kali Tuan Alexis menemukan banyak kejahatan yang dilakukan oleh mereka para keturunan Edarian. Beberapa diantaranya Tuan Alexis bisa menemukan bukti dan menghentikan kejahatan mereka, tapi ada beberapa diantaranya yang Tuan Alexis hanya bisa melihat dengan penyesalan karena tidak berhasil menemukan bukti untuk membantu orang-orang yang sudah ditindas oleh keluarga Edarian.” Red kembali berkata-kata dengan wajah menunjukkan begitu emosi.
“Pantas saja Desya dan Dion pun memiliki karakter buruk karena ada darah Edarian mengalir di rubuh mereka. Sekarang aku mengerti kenapa dia begitu takut dengan keberadaan papa Alexis. Karena itu…. Wanita ular itu selalu berusaha menyingkirkan papa Alexis, bahkan membuat rumor bahwa papa Alexis sudah melecehkannya…”
“Apa? Tuan Alexis melecehkan ibu suri Eliana?”
__ADS_1
“Apa? Kak Alexis melecehkan ibu suri Eliana?”
Mendengar perkataan Alvero, baik Red maupun Marcello langsung tercengang dan berteriak dengan nada keras, dengan wajah yang menunjukkan mereka begitu kaget dan tidak percaya.
“Waah… maaf Tuan Alvi… itu… rumor darimana sampai separah itu? Rumor sembarangan yang tidak meiliki dasar sama sekali. Bahkan Tuan Alexis betul-betul memberikan pesan kepadaku agar ke depannya jika sampai Deanda berani menjalin hubungan dengan keturunan Edarian. Dia bilang lebih baik aku mengurung Deanda sampai dia melupakan keinginannya untuk bersama dengan keturunan Edarian. Bagi Tuan Alexis, lebih baik melihat Deanda menjadi perawan tua daripada menikah dengan laki-laki dengan darah Edarian yang mengalir di tubuhnya. Itu sudah cukup menunjukkan kebencian Tuan Alexis terhadap ibu suri Eliana. Melecehkannya? Benar-benar orang yang tidak punya otak yang berani menuduh Tuan Alexis seperti itu.” Red mengucapkan kata-katanya dengan desisan dan tarikan nafas kasar melalui sela-sela bibirnya.
“Ya… betul Tuan Red. Orang yang tidak punya otak. Dan orang itu adalah Eliana Edarian! Dia adalah orang yang sudah menuduh papa Alexis sehingga papa Vincent mengeluarkan surat pencabutan gelar knight yang dimilikinya.” Alvero berkata sambil melirik ke arah Deanda yang diam terpaku di samping Alvero dengan pikirannya yang melayang kemana-mana, mendengar bagaimana dari cerita Marcello dan Red, kemungkinan besar Eliana sudah menjebak Alexis dengan sengaja, karena Eliana mungkin mulai merasa takut dan tidak nyaman dengan keberadaan Alexis yang bisa menggoyang bahkan menyingkirkan kedudukannya sebagai permaisuri.
“Tuan Alvi…. Darimana Anda tahu bahwa alasan pencabutan gelar knight milik tuan Alexis adalah karena pelecehan seksual terhadap ibu suri Eliana? Selama ini dalam dokumen yang ada di perpustakaan istana tidak pernah menjelaskan dengan jelas alasan pencabutan gelar itu. Hanya pernyataan bahwa gelar knight milik tuan Alexis dicabut secara resmi oleh yang mulia Vincent. Selama ini hanya itu yang kami tahu.” Mendengar pertanyaan Red, Alvero langsung menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
“Benar, memang hanya sebatas itu yang diketahui oleh umum. Karena dokumen resmi surat perintah pencabutan gelar knight milik papa Alexis yang mencantumkan dengan jelas alasan pencabutan gelar itu disimpan dalam ruangan khusus perpustakaan milik istana yang hanya bisa diakses oleh papa Vincent.” Baik Red dan Marcello langsung mengernyitkan dahi mereka.
“Itu artinya yang mulia Vincent tidak mau orang lain yang tahu tentang alasan dibalik pencabutan gelar knight itu. Kenapa bisa begitu?” Marcello berkata sambil menatap ke arah Alvero, berharap laki-laki itu bisa menjawab pertanyaan darinya.
“Jujur saja aku juga tidak tahu apa alasan papa melakukan itu. Setelah acara ulang tahun dari pangeran Enzo berakhir, aku akan segera berangkat ke kota Renhill. Aku sendiri yang akan menanyakan tentang alasan papa melakukan itu. Aku tahu dia jelas-jelas berusaha untuk melindungi nama baik papa Alexis. Jika itu dikarenakan rumor atau tuduhan palsu, aku akan membersihkan nama baik papa Lexis dan mengembalikan gelar knight miliknya.” Alvero berkata sambil melirik ke arah Deanda yang masih diam terpaku di tempatnya, memilih menjadi pendengar yang baik.
“Yahhh… sepertinya itu adalah hal terbaik yang bisa dilakukan untuk mengetahui apa alasan pasti tentang pencabutan gelar itu dan kenapa dokumen itu disembunyikan oleh yang mulia Vincent dari orang lain.” Marcello berkata dengan nada terdengar masih begitu tidak percaya bahwa alasan dibalik pencabutan gelar knight kakak kandungnya karena dituduh sudah melecehkan Eliana.
“Memang sepertinya ada sesuatu yang berusah disembunyikan oleh yang mulia Vincent tentang hal itu, atau mungkin ada sesuatu yang ingin beliau lindungi. Tapi yang jelas, jika yang mulia Vincent berusaha keras menyembunyikan itu, bisa berarti itu sebenarnya bukanlah suatu kebenaran. Dan jika itu suatu kebenaran, tidak mungkin yang mulia Vincent merestui pernikahan nona besar dan tuan Alvi.” Red berkata pelan menyerupai sebuah gumaman panjang, menyampaikan pemikirannya yang sebenarnya sama persis dengan apa yang sudah dipikirkan oleh Alvero, Deanda dan Enzo.
__ADS_1