
Begitu tangan Alvero menyentuh wajahnya, kuda berwarna hitam itu menggerak-gerakkan kepalanya ke ke atas ke bawah dalam tangan Alvero, seolah kuda itu mengenal dekat Alvero dan begitu menyukai sentuhan Alvero, seperti seekor anjing yang bertemu dengan majikannya.
“Belum pernah Yang Mulia.” Deanda berkata dengan suara pelan sambil menatap ke arah Alvero yang tampak menepuk-nepuk kepala kuda hitam itu.
“Nama kuda ini black thunder. Kuda milikku. Black thunder, berikan sapaan hangat kepada permaisuriku.” Alvero berkata sambil meraih tangan Deanda dan mengajaknya mengelus kepala black thunder yang seolah-olah mengerti perintah dari Alvero, begitu tangan Deanda menyentuhnya, kuda itu meringkik pelan sambil menggerak-gerakkan kepalanya ke tangan Deanda yang langsung tersenyum geli sekaligus suka karena black thunder menyambutnya dengan ramah.
“Apa kabar black thunder? Salam kenal. Semoga kita bisa berteman baik ke depannya.” Mendengar perkataan Deanda, Alvero tersenyum geli, melihat bagaimana cara Deanda menyapa black thunder yang seperti menyapa seorang kenalan baru.
“Haist… sikap manismu kepada black thunder bisa membuat orang salah paham. Untung saja dia hanya seekor kuda, bukan seorang pria yang bisa membuatku cemburu.” Deanda langsung melotot mendengar gumaman pelan dari Alvero yang bisa didengarnya dengan jelas.
“Hah, bahkan seekor kudapun bisa membuatmu sedemikian cemburu.” Mendengar sindiran Deanda, Alvero hanya meringis dan tanpa menanggapi perkataan Deanda langsung menarik pergelangan tangan Deanda, mengajaknya berjalan beberapa meter ke dpean, dimana tampak seekor kuda berwarna putih dengan bintik-bintik di tubuhnya, yang bagi Deanda terlihat begitu cantik, walaupun tubuh kuda itu tidak segagah dan sebesar black thunder.
“Kuda ini bernama white angel, dia merupakan kuda jenis Appaloosa, dulu induknya merupakan kuda kesayangan permaisuri Larena Hilmar. Dia kuda yang begitu lembut dan jinak. Mulai sekarang kuda ini akan menjadi milikmu. Kamu akan berlatih berkuda bersama white angel.” Alvero berkata sambil memberikan kode kepada salah seseorang yang langsung mendekat.
(Kuda jenis Appaloosa ini memiliki bintik-bintik di tubuhnya seperti anjing dalmatian. Di samping penampilannya yang mencuri perhatian, kuda ini juga dikenal berkat kelembutan, keramahan dan loyalitasnya, ujar laman The Spruce Pets. Sejarahnya, kuda ini dibawa ke Amerika Utara oleh orang Spanyol di tahun 1600-an. Kuda ini memiliki tinggi 56-60 inci (142-152 cm) dan berat 430-544 kg. Biasanya, kuda ini dipakai sebagai alat transportasi, berburu binatang dan bertempur. Selain itu, kuda appaloosa juga dipakai untuk tunggangan jarak jauh, balap, rodeo dan olahraga lain).
“Sweety, ini Tuan Aaron, dia yang akan mengajarimu untuk menunggang kuda.”
“Selamat pagi Yang Mulia Alvero dan Permaisuri Deanda. Suatu kehoramtan bagi saya untuk dapat mengajari Permaisuri untuk menunggang kuda.” Aaron berkata sambil membungkukkan tubuhnya dengan sikap hormat.
__ADS_1
“Tuan Aaron, permaisuri Deanda belum pernah sekalipun menunggang kuda, harap melatih permaisuri dengan sabar dan hati-hati.”
“Siap Yang Mulia, dalam waktu singkat Permaisuri pasti akan menjadi penunggang kuda yang baik, apalagi pasangan Permaisuri adalah white angel. White angel merupakan kuda yang kuat tapi lembut dan sabar.”
“Untuk kalian semua, silahkan memulai tanpa aku. Aku dan Tuan Aaron akan menemani permaisuri Deanda untuk belajar menunggang kuda terlebih dahulu.” Alvero segera memberikan perintah kepada yang lain yang tampak sudah memegang kuda milik mereka masing-masing.
Begitu mendengar perkataan dari Alvero, satu persatu para pangeran dan putri tersebut mulai membawa kuda mereka ke tanah lapang dan mulai menunggangi kuda mereka masing-masing, mengelilingi pinggiran hutan buatan yang berada tidak jauh dari istal kuda tersebut.
“Permaisuri, ada baiknya Permaisuri membiarkan white angel mengenal permaisuri sebagai pemilik barunya. Kemari white angel.” Aaron berkata sambil meraih tali kekang white angel, membawanya keluar dari kandangnya, diikuti oleh Deanda dan Alvero yang juga sedang memegang erat tali kekang milik black thunder.
“Permaisuri, pegang tali kekang ini, berjalanlah perlahan di samping white angel dengan mengelus pelan kepala dan tubuh white angel.” Aaron berkata sambil menyodorkan tali kekang white angel kepada Deanda.
Deanda langsung melakukan apa yang diperintahkan oleh Aaron kepadanya, berjalan di samping kiri white angel, dengan tangan kiri memegang erat tali kekang white angel, sedang tangan kanannya mengelus-elus kepala dan tubuh white angel dengan sekali-sekali menepuk-nepuknya.
Setelah beberapa lama Deanda berjalan bersama white angel dan Aaron melihat bagaimana white angel sudah merasa nyaman berdekatan dengan Deanda. Aaron mendekat ke arah white angel.
“Permaisuri, sepertinya permaisuri bisa mencoba menunggangi white angel sekarang. White angel sudah terlihat nyaman bersama permaisuri. Kunci yang harus dimiliki oleh penunggang kuda pemula adalah keberanian dan ketenangan. Kuda adalah hewan yang sensitif, jika kita sudah ada di atas punggung kuda, kita harus rileks. Jika kita takut dan sikap tubuh kita ditangkap oleh kuda, maka dia akan ikut takut.” Aaron menghentikan perkataannya sebentar sambil memnepuk-nepuk lembut tubuh white angel yang meeringkik pelan karena tindakan Aaron.
“Untuk naik kuda, sebaiknya Permaisuri selalu mengawali dari sisi kiri kuda karena kekuatan pijakan ada di kaki sebelah kanan pada kebanyakan orang agar dapat menghentak untuk naik ke atas. Sekali loncat biasanya akan langsung bisa naik apabila hentakan sekaligus pegangan tangan sangat kuat. Usahakan untuk menjaga keseimbangan tubuh Permaisuri.” Aaron kembali memberikan trik kepada Deanda untuk mulai bersiap menunggangi white angel.
__ADS_1
Begitu mendengar perkataan Aaron, Alvero langsung turun dari punggung black thunder, dan berjalan mendekat ke arah white angel dan Deanda. Dan seorang pengawal yang mengikuti mereka dengan sigap meraih tali kekang dari black thunder menggantikan Alvero.
“Biar aku yang membantu permaisuri menunggangi kudanya. Dia belum pernah sama sekali menunggangi kuda.” Alvero berkata sambil meraih tali kekang yang awalnya ada pada tangan Deanda, sengaja melakukannya karena Alvero tidak ingin Aaron menyentuh tubuh Deanda saat nanti membantunya naik ke atas punggung white angel. Lagipula karena ini untuk pertama kalinya, Alvero merasa lebih aman jika dia ikut menunggangi white angel, duduk tepat di belakang Deanda sehingga bisa membantu Deanda mengerti sekuat apa atau bagaimana cara mengendalikan kuda.
“Baik Yang Mulia.” Mendengar permintaan Alvero, Aaron langsung menjauh, karena dia tahu kehebatan Alvero dalam menunggang kuda.
Dengan Alvero berada di bersama dengan Deanda, Aaron bisa memastikan bahwa dia tidak perlu khawatir, semuanya akan baik-baik saja. Karena di istana ini, siapa yang tidak mengetahui kehebatan Alvero dalam menunggang kuda? Bahkan Aaron sebagai seorang pelatih saja harus dengan rela mengakui bahwa Alvero sebanding dengannya dalam hal itu, hanya saja Alvero bukan orang yang bisa memiliki kesabaran dalam mengajar orang lain, hanya itu kelemahan Alvero.
Tapi… jika itu berhubungan dengan permaisuri yang begitu dicintainya, Alvero tidak akan pernah membiarkan seorang pria manapun menyentuh tubuh permaisurinya walaupun hanya dalam hal membantunya naik ke atas punggung kuda. Memberikan pelajaran teori kepada Deanda? Alvero tidak keberatan jika Aaron melakukan itu, tapi praktek? Wait…. Alvero akan mengajari Deanda sendiri. Apalagi Alvero tahu betul cerita bagaimana seorang selembut dan sebaik Lady Diana bahkan pernah berselingkuh dengan Mayor James Hewith, pelatih kuda pribadinya. Dan Alvero sekali-sekali tidak akan membiarkan itu terjadi pada Deanda.
“Sweety, genggam tanganku dengan erat, letakkan kakimu pada sanggurdi, jika aku memberikan kode, lompatlah dan naik ke pelana kuda dengan sekali lompatan. Setelah itu aku akan menyusul duduk di belakangmu dan membantumu belajar bagaimana mengendalikan white angel.” Alvero berkata sambil meraih tangan Deanda yang menanggpi perkataan Alvero dengan menganggukkan kepalanya.
(Sanggurdi atau stirrup merupakan perlengkapan berkuda yang berupa pijakan kaki saat menunggangi kuda. Biasanya sanggurdi ini tergantung di pinggiran pelana dengan seutas pita atau tali yang disebut tali sanggurdi. Stirrup atau sanggurdi ini dibuat berpasangan yaitu kanan - kiri dan digunakan untuk membantu seseorang menaiki hewan tunggangannya atau sebagai pijakan selama mengendarai hewan tunggangan khususnya kuda. Keberadaan sanggurdi akan membantu penunggang kuda dalam mempertahankan kedudukannya di pelana dan mempermudah pengendalian kuda).
“Ayo, melompatlah.” Alvero memberi aba-aba kepada Deanda yang kakinya sudah berada di sanggurdi yang ada di tubuh white angel.
“Akhh…!” Deanda langsung berteriak kaget karena begitu dia berada di atas pelana yang ada di punggung white angel, tiba-tiba saja kuda itu berlari dengan kencang dan juga meringkik dengan keras, membuat Alvero tidak sempat naik dan duduk di belakang Deanda, karena sentakan kuat dari white angel secara tiba-tiba membuat tali kekang yang dipegang oleh Alvero terlepas.
“Sweety!!!” Alvero berteriak histeris melihat white angel yang berlari kencang dengan Deanda berada di atas punggungnya sambil sesekali menegakkan tubuhnya dan meringkik keras seperti seekor kuda yang sedang marah, berusaha melemparkan tubuh Deanda dari punggungnya.
__ADS_1
Walaupun Alvero melihat Deanda tidak terjatuh dari punggung white angel karena memegang tali kekangnya dengan erat, tapi melihat kondisi white angel yang tidak terkendali, wajah Alvero tidak bisa menyembunyikan kepanikan dan kekhawatirannya, apalagi dia tahu Deanda belum pernah sekalipun menunggang kuda. Mengingat hal itu Alvero tidak yakin berapa lama Deanda sanggup untuk tetap bertahan di atas punggung white angel, membuat dada Alvero berdegup dengan kencang karena ketakutan akan terjadi sesuatu yang buruk terhadap Deanda jika sampai tubuhnya terlempar dari punggung white angel yang terlihat semakin liar.
“Berikan padaku!” Dengan cepat Alvero merampas tali kekang black thunder dari tangan pengawalnya dan dengan gerakan buru-buru langsung menunggangi black thunder untuk mengejar white angel yang berlari kencang dengan Deanda di atas punggungnya.