BUKAN CINDERELLA BIASA (Season 2)

BUKAN CINDERELLA BIASA (Season 2)
PENGAGUM RAHASIA ERICH


__ADS_3

"Padahal aku ingin mengajakmu makan siang berdua nanti siang di restoran masakan Prancis." Dengan ogah-ogahan Alvero menjawab perkataan Deanda.


"Lain waktu kita bisa kesana." Deanda segera menanggapi perkataan Alvero, karena sejak lama Alvero dan dia memang berencana untuk mengunjungi restoran masakan Prancis itu, namun mereka berdua belum memiliki waktu yang tepat.


"Apa itu artinya hari ini aku akan seperti seorang lajang yang tidak memiliki pasangan untuk teman makan siang?" Mendengar nada suara Alvero saat mengucapkan kata-katanya yang terdengar memelas, membuat Deanda terkikik geli.


"Kamu bisa ikut makan siang bersama kami." Alvero langsung melotot mendengar penawaran dari Deanda yang menurutnya terdengar aneh.


"Ist... aneh-aneh saja. Mana bisa aku makan bersama dengan para wanita. Bisa-bisa orang berpikir aku sedang memainkan peran sebagai James Bond 007." Alvero berkata sambil memencet pelan hidung Deanda.


(James Bond 007 (lebih terkenal dengan sebutan James Bond, Agen 007 atau JB) merupakan karakter fiksi yang diciptakan tahun 1953 oleh penulis Inggris bernama Ian Fleming, yang kemudian muncul dalam dua belas novel dan dua koleksi cerita pendek versi original.  Karakter ini kemudian digunakan dalam waralaba media film terlaris dan tersukses di seluruh dunia sampai saat ini, dimulai tahun 1962 dalam Dr. No. James Bond memiliki seorang istri keturunan ningrat bernama Contessa Teresa yang belakangan dikenal dengan nama Tracy Bond. Sang istri tewas di tempat saat mobil yang digunakan James dan Tracy bulan madu ditembaki musuh bebuyutan James, Ernst Stavro Blofeld. Setelah tragedi tersebut, James memutuskan tidak menikah lagi. Meski telah memutuskan tidak akan menikah lagi, James Bond dikenal sebagai perayu wanita, kencan bersama rekannya di MI6, Miss Moneypenny. Selain Miss Moneypenny, James juga pernah kencan dengan beberapa perempuan seksi. Kehidupan James Bon 007 dikenal sebagai agen rahasia yang selalu dikelilingi oleh wanita-wanita cantik dan seksi).


"My Al, sebenarnya... aku mau meminta sedikit bantuanmu untuk masalah makan siang nanti Sebenarnya nanti bukan sekedar makan siang biasa." Dengan nada ragu, Deanda berkata kepada Alvero yang langsung menatapnya dengan wajah serius.


"Apa yang bisa kubantu sweety?" Dengan santai Alvero mengucapkan jawabannya.


Bagi Alvero, apapun yang akan diminta oleh Deanda, dia berharap bisa mengabulkannya.

__ADS_1


"Bisakah, Erich menemani kami makan siang?" Deanda mengunggkapkan keinginannya dengan suara sedikit pelan.


"Erich?" Permintaan Deanda cukup membuat Alvero terkejut.


"Kenapa kamu menolak makan siang denganku dan justru ingin mengajak Erich untuk menemanimu makan siang?" Alvero berkata dengan wajah memberengut, menunjukkan dia merasa tidak suka dengan apa yang diminta oleh Deanda barusan.


Wahhh, yang mulia selalu saja tidak membiarkan seorang laki-lakipun dekat denganku, padahal aku meminta itu bukan untuk kepentinganku. Suamiku ini benar-benar posesif akut. Tapi bagiku, itulah sosok suami milikku, dan aku harus berusaha mengerti, bagaimanapun dia melakukan itu karena begitu mencintaiku.


Deanda berkata dalam hati sambil menahan senyum gelinya melihat bagaimana posesifnya Alvero terhadap dirinya.


"Ah, jangan marah my Al. Aku tentu saja akan lebih memilih makan siang bersamamu daripada Erich. Tapi, ada seseorang yang sejak lama begitu mengagumi Erich tapi tidak berani bahkan untuk sekedar menyapa Erich. Dan aku hanya ingin memberinya kesempatan untuk bertemu dan berusaha dekat dengan Erich. Aku hanya ingin membuka jalan pertemuan untuk mereka berdua, selanjutnya, terserah pada mereka berdua." Mata Alvero melotot dengan sukses mendengar ada seseorang yang diam-diam mengagumi Erich.


Tapi Erich? Si wajah dingin dan kaku yang walaupun tampan tapi jarang sekali tersenyum dan bergaul dengan orang lain? Alvero tidak menyangka bahwa sosok pengawal pribadinya itu bisa membuat seseorang diam-diam terpesona, sampai berani meminta bantuan Deanda untuk mengaturkan pertemuan untuk mereka.


"Apa yang sedang kamu rencanakan untuk mereka berdua?" Pertanyaan Alvero kali ini membuat Deanda menaikkan salah satu sudut bibirnya.


"Tidak ada, hanya berusaha mempertemukan mereka dalam acara makan siang bersama. Dengan karakter dingin Erich, dia pasti tidak akan mau makan siang hanya berdua dengan seorang perempuan. Karena itu Abella sengaja mengajak yang lain untuk makan siang bersama kami dan Erich." Alvero sedikit meringis mendengar rencana aneh istri besama teman-temannya.

__ADS_1


"Kamu pikir Erich akan mau menerima ajakan kalian?" Pertanyaan dari Alvero, membuat Deanda yang berbaring, berhadap-hadapan dengannya mendekatkan tubuhnya ke arah Alvero, membuat Alvero harus menahan nafasnya karena kondisi mereka yang masih berada di bawah selimut masih sama-sama polos, sehingga mendekatnya Deanda ke arah tubuhnya membuat kulit tubuh mereka kembali saliang bersentuhan tanpa adanya pembatas.


Astaga.... istriku ini sepertinya dia tidak tahu bahwa efek keberadaannya yang begitu dekat seperti saat ini, sungguh membuatku sulit untuk mengendalikan hasrat dan gairahku. Bagaimana aku bisa terus menahannya jika dia selalu menggodaku seperti ini, meskipun aku tahu dia tidak dengan sengaja melakukan ini.


Alvero berkata dalam hati sambil sedikit menelan ludahnya dengan susah payah, apalagi dirasakannya tubuh Deanda bergerak kembali sehingga membuat tubuh mereka justru semakin menempel satu sama lain.


"Karena itu aku butuh bantuanmu my Al. Tolong perintahkan kepada Erich untuk menemaniku makan siang hari ini. Kalau itu perintah darimu, mana berani Erich untuk menolaknya." Deanda berkata pelan dengan tangannya yang berada di bawah selimut, tiba-tiba bergerak melingkar di pinggang suaminya, membuat otot-otot di tubuh Alvero menegang dan harus menahan nafasnya selama beberapa saat.


"Wah, ternyata istriku sekarang sudah pintar memanfaatkan kekuasaan suaminya ya." Alvero berkata sambil berusaha menahan hasrat dalam dirinya yang semakin terpacu karena tindakan Deanda.


"Apakah seperti itu? Tapi yang pasti, aku menggunakannnya untuk kebaikan, bukan kejahatan." Deanda berkata dengan santai tanpa menyadari bagaimana saat ini, jiwa laki-laki Alvero yang sedang meronta-ronta dalam dirinya, mengharapkan pelepasan.


"Aku tidak yakin Erich akan bersedia makan siang dengan kalian. Yang ada juga dia akan berdiri di samping tempat dudukmu dengan wajah dingin, memastikan bahwa kamu dalam kondisi aman. Karena menyuruh Erich mengikutimu, sama artinya bagi dia, mendapatkan perintah untuk melindungi dan menjagamu dengan sebaik mungkin." Deanda mengernyitkan dahinya mendegar perkataan Alvero yang ada benarnya.


Mana mau Erich duduk bersama mereka para wanita untuk makan siang bersama. Menyadari itu, Deanda menarik nafas panjang dan mulai terlihat gelisah.


Jika Erich hanya hadir di sana dengan sikap seperti pengawal yang berdiri tegap tanpa bergerak, tidak akan ada kesempatan bagi Cleosa untuk mengobrol dengan Erich. Mengingat hal itu membuat Deanda harus berpikir bagaimana cara untuk dapat menyelesaikan masalah itu.

__ADS_1


 


 


__ADS_2