BUKAN CINDERELLA BIASA (Season 2)

BUKAN CINDERELLA BIASA (Season 2)
KEBENARAN TENTANG DION


__ADS_3

“Sejak awal kamu sudah tahu, bahwa seorang wanita yang menikah dengan keluarga kerajaan, yang sah sesuai hukum kerajaan Gracetian, tidak bisa melakukan gugatan cerai dan bercerai dengan suaminya atas keinginan pribadinya. Satu-satunya perceraian yang akan dianggap sah, jika perceraian itu berasal dari pihak pria. Dan sejak awal, semua orang tahu bahwa aku tidak pernah mengajukan perceraian kepada Larena Hilmar. Jadi, sampai saat ini, Larena Hilmar tetaplah istriku yang sah secara hukum.” Vincent langsung mengucapkan kata-kata yang membuat otot-otot di wajah Eliana menegang, dengan tangannya memegang dadanya yang mulai terasa sesak.


“Yang Mulia, tega-teganya Yang Mulia Vincent mengatakan hal seperti itu padaku?” Eliana berjalan mendekat ke arah Vincent, dan duduk berjongkok di depan kursi roda dimana Vincent duduk di atasnya.


“Sudah belasan tahun saya mendampingi Yang Mulia dengan begitu setia, dan Yang Mulia tidak mengingat semua yang sudah saya lakukan untuk Yang Mulia selama ini? Tolong Yang Mulia juga ingat, saya juga wanita yang sudah melahirkan pangeran Dion sebagai salah satu penerus keluarga Adalvino untuk Yang Mulia, dan….”


“Apa maksudmu Dion? Anak laki-laki yang jelas-jelas bukan anak kandungku?” Vincent langsung memotong perkataan Eliana sambil melempar sebuah kertas ke wajah Eliana, yang langsung membuat Eliana terbeliak dan menoleh ke arah kertas yang telah terjatuh di lantai tersebut.


Belum lagi hilang rasa kaget Eliana karena karena lemparan kertas dari Vincent, tiba-tiba saja Vincent menggerakkan roda kursi rodanya, untuk memundurkan kursi roda itu. Dan dengan gerakan pelan, tiba-tiba saja Vincent bangkit berdiri dan menjauhkan kursi roda itu darinya.


Ap… apa… apa yang terjadi? Vincent bisa berdiri… dan ber... berjalan? Tidak lagi lumpuh? Bagaimana itu bisa terjadi? Apa arti dari semua ini? Apa semuanya sudah diketahui oleh Vincent? Termasuk obat pelemah saraf dan otot yang selama ini sudah aku campurkan ke dalam makanannya?


Eliana berkata dalam hati sambil kepalanya mendongak ke atas, menatap ke arah Vincent yang berdiri tegak di atas kedua kakinya, dengan tatapan tidak percaya.

__ADS_1


"Wah...."


"Wauwww..."


Dan bukan hanya Eliana, semua orang langsung tersentak kaget dan melongo melihat bagaimana Vincent yang diketahui telah lumpuh untuk waktu yang tidak sebentar, tiba-tiba saja bisa berdiri tegap kembali.


"Baca baik-baik apa yang tertulis di atas kertas itu! Dasar penipu!" Vincent berteriak sambil telunjuk tangan kanannya mengarah kepada selembar kertas yang terjatuh di lantai tadi.


Tindakan Vincent sukses membuat tubuh Eliana terasa lemas, dan jatuh terduduk, dengan matanya memandang ke arah kertas yang jatuh di lantai itu. Kertas yang menyatakan hasil tes DNA yang menyatakan bahwa antara Vincent dan Dion tidak ada kecocokan sama sekali sebagai pasangan ayah dan anak.


“Untuk masyarakat Gracetian, secara pribadi aku menyampaikan permintaan maaf karena selama bertahun-tahun membiarkan skandal dalam istana yang baru bisa diselesaikan hari ini. Ke depannya, aku berharap keluarga kerajaan Gracetian bisa belajar banyak dari kejadian di masa lalu, untuk selalu menjaga harkat dan martabat, serta moral dengan baik, dan menjadi panutan bagi seluruh rakyat Gracetian.” Vincent berkata sambil berjalan mendekat ke arah Larena.


“Di depan semua orang, aku meminta maaf atas apa yang telah terjadi terhadap istriku Larena Hilmar. Bagaimana selama belasan tahun aku sudah membuatnya menderita karena seorang wanita yang tiba-tiba datang dan berusaha memisahkan kami. Untuk itu, hari ini aku umumkan untuk mengembalikan posisi Larena Hilmar sebagai istriku yang sah, yang artinya sejak detik ini, Larena merupakan ibu suri Gracetian.” Vincent berkata sambil meraih tangan kanan Larena Hilmar, lalu dengan sedikit membungkukkan tubuhnya, Vincent mencium punggung telapak tangan Larena dengan mesra, membuat Larena tidak dapat lagi menahan airmata harunya, melihat bagaimana sikap Vincent yang menunjukkan bahwa laki-laki itu begitu memujanya.

__ADS_1


Ingatan Larena kembali pada beberapa waktu lalu ketika dia baru saja tiba di Gracetian dan memutuskan untuk sementara tinggal bersama Alaya di apartemen Alaya.


Setelah lewat dua hari sejak kedatangan Larena di Gracetian, pada akhirnya dua hari kemudian, Alaya memberanikan diri untuk mengajak Larena agar menemui Vincent.


Saat itu dengan tegas Larena menolak ajakan itu, karena dia merasa belum siap, bahkan rasa sakit dan ketakutan masih begitu pekat memenuhi pikirannya saat dia membayangkan semua kejadian di masa lalu. Pengkhianatan Vincent, juga bagaimana dia terus diburu oleh Eliana, mengingat semua itu, membuat bulu kuduk Larena masih meremang sampai sekarang.


Karena penolakan Larena, dengan diam-diam Alaya meminta bantuan dari Deanda, dan mengajak Deanda untuk berkunjung menemui Larena tanpa sepengetahuan Vincent dan Alvero.


Bagi Larena yang merasa memiliki hutang budi begitu besar terhadap Tiana maupun Alexis, tidak mungkin dia bisa menolak kehadiran Deanda jika dibandingkan dengan kehadiran Vincent maupun Alvero, yang masih bisa membuatnya berkelit dengan berbagai alasan yang dia buat.


"Ma, Kak Deanda sudah datang." Begitu Alaya dan Deanda memasuki apartemen Alaya dan menemui sosok Larena yang sedang duduk sambil membaca buku di sofa ruang tamu, Alaya langsung memanggil Larena dan berjalan dengan cepat ke arah Larena.


 

__ADS_1


 


__ADS_2