BUKAN CINDERELLA BIASA (Season 2)

BUKAN CINDERELLA BIASA (Season 2)
INFO LAIN TENTANG ELIANA DARI TIRA


__ADS_3

"Aku akan membantumu, dengan satu syarat.... Buktikan bahwa kamu bisa membantu usaha uncle dengan bekerja di sana. Jika dalam waktu 3 bulan ini kamu bisa membuktikan bahwa kamu mampu bekerja di sana. Aku akan membujuk uncle dan meyakinkan uncle bahwa kamu memiliki kemampuan untuk mengejar mimpimu tentang musik tanpa mengesampingkan tugasmu sebagai penerus usaha uncle." Alvero akhirnya berkata sambil menatap ke arah Tira dengan wajah serius.


"Benarkah? Kak Alvero serius mau membantuku membujuk papa?" Mata Tira langsung berbinar mendengar janji yang diucapkan oleh Alvero.


"Apa kamu pernah mendengar aku melanggar janji yang sudah pernah aku ucapkan?" Alvero berkata dengan sikap percaya dirinya.


"Baik Kak. Sore ini juga, sebelum makan malam. Aku akan segera memberitahukan papa bahwa mulai besok aku akan mengunjungi perusahaan dan mau mulai belajar untuk bekerja di sana." Tira berkata dengan nada suara yang terdengar begitu bersemangat, membuat Alvero tersenyum puas.


Hampir saja Tira memeluk Alvero karena merasa begitu senang, jika saja dia tidak ingat bahwa sejak mereka masih sama-sama kecil, Alvero tidak pernah suka jika ada seseorang yang menyentuh atau memeluknya, walaupun hubungan mereka cukup dekat sebagai saudara sepupu.


Selama bertahun-tahun Alvero selalu menghindar untuk melakukan interaksi dengan saudara-saudaranya, dan sampai saat ini Tira dan sebagian besar yang lain menganggap Alvero yang memang penyendiri sejak perginya Larena Hilmar dari istana, hanya tidak ingin dekat dengan orang lain karena patah hati yang dialaminya karena Larena meninggalkannya. Tapi bagi Tira tidak masalah, karena selama ini Alvero selalu bisa menjadi contoh dan kakak yang baik bagi saudara-saudara yang lain walaupun sikapnya terlihat dingin.


Tidak ada yang pernah berpikir, termasuk Tira, bahwa kondisi Alvero bahkan jauh lebih parah dari itu, karena trauma yang disebabkan oleh kekerasan yang seringkali dilakukan oleh Eliana ketika Alvero masih kanak-kanak.

__ADS_1


Di sisi lain, sejak lama mereka semua mengerti bahwa Alvero merupakan sosok seorang putra mahkota yang memang tidak bisa dengan sembarangan mereka sentuh walaupun mereka merupakan saudara sepupu. Apalagi, sekarang bukan hanya sekedar seorang putra mahkota, tapi Alvero sekarang adalah raja Gracetian.


Aku penasaran sekali. Jika Kak Alvero selalu keberatan untuk bersentuhan dengan orang lain. Bagaimana dengan nasib kak Deanda. Jangan dibilang kak Alvero juga tidak mau disentuh oleh kak Deanda. Bisa gawat kalau benar terjadi seperti itu. Tapi dari beberapa kali aku melihat kak Alvero saat bersama kak Deanda, terlihat jelas kak Alvero begitu mencintai kak Deanda. Bahkan beberapa kali aku pernah melihat mereka berjalan sambil berpelukan atau bergandengan tangan, bahkan di acara pertunangan dan pernikahan mereka, jelas-jelas kak Alvero mencium bibir kak Deanda dengan mesra. Kalau benar begitu, pasti hubungan kak Alvero dan kak Deanda baik-baik saja, seperti pasangan suami istri normal lainnya.


Tira berkata dalam hati sambil menahan senyumnya, begitu penasaran membayangkan bagaimana sikap Alvero yang selama ini dikenal dingin terhadap Deanda. Apakah mungkin seperti sikap Alvero terhadap Deanda sama dengan saat Alvero memperlakukan orang lain, atau Alvero memberikan perlakuan khusus kepada Deanda. Membayangkan itu membuat Tira harus menahan senyum gelinya.


“Ah, Kak Alvero, aku baru ingat… selain aku, sepertinya ibu suri tidak ikut ke acara ulang tahun kak Enzo. Jangan bilang karena kak Enzo tidak mengundangnya. Walaupun kak Enzo tidak pernah akur dengan ibu suri. Tapi, sepertinya tidak mungkin kak Enzo tidak mengundangnya atau dia akan mendapat teguran keras dari ibu suri karena dianggap tidak sopan dan sudah meremehkannya.” Wajah Alvero langsung menunjukkan sikap tidak sukanya begitu mendengar Tira menyebutkan tentang Eliana.


“Enzo mengundangnya, hanya saja dia mencari alasan untuk tidak datang. Menurut info, dia memberikan alasan, bahwa dia merasa tidak pantas untuk datang ke pesta ulang tahun Enzo, sedangkan papa masih dalam masa pemulihan dari sakitnya di kota Renhill.” Alvero berkata dengan sikap acuh tak acuh, karena sebenarnya dia begitu malas jika harus membahas tentang Eliana.


“Jelas-jelas, kemarin malam ibu suri melakukan pertemuan dengan kaum sosialita di sebuah hotel. Yang pasti bukan hotel milik kak Enzo. Kalau tidak pasti akan tejadi pergunjingan besar. Tidak menghadiri undangan pesta ulang tahun kak Enzo, sebagai keponakan. Tapi justru melakukan pertmuan dengan orang lain.” Tira berkata sambil mencibirkan bibir mungilnya, menunjukkan bahwa dia juga tidak suka dengan perilaku Eliana.


“Eh…” Baik Alvero maupun Deanda langsung memandang dengan wajah serius ke arah Tira begitu mendengar apa yang baru saja dikatakan oleh Tira tentang apa yang dilakukan Eliana kemarin malam.

__ADS_1


“Benarkah? Apa kamu yakin tentang itu Tira? Bahwa Eliana pergi ke undangan pesta lain?” Dengan wajah terlihat penasaran, Alvero langsung bertanya kepada Tira.


“Tentu saja kak. Karena kebetulan aku juga melakukan pertemuan dengan salah satu dosen musik dari kampus yang aku inginkan di hotel itu. Tapi… entah sosialita dari mana, tidak ada satupun wajah mereka yang aku kenal. Namun cara berpakaian mereka yang seolah-olah sengaja memamerkan kekayaan, belum lagi sedikit saja bergerak, mereka langsung melakukan wefie… Hal itu menunjukkan kalau mereka adalah grup sosialita. Tapi sepertinya bukan dari golongan para bangsawan Gracetian. Kalau tidak, pasti dua tiga orang diantara mereka yang ada, aku kenal, walaupun mungkin aku tidak hafal nama mereka.” Tira berkata sambil memainkan kuku di jari-jarinya.


"Apa Eliana melihatmu saat itu?" Alvero kembali bertanya, kali ini dengan wajah sedikit khawatir.


Alvero tahu dengan jelas pembicaraan tersembunyi dari orang-orang tentang kekejaman Eliana. Wanita itu tidak akan dengan mudah melepaskan orang yang mengetahui tentang rahasianya. Dan Alvero tidak mengharapkan Tira menghadapi bahaya karena Eliana tahu Tira mengetahui tentang apa yang sudah dilakukannya kemarin.


"Tentu saja tidak Kak Alvero. Aku juga bukan orang bodoh yang membiarkan ibu suri melihatku di sana dan berakhir dengan kemarahan papa padaku. Kakak tahu sendiri, ibu suri itu orang bermuka dua. Di depan kita tersenyum tapi di belakang kita berusaha mencari gara-gara dengan kita. Manis di depan, apalagi saat di hadapan orang banyak, padahal aku tahu jika hanya berdua dengan kita, dia berusaha mencakar kita. Apalagi, kalau kita berani menggganggu kedua anaknya yang tidak tahu diri itu." Tira berkata dengan anda berapi-api.


Dan bagi Alvero sikap Tira yang terlihat jelas begitu tidak menyukai Eliana, Alvero bisa mengerti dengan baik. Karena semasa kanak-kanak mereka, bukan hanya kepada Alvero, terhadap anak-anak para pangeran dan putri lain Eliana selalu bersikap jahat dan tidak bersahabat, seolah-olah semua anak-anak dari keluarga kerajaan adalah para pesaing dan pengganggu bagi anak-anaknya, Dion dan Desya. Dua anak manja yang memiliki sifat sok berkuasa dan mau menang sendiri, karena sedari kecil selalu dimanjakan oleh Elianan dan diajarkan untuk tidak perlu mengalah tentang apapun, dengan tingginya kedudukan sosial yang mereka miliki di Gracetian.


 

__ADS_1


 


__ADS_2