
Hello! Im an artic!
Awalnya Leonard mengira karena kedua putrinya sudah melarikan diri dari pernikahan itu, Grup Su pasti akan marah besar dan langsung membatalkan pernikahan ini.
Tetapi malah tidak habis pikir, Kakek Su menghubunginya dan memberitahunya bahwa pernikahan Grup Su dan Grup Luo tidak dibatalkan, untuk tanggal pernikahannya sampai saat ini masih belum dipastikan.
Hello! Im an artic!
Setelah mendapatkan infromasi ini, Leonard merasa bahagia dan juga serba salah.
Dia bahagia karena memikirkan keuntungan yang akan didapatkan jika pernikahan dengan Grup Su itu tetap dilanjutkan, dia merasa serba salah karena putri sulungnya sudah melarikan diri ke luar negeri dan putri bungusnya sudah melarikan diri dari rumah.
Dengan terkejut Bella bertanya, “Maksud Grup Su pernikahan ini tetap dilaksanakan?”
“Iya, Kakek Su baru menghubungiku dan berkata demikian.” Leonard menganggukkan kepalanya.
Hello! Im an artic!
“Jadi kapan tanggal pernikahannya?” Bella bertanya lagi.
“Masih belum dipastikan.” Leonard menjawab.
“Masih belum dipastikan? Suara Bella berubah menjadi lebih tinggi, setelah selesai berbicara ia baru sadar rekasinya terlalu berlebihan, lalu ia bertanya lagi dengan lembut, “Kenapa tanggal pernikahannya belum dipastikan?”
Leonard mengerutkan alisnya dan menjawab: “Kakek Su berkata sampai saat ini tanggal pernikahannya masih belum dipastikan.”
Masih belum memastikan tanggalnya, jadi Flora mau kapan baru bisa pulang? Bella merasa sedikit binggung, tetapi ekspresinya masih tetap bertanya dengan lembut kepada Leonard, “Leonard, bagaimana dengan pernikahan ini?”
“Serena sudah membuat semuanya menjadi berantakan……..” Leonard menghela nafas, lalu bertanya, “Dari Flora sana masih belum ada kabar?”
Setelah mendengar perkataan Leonard, Bella mengepalkan tangannya dengan erat namun ekspresinya tetap saja lembut dan tenang lalu berkata: “Flora tidak tahu lari kemana, dia juga bukannya menghubungi keluarganya sebentar.”
Leonard menggenggam tangan Bella dan menenangkannya: “Aku akan menyuruh orang untuk segera menemukannya.”
“Baik, cepat bawa dia pulang ke rumah, kita tidak boleh membiarkan Serena menikah dengan Direktur itu…..” Berbicara sampai disini Bella pun mulai menangis.
Leonard tidak mengatakan apa-apa dan langsung memeluk Bella kedalam pelukannya.
Sejak hari itu dia berpapasan dengan Ralphie di kantor, Serena terus berharap bisa bertemu dengannya lagi, tetapi sayangnya sekali pun tidak pernah ia bertemu dengannya, dia merasa sedikit kecewa didalam hatinya, tetapi semua itu malah terhapus oleh kesibukannya.
Dari murid magang sekarang dia sudah menjadi karyawan resmi PT. Antarts, pekerjaannya pun semakin banyak ditambah dia terus dipersulit oleh Halle, Serena benar-benar sibuk sekali.
Jelas-jelas sebentar lagi sudah jam pulang kerja, Halle malah dengan sengaja memberikannya pekerjaan lagi.
__ADS_1
“Serena, berdasarkan apa yang tertulis di dokumen ini, kamu gambar design ini keluar.”
“A…?” Serena melihat dokumen yang ada ditangan Halle dan tercengang.
Melihat tidak ada balasan dari Serena, wajah Halle pun berubah menjadi dingin, “Serena, kalau pekerjaan ini saja kamu tidak mau kerjakan, aku akan menasehatimu……..”
Sebelum Halle selesai berbicara, Serena langsung menjawab: “Bukan, aku tidak bermaksud begitu……..” Serena terdiam sebentar, lalu bertanya: “Kakak Lin, aku mau bertanya gambar ini boleh tidak aku hari senin baru kumpul?”
Dengan matanya yang jutek, lalu dia menjawab, “Hari senin sebelum jam kerja, aku sudah mau melihat gambar ini di atas mejaku.”
“Baik.” Serena menganggukkan kepalanya, tangannya pun mengambil dokumen yang dipasingkan oleh Halle.
Halle tidak mengatakan apa-apa lagi dan langsung turun dan pergi.
Menunggu seteleh Halle pergi, Sarah Zhang yang duduk disebelah Serena berkata: “Bukannya hanya atasan saja, apa hebatnya.”
Serena terus menunduk dan melihat dokumen yang ada ditangannya dan tidak mengatakan apa-apa.
Sarah menyenteri Serena dan berkata: “Serena, kamu sudah terlalu baik, makanya dia tiap hari sengaja mempersulit kamu.”
Serena mengangkat kepalanya dan tersenyum kepada Sarah dan berkata: “Dia adalah atasan kita, kita harus mendengarnya.”
“Ai……..” Sarah pun menghela nafas, lalu beranjak berdiri dan berkata: “Sudah jam pulang kerja, aku pulang dulu.”
“Baik, sampai jumpa.” Serena menganggukkan kepalanya dan melambai-lambaikan tangannya.
Saat Serena keluar dari lift, belum berjalan sampai ke pintu utama kantor, disamping jendela kaca itu, ia melihat Alfred yang berdiri disamping pintu mobilnya.
Pas sekali Maggie keluar dari pintu putar itu, setelah melihatnya Alfred pun menyambutnya dengan senyum bahagia.
Serena berdiri di hall perusahannya, dan terus menatap Alfred dan Maggie tanpa memejamkan matanya.
Dia melihat Alfred yang membukakan pintu mobil dan memasakkan sabuk pengaman untuknya.
Menunggu sampai mobil Alfred sudah pergi jauh, Serena baru mengalihkan pandangannya dan berjalan keluar dari kantornya dan berencana untuk pergi ke stasiun mrt dan pulang ke rumah Claudia.
Ternyata ketika ia baru berjalan tidak jauh dari kantornya, sebuah mobil Audi Q7 yang familiar sedang berhenti tidak jauh darinya.
Lalu ketika jendela mobil itu terbuka, ternyata yang ada didalam mobil itu adalah Bella.
Serena pun tercengang beberapa saat, lalu berjalan ke arah mobil itu, “Bibi Bella, kenapa kamu bisa ada disini?”
“Bibi Bella sudah merindukanmu lalu bibi pun datang untuk melihatmu, ayo cepat masuk ke dalam mobil.” Sambil tersenyum Bibi Bella membuka pintu mobil untuk Serena.
__ADS_1
Serena pun tidak banyak bertanya dan langsung masuk kedalam mobil.
“Serena, kamu tidak tinggal di tempat kamu yang dulu lagi yah?” Sambil mengendarai mobilnya Bibi Bella bertanya.
Serena menekan bibirnya dan menjawab, “Aku sekarang tinggal ditempat Claudia.” Kenapa Serena tidak mengatakannya, dia percaya Bella pasti tahu sendiri.
Bella menoleh kepalanya dan melihatnya sekilas, lalu bertanya dengan lembut: “Serena, ini semua kamu jangan salahin ayahmu, ini semua salah Bibi tidak menahan Kakakmu.”
Serena menundukkan kepalanya dan tidak mengatakan apa-apa, jelas-jelas ia sangat tidak puas dengan sikap Leonard.
Bella terdiam beberapa saat, lalu berkata: “Serena, kamu pulang saja gimana?”
“Tidak.” Serena langsung menolaknya.
“Kamu anak ini…….aish…….” Dengan lembut Bella menghela nafas, lalu bertanya, “Lapar tidak? Bibi bawa kamu pergi makan malam.”
“Terserah.” Serena menjawabnya dengan seperti ia sedang tidak menyadarinya.
Bella membawa Serena ke sebuah restoaran didekat sana dan memesankan semua makanan yang disukai Serena, tetapi Serena memakannya dengan tidak begitu bernafsu.
Dia hanya memakan beberapa suap dan ia pun meletakkan sumpitnya.
“Kenapa tidak makan lagi?” Bella bertanya dengan sedikit bingung.
“Aku sudah kenyang, aku pulang dulu.” Serena pun beranjak berdiri dan berbicara.
“Aku antarin kamu saja.” Bibi Bella meletakkan sumpitnya dan beranjak berdiri, tetapi ia malah dihalangi oleh Serena, “Bibi Bella, tidak usah antarin aku, aku bisa pulang sendiri.”
Bibi Bella mengeleng-gelangkan kepalanya, “Aku tidak tenang membiarkan kamu pulang sendiri.”
Terakhirnya Serena tidak bisa menolah Bibi Bella dan membiarkannya untuk mengantarkannya sampai ke daerah tempat Claudia tinggal.
Ketika Serena turun dari mobil, Bibi Bella mengingatkannya, “Serena, kamu sendiri tinggal diluar jaga diri baik-baik, kalau dingin ingat pakai lebih banyak pakaian……..”
“Baik, selamat tinggal Bibi Bella.” Serena menganggukkan kepalanya dan menutup pintu mobilnya.
Ketika ia baru berjalan dua langka, ia pun sudah mendengar suara Claudia, “Serena.”
Serena pun menoleh dan melihat Cladia yang berdiri dijauh sana, “Claudia, kamu sudah pulang?”
“Iya.” Claudia menjawab dan bertanya lagi, “Yang tadi itu ibu tirimu?”
“Iya, dia pergi ke kantor mencariku dan menyuruhku pulang.” Serena menjawab dengan suara kecil.
__ADS_1
Claudia bertanya, “Jadi kamu mau pulang?”
“Tidak……”