
Hello! Im an artic!
Nada dering yang familiar membuat hati Ralphie tersentak. Kemudian ia mengeluarkan ponselnya dari saku. Serenalah yang mengiriminya pesan: Kau belum pulang kerja?
Setelah melihat pesan ini, wajah suram yang seharian terpampang diwajah Ralphie pun memudar. Ralphie membalas: Sudah pulang.
Hello! Im an artic!
Setelah Ralphie membalas pesan ini, tidak ada balasan lagi dari Serena. Ralphie mengira bahwa Serena sedang mengerjakan hal lain, ia menyimpan ponselnya dan bersiap untuk masuk kedalam. Ketika ia ingin menyimpan ponselnya, tiba-tiba tatapannya beralih pada pesan yang dikirimkan Serena dan seketika jantungnya berdegup.
‘Kau belum pulang kerja?’ bukan ‘Apakah kau sudah pulang kerja?’
Belum…. Kenapa Serena bisa menanyakan dia belum pulang kerja? Apakah dia datang kerumah?
Ketika memikirkan hal itu, Serena sudah membalas: Oh. Satu kata yang sangat mudah ‘Oh’, tapi membuat mata Ralphie sakit. Tanpa berpikir panjang dia langsung menelpon nomor Serena.
Hello! Im an artic!
Setelah selesai makan malam, sebenarnya Serena akan diantar oleh supir keluarga Luo. Tapi baru ditengah jalan Serena sadar bahwa ini tidak jauh dari Shadewoods Manor. Akhirnya ia meminta supirnya untuk mengantarnya ke Shadewoods Manor.
Ia membunyikan bell namun tidak ada yang menjawab, akhirnya Serena pun mengirim pesan kepada Ralphie, bertanya apakah dia belum pulang kerja. Tapi ia mendapar balasan pesan mengatakan bahwa Ralphie sudah pulang. Dia sudah pulang tapi tidak ada orang dirumahnya, Serena akhirnya mengerti. Dia dengan sangat kecewa membalas ‘Oh’ dan bersiap meninggalkan tempat itu.
Tapi baru saja ia membalikkan badan, ponselnya berbunyi. Setelah mendengar nada dering yang khusus dia pasang untuk Ralphie, tidak tahu kenapa Serena menjadi gugup. Dia menghela napas dan mengangkat telpon itu.
Baru mengangkatnya, tiba-tiba dari sebrang Ralphie sudah berkata dengan tergesa-gesa, “Kenapa kamu tau aku belum pulang berkerja?”
“Hmmmm” Serena tidak tahu bagaimana menjawabnya, apakah dia akan mengatakan bahwa sekarang dia berada didepan pintu rumah Ralphie?
__ADS_1
Ralphie yang di seberang sana kembali bertanya “Kamu datang kerumah ku?”
Serena yang gugup menjawab dengan suara yang sangat rendah “Ya”, takut Ralphie salah paham ia dengan cepat menjelaskan, “Aku kebetulan di dekat sini dan aku ingat aku meninggalkan sesuatu disini, aku tidak tahu kamu sedang tidak berada di rumah.” Tapi Serena tidak terpikirkan apa yang tertinggal disini.
Dia berharap momen canggung ini segera lewat. “Kamu…” Ralphie belum selesai dengan kata-katanya, dari belakang terdengan suara Isa, “Ralphie kenapa kau sangat lama diluar? sini masuk.”
Isa merasa Ralphie terlalu lama di luar dan akhirnya kelur untuk mencarinya.
“Sebentar nanti aku kesana.” Ralphie dengan suara pelan menjawab Isa, dan kembali berkata kepada Serena, “Barangmu yang tertinggal itu ingin dipakai sekarang?”
“Tidak, akan aku ambil lain hari saja.” Serena menjawab dengan cepat.
Ralphie terdiam sejenak dan berkata, “Aku akan memberikan kata sandi pintunya, kamu masuk dan ambilah sendiri barangmu.”
“A!” Serena terkejut, apakah dia salah dengar, Ralphie ingin memberitahukan kata sandi rumahnya kepadanya?
Serena menggigit bibirnya, tidak bersuara. Ralphie mengira ia tidak mendengar dengan jelas dan mengulangnya, “Kamu masuklah dan ambil sendiri.”
Kali ini Serena menjawab Ralphie dengan tangisan dan meinta maaf, “Maaf, aku berbohong, aku tidak meninggalkan apapun di tempat mu, aku hanya… kesini ingin bertemu denganmu sebentar.”
Ralphie tidak menjawab, Serena meminta maaf sekali lagi, “Maaf… Aku akan pulang….”
Sebelum Serena menyelesaikan kalimatnya, Ralphie sudah memotongnya dan berkata, “Kamu kesini jemput aku.”
“Apa?” Serena tidak mengerti.
Ralphie mengulang perkataannya dengan pelan dan jelas, “Aku tidak membawa mobil, dan minum alkohol, kamu bawa mobilku ke Club Venus jemput aku.”
__ADS_1
“Baiklah.” Tanpa berpikir Serena menyetujuinya.
Ralphie kemudian memberitahukan alamat jelas Club Venus kepada Serena dan kembali kedalam. Didalam ruangan itu bertambah sepuluh wanita, mereka berada disaping Isa dan lainnya.
Ralphie paling benci hal seperti ini, karena itu dia tidak pernah ingin hadir dipesta seperti ini, paling sering hanya berkumpul dengan Isa dan beberapa orang yang dekat saja.
Dia melihat Isa yang sudah mabuk dan dikelilingi oleh wanita, dia mencari tempat duduk yang agak jauh dan bermain dengan ponselnya.
Karena sudah datang, ia akan membantu Isa yang sudah mabuk sambil menunggu Serena menjemputnya, kemudian dia akan segera pergi. Tapi keyataannya tidak semudah yang dibayangkan oleh Ralphie. Dengan tampangya yang tampan, walaupun dia sudah menjauh tetap saja ada seorang wanita yang meghampirinya.
Ralphie yang sedang menunduk memainkan ponselnya tidak menyadariya, sampai tangan perempuan itu memegang pundaknya, ia menyingkirkan tangan itu, ponselnya sampai terlempar karena tenaganya terlalu kuat. Sedangkan wanita itu terjatuh kelantai karena gerakan Ralphie.
Club yang tadinya ramai tiba-tiba menjadi sepi bersamaan dengan suara wanita yang kesakitan itu, bahkan Isa yang mabuk terkejut dan tersadar.
Ralphie dengan wajah yang dingin menuju kamar kecil bahkan tidak melihat atau menengok kepada wanita yang terjatuh kelantai itu.
Setelah Isa tersadar dan megerti dengan situasi ini, dia terdiam seperti orang bodoh. Bercanda, dia dan Ralphie sudah mengenal satu sama lain sangat lama, dia sangat tahu penyakit OCD yang dimiliki oleh Ralphie sangatlah parah.
Seorang perempuan menyentuhnya, ia bisa merasa sangat jijik? Gawat, kenapa ia bisa lupa dengan hal ini? Isa ingin marah, tapi dia tidak enak dengan para tuan muda dari Kyoto ini.
Dia mengumpat dalam hati, lalu setelah berkata ‘Kalian lajutkanlah’, dan menjauhkan wanita yang ada di sampingnya lalu pergi ke toilet. Pintu toilet itu dikunci dari dalam, Isa mengetuk pintu toilet itu “Ralphie, kau tidak apa-apa?” Hanya ada suara air mengalir dari dalam toilet dan tidak ada jawaban dari Ralphie. Isa sangat khawatir, terus mengetuk pintu tersebut……
Setelah beberapa menit, tiba-tiba terdengar suara dering ponsel. Isa yang awalnya tidak mempedulikan bunyi ponsel itu, setelah ada yang berkata bahwa itu adalah ponsel Ralphie yang tadi terlempar ia dengan cepat mengambil ponsel itu.
Ia melihat nama Serena dilayar ponsel itu dan menganggkat telponnya. Dari ujung sana ada suara wanita, “Aku ke dalam sekarang untuk menjemputmu atau aku menunggu di luar?”
Apa hubungan wanita ini dengan Ralphie? Isa melihat sekilas kearah toilet dan berkata, “Maaf kamu cari siapa?”
__ADS_1
Ketika terdengar suara Isa tiba-tiba tidak ada suara dari seberang sana. Isa tidak mempedulikannya dan meletakkan ponsel itu lalu lanjut mengetuk pintu toilet.