I GOT YOU, MY WIFE

I GOT YOU, MY WIFE
Bab 79 Dijalan Bertemu Isa Dan Ryan


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Kalau mengganti menjadi milik orang lain, pasti bisa memilih harus ada hak paten, bagaimanpun anda bisa mendapat hak paten melalui desain gambar merupakan hal yang baik.


Tetapi bagi Serena, desain cincin pria ini sangat penting baginya.


Hello! Im an artic!


“Maaf ketua, desain ini aku ingin menyimpannya sendiri.”


Mata Elliot bersinar kemudian bertanya, “Kamu harus tahu bahwa kesempatan ini sangat sulit di dapat, apakah anda yakin menolaknya?”


“Saya yakin.” Serena menganggukkan kepalanya.


“Besok datang ke kantor saya.” Setelah selesai mengucapkan, Elliot berbalik ke depan untuk mengumumkan bahwa Maggie adalah orang yang menjiplak dan mengeluarkan Maggie dari kompetisi.


Hello! Im an artic!


Maggie tidak puas dengan penanganan Elliot, membuat keributan, dan ditarik keluar oleh satpam.


Melihat Maggie yang di tarik keluar, Serena hanya bisa merasa sedikit sedih tetapi tidak mengasihaninya.


Beberapa tahun ini Maggie selalu mencoba yang terbaik untuk melawannya, dia bukanlah malaikat, tetapi terkena pukulan nya yang cukup baik.


Terlebih lagi melihat Maggie berakhir sepert ini, semua nya adalah hasil dari dia sendiri.


Serena menyimpan kembali pandangan nya kemudia membalikkan kepala kearah Sarah dan berkata: “Sarah terima kasih untuk hari ini.”


Sarah merasa malu dan berkata: “Serena, tidak perlu berterima kasih, kita adalah teman kerja, selama aku melihat kebenaran maka itu harus di katakan keluar.”


“Bagaimana pun terima kasih ya.” Setelah Serena selesai berbicara, melihat waktu diponselnya, dan menyadari sudah siang dan berkata: “Jam makan siang sudah tiba, mari kita pergi sama-sama makan.”


Sarah setuju, “Baik.”


Dua orang itu tidak pergi ke kantin perusahaan untuk makan, melainkan bersiap-siap untuk pergi ke Restoran disebrang perusahaan, pada akhirnya ditengah perjalanan bertemu dengan Ryan dan Isa.


Serena dan Sarah sedang menyebrang jalan, sedang bersiap memasuki restoran yang ada disebrang perusahaan, tiba-tiba mereka mendengarkan suara klakson mobil,


Pada awalnya Serena juga tidak mempedulikannya, mengira bahwa itu adalah bunyi dari klakson mobil.


Sampai di kejauhan dia mendengar suara yang begitu akrab memanggilnya: “Serena.”


Ketika dia mengikuti suara itu dia melihat disamping persimpangan lampu lalu lintas, ada mobil sport yang berhenti disana.


Kalau bukan karena jendela mobil yang terbuka dan kepala yang menonjol itu adalah Isa, takutnya Serena akan membalikkan kepala dan pergi.


Bagaimanapun didalam kesannya dia tidak mengenal orang yang membawa mobil sport.

__ADS_1


Serena melambaikan tangan kepada Isa, menandakan bahwa dia sudah melihat mereka.


Sarah yang mengikuti Serena berjalan tiba-tiba berhenti melihat Serena yang berhenti jalan, dia melihat ke arah Serena, “Serena ada apa?”


“Aku mau bertemu dengan seorang kenalan sebentar, mungkin membutuhkan mu untuk menunggu.” Serena dengan malu menjawab.


Sarah menggelengkan kepala: “Tidak apa-apa.”


Serena berkata ‘Em’ dan menatap sekali lagi kearah mobil Isa.


Lampu merah menjadi hijau, Ryan membawa mobilnya berhenti disamping jalan.


Begitu mobil berhenti, pintu terdorong terbuka, Isa berjalan keluar dari dalam mobil.


“Serena, sangat kebetulan, ternyata kita bisa bertemu disini.”


Serena tersenyum dan menjawab: “Sangat kebetulan, tuan Lu.”


Mendengar Serena memanggilnya ‘tuan Lu’, Isa mengerutkan keningnya, “Serena, terakhir kali aku sudah memberitahumu panggil aku dengan namaku bukan?”


Sebelum Serena menjawab, Ryan keluar dari mobilnya, “Isa, kamu bermain-main lagi, hati-hati kamu di tagih utang oleh Ralphie.”


Mendengar perkataan Ryan, Isa segera merapakan rambutnya, “Aku rapikan, Ryan aku mana bermain-main? Jelas-jelas aku sedang mengobrol dengan Serena, kamu jangan asal menunduh aku.”


Ryan malas berurusan dengan Isa, dia tersenyum pada Serena dan berkata: “Sudah lama tidak bertemu.”


Ryan tersenyum dengan sopan kepada Sarah yang berada disebelah Serena, kemudian bertanya, “Kalian…Apa yang kalian lakukan disini?”


Serena menunjuk Sarah yang berada disebelahnya dan menjawab: “Saya dan teman kerja saya datang kesini untuk makan bersama.”


“Oh.” Ryan menganggukkan kepala dan hendak mengatakan sesuatu, kemudian Isa berkata, “Serena, ayo ikut makan bareng kami, kebetulan kami ada janji dengan Ralphie.”


Tanpa menunggu Serena menjawab, Isa langsung menyambungkan, “Kamu tidak tahu mau buat janji dengan Raplhie begitu susah, ponselnya juga tidak aktif, hari ini aku dan Ryan khusus datang ke kantornya untuk mencarinya.”


Setelah dua hari tidak bertemu Ralphie, Serena sangat ingin mengikut Isa untuk bertemu dengannya, tapi dia sudah janji dengan Sarah untuk makan bersama, dia tidak bisa meninggalkan nya.


“Kalau begitu aku tidak ikut.”


Isa membuka mulutnya untuk mengatakan sesuatu tetapi dipotong oleh Ryan, “Serena tidak ada waktu, sekali lagi janji juga sama.”


“Iya, sekali lagi aku traktir kalian makan.” Serena menganggukkan kepala.


“Serena kamu harus memegang kata-kata mu.” Selesai berbicara Isa tiba-tiba terpikirkan sesuatu dan berkata: “Serena, aku masih belum memiliki nomor mu, berikan aku ponsel mu.”


Serena tanpa ragu-ragu mengeluarkan ponsel nya dari dalam saku dan memberikan kepada Isa.


Isa dengan cepat menghubungi nomornya sendiri melalui ponsel Serena, kemudian menyimpan nomor Serena.

__ADS_1


Isa mengembalikan ponsel Serena dan berkata: “Serena, ini adalah nomor ku, kamu simpan.”


“Iya, baik” Serena menganggukkan kepala, dan memasukkan nomor Isa ke dalam daftar kontak.


Isa masih ingin mengobrol dengan Serena, tetapi Ryan mengingatkan nya takut bahwa seseorang sudah menunggunya.


Isa dengan tidak rela mengatakan pada Serena: “Kalau begitu sampai ketemu.”


“Iya.” Serena menganggukkan kepala, dan melihat Isa dan Ryan naik ke dalam mobil.


Setelah menunggu orang Isa pergi, Sarah yang dari tadi tidak berbicara membuka mulutnya, “Serena, apa mereka adalah teman mu?”


“Bukan juga.” Isa dan Ryan adalah teman dari Ralphie, mereka hanya saling kenal.


“Oh.” Sarah menganggukkan kepala.


“Ayo kita pergi makan.”


“Baik.”


Ketika Isa dan Ryan sampai The Waterfront Blossom, Ralphie sudah menunggu mereka.


“Ralphie, ternyata kamu lebih cepat di bandingkan kami.” Isa duduk disebrang Ralphie dengan tersenyum.


Ralphie menatapnya, “Satu jam.”


“Apa satu jam?” Isa memandang Ralphie dengan bingung tidak mengerti apa maksud dari perkataannya.


Ryan menjelaskan: “Kita dari Grup Su sampai sini menghabiskan waktu 1 jam.”


“Satu jam?” Isa memiringkan mulutnya, setelah beberapa detik kemudian dia berkata: “Meskipun kami menghabiskan waktu satu jam tapi tadi kami bertemu dengan Serena.”


Mendengar Isa mengatakan bahwa dia bertemu dengan Serena, Ralphie mengangkat matanya dalam sekejap.


“Di mana?”


“Di sebrang perusahaan?” Isa menatap Ryan.


Membantunya mengatakan: “PT. Antarts.”


Isa menganggukan kepala dan mengulanginya, “Benar, di seberang PT. Antarts.”


Kenapa dia bisa keluar dari perusahaan pada waktu ini? Ralphie terbiasa memasukkan tangan nya kedalam saku untuk mengeluarkan ponsel, dan menelepon Serena.


Ketika memasukkan tangan nya kedalam saku, dia baru teringat bahwa ponselnya semalam dia berikan pada Felix untuk memblokir nomor dari orang asing dan belum di kembalikan.


Ralphie menurunkan matanya dan dengan suka hati bertanya, “Apa yang dia lakukan disana?”

__ADS_1


__ADS_2