
Hello! Im an artic!
Satu jam kemudian, mobil berhenti di pintu gerbang kediaman keluarga Su.
Mobil baru saja berhenti, bodyguard melihat berlari kecil kemari, membukakan pintu mobil untuk Ralphie, “Tuan muda sudah kembali! ”
Hello! Im an artic!
Ralphie ‘Ya’ menanggapi, setelah berkata sepatah kata kepada Felix ‘Besok dan lusa saya tidak akan pergi ke kantor’, sambil menenteng protofolio turun dari mobil, pergi ke dalam rumah utama.
Dia tidak masuk ke ruang depan, tetapi langsung pergi ruang tempat tinggalnya dan Serena.
Dia tahu Serena tidak suka keramaian, maka dia memastikan Serena ada di dalam ruangannya.
Tapi tak di sangka, dia buru-buru masuk ke ruangan, pembantu berkata padanya, Serena dan Lacey pergi keluar.
Hello! Im an artic!
Ralphie sendiri ingin pergi mencari Serena, tapi dia berpikir sedang terjadi keadaan macam ini antara dirinya dan Serena, maka dia singkirkan pemikiran ini.
Dengan tenang tinggal di dalam ruangan menunggu dia kembali……
Serena sendiri merasa sedikit tidak tenang, lagi pula dia juga terhitung terlalu akrab dengan Lacey.
Bahkan orang tua Lacey, dia pun belum pernah bertemu.
Tetapi masihbaik, orang tua Lacey sangat ramah terhadapnya dan Molly, maka dari itu dia juga perlahan menerima.
Setelah makan siang, Lacey dan Molly mengutarakaan ingin pergi shopping, meskipun tak ada barang yang ingin di beli oleh Serena, tetapi dia menyetujuinya.
Baru saja berjalan sampai pintu gerbang, bersamaan melihat sebuah mobil dari arah luar masuk ke dalam.
“Kakakku sudah pulang. ” Lacey berkata sambil memandang ke arah mobil.
Ryan? Serena tersadar menoleh melihat ke belakang, sambil melihat Ryan mendorong membuka pintu, turun dari mobil.
Mereka berdua tak memandang kepada Molly yang berdiri di belakang mereka berdua, ketika melihat Ryan turun dari dalam mobil, matanya terlihat sedikit grogi.
Ryan melihat Lacey bersama Serena dia merasa sedikit aneh, “Serena datang? Bersama Ralphie kemari kah?”
“Tidak, dia pergi ke Negeri M.” Serena menjawab.
__ADS_1
Ryan mengangguk ‘Oh ‘ merespon, pandangan matannya mengarah kepada Molly, “Molly juga datang?”
Melihat Ryan baru melihatnya, mata Molly berkedip lambat, kemudian dengan suara rendah berkata: “Aku datang bersama kakak ipar.”
“Oh. ” Ryan mengangguk, kemudian bertanya, “Kalian mau pergi keluarkah?”
Lacey menjawab, “Kak, kami mau pergi shopping, kamu mau ikut bersama kami nggak?”
Lacey kenapa bisa mengajak Ryan? Sangat simple, membawa sopir pribadi, dan juga bisa membantu mereka membawa barang.
“Eh…… ini…… ” Sebenarnya Ryan ingin menolak, dia sudah punya pengalaman menemani adik kandungnya pergi shopping.
Tapi ada Serena dan Molly di sini, dia sedkit susah menolak, sambil berkata: “Naik ke mobil. ”
Lacey dan Molly penuh dengan kegembiraan, hobi para wanita, beli beli beli.
Jadi bisa di bilang Serena hanya diam mengikuti mereka, tidak membeli apapun.
Lacey dan Molly terlalu asik belanja , tidak memperhatikan Serena, sebaliknya Ryan memperhatikannya.
Lacey dengan aneh bertanya, “Ser, kamu tidak beli apapun? ”
Tidak ada yang perlu di beli? Ryan memandang sejenak Serena, kemudian memandang ke puluhan barang di tangannya yang di belinya dan Lacey, Molly menenteng sendiri beberapa barang yang di belinya.
“Ser, kamu betul tidak ada yang mau dibeli?” Baju, sepatu, tas, alat make up atau lainnya, bukankah semua itu di sukai wanita? Seperti adiknya, seperti Molly juga.
“Tidak ada. ” Serena belum selesai bicara, dari sana suara Molly terdengar kemari, “Kakak ipar, cepat kemari.”
“Ayo kesana. ” Serena selesai bicara, sambil berbalik badan menghampiri Molly, “Ada apa?”
Molly otomatis tak dapat berkata, karena tanpa maksud dia melihat Serena sedang bercakap dengan Ryan, jadi dia memanggil Serena kemari. Dia menunjuk nunjuk toko di sebelahnya berkata : “Tidak apa, hanya melihat sebuah baju yang cocok dengan kakak ipar, sambil meminta kakak ipar datang melihat lihat.”
“Ha…… aku tak perlu beli baju. ” Serena tanpa pikir panjang menggelengkan kepala.
“Kakak ipar, baju itu sungguh sangat bagus, kamu coba cobalah. ” Molly berkata, sungguh tak memberi kesempatan untuk Serena menolak, menarik Serena masuk ke dalam toko.
Di dalam toko, Molly mengambil sebuah gaun warna merah., menaruhnya ke tangan Serena, lalu mendorong Serena masuk ke ruang Pas.
Label harga di baju itu sangat mahal dan mengejutkan orang, tapi sesudah di dorong Molly masuk ke ruang ganti, Serena hanya mencoba, dan berpikir tak akan membelinya.
Serena sendiri mengenakan Cashmere sweater dan jaket yang tebal, tiba-tiba sekarang harus memakai sehelai dress yang agak tipis, dinginnya terasa menusuk ke tulang, malah ingin segera menukara baju dn mengembalikannya, tapi di luar Molly dengan sekuat tenaga menghalanginya keluar, untungnya dia bisa membuka dengan mendorong pintu , keluar dari ruang ganti.
__ADS_1
Sebenarnya Molly berpikir, baju ini sebenarnya dirinya dan Lacey sudah mencobanya, tapi semuanya tidak cocok, sambil meminta Serena juga datang coba-coba.
Tidak di sangka, di kenakan oleh Serena, ternyata lebih bagus dibandikan kalau di kenakannya ataupun Lacey.
“Kakak ipar kamu pakai baju ini, sungguh sangat cantik!” Molly tak kuasa untuk tak memujinya.
“Lumayanlah. ” Serena menunduk, melihat dirinya sendiri.
Disana Lacey juga melihatnya, tercengang berteriak, “Waaaaahhh……Ser, sangat bagus.”
Serena sungguh merasa tak sebagus itu, hanya merasa kedinginan, harus segera ganti pakaian, “Sudah selesai lihat kan? Sudah selesai lihat, aku pergi ke dalam ganti baju.”
Selesai bicara tak menunggu Molly dan Lacey merespon, sambil berjalan masuk ke ruang ganti.
Lewat 5 menit, Serena keluar dari ruang ganti, dia memberikan baju kepada pelayan toko, sambil membujuk Molly dan Lacey berkata: “Ayo jalan.”
Lacey meminjam baju yang ada di tangan pelayan toko dan berkata, “Ser, baju ini sangat cantik, belilah.”
“Nggak usahlah. ” Serena menggeleng, ruang baju di rumah, baju baru masih sangat banyak, dia sungguh merasa tak perlu memboroskan uang, untuk membeli baju lagi.
Molly melihat sebentar, melihat Ryan berjalan ke arah mereka, lalu mendorong Serena dan berkata: “Kakak ipar, baju ini aku beli untuk kamulah.”
Selesai bicara, tidak menunggu Serena menjawab, sambil berkata kepada pelayan toko: “Tolong bungkuskan baju yang ini, terima kasih.”
“Aku beli sendiri sajalah.” Serena menghela nafas, mengeluarkan dompet dari dalam tas, lalu dari dompet mengeluarkan sebuah Black Card dan memberikannya pada pelayan toko.
Tidak salah, adalah Black Card yang diberikan Ralphie untuknya.
Serena tak merasa gaun ini dapat di belinya dengan gajinya sendiri, dia juga tak dapat membiarkan Molly memboroskan uang, akhirnya mengeluarkan black card yang di berikan Ralphie padanya.
“Eii, kak Ralphie sudah memberikan card ini kepada kakak ipar? ” Melihat black card di tangan Serena, Molly terkejut.
Serena merasa aneh bertanya, “Iya, dia berikan kepadaku, kenapa? ”
Mendengar pertanyaan Serena, Molly merasa dirinya sendiri sedikit aneh.
Kakak ipar adalah istrinya kak Ralphie, Kak Ralphie pasti memberikan kartu cadangannya kepada istrinya. “Tak apa, hehe……”
Serena sebenarnya masih ingin bertanya pada Molly, tapi penjaga toko memintanya memasukan nomor pin, makanya dia tak lagi bertanya pada Molly.
Setelah Serena membeli sebuah gaun, masih menemani Lacey dan Molly berbelanja lebih dari 2 jam lagi, baru pulang.
__ADS_1