I GOT YOU, MY WIFE

I GOT YOU, MY WIFE
Bab 136 Saudara Memperhatikan Pernikahanmu


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Mendengar perkataan Serena, wajah Leonard berubah menjadi pucat, “Serena, maksud kamu apa?”


“Nggak ada maksud apapun, hanya ingin memberikan ucapan selamat saja.” Serena mendongakan kepala dan menatap Leonard.


Hello! Im an artic!


Melihat tatapan mata Serena membuat Leonard menjadi merasa sedikit bersalah.


Dia menghindari tatapan tersebut lalu dengan dingin berkata: “Serena, masalah pernikahan, sudah tidak bisa di ganggu gugat lagi, lebih baik kamu persiapkan diri untuk menikah lima hari lagi.”


“Aku akan menyiapkannya dengan baik, sekarang aku mau istirahat, mohon kalian keluar dari kamar aku, terima kasih.” Serena dengan tampang tanpa ekspresi berbicara dan menunjuk kearah pintu.


Tujuan awal kedatangan Leonard kesini karena hanya meminta Serena untuk bersiap-siap mengenai pernikahannya, sekarang tujuannya sudah tercapai, dia juga tidak perlu berlama-lama disini, jadi dia langsung mengajak Flora untuk keluar.


Hello! Im an artic!


Setelah suara pintu terdengar, air mata Serena pun tak dapat lagi dibendung dan akhirnya pun dia meneteskan air mata.


Bagi ayahnya dulu dia adalah seorang putri yang tidak pengertian, dan sekarang dia malah dijadikan sasaran untuk perjodohan pernikahan.


Hingga saat ini, Hal yang dirasakan Serena adalah dari seseorang yang tidak berharga menjadi berharga……


Setelah pernikahan ditetapkan, Ralphie mulai sibuk.


Walaupun banyak keperluan pernikahan yang perlu disiapkan, dia pun tidak perlu repot sendiri dan meminta orang lain untuk menyiapkan semuanya.


Tetapi ada satu hal yang mau tidak mau harus dia selesaikan lebih awal, yaitu karena keinginannya untuk menikah, bulan madu, maka dia harus segera menyelesaikan pekerjaannya.


Jadi ketika kakek sibuk mengurus pernikahannya, Ralphie masih sibuk bekerja di kantor sepanjang hari.


Ralphie begitu mengepres seluruh kerjaan, membuat semua karyawan harus bisa mengikuti langkah dia.


Seluruh karyawan kantor penuh dengan berbagai macam komplenan, banyak orang yang pergi mencari Felix untuk mencoba mencari tahu informasi, mempertanyakan apakah Direktur Su berencana melatih mereka untuk menjadi superhero.


Felix yang bisa memberikan mereka semua yang bertanya dengan jawaban ‘Kalian akan tahu pada waktunya.’.


Bercanda, kalau dia tidak menjawab seperti itu, masa iya dia mau kasih tahu kalau sekarang bekerja sampai mau mati seperti ini karena jika Direktur Su menikah maka semua akan serentak libur?

__ADS_1


Jika jujur pun tidak mungkin ada percaya juga kan?


Ketika Ralphie sedang sibuk, Grup Su dan Grup Luo sedang membahas masalah pernikahan pun tersebar.


Isa dan Ryan yang mendengar rumor itu pun tanpa ragu-ragu langsung telepon.


Ralphie yang dua hari ini sangat sibuk, bahkan kelelahan, ketika mengangkat telepon dari Isa pun nadanya tidak baik.


“Cari aku ada urusan apa?”


Isa yang mendengar nada suara Ralphie yang tidak enak langsung nyolot, “Ralphie, kok nyolot sih?”


“Ada urusan apa cepetan ngomong, aku nggak punya waktu untuk basa basi.” Ralphie melepaskan dokumen yang ada ditangan dan memegang kepalanya yang pusing.


Mendengar Ralphie berkata sedang sibuk, Isa langsung berkata, “Ralphie, kamu lagi ngapain sih? Rumor pernikahan kali ini cuma gosip aja kan?”


Ralphie memegang matanya lalu menjawab, “Bukan, aku akan menikah.”


“Diluar sana lagi banyak banget rumor yang tersebar kalau Grup Su dan Grup Luo akan mengadakan pernikahan……heng……maksudnya gimana sih ini? Bukan gosip? Kamu beneran mau nikah?” Tanya Isa kaget.


Ralphie dengan datar berkata ‘En’.


Ralphie terdiam sebentar lalu menjawab, “Itu dulu.”


“Apaan dulu dan ke depannya? Nggak bisa, kamu harus ngomong dengan jelas ke aku……” Isa ngoceh panjang lebar, lalu bertanya, “Kamu sekarang dimana?”


“Kantor……” Kata belakang ‘lembur’ belum sempat terucap oleh Ralphie, Isa langsung memutuskan perkataannya.


“Oke kami sekarang pergi mencarimu.” Setelah Isa berkata kalimat ini, tanpa menunggu respon Ralphie langsung memutuskan telepon.


Ralphie juga tidak menganggapnya sebagai suatu masalah, karena lagipula apapun yang ingin dilakukan Isa, siapapun tidak ada yang bisa melarangnya.


Setengah jam berlalu, ketika Isa dan Ryan dengan berapi-api datang, Ralphie masih sibuk dengan dokumennya.


“Gila, Ralphie sebenarnya kamu mau nikah nggak sih? Masih kerja aja?” Tanya Isa terkejut.


“Aku nggak kaya kamu yang sehariannya santai.” Ralphie melihat sekilas kearah Isa lalu lanjut melihat dokumen yang ada ditangannya.


Isa mendengar kata Ralphie, merasa tidak senang, “Ralphie, aku mana ada santai, aku sibuk tahu?”

__ADS_1


“Aku nggak menyadari itu.” Kata Ralphie dengan datar.


“Aku……” Isa ingin berbicara sesuatu tetapi Ryan menahannya.


Isa terdiam sebentar, lalu kembali pada tujuan awal “Ralphie kamu jangan alihin topik ya, kami datang untuk menanyakan masalah pernikahan kamu.”


Ralphie setelah melihat selesai satu dokumen, lalu kembali mengambil dokumen yang lain dan sambil berkata, “Nggak ada yang perlu dibicarakan.”


“Apa yang nggak perlu dibicarakan? Coba kamu ngomong orang yang nikah sama kamu itu apakah Flora orang yang hari itu ikutin kamu di The Waterfront Blossom?” Isa bertanya sambil tersenyum.


Mendengar Isa mengucapkan Flora, Ralphie terdiam sebentar ketika membalikkan lembar kertas, kemudian dengan datar berkata, “Bukan.”


Isa terkejut dan bertanya, “Kalau bukan Flora, siapa dong?”


Ralphie yang menggubris Isa, Ryan yang memukul pelan Isa dan berkata: “Flora adalah anak angkat Leonard, Leonard masih ada satu putri kandung.”


“Ralphie, putri kandung Leonard namanya siapa? Kenapa aku ngga pernah dengar?” Isa mengerutkan alis sambil bertanya.


Ralphie jelas tahu siapa putri kandung Leonard, tetapi sekarang dia tidak ada rencana untuk memberitahu Isa, jadi dia hanya mendongakan kepala melihat sekilas Isa dan tidak berkata apapun.


Ryan membalikkan bola mata dan menjawab, “Dia tidak pernah tampil ke muka umum, wajar saja kalau kamu nggak pernah dengar.”


“Oh gitu.” Isa menganggukan kepala kemudian berkata: “Ralphie, kamu lihat, kamu orang yang akan menikah, dua hari ini harusnya kamu cari waktu untuk kenalin ke kami berdua dong?”


Ralphie dengan datar berkata, “Nggak perlu.’


“Ralphie kamu pelit banget sih!” Isa excited sambil berdiri, Ryan langsung berdiri untuk menahannya, “Kamu apaan sih, lagi pula tiga hari lagi di resepsi kita juga akan bertemu orangnya.”


Isa mendengar perkataan Ryan dan tak lagi memaksa untuk bertemu pengantin wanita sebelum pernikahan.


Walaupun sedikit tidak puas tetapi dia tetap tidak berbicara lagi.


Ryan yang tiba-tiba seakan terpikirkan sesuatu dan langsung berkata pada Ralphie: “Ralphie, kamu sudah bersedia menikah dengan seorang wanita, kenapa kamu tidak menjelaskan tentang rumor yang ada tentang kamu. Yang katanya Direktur Su berumur 50 tahun, apa itu sapi tua yang suka makan rumput muda. Dulu kamu tidak ada rencana menikah, kalau kamu nggak jelasin nggak jadi masalah, sekarang kamu berencana menikah dengan seseorang, nggak baik kan kalau kamu buat perempuan harus menerima rumor seperti ini?”


Ralphie kembali menghentikan gerakannya, sebenarnya dia ada memikirkan masalah ini.


Tetapi kalau saja dia menjelaskan, mungkin Flora akan menghancurkan pernikahan dia dengan Serena.


Jadi dia menahan diri untuk tidak menjelaskannya.

__ADS_1


Untung saja Serena dikunci oleh Leonard, jadi tidak perlu mendengarkan rumor ini.


__ADS_2