I GOT YOU, MY WIFE

I GOT YOU, MY WIFE
Bab 83 Satu Arah Untuk Mengantarnya


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Ketika Felix membawa masuk dokumen ke kantor Ralphie, Ralphie sedang duduk dimeja untuk memeriksa dokumen-dokumen.


“Direktur Su. Dokumen ini butuh tanda tangan anda secepatmya.” Felix menyerahkan dokumen kepada Ralphie.


Hello! Im an artic!


Ralphie melihat dokumen ditangannya, setelah menanda tangan baru mengambil dokumen yang diberikan oleh Felix.


Baru saja hendak membukanya, ponselnya berdering.


Ralphie membuka dokumen dan mengeluarkan ponsel dari sakunya dan menjawab.


Terdengar suara Isa, “Ralphie ayo keluar makan.”


Hello! Im an artic!


“Sibuk.” Ralphie menjawab.


“Ralphie kamu sibuk seharian apa maksudnya? Aku beritahu kamu bahkan Serena sudah setuju untuk keluar, kamu tidak suka? Isa berkata.


Ralphie pada awalnya ingin menjawab bahwa dia tidak memilik waktu, tetapi ketika mendengar ‘Serena setuju’ dia terdiam.


Pada waktu yang sama tangannya juga berhenti membuka dokumen.


Beberapa detik kemudian, dia bertanya tanpa ragu, “Dimana? Jam berapa?”


“Jam 7 di Waterfront Blossom…” Isa berhenti sejenak, seperti terpikirkan sesuatu dan berkata, “Ngomong-ngomong, Ralphie kamu pergi pesan makanan dulu, Ryan akan pergi menjemput adiknya, aku akan pergi menjemput Serena, mungkin kita tibanya agak malam…”


Isa belum mengatakan selesai, dipotong oleh Ralphie, “Aku dekat dengan Waterfront Blossom.”


Berdiri didepan meja Felix mendengar kata-kata Direkturnya, merasa tidak nyambung.


Direktur Su, jelas-jelas kamu diperusahaan bagaimana kamu lagi disekitar Waterfront Blossom?


Tampaknya dia mengetahui pikiran Felix, Ralphie menatap dingin pada Felix.


Felix dengan buru-buru menyimpan pandanganya, dan berpura-pura tidak mendengar perkataan Direktur.


Mendengar Ralphie mengatakan bahwa dia disekitar Waterfront Blossom, Isa dengan buru-buru berkata: “Ralphie kamu disekitar sana bukan? Kalau begitu sekalian jemput Serena.”


Ralphie memberi suara sama ‘Iya’ kemudian menutup telepon, menendang kursi dibelakang, bangkit dari kursi, mengambil mantel didepan rak pakaian, dan bergegas keluar dari kantor.


Felix yang mendapat peringatan dari Ralphie tidak berani mengatakan sepatah kata pun, dan melihatnya pergi.

__ADS_1


Ketika Ralphie pergi, dia bersiap mengambil dokumen yang sudah ditanda tangani oleh Ralphie.


Akhirnya setelah mengambil dokumen baru mengetahui bahwa Direktur belum menanda tangani dokumen itu.


Felix melihat dokumen yang ada ditangannya dan hampir menangis.


Katanya mau lembur?


Direktur kalau kamu begini apa baik?


Jarak dari Grup Su sampai PT. Antarts membutuhkan waktu setengah jam, Ralphie untuk bisa sampai di PT. Antarts sebelum Serena pulang kerja, dia melaju dengan kencang.


Dia keluar dari perusahaan pukul 5, dia hanya menggunakan 15 menit untuk sampai di PT. Antarts.


Dengan waktu Serena pulang kurang 2 menit, Ralphie memberhentikan mobil ditempat sebelumnya dia menjemput Serena, kemudia dengan sabar menunggunya.


Karena janji dengan Isa akan keluar bersama, jadi sewaktu jam pulang kerja, Serena dengan buru-buru membawa tasnya meninggalkan kantor.


Serena berdiri disisi jalan dan memandang kedua jalan sisi, menunggu mobil Isa. Tiba-tiba dia melihat mobil Ralphie parkir disebrang jalan.


Kenapa mobilnya ada disini? Itu yang ada dipikiran Serena, melihat pintu mobil terbuka, Ralphie berjalan keluar dari mobil.


Kenapa dia bisa datang? Serena tertegun.


Ketika dia tertegun, Ralphie menyebrangi jalan dan berjalan kearahnya.


Serena sama sekali tidak merespon, “Apa?”


Ralphie berkata: “Aku juga mau pergi ketempat Isa. Kebetulan berada didekat jadi sekalian menjemput mu.”


Serena baru mengerti dan menganggukkan kepala, “Oh.”


Ralphie menatap Serena beberapa detik kemudian berkata: “Sudah malam, ayo masuk mobil.”


Serena mengucapkan baik, kemudian menggantung wajahnya mengikuti langkah Ralphie.


Ini adalah jam macet, Ada banyak mobil yang berjalan.


Ralphie yang awalnya berjalan cepat, tetapi setelah berjalan, langkah kaki nya melambat, akhirnya berjalan dampingan dengan Serena, setelah menyebrang jalan, dia berjalan dengan cepat membukakan mobil untuknya.


Ketika dia sudah masuk, dia baru membuka pintu mobil.


Menyalakan mesin mobil, dan pergi ke Waterfront Blossom.


Setelah mengemudi mobil sekitar 200 meter, Serena menjawab telepon, Isa menelpon nya dan memberi tahu Ralphie yang akan menjemputnya.

__ADS_1


“Iya, aku sekarang sudah bersama Ralphie.” Serena melirik ke Ralphie yang sedang serius membawa mobil dan menjawab.


Ralphie yang sedang membawa mobil mendengar Serena menyebut namanya, memandang Serena dengan bertanya.


Serena sedang berbicara dengan Isa ditelepon, tidak bagusa langsung memberitahu Ralphie.


Dia mendekatkan wajahnya ke telinga Ralphie, dengan suara kecil memberitahunya bahwa Isa meneleponnya.


Suaranya yang lembut, aroma yang samar, nafas Serena yang terasa dan ada perasaan aneh yang menyelinap ke jantungnya.


Meskipun setelah mengatakan Serena pergi tetapi perasaan panas itu masih berada ditubuh Ralphie.


Dia mengangkat tangan kanannya, menarik dasi dari lehernya dan melemparnya kejembatan.


“Kenapa?” Serena baru saja menutup telepon, dan memperhatikan gayanya.


Mata Ralphie tertuju pada jalan depan, “Tidak ada.”


Serena berkata ‘oh’ kemudian berkata: “Ngomong-ngomong apa ponsel mu membaik? Semalam aku menelepon nomor kantormu seperti nya salah telepon.”


“Bagaimana bisa salah telepon?” mata Ralphie tertuju pada Serena.


“Aku tidak tahu, aku menelponnya pagi hari dan seorang wanita yang menjawab…seharusnya tidak salah telepon.” Serena dengan ragu menjawab.


Mendengar Serena mengatakan wanita yang menjawab, Ralphie langsung tahu bahwa itu adalah seketaris dari kantor Felix yang menjawab.


Tetapi kenapa seketaris tidak melaporkan padanya? Kalau dia tidak menyebutkannya, dia tidak tahu bahwa dia sudah melewatkan telepon darinya?


Sepertinya seketaris Felix harus diganti!


“Seharusnya seketaris.” Ralphie menambahkan, “Semalam aku seharian rapat.”


Serena menganggukkan kepala. “Begitu.”


‘Ya’ kata Ralphie kemudian bertanya, “Kenapa kamu menelepon apa ada masalah?”


“Iya, aku ada masalah dan ingin bertanya pendapat mu.” Serena menjawab.


Ralphie juga tidak bertanya masalah apa hanya menganggukkan kepala, “Em, boleh.”


Bagaimanapun ini bukan tempat yang baik untuk membicarakan berbagai hal, terlebih lagi Ralphie sedang mengemudi, jadi Serena juga tidak melanjutkan pembicaraan, tidak mengobrol banyak.


Butuh satu jam untuk sampai ke Waterfront Blossom.


Ralphie melaju ketempat parkir, kemudian berhenti dan turun dulu.

__ADS_1


Disebelah mobil terdapat pelayan membantu Serena membuka pintu.


Setelah menunggu Serena turun, dia mengunci mobil, dan dua orang berjalan bersama kedalam Waterfront Blosoom.


__ADS_2