I GOT YOU, MY WIFE

I GOT YOU, MY WIFE
Bab 109 Atur Kencan Buta Untuk Serena


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Isa dengan terkejut bertanya, “Ralphie, kamu benaran?”


Apa yang dikatakan Ralphie tadi mengenai ingin memilihkan pacar untuk Serena hanyalah omongan kesal saja.


Hello! Im an artic!


Pacar Serena, perlu Isa yang mengkhawitirkannya? Perlu Lacey yang mengkhawatirkannya? Kalau mau khawatir juga seharusnya Ralphie yang khawatir.


Makanya dia berkata bahwa dia yang akan memilihkan pacar untuk Serena.


Lalu setelah berbicara seperti itu, Ralphie menyesal.


Ia tidak dapat bayangin perasaannya akan bagaimana kalau disamping Serena muncul seorang laki-laki.


Hello! Im an artic!


Jadi dia tak lagi memperdulikan perkataan Isa, kebetulan pintu lift terbuka, Ralphie meranjak keluar.


Awalnya Ralphie pikir dengan begitu Isa akan diam, ternyata Isa masih terus bertanya dibelakang dia, “Ralphie, menurutmu siapa?”


Ralphie mempercepat jalan, Isa juga ikut mempercepat jalan, “Bocorin sedikit dong Ralphie.”


“Benaran penasaran, dimata seorang Ralphie, orang seperti siapa sih yang cocok untuk Serena……Ganteng cool? Kaya dan lembut? Ada kekayaan dan kekuasaan……”


Ralphie risih dengan pertanyaan Isa jadi dia hanya menjawab: “Semuanya ada, puas?”


“Beneran? Kapan kamu akan mengenalinya pada Serena?” Isa dengan semangat bertanya padanya.


Ralphie dengan kesal dan menggerutakn gigi, “Kamu mau kapan?”


Isa sampai sekarang masih menyadari kalau Ralphie sudah kesal hingga mau meledak dan dia masih bisa dengan semangatnya bertanya, “Gimana kalau besok?”


Gimana kepalamu! Ralphie hampir saja ingin berkata kasar.


“Kamu kalau ngomong lagi, lebih baik kamu pergi rapat sendiri.” Ralphie memperingati Isa kemudian berbalik badan dan pergi.


Peringatan Ralphie terlihatnya berguna, setelah itu Isa sangat diam dan nurut.

__ADS_1


Mengenai ingin mencarikan Serena pacar, sebenarnya Ralphie tidak ada rencana apapun. Tetapi karena perkataanya sudah dilontarkan, dan Isa yang setiap hari terus menanyakan, mau tak mau harus ia tepati.


Isa dan Ryan membawa banyak sekali daftar nama kemudian Ralphie menyeleksi.


Ralphie mulai melihat-lihat foto, sebenarnya tidak ada yang ia suka. Tetapi agak Isa tidak terus mengganggunya, akhirnya ia asal memilik beberapa, lagipula ia tidak akan membiarkan mereka berkomunikasi dengan Serena.


Ralphie berpikiran seperti ini, tetapi ia tak tahu, perilaku dia seperti ini sebenarnya membuat Serena seperti diperintah.


Ketika Serena mengangkat telepon dari Isa, ia baru saja keluar dari kantor.


“Serena, kamu ada waktu untuk keluar ngga?”


Serena tanpa berpikir dan ingin menolak, “Aku ada urusan, mungkin……”


“Serena, kamu sudah lama ngga keluar, hari ini ngga peduli gimana pun harus bareng, lagipula Lacey bilang, kalau hari ini kamu ngga datang, dia besok akan pergi ke kantormu untuk mencarimu.” Kata Isa.


Mendengar Isa yang berkata seperti itu, Serena hanya bisa berkata, “Kalau gitu……aku nanti nyusul, kalian dimana?”


“Ngga perlu kamu yang datang, Ralphie sudah kesana untuk menjemputmu.” Kata Isa.


Mendengar ‘Ralphie sudah pergi menjemputmu’ beberapa kata ini, Serena tertegun.


Mungkin karena Serena tida berbicara, Isa dengan bingung bertanya, “Serena, kenapa?”


Serena mengalihkan pandangan lalu membalasnya, “Ngga apa-apa, aku sudah melihat mobilnya.”


“Kalau begitu kita pergi dulu ketempatnya untuk menunggu kalian.” Setelah Isa selesai berbicara, dia pun memutuskan telepon.


Serena melihat sebentar ke arah mobil yang tak asing diseberang jalan sana, kemudian melangkahkan kaki menuju kesana.


Belum ia berjalan sampai didepan mobil, Ralphie turun dari mobil.


“Sudah selesai kantor?”


“Ia.”


Perkataan seperti ini dulu tidak perlu mereka bicarakan, hanya perlu dengan tatapan saja sudah kelar, tetapi sekarang mereka perlu seperti ini satu orang satu kalimat.


“Masuklah, Isa mereka sudah menunggu kita.” Ralphie berbicara lalu melangkah mundur dua langkah terbiasa untuk membukakan pintu. Hanya saja baru saja dia melangkah mundur, mengulurkan tangan, belum sempat ia membuka pintu, lalu mendengar Serena berkata ‘En’, kemudian mengulurkan tangan membuka pintu belakang.

__ADS_1


Ralphie merasa awkward, hanya melihat sekilas Serena ingin berkata sesuatu, tetapi akhirnya tak berkata apapun dan mulai berjalan.


Dari PT. Antarts hingga tempat tujuan, Ralphie dan Serena sama sekali tidak berbicara.


Ralphie berpikir tidak enak jika berbicara dimobil, jadi tunggu mereka selesai makan malam, dia akan mencari Serena untuk berbicara.


Dan menurut Serena, Ralphie sudah sangat risih dengan adanya dia jadi lebih tidak perlu berbicara.


Ia sudah mengambil keputusan, kali ini adalah terakhir kalinya ia akan berkumpul bersama mereka, setelah itu, ia akan mengganti nomor, tidak akan lagi berhubungan dengan Isa mereka, percayalah setelah itu Ralphie juga tidak akan merasa terpaksa harus berhubungan dengannya karena Isa mereka.


Mereka berdua dengan pikirannya masing-masing, akhirnya sampai juga ditempat tujuan.


Lalu satu keluar dari belakang satu keluar dari depan, berjalan masuk kedalam, lalu masuk kedalam ruang VIP Ralphie.


Begitu masuk ruangan, Serena menyadari didalan ruangan selain Isa, Ryan, Lacey, masih ada empat sampai lima orang anak muda yang ia tidak kenal.


Mereka beberapa anak muda ketika melihat Serena, semua matanya berbinar, kemudian tanpa berkedip terus memperhatikan Serena.


Ia hanya merasa aneh dan tidak memikirkan apapun, hanya menganggap mereka adalah sekumpulan Ralphie dan merasa aneh dengan kehadiran orang luar.


Lacey merasa sangat senang ketika melihat Serena masuk, “Serena, kamu beneran datang, berarti kak Isa ngga bohongi aku.”


Isa yang duduk disebelah sana setelah mendengar perkataan Lacey langsung membantah, “Lacey, Kakak kapan bohongi kamu?”


“Yang hari itu kamu bilang Serena akan datang, akhirnya apa? Menurutmu kamu bohongi aku atau tidak?” Perkataan Lacey ini membuat Isa tak dapat berkata apapun.


Serena mendengar dan mengerti maksud mereka, Lacey dan Isa sedang berdebat masalah yang hari itu dia tolak untuk bergabung lalu dengan cepat ia bersuara: “Hari itu maaf banget, aku ada urusan makanya ngga datang.”


Mendengar perkataan Serena, Lacey tertawa, “Hehe, Serena, ngga ada yang salahin kamu kok, aku hanya isengin Kak Isa saja.”


“Serena, aku dan Lacey hanya main-main saja kok.” Lanjut Isa.


Serena melihat ke arah Lacey dan Isa, setelah memastikan mereka tidak benar-benar memperdebatkan masalah ini ia baru bisa menghela nafas lega, “Baguslah kalau gitu.”


Ryan yang duduk pun tertawa dan menyapa Serena, “Serena, ngga usah peduliin mereka, duduk saja.”


“Serena sini duduk sama aku.” Lacey dengan ramah menarik Serena.


Serena juga tidak enak untuk menolak dan duduk bersama Lacey, umur mereka sama jadi selalu ada pembicaraan yang tak ada habisnya.

__ADS_1


Ralphie duduk didepan Serena dan sering melihat ke arah Serena, tetapi dari awal sampai akhir sama sekali tidak berbicara.


__ADS_2