I GOT YOU, MY WIFE

I GOT YOU, MY WIFE
Bab 195 Bisa Melukai Dan Mencintai


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Pelayan itu sangat sigap, belum sampai 10 menit, dia datang dengan membawa mantel baru.


Ralphie mengambil mantel itu dari tangan pelayan, dan bergegas menghampiri Serena, “Kamu, jangan pakai mantel yang basah itu lagi.”


Hello! Im an artic!


Serena memperhatikan orang-orang di sekitarnya dan dengan ragu bertanya, “Apakah aku harus keluar untuk menggantinya?”


“Tidak perlu.” Ralphie menggelengkan kepala.


“Hm, ok.” Serena menundukkan kepala dan melepaskan mantelnya.


Tindakan Serena dan Ralphie menarik perhatian semua orang sehingga semua mata tertuju pada mereka.


Hello! Im an artic!


“Ada apa dengan mantel Serena?” kakek bertanya.


“Mantelnya basah.” Ralphie yang menjawab.


Kakek mengangguk dan berkata, “Cepatlah ganti, jangan sampai masuk angin.”


“Hm….” Ralphie bergumam sambil memakaikan mantel itu ke badan Serena.


Serena ingin mengancing mantelnya, tapi Ralphie sudah duluan membantu memasangkan kancingnya satu per satu.


Di situ, begitu banyak orang melihat tindakan Ralphie, tapi dia melakukannya seolah-olah tidak ada orang lain selain mereka di ruangan itu.


Serena terdiam sesaat, dan telinganya terasa agak panas, dia ingin menghentikan tangan Ralphie, lagipula dia sadar bahwa ini adalah kediaman rumah keluarga Su. Menolaknya, akan berakibat buruk, sehingga ia membiarkan Ralphie melakukannya.


Para anggota keluarga Su yang melihat tindakan Ralphie dan tatapan mata Serena, langsung berubah.


Berbeda dari sikap sebelumnya yang dingin dan arogan, pandangan mata yang sekarang jauh lebih ramah dan hangat.


Anggota keluarga Su dulunya berpikir bahwa Ralphie dan Serena hanya kawin kontrak, lagipula pernikahan itu dulunya diatur oleh sang kakek. Walaupun berita pernikahan Ralphie tersebar di antara para anggota keluarga Su, namun hanya sedikit yang hadir dan menyaksikannya dengan mata kepala mereka sendiri. Sulit untuk menerima Serena dengan tulus.


Sekarang setelah mereka melihat bagaimana Ralphie memperlakukan Serena, mereka baru bisa menerima sepenuhnya.


Padahal dengan karakter asli Ralphie, ia tidak harus melakukan semuanya ini. Semua tahu bahwa Ralphie adalah seorang yang egois dan tidak peduli tentang apa yang dipikirkan orang lain. Tapi karena memikirkan Serena, dia akhirnya melakukannya.

__ADS_1


Christopher terlihat malu, dia berdiri dan berkata pada Serena, “Adik ipar, aku minta maaf atas sikapku sebelumnya.”


Serena terdiam sejenak, lalu ia berdiri dan berkata pada Christopher, “Tidak apa-apa, lagian sudah berlalu.”


Christopher melirik Ralphie yang sedang duduk tanpa ekspresi, lalu mengangkat gelas di depannya, menghadap Serena dan berkata, “Aku bersulang untuk Adik ipar.”


Mereka semua bersulang, Serena merasa sungkan jika tidak minum, jadi ia juga mengambil gelas, tapi lalu direbut oleh Ralphie.


“Dia tidak bisa minum.” Ralphie menatap Christopher dengan dingin dan memperingatkannya dengan keras.”


Christopher saling bertatapan dengan sepupunya itu, kakinya gemetar ketakutan, tapi dia berusaha menjawab, “Ralphie, gelas bir ini melambangkan permohonan maafku, kenapa harus begitu serius?”


Serena menarik lengan baju Ralphie dan berbisik, “Tidak apa-apa, aku hanya minum sedikit…..”


Ralphie melirik Serena sebelum akhirnya menyerahkan gelas bir itu ke tangannya.


“Baik, aku akan meminumnya.” Serena mengambil gelasnya dan menyentuh Christopher lalu meminum bir sedikit demi sedikit.


Di bawah tatapan mata Ralphie yang agak mengintimidasi, Christopher tidak bisa menikmati minum bir seperti Serena, ia langsung meminum habis birnya.


Dia pikir dengan bersikap seperti ini, Ralphie pasti sudah puas. Namun dia tidak sadar, ketika bersulang dengan Serena, sebenarnya dia telah menginjak batas Ralphie, sehingga Ralphie membalas membuatnya mabuk.


Setelah bersulang dengan Christopher, beberapa anggota keluarga Su yang masih muda juga datang dan bersulang dengannya. Ralphie ingin menghentikannya, tapi Serena menolak. Ralphie tidak bisa apa-apa, dia hanya bisa mengawasinya sambil memikirkan cara untuk membalas dendam.


Begitu melihat Serena, Ralphie langsung cepat-cepat membawa Serena kembali ke halaman.


Namun Nathan dan yang lainnya tidak ikut pergi, dan malah mau menariknya juga untuk minum.


Ralphie berencana untuk membuat salah satu dari mereka mabuk, jadi dia membawa Serena kembali ke halaman, meminta seorang pelayan untuk menjaganya, dan kemudian kembali ke halaman depan.


Selama kurang lebih satu jam, Ralphie menuang bir ke gelas Christopher hingga ia mabuk.


“Sudah merasa hebat sekarang?” kakek bertanya dengan muka tidak enak ketika melihat Ralphie keluar dari ruang makan.


Ralphie tidak menghiraukan pertanyaan kakek, ia hanya menggumam.


Kakek juga tidak menyalahkan Ralphie, ia hanya bekata, “Kamu juga minum banyak, tidak perlu ke halaman depan untuk merayakan tahun baru, pergilah menemani Serena di kamar.”


“Oke.” Ralphie mengangguk lalu pergi.


Melihat Ralphie meninggalkan ruangan, kakek sedikit tersenyum, “Ralphie akhirnya bisa melukai dan mencintai orang lain.”

__ADS_1


Theo yang berdiri di belakang kakek mengangguk dan berkata, “Kakek sekarang sudah bisa tenang.”


“Iya, aku menjadi lebih tenang, haha…” Kakek tertawa lepas, sambil berjalan ke luar ia menyuruh Theo, “Pergilah ke ruang makan dan ajak semua orang ke aula untuk merayakan tahun baru.”


Melihat kakek dari belakang yang berjalan pergi dengan gembira, Theo pun tersenyum lebar.


Kakek benar-benar unik! Ralphie meneguk sedikit bir, kemudian pergi ke kamar untuk menemani istrinya.


Sementara yang lain masih mabuk-mabukan, sambil menemani kakek merayakan tahun baru….


Meskipun Ralphie membuat Christopher dan yang lainnya menjadi mabuk, tapi sebenarnya dia sendiri tidak minum banyak.


Dalam perjalanan kembali ke halaman, angin dingin bertiup, dan Ralphie sudah tidak begitu mabuk.


Begitu memasuki kamar, Ralphie mencium bau muntah, dia langsung tahu bahwa Serena habis muntah.


Dia mengerutkan kening dan segera melangkah masuk ke dalam.


Serena berbaring di tempat tidur, mengganti pakaian, sementara pelayan membersihkan lantai kamar.


Melihat Ralphie masuk, pelayan itu terkejut, dan kemudian menyapa, “Tuan.”


Ralphie berkata ke pelayan itu, “Tolong segera bersihkan lantai ini.”


Pelayan itu tidak berani berkata apa-apa, ia cepat-cepat membersihkan lantai, lalu pamit kepada Ralphie dan meninggalkan kamar.


Setelah pelayan itu pergi, Ralphie mendatangi Serena yang sedang terbaring di tempat tidur.


Dia menutup Serena dengan selimut, membuka sedikit jendela agar ada pergantian udara, lalu pergi ke kamar mandi.


Setelah Ralphie selesai mandi, bau di ruangan itu sudah hilang.


Dia kemudian menutup jendela dan mengangkat selimut ke tempat tidur.


Tapi bukannya segera tidur, ia malah menyentuh wajah Serena dengan lembut dan hati-hati, seolah-olah seperti sedang menjaga harta yang sangat berharga.


Wajahnya penuh dengan kesedihan dan cinta, dan bahkan nafas di tubuhnya menjadi lembut seperti air.


Perlahan-lahan dia menundukkan kepalanya, bibirnya yang indah melekat pada alis Serena.


Ralphie tidak berbuat banyak, setelah menciumnya, ia berbaring di samping Serena.

__ADS_1


Awalnya Ralphie berpikir pesta malam ini akan sama dengan pesta kemarin malam, tapi dia sungguh tidak mengira kalau malam ini dirinya akan berhubungan intim untuk pertama kalinya dengan Serena.


__ADS_2