I GOT YOU, MY WIFE

I GOT YOU, MY WIFE
Bab 221 Hampir Saja Tidak Tahan Untuk Menciumnya


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Setelah pulang dari tempat Kitty·Philip, masih terlihat kegembiraan di wajah Serena, “Ralphie, apa aku sedang bermimpi? Kitty·Philip benar-benar menerimaku sebagai muridnya?”


Ralphie yang sedang duduk di sofa sambil melihat komputer pun mendongak dan menjawab, “Ini bukan mimpi, ini benar.”


Hello! Im an artic!


“Ini benar-benar luar biasa!” Serena sangat antusias dan gembira, suaranya terdengar seperti kicauan burung, sangat merdu.


Ralphie menatapi Serena yang berada di depannya dan berkata “Luar biasa!”


“Ralphie, aku sekarang sudah menjadi murid Desaigner Kitty. Aku akan lebih giat lagi.”


“Hm.”


Hello! Im an artic!


“Aku ingin belajar bahasa Prancis agar kami bisa berkomunikasi dengan baik. Kamu ajari aku.”


“Oke.”



Saat Serena dan Ralphie kembali dari tempat Kitty·Philip sudah sore.


Karena pesawat untuk pulang ke Kota A adalah jam 7 malam, keduanya pergi berjalan-jalan di tempat perbelanjaan terdekat.


Mereka kembali ke tempat penginapan jam 5 sore dan berangkat ke bandara.


Tepat jam tujuh mereka boarding.


Tak lama setelah pesawat lepas landar, tiba-tiba Serena mendengar seseorang memanggil dirinya.


Ia mendongak dan melihat seseorang yang sudah lama tidak ia temui, Maggie.


Maggie telah meninggalkan Kota A bersama papanya setelah keluarga Tang bangkrut dengan tidak jelas. Ia adalah tuan putri yang hidup mewah, mana mungkin ia bisa menerima semua itu? Jadi untuk mempertahankan kehidupan tuan putrinya, ia mulai mendekati berbagai pria.


Pria yang didekatinya kali ini adalah bos batu bara, meskipun dia adalah orang kaya yang sangat kasar, tetapi dia sangat royal kepada Maggie dan memberikan Maggie uang untuk liburan ke Prancis.


Namun, dia tidak menyangka akan bertemu dengan Serena dalam penerbangan pulang, Maggie selalu sombong dan menyindir Serena, hari ini bertemu dengannya, tentu saja ia tidak akan melewatkan kesempatan ini.


“Wah, benar kamu, aku pikir aku salah orang” Maggie berkata dengan terkejut.


Serena meliriknya dan mengarahkan pandangannya kepada Ralphie yang berada di belakangnya, “Kamu sudah datang?”

__ADS_1


“Ya.” Ralphie mengangguk.


Ralphie melihat seorang wanita berdiri di samping Serena dari kejauhan, awalnya ia tidak tahu siapa itu. Setelah mendekat, ia baru tahu itu adalah Maggie.


Ralphie sama sekali tidak memiliki pemikiran yang baik terhadap Maggie, wanita yang pernah mencelakai Serena, kalau bukan papa Maggie yang membawanya pergi dari Kota A, Ralphie pasti sudah menghabisinya.


Setelah mengetahui bahwa sekarang ia hidup dengan mengandalkan pria-pria kaya, Ralphie tidak ingin mengotori tangannya.


Tidak disangka hari ini malah bertemu dengannya di pesawat saat hendak kembali ke kota A.


Tatapan mata Ralphie seakan-akan mempertimbangkan apakah akan menghabisinya.


Dari pandangan pertama Maggie melihat Ralphie ia sudah tahu bahwa Ralphie pria luar biasa yang selalu membantu Serena.


Pria seperti ini, jika dia bisa mendapatkannya, pasti akan lebih baik dari bos batu bara itu.


Dari pandangan Manggie terlihat sangat puas, ia kemudian tersenyum dan mengulurkan tangannya kepada Ralphie, “Hi, aku teman baik Serena.”


Ralphie mengabaikan tangannya dan berkata, “Kenapa aku tidak tahu bahwa istriku memiliki teman baik sepertimu?”


Istri? Serena menikah dengan pria ini?


Jelas-jelas Serena tidak lebih dari dirinya, mengapa ia bisa mendapatkan pria seperti ini? Atas dasar apa?


Ralphie melirik Maggie dan berkata “Minggir.”


Tidak tahu apakah ia terkejut atau apa, ia malah tidak bergerak.


Ralphie jelas tidak sabaran dan mendorongnya.


Manggie terdorong mundur beberapa langkah dan bersandar dikursi di belakangnya, untung ada kursi dibelakangnya sehingga ia tidak terjatuh. Dia menatap Serena dengan penuh amarah dan kemudian segera pergi.


Ralphie melirik Maggie dengan penuh kebencian, lalu berdiri dan berkata, “Aku pergi cuci tangan.”


Cuci tangan? Serena terbengong sejenak, lalu baru teringat penyakit Ocd Ralphie .


Tadi ia mendorong Maggie, makanya ia pergi ke kamar mandi untuk mencuci tangannya.


Serens berhenti sejenak dan bertanya, “Lap pakai tisu boleh?”


Ralphie menoleh dan melihat Serena, lalu ia mengangguk “Oke.”


Serena mengeluarkan beberapa tisu basah dari tasnya, dan kemudian memegang pergelangan tangan Ralphie, dengan serius mengelap tangan Ralphie dengan tisu basah.


Ralphie tersenyum menatapi wajah kecil Serena yang sedang serius mengelap tangannya.

__ADS_1


Serena mengelap tangannya …


Sebuah kepuasan yang tidak dapat diucapkan menyebar luas ke seluruh tubuh Ralphie.


Ia tidak pernah menyangka Serena akan baik terhadapnya, jadi setiap kali walaupun Serena hanya sedikit baik terhadapnya, ia sudah merasa puas.


Kepuasan seperti memiliki seluruh dunia.


“Sudah …” Serena sudah membantunya mengelap dengan 4 lembar tisu basah, saat Serena mengangkat kepalanya, matanya bertatapan langsung dengan mata Ralphie.


Kata “belum?” menghilang begitu saja.


Mata Ralphie sedalam air danau yang tidak terlihat dasarnya, menarik pandangan Serena dan membuatnya terdiam.


Dalam sekejap menjadi hening, dan dimata keduanya hanya tersisa satu sama lain.


Kemudian kepala mereka perlahan-lahan saling mendekat.


Nafas semakin panas, dan tiba-tiba terdengar suara pramugari, “Tuan-tuan dan nyonya-nyonya …”


Ralphie menatap mata Serena selama beberapa detik tanpa berkedip, lalu memaksa dirinya untuk menoleh kearah lain.


Ralphie menarik nafas sedalam-dalamnya dan kemudian berkata, “Masih ada beberapa jam untuk tiba di Kota A. Kamu mau tidur?”


Serena berkata, “Oh,” dia segera melepaskan tangan Ralphie, dan setelah beberapa detik, dia berkata, “Kamu juga bisa tidur sebentar.”


“Aku nanti saja” kata Ralphie sambil mengangkat tangannya untuk membantu Serena untuk meletakkan kursinya, dan kemudian mengambil selimut tipis untuk menutupinya.


Serena melirik Ralphie, lalu menutup matanya.


Ia tidak tidur, melainkan mengingat adegan di mana wajah Ralphie dekat dengannya.


Tadi ia mendekatkan wajahnya, apa yang ingin ia lakukan …


Ralphie memegang pegangan tangan kursi dengan kuat, kalau tidak ia tidak akan tahan untuk tidak memeluk dan mencium Serena.


Ya, semua sel di tubuhnya menjerit ingin mencium Serena, sehingga ia merasakan sakit di sekujur tubuhnya.


Ia bukan tidak pernah mencium Serena, saat di pernikahan temannya, ia berpura-pura menjadi pacar Serena dan menciumnya, hanya saja ia tidak mengetahui bahwa ia menyukai Serena waktu itu.


Kemudian Ralphie menciumnya lagi ketika ia sedang tidak sadar, ketika dia tidak tahu.


Dan tadi ia hampir saja mencium Serena dalam keadaan Serena sadar, dan mengungkap rahasia yang sengaja ia sembunyikan selama ini.


Ia melirik Serena, lalu berdiri dan menuju kamar mandi …

__ADS_1


__ADS_2