I GOT YOU, MY WIFE

I GOT YOU, MY WIFE
Bab 77 Sebenarnya Siapa Yang Menjiplak Siapa?


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Serena yang dari awal tidak pernah terlambat semenit jadi tidak melewatkan apapun.


Elliot setelah mengucapkan beberapa kata dengan bergegas meninggalkan.


Hello! Im an artic!


Setelah Elliot pergi, staf yang berada didepan berteriak dengan mikrofon, meminta semua orang untuk menyerahkan gambar desain.


Sarah memberi isyarat kepada Serena, “Serena, kita sama-sama kumpul desain.”


“Begitu banyak orang, kamu pergi duluan.” Mata Serena tertuju pada kerumunan didepannya, dan mengerutkan kening.


“Baiklah, aku duluan.” Melihat mata Serena, kemudia Sarah berlari kedalam kerumunan.


Hello! Im an artic!


Serena melihat wajah Sarah yang tergesa-gesa dan menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.


Serena duduk diam dikursinya, sampai orang-orang didepan nya sedikit kemudian baru bangkit.


Tetapi sebelum dia maju kedepan, ada seseorang yang menahannya.


“Ada masalah?” melihat Maggie yang sedang menahannya, Serena mengerutkan alisnya.


Maggie menatap Serena untuk sementara waktu kemudian menyindirnya, “Tidak apa-apa, hanya ingin mengatakan, sudah ditangkap oleh Elliot terlambat ternyata tidak dikeluarkan, kamu benar-benar beruntung.”


Sindiran dari Maggie dari awal sudah terbiasa bahkan dengan senang hati dapat menerima, “Terima kasih, aku tahu bahwa keberuntungan ku lebih baik daripada milikmu, kalau tidak mengapa kamu selalu berusaha begitu keras untuk mendapatkan apa yang yang tidak aku inginkan?”


Mendengar perkataan Serena, wajah Maggie berubah menjadi pucat.


Tapi dengan cepat dia kembali menjawabnya, “Serena berharap kamu nanti masih bisa tersenyum.”


Serena tidak mengerti apa maksud dari perkataan Maggie, dia hanya menganggap perkataan Maggie hanya sebagai angin yang lewat.


Pada akhirnya Serena memilih untuk menutup telinganya tidak mendengar kata-kata Maggie, melewati dirinya dari Maggie dan berjalan kedepan.

__ADS_1


Maggie melihat bayangan belakang Serena, menggantungkan senyum halus, dan tersenyum dengan sangat kejam.


Meskipun ini hanya kompetisi kecil dari dalam departemen desain, tapi para juri akan menilai dengan secara adil, mengikuti peraturan. Setelah menyerahkan desain gambar, akan ada juri yang mengomentari, kemudian baru bisa mengeluarkan hasil dari pertandingan.


Jadi semuanya setelah mengumpulkan desain gambar kembali ke tempat masing-masing untuk menunggu.


Karena semuanya adalah satu Departemen, meskipun di katakan karena kompetisi menjadi lawan, tapi pada akhirnya adalah orang yang di kenal, jadi ada beberapa orang duduk bersama untuk mengobrol.


Serena dan Sarah saling mengobrol, dari dalam tasnya mengeluarkan ponselnya dan membukanny, tidak menemukan ada pesan dan panggilan dari Ralphie, matanya mengelap dan mengklik halaman Sosial media Weibo untuk melihat berita.


Tidak tahu berapa lama, juri yang di depan memulai mendebatkan.


Se mua orang memandang kearah juri, dan berbisik tentang komentar dari mereka, sebenarnya apa yang didebatkan mereka.


Sekitar 5 menit kemudian, Elliot datang, dan perdebatan dari juri juga berhenti.


Juga tidak tahu apa yang dikatakan juri itu kepada Elliot, wajah Elliot berubah menjadi suram.


Juga tidak tahu apa yang dikatakannya, satu demi satu wajah para juri menggantung dan tidak berbicara.


“Kompetisi kali ini ada masalah buruk jadi kompetisi untuk sementara akan dihentikan.”


Mendengar pertandingan diberhentikan, pandangan semua orang tertuju pada Elliot termasuk Serena.


Elliot menyipitkan matanya kemudian berkata, “Kompetisi kali ini di temukan plagiat, kalian seharusnya tahu dengan jelas bahwa untuk seorang desainer, jika melakukan plagiat itu adalah perbuatan yang buruk. Dan juga meskipun saya baru datang, tapi saya juga sudah mendengar atasan sebelumnya dipecat karena apa, jadi hari ini saya mengurus masalah plagiat ini dengan baik.


Nada bicara Elliot sangat datar, tapi kemarahan dari kata-katanya tidak dapat disembunyikan.


Seluruh ruangan menjadi diam, sampai sebuah jarum bisa terdengar terjatuh dilantai.


Elliot terlihat sangat puas dengan hasilnya, dia melihat sekilas kedalam ruangan kemudian berkata: “Sekarang semua nya lihat kedua gambar ini.”


Ketika Elliot mengatakannya, di belakang LED menampilkan 2 gambar desain.


2 gambar desain yang dipancarkan oleh LED, orang-orang yang berada diruangan menjadi ribut.


Kedua gambar desain ini sangat mirip, tidak, seharusnya dikatakan selain warna permata yang berbeda, kedua desain ini pada dasarnya sama.

__ADS_1


Jelas itu adalah sebuah plagiat, karena tidak mungkin dua orang mempunyai pemikiran yang sama, bahkan permukaan cincin nya sama, mereka hanya tidak tahu siapa yang yang menyalin siapa.


Ketika Serena melihat gambar yang dipancarkan oleh LED, dengan wajah tidak percaya, “Bagaimana bisa begini? Siapa yang bisa mengikuti aku menggambarnya?”


Serena memandangi gambar lainnya tanpa berkedip, itu benar-benar sama, sampai desain kecil yang dia tambahkan secara khusus dengan model pria dia juga memilikinya.


Tentu saja Serena tidak bodoh, akan benar-benar mengira bahwa orang lain akan mempunyai pemikiran yang sama dengan nya, bisa mengira orang lain akan secara khusus meninggalkan gambar desain cincin pria seperti dia. Dia yakin bahwa ada seseorang yang mencuri lihat desain gambarnya, hanya saja tidak tahu kapan orang itu mencuri melihatnya.


Serena masih belum terpikirkan jawaban, Elliot mengatakan sekali lagi, “Pemilik kedua gambar desain ini tidak perlu aku sendiri mengundangnya lagi bukan?”


Begitu Elliot mengatakannya, Maggie langsung berdiri.


Maggie! Serena menatap Maggie dengan penuh kebencian.


Dia akhirnya mengerti dengan maksud perkataan Maggie tadi ‘aku berharap nanti masih bisa melihat mu tersenyum’.


Dia mencuri desain gambar sendiri, tetapi masih mau melakukan plagiat.


Menurut pengalaman sebelumnya, Maggie akan menang setiap saat. Tetapi kali ini Serena tidak akan membiarkan dia menang, tidak akan pernah, Serena dengan sepenuh tenaga mengepalkan tangannya.


Maggie tersenyum pada Serena kemudian dengan murah hati berkata pada Elliot: “Elliot, gambar pertama adalah aku yang gambar, aku sendiri terpikirkan dengan desain ini, teman ku bisa menjadi saksinya.”


Begitu Maggie mengatakannya, beberapa teman yang berada disebelahnya berkata bahwa mereka melihat desain gambar Maggie dengan mata mereka sendiri, pasti bukan Maggie yang melakukan plagiat.


Elliot memandang Maggie tanpa berkata apa-apa, setelah beberapa saat dia berkata, “Desain gambar kedua milik siapa?”


“Punya saya.” Serena dengan percaya diri tidak melakukan plagiat dan bangkit dengan anggun.


Melihat Serena bangkit, tatapan semua orang yang ada didalam ruangan tertuju padanya, berbagai tatapan pun ada.


“Kamu lagi.” Elliot memandang Serena dengan wajah suram.


Serena merapatkan bibirnya kemudian berkata: “Desain gambar ini saya yang gambar, saya tidak melakukan plagiat.”


Wajah pucat Elliot tidak berubah hanya mengatakan, “Dia ada bukti bahwa dia tidak melakukan plagiat, kamu? Juga ada buktinya?”


“Aku tidak ada bukti.” Serena menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


__ADS_2