
Hello! Im an artic!
Ralphie setengah sadar ketika dia merasakan ada seseorang tidur di sampingnya.
Walaupun tidak sampai terbangun, dia langsung menarik orang itu mendekat ke tubuhnya.
Hello! Im an artic!
Tiba-tiba Serena sudah berada di pelukan Ralphie.
Tubuh dalam pelukan itu terasa lembut dan wangi. Perasaan Ralphie menjadi hangat, tubuhnya pun ikut terasa hangat.
Ralphie yang belum terbangun dari tidurnya, segera meraih bibir Serena dan melekatkan ke bibirnya.
Dengan aroma bir yang manis, Ralphie menjadi semakin bergairah, dengan lembut dan perlahan ia mulai menggigit bibir Serena.
Hello! Im an artic!
Rintihan lembut terdengar dari mulut Serena, sesaat menggetarkan Ralphie. Ciumannya menjadi panas dan gila, seakan dia tidak sabar untuk menelannya.
Membuka mulutnya, menikmati tubuhnya dengan penuh gairah seperti badai, dan tangannya mulai meraba-raba.
Mimpi itu terasa begitu nyata. Benar-benar tercium bau tubuh Serena… Bayangan ini meledak-ledak dalam pikiran Ralphie. Ia lalu membuka matanya.
Bibir Serena yang kemerahan itu agak sedikit bengkak, sementara tangan Ralphie, masih di bawah pakaian Serena.
Ralphie merasa kepalanya seperti dipukul dengan keras, rasa kantuknya pun lenyap seketika.
Tanpa sadar dia hampir mendorong Serena dari tempat tidur.
Saat itu, Serena langsung mengalungkan tangannya pada leher Ralphie.
Otot dan kulit yang saling bersentuhan, gesekan-gesekan seperti sengatan listrik, membuat tubuh Ralphie tiba-tiba gemetar.
Ralphie benar-benar tidak ingin tersadar, agar ia bisa melanjutkan mimpi indah ini, tapi dia sudah terlanjur bangun… Dia takut kalau dia masih melanjutkannya, saat Serena bangun keesokan harinya, akan membencinya.
Dia memaksa dirinya untuk kembali ke akal sehatnya, mengangkat tangannya, dan menurunkan tangan Serena dari lehernya.
Tapi Serena tidak mau menurunkan tangannya, lalu tiba-tiba ia menempelkan bibirnya ke bibir Ralphie.
Ralphie menarik tangan Serena untuk menghentikan, mengangkat kepalanya, lalu melihat matanya dengan pandangan kebingungan.
__ADS_1
Apakah Serena sudah bangun? Mengapa bisa mencium Ralphie?
Ralphie berusaha menahan nafas dan mengunci tubuhnya, ia tidak tahu harus berbuat apa.
Ketika Ralphie sedang berlagak bodoh, Serena menjulurkan ujung lidahnya, menjilat lembut bibir Ralphie, dan tangannya mulai membuka pakaian Ralphie.
Ralphie berusaha semakin kuat untuk tetap terjaga dan mendorong Serena menjauh dari tubuhnya. Tapi berhadapan dengan nafsu Serena, ia semakin terhanyut, hingga akhirnya pikirannya pecah berkeping-keping….
Kemudian dia memutar badannya dan mendorong Serena ke bawah tubuhnya.
Serena mendesah kesakitan ketika Ralphie memaksa masuk ke tubuhnya.
“Jangan bergerak… Sedikit lagi sudah tidak sakit….” mata Ralphie berkedip kecanduan, menekan kegelisahan di dalam tubuhnya, sejenak menghentikan gerakan di tubuh bagian bawah, ia membisik ke telinga Serena berusaha menenangkannya, berusaha membuat Serena merasa nyaman.
Pikiran Serena teracak-acak, ia hanya merasa sakit dan berusaha bertahan.
Walaupun Ralphie bermaksud untuk membuat Serena merasa nyaman dulu baru mulai bergerak lagi, tapi gerakan Serena, bahkan jika Ralphie memiliki kekuatan lebih untuk mengendalikan, kali ini harus rusak.
“Serena, aku mencintaimu….” Ralphie sambil berbisik ke Serena, sambil pelan-pelan bergerak.
Rasa sakit yang tadi perlahan mulai menghilang, dan berubah menjadi rangsangan yang tidak biasanya, membuat Serena dan Ralphie tidak tahan sampai harus menarik nafas. Serena secara tidak sadar menarik bahu Ralphie, dan Ralphie secara refleks menggenggam erat pinggang Serena.
Ruangan itu terasa semakin panas, suasana antara Ralphie dan Serena menjadi semakin intens….
Tapi kedua kakinya menjadi lemas, dan dia hampir jatuh ke lantai.
Dengan susah payah Serena akhirnya berhasil berdiri, dan tiba-tiba ia teringat Ralphie di atas ranjang.
Jantungnya berdegup kencang, dan dengan gugup ia menoleh untuk melihat Ralphie.
Ralphie masih tertidur dan tidak sadar.
Ia menghela nafas lega, lalu mengambil bajunya dari lantai dan berlari kabur ke kamar mandi.
Setelah pintu kamar mandi ditutup, Ralphie pelan-pelan membuka matanya.
Sebenarnya sejak pagi tadi dia sudah bangun, tapi dia sengaja tidak membuka matanya karena pertama, ingin menikmati momen bahagia dengan Serena, kedua, ingin melihat reaksi Serena setelah bangun dan menyadari bahwa mereka habis berhubungan intim.
Ternyata reaksi Serena adalah berusaha melarikan diri tanpa sadar.
Tadi malam Serena sama sekali tidak terbangun, hingga berhubungan **** dengan Ralphie.
__ADS_1
Saat melihat Serena akan keluar dari kamar mandi, Ralphie pura-pura memejamkan matanya.
Serena menutup kamar mandi lalu menarik nafas panjang.
Kemarin malam setelah minum bir, Serena diantar ke kamar oleh Ralphie, setelah Ralphie menitipkan Serena kepada pelayan untuk mengurusnya, ia kembali ke restoran dan minum dengan Christopher bersama dengan yang lain.
Setelah itu, Serena teringat sepertinya dia muntah, dan pelayan membantunya mengganti pakaian. Kemudian ia tertidur.
Saat sudah tertidur, ia bermimpi Ralphie memeluknya. Dalam mimpi itu, ia merasa baik-baik saja saat mengutarakan perasaannya kepada Ralphie. Kemudian dengan berani mencium dan merayunya….
Tapi ia tidak menyangka kalau kejadian ini benar-benar terjadi.
Dia sungguhan berhubungan dengan Ralphie, bukan bermimpi.
Tapi dia dengan Ralphie hanyalah berteman, orang yang Ralphie suka dan cintai adalah kakak perempuannya. Meskipun ia mencintainya, tapi Ralphie tidak mencintainya.
Tadi malam Ralphie juga banyak minum sebelum tidur dengannya, jika dia bangun dan tahu mereka berhubungan, kira-kira apa reaksinya?
Serena tidak dapat membayangkannya.
Apa yang harus kulakukan?
Serena terus bertanya-tanya dalam pikirannya, tapi dia tidak menemukan jawabannya.
Dia pikir bisa pergi diam-diam, tadi malam Ralphie minum cukup banyak, dia pasti tidak mengingatnya.
Begitu memikirkan itu, Serena cepat-cepat mengenakan pakaiannya, lalu diam-diam membuka pintu kamar mandi.
Melihat Ralphie masih tertidur, dia merasa lega.
Kemudian dengan santai ia keluar dari kamar mandi dan meninggalkan kamar itu.
Setelah Serena pergi, Ralphie bangun dan duduk di tempat tidur, dengan rasa sakit yang dalam terlihat pada wajahnya.
Sebelum Serena pergi ke kamar mandi, Ralphie sempat berusaha menenangkan dirinya sendiri, mungkin karena ini adalah yang pertama kali bagi Serena sehingga ia merasa malu atau sulit menerimanya untuk sementara waktu.
Tapi, saat Ralphie sedang ‘tidur’ Serena diam-diam pergi, menunjukkan bahwa Serena tidak ingin memiliki hubungan apa-apa dengannya, walaupun bahkan mereka sudah tidur bersama, mungkin memang lebih baik berpura-pura seperti tidak terjadi apa-apa.
Tadinya Ralphie berpikir bahwa kejadian ini bisa membuat mereka benar-benar menjadi suami istri.
Dia berpikir, setidaknya Serena mau memberikan kesempatan untuk lebih dekat dengannya.
__ADS_1
Hehe… ternyata itu hanya sebatas khayalan saja.