I GOT YOU, MY WIFE

I GOT YOU, MY WIFE
Bab 315 Kehidupan Setelah Pulang


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Ralphie setelah meninggalkan kamar tidur, dia turun ke bawah.


Duduk tenang di sofa untuk beberapa saat, segala macam pikiran terlintas di kepalanya, pada akhirnya dia menghela napas, mengembalikan kedamaiannya.


Hello! Im an artic!


Tidak peduli Serena mau bagaimana, dia sudah setuju untuk mengulang kembali hubungan mereka, dia hanya bisa mengusahakan yang terbaik.


Setelah membenarkan suasana hatinya, Ralphie mengeluarkan hpnya dan menelpon Felix.


Felix menjawab teleponnya dengan nada sungkan, “Direktur Su?”


Ralphie tidak berbasa-basi, dia langsung ke inti permasalahan, “Kamu besok bawa koper Serena pulang.”


Hello! Im an artic!


“Baiklah, Direktur Su.” Nada bicara Felix penuh dengan rasa terkejut.


Ralphie mengiyakan Felix, setelah beberapa detik, dia tiba-tiba seperti teringat sesuatu dan berkata: “Sebelum pulang, kamu pergi ke Grup Windsor, cari manejer mereka yang bernama Selina, lalu bawa dia datang ke Cina.”


“Baiklah, Direktur Su.”


Ralphie tidak berkata apa-apa lagi, dia langsung menutup teleponnya, lalu menelpon Selina, memberitahukan dia soal bahwa Felix akan menjemput dia.


Selesai menelpon, Ralphie duduk di sofa untuk beberapa saat, lalu bangun dan kembali masuk ke dalam kamar.


Serena yang tetidur di ranjang sudah tidak di posisi semulanya lagi, Serena berpindah ke posisi yang tadinya Ralphie tiduri, mata Ralphie berkedip, lalu membuka selimutnya dan tidur di posisi yang tadinya ditiduri Serena.


Keesokan harinya, Ralphie pergi kerja, karena pekerjaan yang dia tinggal terlaliu banyak, dia pergi agak pagi dan pulang agak malam.


Walaupun Serena merasa sangat kecewa tidak bisa menghabiskan waktu bersama Ralphie, tapi dia tahu tanggung jawab yang dimiliki Ralphie.


Dia sendirian di rumah tidak ada apa-apa yang bisa dikerjakan, jadi dia bersiap untuk kembali bekerja.


“Nyonya, apakah anda membicarakan pekerjaan anda dengan Direktur Su?” Elliot memandangi tamu yang tidak disangka di kantor, kepalanya merasa sakit.


Tadinya dia tidak tahu apa-apa tentang Serena, dia hanya menganggap Serena seorang desaigner kecil. Tapi sekarang dia sudah tahu, Serena adalah istri Direktur, bagaimana dia bisa menganggap Serena sebagai desaigner kecil lagi?


Apalagi Serena adalah satu-satunya murid dari master desaigner perhiasan Perancis Kitty·Philip.

__ADS_1


“Tidak perlu membahas apa-apa dengan dia, aku bisa sendiri.” Serena percaya diri, Ralphie akan memberikan dia kebebasan.


“Eh……” Mendengar Serena berkata dengan percaya diri, Elliot terkejut unutk sesaat.


Dia merasa aneh memikirkan kejadian dimana dia melihat Ralphie membawa mobil sendiri mengantar Serena kerja, Tapi, dia merasa tidak cocok untuk mengembalikan Serena ke kantornya yang dulu.


“Itu nyonya, anda adalah murid dari Kitty·Philip, kembali menjadi murid di grup A, pasti tidak cocok!”


Mendengar perkataan Elliot, Serena juga terpikir bahwa itu tidak cocok, wajahnya menjadi tenggelam.


Elliot melihat wajah Serena berubah, langsung berkata dengan cepat: “Nyonya, disini ada posisi kosong, bagaiman kalau anda isi?”


“Kekosongan apa?” Serena mengangkat alisnya.


Elliot menjawab, “Wakil Kepala Departemen Desain.”


“Wakil Kepala Departemen?” Serena terdiam unutk sementara, lalu menggelengkan kepalanya, “Tidak mau, aku hanya tertarik dalam menggambar Desain, kalau duduk di kantor melihat dokumen aku tidak tertarik, malahan aku membenci pekerjaan seperti itu.”


Orang lain sangat ingin mengisi posisi itu, anda malah membencinya, sangat membuat orang kesal!


Dia Manajer Kepala Departemen Desain, dia duduk di kantor melihat dokumen.


Elliot serasa ingin menanngis, “Nyonya, kalau tidak anda duduk disini saja?”


Dia seorang Kepala Departemen desaigner dilihat dengan rasa jijik. Baiklah, dia istri Direktur, melihat dia dengan jijik memang sudah seharusnya.


Elliot mengela napas dan bertanya, “Nyonya, ada tanda tangan desaigner?”


“Tanda tangan desaigner?” Serena kebingungan.


Elliot mengencangkan suaranya dan bertanya, “Anda mengikuti kompetisi perhiasan besar kelas dunia dan anda tidak punya tanda tangan desaigner?”


Setelah Elliot berkata begitu, Serena akhinrya mengerti, “Oh, itu……kalau tidak salah Guru Kitty yang mengurusnya.”


Mendengar Serena menggunakan kata-kata ‘Sepertinya’, Elliot berkata: “Kalau begitu aku akan memanggil Direktur kreatif untuk menjemput anda.”


Beberapa hari lalu Direktur Kreatif baru saja mengeluh bahwa desaigner yang bekerja dibawahnya tidak bisa diatur, kebetulan nyonya bisa membantu, di hati Elliot jadi ada harapan.


“Kenapa harus memanggil dia untuk menjemputku?” Serena mengerutkan keningnya.


Dia sudah merasa puas menjadi desaigner bawahan Direktur Kreatif, karena dia tahu teman sekelas saat dia sedang pelatihan berasal dari situ. Tapi, Elliot kenapa menyuruh Direktur Kreatif menjemput dia?

__ADS_1


“Nyonya, anda akan menjadi Wakil Direktur Kreatif, dia pasti harus menjemput anda.” Elliot menjawab.


Serena menggelengkan kepalanya, “Tidak mau, aku menjadi desaigner biasa saja sudah baik.”


Elliot kehabisan kata-kata, “Nyonya, begitu tidak baik.”


“Begini saja, aku menjadi desaigner biasa saja.” Serena tidak peduli akan perlawanan Elliot, dia sudah bulat.


Serena berkata begitu, Elliot bisa apa lagi? Hanya bisa mendengar perkataannya.


“Aku akan menelpon Direktur Kreatif, menyuruh dia untuk mengurusnya.”


Serena mengerutkan keningnya dan bertanya, “Tidak bisakah kamu sendiri yang mengurus? Aku tidak mau ada orang lain lagi yang tahu akan urusanku.”


Elliot menjadi frustasi, dia menggosok alisnya dan berkata, “Karina tahu identitas anda, aku akan menyuruh dia membawamu langsung ke Direktur kreatif ya?”


Karina sudah lama mengajar Serena, kesan Serena akan Karina tidak buruk, tapi dia tidak mengira Karina tahu akan identitas dia, walaupun dia terkejut, tapi Serena setuju, “Baiklah.”


Mendapat persetujuan Serena, Elliot langsung menelpon Krina.


Setelah menutup telepon, Elliot berkata ke Serena: “Nyonya, Karina menunggu anda di lantai sepuluh, kedepannya anda akan bekerja dibawah dia, kalau anda memerlukan apa boleh langsung mencari dia.”


“Ya, terima kasih Manajer Ye.” Serena menganggukkan kepalanya, bangun dan meninggalkan kantor Elliot.


Setelah mengantar Serena keluar, Elliot langsung menelpon Felix, “Felix, nyonya datang kerja, dia ingin menjadi desaigner biasa di bagian Kreatif.”


“Baiklah.” Felix terdengar tidak peduli dna berkata dengan datar.


Melihat Felix begitu tenang, Elliot bertanya dengan heran, “Apakah Direktur Su tidak akan keberatan?”


“Kalau nyonya sudah membuat keputusan, Direktur Su tidak akan keberatan.”


Maksudnya adalah Direktur Su menuruti istrinya? Elliot sungguh merasa dia bodoh untuk apa dia menelpon Felix?


“Baiklah.”


Felix mengiyakan dia lalu berkata: “Kamu tidak perlu mengurus urusan nyonya, hanya perlu memperhatikan apakan nyonya akan menimbulkan masalah atau tidak saja.”


Mendengar perkataan Felix, Elliot menerima pelajaran.


“Aku sudah mengatur nyonya untuk bekerja dibawah Karina, tidak mungkin ada masalah.”

__ADS_1


“Kalau begitu baiklah……”


__ADS_2