
Hello! Im an artic!
Perkataan Serena seperti air yang terjatuh ke panci penggorengan, saat terjatuh menjadi meledak, menimbulkan pembicaraan ini dan itu.
Seperti yang dia duga, Serena tidak terkejut, bibirnya memancarkan senyuman kecil, lalu berkata dengan datar: “Kalian pasti sedang berpikir, kenapa aku yang memipin tim ini? Bagaimana aku akan memilih kalian?”
Hello! Im an artic!
Terdiam untuk sesaat, Serena melanjutkan perkataannya: “Untuk dua pertanyaan ini, aku hanya bisa mengatakan bahwa kemampuan kalian menentukan segalanya, kalau kalian memiliki kemampuan yang baik, perusahaan juga bisa mempercayakan urusan ini kepada kalian.”
Selesai mengatakan kalimat itu, Serena tidak peduli akan pembicaraan mereka, dia langsung mengeluarkan bahan-bahan dari dalam tasnya dan memberikannya ke Karina.
Tanpa ragu, Karina langsung mengambil bahan yang diserahkan oleh Serena.
Semua orang bisa lihat desainer paling tinggi di perusahaan, Karina, tidak berani mengatakan apa-apa dan langsung mengambil bahan itu.
Hello! Im an artic!
Setelah bahan itu dibagikan, Serena berkata dengan pelan: “Apakah semuanya sudah melihat bahan yang dibagikan?”
“Sudah…….” Serena tidak mempedulikan jawaban mereka seperti apa.
Dia berkata dengan datar: “Kalau sudah lihat, gambar sebuah desain menurut permintaan di bahan itu.”
Seiring dengan hilangnya suara Serena, terdengar tangisan orang terkejut.
Berkata secara umum, di bahan itu hanya ada permintaan untuk tema dan karya, tidak boleh menggambar desain.
Tentu saja ada beberapa yang langsung menggambar desain, diantaranya adalah Karina.
Serena tidak suka dengan sikap mereka, “Kenapa? Ada masalah?”
“Ada……”
Serena langsung sambil menunjuk orang yang di dalam kerumunan itu dan berkata dengan suara kencang: “Masalah apa, katakanlah.”
Desainer itu juga terkenal di PT. Antarts, setelah dia berdiri dan menatap Serena, dia berkata: “Nona Luo, apakah kita boleh berpikir kamu sengaja mempermalukan kita?”
Sengaja mempermalukan? Serena mengerutkan keningnya, “Kenapa bertanya begitu?”
Desainer itu berkata: “Informasi yang dibutuhkan terlalu sedikit, kita tidak bisa membuat desain yang bagus, apakah semua setuju?”
“Ya……” Orang lain mengikuti.
Serena mengerutkan keningnya dengan amarah, lalu bertanya, “Apakah ada informasi permintaan yang diminta untuk karyanya?”
__ADS_1
Memang ada informasi permintaan yang diminta, ini tidak bisa di pungkiri, jadi Desainer itu menganggukkan kepala, “Ada.”
“Apakah ada tema untuk karyanya?” Serena bertanya lagi.
“Ada……”
“Ada permintaan yang diminta, ada juga tema untuk karyanya, butuh apa lagi? Apakah kalian mau pulang untuk bertanya ke guru kalian?” Setelah Serena mengatakan kallimat ini, wajah semua orang memerah?
Terutama desainer yang mempertanyakan Serena, dia hanya bisa bersembunyi malu.
Serena tidak memperhatikan wajah mereka, karena handphone yang ada di kantongnya berdering.
Dia mengeluarkan handphonenya, sambil berjalan pergi, sambil mengangkat telepon.
“Bagaimana urusannya?” Terdengar suara Ralphie.
Serena mengangkat mulutnya dan berkata, “Baru saja melatih orang, aku rasa tidak buruk.”
“Kamu bahagia saja sudah baik.” Dimata Ralphie, selama Serena bahagia, semuanya tidak penting.
Serena tertawa, lalu bertanya, “Kamu menelponku ada apa?”
Ralphie mengiyakan Serena lalu berkata: “Selina juga akan pergi ke White’s Jewellery International.”
“Benarkah?” Serena agak terkejut.
Serena tidak bisa menahan helaan napasnya, “Kompetisi ini sungguh besar.”
“Aku percaya kamu akan menang.” Jawab Ralphie.
Terpancar cahaya dari mata Serena, “Apakah kamu begitu percaya terhadapku?”
“Tentu saja, kamu kan istriku……” Nada bicara Ralphie terdengar sangat yakin.
Mendengar itu Serena semakin percaya diri, “Kalau begitu aku akan berusaha sebaik mungkin.”
Ralphie mengiyakan dia dahulu, lalu seperti tidak puas, dia menambahkan, “Baiklah.”
“Haha……” Serena tertawa, lalu seperti teringat sesuatu: “Oh iya, hari ini aku mungkin akan pulang agak malam.”
Ralphie tidak menanyakan ada apa, dia langsung berkata: “Aku akan pergi ke kantormu untuk menunggumu.”
“Baiklah…….”
Serena hari ini sangat sibuk, setelah menunggu orang-orang di kelas pelatihan khusus selesai menggambar desain mereka, hari sudah berlalu setengah hari.
__ADS_1
Siang hari, dia di kantornya melihat desain mereka.
Anggap saja melihat satu desain harus menggunakan sepuluh menit waku, tiga puluh desain, sudah harus membutuhkan lima jam. Apalagi kebanyakan desain, Serena menghabiskan waktu lebih dari sepuluh menit per desain.
Jadi saat Ralphie pergi ke kantor Serena, Serena belum selesai melihat semuanya, bahkan masih banyak yang belum dilihat.
“Kamu sudah datang?”
“Ya.” Ralphie menganggukkan kepalanya dan meletakkan kotak makanan di atas meja yang kosong.
Melihat kotak makanan diatas meja, mata Serena menjadi terang, “Kamu beli apa? Pas sekali aku juga sudah lapar.”
“Pangsit udang dan kue tart.” Ralphie menjawab sambil membuka kotak makanan itu.
Serena terdiam, lalu bertanya, “Ini bukankah makanan dari The Sugar Empress keluarga Su kan? Bagaimana kamu bisa mendapatkan ini?”
Ralphie tidak mengatakan apa-apa, karena tahu tahu Serena suka makanan buatan koki The Sugar Empress keluarga Su, jadi dia meminta koki itu datang dari The Sugar Empress ke Kota A, khusus untuk membuatkan makanan untuk Serena, dia hanya berkata: “Ada toko baru yang buka di Kota A.”
Serena tidak berpikir banyak, karena sekarang dimatanya hanya ada makanan itu.
Selesai makan, Ralphie menemani Serena melihat desain yang tersisa hingga selesai, lalu keduanya membahas soal desain itu, lalu pada akhirnya memutuskan dua desainer selain Karina yang akan Serena pilih.
Setelah selesai mengurus itu, didalam lift perusahaan, mereka bertemu dengan Manajer Utama.
Saat Manajer Utama melihat ada Ralphie disebelah Serena, dia begitu bodoh, hingga lupa menyapa Ralphie. Dipikirannya hanya ada, di jam seperti ini kenapa Direktur ada di PT. Antarts?
Serena juga terkejut saat melihat Manajer Utama.
Tapi, Serena dengan cepat tersadar, lalu bertanya ke Ralphie dengan suara kecil, “Apakah dia mengenalimu?”
Ralphie menganggukkan kepalanya, “Kenal.”
Ternyata kenal……Kenapa bisa kebetulan seperti ini? Serena berkata dalam hati, lalu membuat jarak dengan Ralphie, lalu dengan senyuman menyapa Manajer Utama, “Manajer Utama, Halo”
“Ha…Halo…” Manajer Utama menjawab Serena, lalu menyapa Ralphie dengan hormat, “Direktur Su, Kenapa anda datang ke perusahaan ini?”
Serena menjaga jarak dirinya dengan Ralphie.
“Hanya datang lihat-lihat.” Empat kata, jawaban Ralphie sangat dingin.
Manajer Utama yang mendengar perkataan dingin Ralphie merasa dirinya tidak ada salah apa-apa, apakah dia menyinggung Direktur?
Serena tahu kenapa Ralphie menjadi tidak senang, dia langsung berkata: “Manajer Utama, apakah kamu masih ada urusan?”
Maksudnya adalah, kalau anda tidak ada urusan lagi, silahkan pergi.
__ADS_1
“Tidak, tidak ada……” Manajer Utama menggelengkan kepalanya, lalu membungkuk ke arah Ralphie dan membalikkan badan untuk pergi.