I GOT YOU, MY WIFE

I GOT YOU, MY WIFE
Bab 68 Meminta Direktur Su Untuk Mempoleskan Kutek


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Flora Luo yang menelepon.


Ternyata Flora setelah mendapatkan nomor Ralphie dari Serena, dia memanfaatkan nama dan nomor Ralphie, dan meminta orang untuk melacak informasi Ralphie.


Hello! Im an artic!


Hasilnya nihil setelah menghabiskan waktu satu bulan.


Mendengar kabar ini, Flora semakin tidak bisa bersabar.


Maka dia berencana mengajak Serena keluar makan sekalian mencari informasi Ralphie dari Serena.


“Serena, kamu dimana? Yuk keluar makan.”


Hello! Im an artic!


“Kak, sorry, aku sekarang lagi ngga di kota A.” Serena memasang muka permintaan maaf.


Flora merasa aneh dan bertanya, “Ngga di kota A? Kamu dimana?”


“Kak, aku lagi di Kyoto.” Jawab Serena.


Mendengar Serena di Kyoto, Flora terkejut, “Kamu kenapa pergi ke Kyoto?”


“Aku sama temenku datang ke Kyoto untuk main.” Jawab Serena.


Mendengar Serena sedang di Kyoto, Flora menjadi tidak bersemangat, “Kalau gitu tunggu kamu pulang kita baru makan bareng.”


“Ok kak.” Serena setuju.


Flora tidak bisa mendapatkan hasil akhir yang dia inginkan, jadi tidak berbicara banyak lagi dengan Serena dan langsung memutuskan telepon.


Setelah selesai makan di KFC, Elizabeth berkata kepada Serena dengan nada bernegosiasi: “Nona Serena, apakah Anda ada tempat yang ingi dikunjungi? Jika tidak, apakah boleh temani saya pergi ke suatu tempat?”


Serena memang tidak memiliki tempat yang ia ingin kunjungi, lagipula Elizabeth yang terus menemaninya, membuat hati nya tidak enak makanya ia menyetujuinya, “Boleh.”


Mendengar Serena yang setuju, Elizabeth tersenyum lebar dan berterima kasih kepada Serena lalu membawa Serena untuk masuk ke dalam mobil.


Setelah masuk mobil, Elizabeth memberitahu supir tujuan pergi. Lalu dengan senang berbicara pada Serena: “Beberapa waktu lalu kantor memesan sebuah lukisan dekorasi disana, tapi selalu tidak punya waktu untuk mengambilnya, makanya jadi menghabiskan waktu Nona Serena untuk menemaniku pergi ambil, benar-benar maaf banget.”


“Tidak apa-apa kok.” Serena menggelengkan kepada, ia tidak terlalu mempermasalahkannya.


Mereka sudah sampai ditempat tujuan dengan hanya menempuh perjalanan sekiranya setengah jam.


“Nona Serena, disini.”

__ADS_1


Serena memandangi depan toko lalu menganggukan kepala dan mengikuti masuk.


Barang Elizabeth memang requestan, jadi penjaga toko membawanya masuk kedalam untuk mengambil.


Serena menunggu diluar, penjaga toko menyungguhkan secangkir kopi dan membawakan beberapa majalah untuk mengisi waktunya.


Serena meneguk kopi sambil membaca majalah.


Tiba-tiba sebuah cerita dimajalah menarik perhatiannya.


Dimajalah menjelaskan, di Perancis ada sebuah dongeng romantis, kalau seorang laki-laki membantu perempuan yang dia sukai untuk mempoles kutek yang berbeda dijari manis tangan kanan, maka dihati terdalam perempuan itu selamanya selalu ada laki-laki tersebut.


Dan kalau perempuan bersedia membiarkan laki-laki untuk mempoleskan kutek dijari manis tangan kanan berarti dia menempatkan laki-laki itu jauh didalam lubuk hatinya terdalam.


“Jika mencintainya maka tempatkan dia dilubuk hati terdalam……” Serena membaca majalah dengan serius hingga benar-benar mendalami.


Setelah Elizabeth mengambil barang ia bergegas keluar dari toko dan menghampiri Serena, “Nona Serena?”


Serena terus memandang majalah yang ada ditangannya, tidak tahu sedang memikirkan apa dan tidak memberikan respon sama sekali.


“Nona Serena? Nona Serena?” Elizabeth kembali memanggil Serena beberapa kali.


“Nona Serena, Anda sedang melihat apa? Lihatnya sampai mendalami banget.” Elizabeth melihat kearah majalah yang sedang ditangan Serena.


Serena berkata sambil tersenyum: “Ada sebuah cerita.”


Serena memberikan majalahnya kepada Elizabeth, “Kamu lihat sendiri.”


“En.” Elizabeth mengambil majalah yang diberikan kepadanya dan membacanya.


Setelah membacanya, dia tertawa berkata: “Dongeng ini cukup unik, Nona Serena mau coba tidak?”


“Heng……” Serena terdiam, coba? Dengan siapa? Dia tidak memiliki pasangan.


Elizabeth tidak tahu pemikiran yang ada dihati Serena, yang pasti dia sudah menganggap Serena pasti ada hubungan sesuatu dengan Direktur Ralphie, dengan begitu dia tidak boleh sampai membuat cerita romantis Serena dan Direktur Ralphie, dia menarik Serena pergi kearah depan, “Sini, Nona Serena coba dulu. Didepan ada sebuah toko kosmetik gitu, kita beli kutek disitu.”


Dan kemudian Serena dengan wajah bingung dibawa datang ke toko kosmetik oleh Elizabeth, memilih beberapa botol kutek, bahkan yang warna merah terang.


Berdasarkan perkataan Elizabeth, warna merah ini menandakan hati Serena, lebih menyatakan cinta dia.


Tetapi dia tidak boleh menyatakan cintanya! Serena benar-benar ingin menangis.


Elizabeth melihat ekspresi Serena malah mengira kalau Serena khawatir Ralphie tidak akan mempoleskan kutek padanya.


Didalam hati berpikir nanti ia perlu mengingatkan Direktur Ralphie, agar Direktur Ralphie dapat mempoleskan kutek pada Nona Serena, tentu saja jangan sampai ketahuan, kalau tidak akan merusak surprise dari Serena untuk Direktur Ralphie.


Serena tidak tahu pemikiran Elizabeth, jika ia tahu, ia pasti akan nangis.

__ADS_1


Dia sekarang sedang menyembunyikan rasa suka pada Ralphie?


Lagipula dia tidak tertarik pada kutek ini.


Yang dia tertarik adalah dongeng romantisnya, menempatkannya pada lubuk hati terdalam.


Yang dia pikiran adalah mendesign sebuah cincin yang membuat laki-laki dan perempuan dapat menyatakannya dan menempatkan nya pada lubuh hati.


Karena Elizabeth yang terus membujuk, Serena tidak tahu bagaimana menolaknya, jadi pada akhirnya dia hanya bisa membelinya.


Mereka berdua berjalan sebentar disekitar sana lalu kembali ke hotel.


Setelah kembali ke hotel, Serena beristirahat di kursi ayunan.


Elizabeth Song takut dia merasa bosan akhirnya memutuskan untuk turun kebawah membelikannya cemilan.


Ketika dia kembali ke hotel dengan sekantong besar barang, ia melihat Serena tertidur di kursi ayunan.


Elizabeth meletakkan barang dan ketika ingin beranjak ke kamar mengambil selimut untuk menyelimuti Serena, dari luar terdengar suara ketuk pintu.


Elizabeth takut akan membangunkan Serena, jadi hanya bisa berbalik badan dan membukakan pintu terlebih dahulu.


Didepan pintu ternyata Ralphie yang baru selesai rapat.


“Direktur Ralphie……” Suara Elizabeth sangat kecil.


Ralphie memberikan sedikit anggukan kecil lalu masuk ruangan. Matanya melihat sekilas kedalam ruangan tetapi ia tidak melihat Serena, ia menaikkan alis dan berkata: “Dia dimana?”


“Nona Serena tertidur.” Elizabeth menunjuk ke arah kursi ayunan.


Direktur Ralphie melihat kesamping, menatap sebentar kearah Serena yang tertidur lelap lalu berkata: “Pergi ambil selimut.”


“Baik.” Elizabeth masuk kedalam kamar, mengambil selimut keluar, dan ketika ingin menyelimutinya pada Serena.


Ralphie tiba-tiba berkata: “Kasih aku.”


“Baik, Direktur Ralphie.” Elizabeth memberikan selimut yang ada ditangannya kepada Ralphie lalu berkata: “Direktur Ralphie, Nona Serena membeli album gambar dan sebuah kutek, dia bersikeras ingin membayarnya sendiri.”


Ralphie mendengus, dengan datar membalasnya ‘En’, lalu mengambil selimut berjalan kearah kursi ayunan.


Tatapan mata Elizabeth bersinar-sinar sambil berkata: “Nona Serena sangat menyukai kutek itu, tetapi sepertinya tidak terlalu pede untuk menggunakannya, mungkin Pak Direktur bisa membantunya.”


Gerakan Ralphie menyelimuti Serena sempat terhenti sebentar dan tidak berkata apapun.


Elizabeth merasa dia sudah mengatakannya dengan sangat jelas, direkturnya seharusnya mengerti maksud perkataan dia dan kembali berkata: “Direktur Ralphie, saya pergi dulu.”


“Tunggu.” Ketika Elizabeth berbalik badan, Ralphie memanggilnya lalu berkata dengan kecil: “Kamu ke kantor ambil satu kaset film .

__ADS_1


“Baik, Direktur Ralphie.” Elizabeth menganggukan kepala lalu keluar kamar.


__ADS_2