I GOT YOU, MY WIFE

I GOT YOU, MY WIFE
Bab 350 Perselisihan Kedua Orang


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Ralphie tidak menghiraukannya, Isa tapi terus membicarakannya.


“…… Ralphie, kita adalah saudara, kamu juga bersedia membawa kamu bertemu dengannya, kamu bantu aku memikirkan ide bagaimana?”


Hello! Im an artic!


Beriringan dengan perkataan Isa, ada suara di balik mereka.


Ralphie menengok, melihat Serena ada di pintu ruang makan, ekspresi wajahnya berubah.


Matanya juga tidak bisa berkedip melihat Serena, mulutnya berkata kepada Isa: “Kamu pulanglah dulu.”


Meskipun Isa enggan untuk kembali, tapi dia juga tahu bahwa dia mengatakan sesuatu yang salah, secara wajar dia tidak berani untuk tinggal.


Hello! Im an artic!


Melihat ke arah Ralphie, lalu pergi.


Serena berdiri di tempat semula, melihat Ralphie lama, baru membuka mulutnya.


“Kamu sengaja membawa Isa untuk menemui Claudia?”


Mengetahui kebenarannya, Serena bisa marah, tapi Ralphie di hadapan Serena tidak berani berbohong, jadi menganggukkan kepalanya, “Benar.”


Serena bertanya, “Aku sudah berbicara denganmu, Claudia sembunyi dari dia, kenapa kamu malah membawanya kemari?”


“Serena, mereka perlu berbicara dengan jelas ……”


Tidak menunggu perkataan Ralphie selesai, Serena langsung memotong omongannya, “Ralphie, kamu telah membuatku kecewa.”


Setelah selesai berbicara, Serena berbalik badan pergi.


“Serena ……” Ralphie menyusulnya, melihat bayangan Serena berlari menuju kamar Claudia.


Karena masalah Ralphie membawa Isa untuk menemui Claudia, sikap Serena terhadap Ralphie kecewa, sampai malam tidak kembali ke kamar, tapi tidur di kamar Claudia.


Hari kedua Ralphie ingin meminta maaf kepadanya, tapi tidak diduga, hari kedua datang telepon dari Felix, perusahaan negara M bermasalah, perlu segera di tangani.


Setelah mengemas barangnya, belum pukul 7 pagi.


Ralphie berpikir, pergi ke kamar Claudia mengetuk pintu.


Yang membuka pintu adalah Claudia, melihat Ralphie, sedikit terkejut, “Tuan Su, sepagi ini ada urusan apa?”


Ralphie menganggukkan kepalanya, bertanya, “Nona Claudia, apakah bisa minta tolong panggilkan Serena sebentar?”

__ADS_1


“Pasti.” Claudia melihat Ralphie sebentar, lalu berbalik badan kembali ke kamar memanggil Serena.


“Serena, suamimu mencarimu.


Di tempat tidur mengarah ke arah jendela, menutup kepala dengan bantalnya, menjawab, “Claudia, kamu bicaralah kepadanya, aku tidur.”


Claudia melihat Serena tidur, tidak ingin mengganggunya, lalu kembali ke pintu kamar.


“Tuan Su, Serena masih tidur, ataukah kamu masuk cari dia?”


“Tidak perlu.” Ralphie melihat ke arah kamar, lalu berkata: “Kamu bicaralah dengannya, aku akan pergi ke negara M untuk bisnis.”


“Ooo, baiklah.” Claudia menganggukkan kepalanya.


Ralphie hanya berkata ‘Hmm’, lalu berbalik arah mengambil kopernya, lalu pergi.


Setelah mengantar Ralphie turun, Claudia menutup pintu kamarnya, masuk ke kamar mandi.


Menunggu dia keluar, Serena bersandar pada ujung tempat tidur, melihat ke luar jendela, tidak tahu sedang memikirkan apa.


Claudia tersenyum berkata: “Barusan memanggilmu, kamu tidak bangun, sekarang sudah bangun?”


Serena termenung sebentar baru membuka mulutnya, “Claudia, masalah kemarin, aku sungguh minta maaf ……”


Ekspresi wajah Claudia hanya terdiam, berkata: “Serena, masalah ini sudah terjadi, tidak ada hubungannya dengan kalian.”


Serena menggelengkan kepalanya, “Bukan, Ralphie, dia tahu Isa mencarimu, jadi membawa Isa kemari. Claudia, maaf, aku mewakilinya meminta maaf.”


Serena tidak berbicara, seperti mengiyakan.


Claudia meskipun Ralphie membawa Isa untuk menemuinya, ada sedikit tidak senang. Tapi dia tahu, jika bukan Ralphie, dari awal Isa pasti sudah menemukannya, tidak mungkin dia bersembunyi sampai sejauh ini.


Tapi karena masalahnya hubungan Serena timbul perselisihan, dia tambah tidak ingin melihatnya.


“Serena, aku sangat senang, kamu bisa berdiri disisiku, tapi aku tidak ingin, karena masalahmu, membuat perselisihan diantara kalian.”


Serena tidak dapat berkata-kata.


Claudia melihatnya, melanjutkan perkataannya: “Serena, kamu juga pernah berkata, mereka adalah saudara, dia punya pendirian.”


“Aku ……” Serena tidak dapat berkata-kata.


Claudia menghembuskan napasnya berkata: “Serena, teleponlah kepadanya.”


“Hmm.” Serena menganggukkan kepalanya, menekan nomor Ralphie, tapi teleponnya mati.


“Kenapa?” Tanya Claudia.

__ADS_1


“Teleponnya mati.” Serena sambil menghubunginya, sambil menjawab.


“Kamu lihat aku……” Claudia memegang dahinya, berkata: “Serena, kamu teelpon agak malam, dia sekarang seharusnya sedang di peswat menuju negara M.”


“Barusan kamu berkata dia pergi kemana?” Serena membalikkan badannya bertanya kepada Claudia.


Claudia diam sejenak, berkata, “Dia pergi bisnis ke kota M?”


Lalu Serena lompat dari tempat tidur, lalu berlari keluar tanpa menggunakan sepatunya.


Claudia melihat bayangannya berlari keluar, hanya menggelengkan kepala.


Suaminya sudah naik pesawat, apakah dia berencana untuk menyusulnya?


Jadi Serena sangat cepat berlari kembali.


“Tidak dapat menyusul.” Tawa Claudia bertanya.


“Hmm, aku tunggu dia sampai negara M baru meneleponnya.” Jawab Serena.


Melihat kesombongan Serena, Claudia tahu bahwa hubungan Serena dan Ralphie tidak masalah, dia jadi tenang ……


Setelah makan malam, Serena menelepon Felix, bertanya kapan Ralphie sambai ke negara M, lalu alarm HP nya, dengan cepat istirahat.


Ketika tidur, dia memimpikan sesusatu.


Dalam mimpinya, Ralphie berada diatas tandu, dibawa dari negara M kembali ke kota A.


Dia berteriak pun, dia tidak juga bangun.


“Ralphie! Ralphie!” Serena berteriak keras nama Ralphie, dari tempat tidur duduk.


Ketakutan, Serena sangat ketakutan.


Dia tampak cemas, mencari Ralphie.


Kamar yang familiar, perabotan yang familiar, lemari baju milik Ralphie, tidak ada yang memberitahunya, barusan dia bermimpi.


“Adalah mimpi, adalah mimpi buruk……”


Serena menghela napas dengan lembut, menjatuhkan badannya kembali ke tempat tidur.


Mimpinya sangat nyata, punggungnya basah, semuanya adalah karena mimpi itu dia berkeringat dingin.


Beberapa saat kemudian, suasana hari Serena kembali, mengangkat tangannya, mengambil HP nya dari ujung tempat tidur, membukanya.


Melihat sepintas waktu di HP nya, jarak Ralphie sampai masih 30 menit.

__ADS_1


Dia membuka selimutnya, turun dari tempat tidur, menuju ke kamar mandi mencuci mukanya, lalu turun minum segelas air.


Setelah kembali ke kamar, Serena mengambil HP, duduk di sofa, menunggu Ralphie sampai, meneleponnya ….


__ADS_2