I GOT YOU, MY WIFE

I GOT YOU, MY WIFE
Bab 75 Maggie Mencuri Sketsa Design Serena


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Di ruangan pantry, hanya ada Maggie seorang.


Dulu kalau mereka berdua bertemu, pasti akan terjadi perang mulut, tetapi semenjak Ralphie memberikan sedikit pelajaran padanya dipernikahan teman, Maggie tak pernah muncul lagi dihadapan Serena.


Hello! Im an artic!


Sekalipun ketemu, Maggie tidak akan seperti dulu lagi yang mencari masalah, dia hanya akan melewati Serena begitu saja atau putar balik.


Seperti sekarang ini, Maggie sebenarnya sedang menunggu air menjadi panas, tetapi melihat Serena masuk, dia langsung mengambil gelas dan beranjak pergi.


Serena melihat kepergian Maggie, mengangkat mulut sebelah, kemudian berdiri didepan dispenser menunggu air panas.


Dia sama sekali tidak tahu kalau saja setelah Maggie pergi, dia tidak kembali kekantornya melainkan ke kantor Serena di grup A.


Hello! Im an artic!


Sekarang adalah jam istirahat, didalam kantor semua sedang tidur.


Maggie langsung berjalan kearah meja Serena, melihat kesekitar lalu mulai mengobrak abrik meja Serena.


Terakhir didalam album gambar dia menemukan sketsa cincin perempuan yang digambar oleh Serena.


Melihat didalam album ada sebuah sketsa, Maggie pun melihat dengan mata berbinar-binar.


Dia melihat dengan telita dan mengingatnya, setelah itu merapikannya kembali seperti semula. Lalu kembali melihat lagi keadaan sekitar, setelah memastikan tidak ada orang yang melihat, dia mengambil gelasnya kembali ke kantornya.


Ketika Maggie berjalan keluar dari kantor, Sarah Zhang yang duduk didepan Serena membuka mata, melihat bayangan Maggie keluar, dan dengan bingung berkata pada diri sendiri: “Maggie ngapain datang ke kantor kita?”


Tentu saja dia hanya merasa aneh dan tidak berpikir banyak lagi.


Lewat dua menit, Serena kembali sambil membawa gelas.


“Sarah kamu sudah bangun?”


Sarah bertanya, “En, Serena, kamu kemana?”


“Aku pergi ke pantry ambil air.” Jawab Serena.


Wajah Sarah dengan wajah lesu merenggangkan badan, “Aku juga harus ke pantry bikin kopi, kalau ngga aku ngga bisa bikin sketsa untuk lomba.”


Melihat ekspresi Sarah, Serena pun tertawa, “Ngga selebay itu ya.”

__ADS_1


“Bukan lebay, tetapi kenyataan kan?” Sarah memberikan tatapan membalikkan mata putih.


Serena sambil merenggangkan bahu, “Masih okelah.”


“Oke?” Sarah membelalakan mata seperti kepikiran sesuatu lalu melihat kearah Serena, “Serena, kamu sudah selesai menggambar sketsa untuk perlombaan besok?”


Serena menjawab, “Baru gambar selesai setengah.”


Mendengar Serena sudah menggambar setengah, Sarah langsung membengkamkan mulut, “Kamu benar-benar seakan menampar aku, aku harus bikin kopi untuk mengembalikan semangat aku.”


Sarah berdiri dari tempat duduk nya dan berjalan kearah pantry.


Melihat Sarah yang terburu-buru membuat Serena tertawa.


Dia menaruh gelas diatas meja, kemudian membuka album gambar, mengambil sketsa yang ia gambar setengah tadi.


Kemudian lanjut merapikan gambar sketsa cincin perempuan tersebut.


Setelah menyelesaikan gambar cincin perempuan, Serena menggambar cincin laki-laki.


Serena membayangkan laki-laki yang akan memakai cincin ini adalah Ralphie.


Cincin yang cocok untuk Ralphie cool-tinggi, mahal, elegan, Serena menggambarya dengan penuh hati.


Tidak peduli garis atau permukaan cincinnya semua digambar dengan sempurna.


Karena Flora masih menunggunya untuk jalan, Serena juga tidak terlalu lama dikantor. Bergegas membereskan barang dan pergi meninggalkan kantor.


Memanggil taksi dan memberitahu tujuan ‘Clover Plaza’.


Karena berpas-pas an dengan jam pulang kerja, sepanjang jalan menjadi macet.


Yang sebenarnya hanya memerlukan waktu setengah jam untuk sampai tujuan, hari ini malah menjadi satu jam.


Ketika Serena sampai, Flora sudah menunggunya dengan penuh ketidak sabaran.


“Kamu kenapa baru datang?”


Kata Serena: “Kak, maaf, jalanan macet banget.”


Mata Flora memancarkan kekesalan, tetapi wajahnya malah memasang muka senyum dan berkata: “Oh ternyata macet, aku pikir kenapa sampai selama ini.”


“En.” Serena mengangguk pelan lalu bertanya, “Kakak mau beli apa?”

__ADS_1


“Ngga tahu, lihat apa yah beli apa.” Flora mengangkat dagu sedikit sambil menjawab.


Tak perlu ungkit bulan ini dia dirampok makanya tidak ada sisa uang untuk berfoya-foya, sekalipun biasanya, dia juga tidak bisa dibandingkan dengan Flora, karena gaji Flora sangat tinggi perbulannya.


Serena tidak tahu, jalan-jalan hanya alasan Flora. Tujuan Flora hari ini adalah mencari informasi dari Serena.


Mereka jalan sambil ngobrol, membicarkan kondisi Serena akhir-akhir ini, membicarakan kondisi rumah dan lainnya.


Setelah berbicara banyak, Flora mulai membicarakan Ralphie.


“Oh ia Serena, beberapa hari yang lalu aku sempet ketemu Tuan Su loh.”


“Tuan Su yang mana?” Serena masih belom engeh.


Flora terdiam beberapa detik lalu berkata: “Itu loh yang waktu itu di tempat parfum, kamu bareng Tuan Su.”


Mendengar penjelasan Flora, Serena baru sadar yang dia maksud adalah Ralphie yang sudah dua hari ia tak berkomunikasi.


Serena menggengam erat tali tasnya lalu dengan pelan berkata, “Oh ya?”


Flora menganggukan kepala lalu berkata, “En, waktu itu makan ngga sengaja ketemu dia, terus dia nanyain kamu loh ke aku……”


Tanya dirinya? Pandangan Serena mengarah ke Flora, “Dia tanya aku apa?”


Flora tahu Serena sudah masuk perangkap dia, lalu dengan mata yang menahan senang, berbicara seperti setengah benar setengah bohongan, “Dia bilang dia telepon kamu tapi ngga bisa, jadi nanya aku apakah terjadi sesuatu sama kamu.”


Ngga bisa ditelepon? Hari dimana dia dirampok.


Serena baru kepikiran satu hari setelah dia dirampok, Ralphie menunggunya didepan.


Ternyata disaat dia tak bisa menghubungiku, dia tak hanya pergi kedaerah situ mencarinya, masih pergi mencari kakaknya untuk menanyakan.


Dia ternyata sangat baik padanya.


Sama seperti kemarin malam, walaupun dia sedang marah, tetapi dia masih meminta Felix untuk mengantarkannya pulang……


Flora sama sekali tidak tahu pemikiran Serena, dia langsung bertanya pertanyaan yang ingin ia tanyakan, “Serena, Tuan Su sebenarnya orang yang seperti apa?”


Serena tidak memperhatikan tatapan mata Flora langsung dengan mudahnya menjawab, “Detail identitas dia seperti apa sih aku ngga tahu, aku cuma tahu dia atasan aku.”


Mendengar Serena berkata bahwa Ralphie memiliki jabatan, mata Flora pun berbinar-binar.


Walaupun PT. Antarts tidak sebanding dengan Grup Luo, tetapi Tuan Su begitu muda sudah bisa memiliki jabatan seperti sekarang ini, bisa dibilang sangat lumayan, ayah pasti sangat puas.

__ADS_1


Nantinya dia bisa membantu Tuan Su untuk masuk kedalam Grup Luo dengan jabatan paling tinggi, makan Tuan Su akan dengan otomatis nurut padanya.


Patut dikatakan khayalan Flora sangat indah, hampir seperti semua laki-laki tidak akan menolaknya. Tetapi dia tidak tahu kalau Ralphie bukanlah orang biasa, di mata Ralphie, sekalipun ada satu jabatan tertinggi di Grup Luo, memberikannya dengan cuma-cuma pun dia tidak akan tertarik.


__ADS_2