I GOT YOU, MY WIFE

I GOT YOU, MY WIFE
Bab 210 Siapa Yang Masih Berani


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Ketua manajer melihat Serena sekilas, kemudian berkata kepada Dottie, “Dottie, cepat bilang, sebenarnya apa yang terjadi.”


“Ketua manajer, dia sebenarnya adalah asisten dibawah perintah saya, mungkin karena terlalu cemburu melihat hasil desain ku yang sangat disukai, jadi dia memfitnah saya mencuri sketsa desain miliknya.”


Hello! Im an artic!


Dottie mengatakan ini dengan sangat rinci, yang pertama dia mengatakan jabatan Serena, yang hanya seorang asisten pembantunya. Asisten kecil mana bisa membuat desain yang sangat menakjubkan ini, siapapun tidak akan mempercayainya.


Yang kedua dia tidak terlalu agresif dengan melontarkan kata-katanya seakan dialah yang teraniaya.


Setelah mendengar penjelasan Dottie, ketua manajer mengangguk, kemudian menatap Serena berkata, “Apa masih ada yang ingin kamu jelaskan?”


“Ketua manajer, semua desain yang berada di tangan Kak Dottie semuanya adalah saya yang menggambarnya.” Serena menjawab dengan menahan ujung bibirnya.


Hello! Im an artic!


Ketua manajer mengerutkan alisnya dan bertanya, “Kamu bilang ini semua adalah kamu yang mendesain nya, apakah punya sketsa desain nya?”


Sketsa? Serena terdiam sebentar kemudian menjawab, “Sketsa semua juga sudah saya serahkan kepada Kak Dottie.”


“Aku tidak pernah menerima sketsa desain darimu.” Dottie dengan mengerutkan bibirnya menjawab.


“Kamu….” Serena marah sampai raut wajahnya pucat.


Dottie dengan ekspresi merendahkan memandang Serena seklias, kemudian mengangkat wajahnya menatap ke arah ketua manajer dan berkata: “Saya punya sketsa desain nya.” Setelah mengucapkan kata ini Dottie memberikan isyarat kepada asistennya yang berada dibelakangnya.


Seketika asistennya itu segera mengambil sketsa desain yang sedari awal sudah dipersiapkannya dan kemudian menyerahkannya kepada ketua manajer.


Ketua manajer melihat-lihat sketsa desain itu, dengan beberapa kali mengangguk puas.


Serena yang melihat sketsa desain itu mata kecilnya seketika terbelalak, berteriak, “Ini semua adalah punyaku.”


Ketua manajer yang mendengar perkataan Serena seketika dengan ekspresi yang sangat marah menatap ke arah Serena, “Jelas-jelas sketsa desain ini Dottie yang memberikannya, kamu masih bilang kalau ini milikmu?”


Ketua manajer dengan semua bukti ini pastinya masih memihak Dottie, ditambah lagi Dottie adalah seorang perancang di perusahaan, kemampuannya tidak diragukan lagi. Sedangkan Serena, dia hanyalah seorang asisten rendahan, bagaimana bisa asisten rendahan bisa menggambar desain sebagus ini? Benar-benar tidak mungkin.

__ADS_1


“Ketua manajer, saya yang akan menjadi bukti, saya benar-benar menyaksikan sendiri Kak Dottie yang mendesain ini semua.” Asister Dottie menambahkan.


Ketua manajer menganggukan kepalanya, mengarah ke Serena dan berkata, “Sekarang buktinya sudah jelas, kamu memfitnah Designer Dottie, apa kamu masih ada hal yang mau dijelaskan?”


Tidak ada bukti, tidak ada sketsa desain, masih bisa berkata apa?


Orang-orang disekelilingnya menuding Serena dengan tatapan merendahkan.


Serena dengan muka pucatnya tidak berkata apa-apa.


Louise yang pada awalnya mengira bahwa ketua manajer akan berlaku adil dan dapat menyelesaikan masalah ini justru tidak mengira bahwa ketua manajer malah berada dipihak Dottie.


Melihat ekspresi wajah Serena yang terlihat sangat pucat membuat Louisa berbicara, “Saya ingin mengatakan sesuatu.”


“Louisa!” Serena yang melihat Louisa membantunya, sorot matanya mulai berubah.


Louisa berjalan mendekat, menepuk-nepuk tangan Serena menghiburnya, kemudian menuju ke arah ketua manajer berkata: “Ketua manajer, aku bisa menjadi bukti buat Serena.”


Ketua manajer melihat Dottie sekilas, kemudian menjawab Louise, “Bukti seperti apa yang kamu maksud?”


“Beberapa sketsa desain ini saya dengan mata kepala sendiri melihat Serena membuatnya.” Louisa menjawab tanpa rasa ragu dan takut.


Berbarengan dengan selesainya kata-kata Dottie, ketua manajer menyetujuinya dan mengangguk-nganggukan kepalanya, “Pendapat pribadi tidak pantas jadi bukti.”


Louisa dari awal sudah mengira bahwa Dottie akan berkata seperti ini, dia dengan tenangnya berkata: “Bagaimana hubunganku dengan Serena tidak ada hubungannya dengan ini, Designer Dottie kamu……” tanpa menunggu Louisa menyelesaikan kalimatnya, Dottie tiba-tiba menyela, “Louisa, kamu berani?”


“Kenapa aku tidak berani?” Jawab Louisa dengan bibir yang menunjukkan ekspresi mengejek dan menantang, “Sebenarnya saya bukan temannya Serena, saya adalah orang suruhan Designer Dottie yang disuruh untuk mengawasi Serena.” Tambah Louisa.


Kata terkahir Louisa mengucapkannya sambil melihat ke arah Serena.


Selama ini dia selalu menyembunyikan fakta ini dari Serena dan mendekatinya sebagai teman, hari ini Louisa telah mengatakannya, dan hatinya terasa lebih tenang.


Meskipun Serena mungkin tidak akan mengakui bahwa Louisa adalah temannya lagi, tetapi dia tidak menyesal telah mengatakan bahwa kebenarannya.


Kata-kata Louisa seperti sebuah batu yang dilempar kedalam danau yang airnya sangat tenang, dalam sekejap dapat menghasilkan gelombang yang sangat besar.


Semua orang menatap ke arahnya, termasuk Serena.

__ADS_1


Dottie pastinya tidak akan mengakui apa yang telah dikatakan Louisa, “Sandiwara apa yang sedang coba kamu mainkan?”


Designer Dottie berpikir bahwa saya sedang bersandiwara? Sejak Serena membantu Nona Li memperbaiki bros kupu-kupu, Designer Dottie merasa bahwa desain nya sangat luar biasa. Sejak saat itu Designer Dottie setiap hari memerintahkan Serena untuk menyerahkan desain buatnya setiap hari, desain itu ada di dalam hp saya. “Louisa membuka hpnya dan menunjukkan foto desain yang Serena buat.


Melihat foto yang ada di hp Louisa, ekspresi muka Dottie seketika berubah, tatapi seketika dia mulai tenang kembali.


“Oh tenyata kamu adalah komplotannya Serena, berani-beraninya diam-diam memfoto sketsa desainku, apa sebenarnya tujuan kamu?”


Cara Dottie membalikkan keadaan benar-benar sangat menakjubkan, membuat orang berpikir tanpa batas.


Louisa yang mendengar perkataan Dottie seketia terbelalak tidak percaya, “Dottie, hebat sekali ya kamu.”


Dottie menyaut sinis, kemudian melihat ketua manajer dan berkata, “ketua manajer, anda harus mengusut ini sampai tuntas, sekarang persaingan pasar diamond sangat intens, jangan sampai direbut oleh orang luar.”


Kata-kata Dottie ini semakin terlihat jelas, Serena dan Louisa adalah mata-mata yang dikirim perusahaan lain kedalam perusaan kita.”


Mata-mata adalah ancaman besar bagi setiap perusahaan, jadi ekspresi ketua manajer seketika menjadi dingin.


“Ternyata kalian adalah mata-mata, pantas saja ingin merebut desain dari perancang kita.” Kemudian ketua manajer melanjutkan kalimatnya, “Aku akan melaporkan kalian, aku akan membuat kalian ditangkap.”


Ketua manajer baru menyelesaikan kata-katanya, disusul dengan adanya suara penuh dengar amarah terdengar dari luar, “Aku ingin tau, apa masih berani?”


Mendengar suara yang sangat familiar membuat Serena memutar kepalanya tidak percaya dan mendapati Ralphie yang sedang berjalan kearahnya.


Dia benar-benar datang…..


Serena mengalami kesedihan yang belum pernah dia alami sebelumnya, kemudian air matanya mengalir deras.


Melihat Serena menangis Ralphie seketika menunjukkan sorot mata yang mematikan. Dia sudah buru-buru datang kemari tetapi tidak dapat menghentikan Serena menerima perlakuan seperti ini.


Dia berjalan cepat, segera mendekap Serena kedalam pelukannya, “Aku disini, jangan menangis.”


Mendengar Ralphie yang menghiburnya malah membuat tangis Serena makin tak terbendung.


Ralphie mengangkat tangannya dan menepuk-nepuk punggung Serena menenangkannya agar dia tidak menangis lagi, “Nurut yaa, jangan nangis lagi, aku akan membereskannya, ya?”


Serena mengangkat wajahnya, bertanya sambil menangis, “Beneran?”

__ADS_1


“Iya beneran.” Ralphie mengangkat tangannya dan dengan jari lentiknya mengusap air mata yang ada di pipi Serena.


Serena mengangguk dengan tenang, “Baiklah.”


__ADS_2