I GOT YOU, MY WIFE

I GOT YOU, MY WIFE
Bab 212 Kembali Ke Antarts


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Setelah Serena menyetujui untuk kembali bekerja di Antarts Ralphie segera menghubungi Felix untuk mengatur segalanya.


Keesokan paginya Serena pergi ke kantor manajer bagian perancangan melaporkan kehadiran.


Hello! Im an artic!


Elliot diam-diam memperhatikan Serena yang berdiri didepan mejanya, hatinya benar-benar tidak menyukainya.


Sebelumnya, dia sangat memperhatikan Serena, tetapi Serena tiba-tiba mengundurkan diri.


Hal ini membuatnya sangat kecewa, dalam hidupnya dia baru pertama kali salah menilai orang.


Tetapi tidak disangka setelah dua bulan Serena malah kembali lagi ke PT. Antarts, dan atas rekomendasi dari atasanlah yang membuatnya berada dibawah perintahnya.


Hello! Im an artic!


Aneh jika Eliot merasa tenang akan hal ini.


Dia juga tidak ingin berbasa basi dengan Serena, kemudian langsung saja dia mengambil berkas dari laci yang sudah dipersiapkan terlebih dahulu untuk diberikan kepada Serena, dan diletakannya diatas meja.


“Ini adalah berkas yang kamu butuhkan saat kamu menjalani pelatihan khusus.”


Serena terdiam sesaat dan bertanya, “Apakah tempat kerja saya nantinya juga sama dengan yang dulu saya tempati?”


“Tempat kerja?” Eliot berkata sambil mengangkat ujung bibirnya mencibir, “Kamu tidak perlu bekerja, kamu hanya perlu berada di tempat pelatihan khusus untuk belajar.”


Serena malah sama sekali tidak melihat ada cibiran dari perkataan Elliot, setelah dia menganggukan kepala sambil berterimakasih, kemudian mengambil bahan materi yang berada diatas meja dan meninggalkan ruang kerja Elliot.


Setelah Serena meninggalkan ruangan, Elliot mengeluarkan hpnya, menekan suatu nomor telepon dan dengan cepat pula diangkatnya.


Elliot berkata: “Karina ini aku.”


“Elliot, aku sedang pelajaran, kamu ada urusan apa mencariku?” Nada bicara Karina sedikit kesal karena merasa terganggu.


Elliot berkata pelan, “Sebentar lagi akan ada murid yang akan segera tiba, tolong kamu terima dia.”


Karina mendengar perkataan Elliot seketika menaikkan nada suaranya dan berkata, “Elliot, kelas pelatihan sudah dimulai sampai paruh semester, apa maksudmu dengan memaksaku menerima satu murid baru?”


Elliot sudah menduga bahwa Karina akan menjnjukkan ekspresi ini, tetapi dia juga dipaksa oleh atasan dan tidak mampu berbuat apa-apa, “Karina, murid itu sebenarnya berada dari bagian pelatihan khusus, tetapi karena alasan pribadi jadi mengundurkan diri, sekarang dia kembali lagi ke bagian pelatihan khusus.”


Perkataan Elliot berhasil menarik keingintahuan Karina, “Dulunya adalah bagian pelatihan khusus? Bagian apa?”

__ADS_1


Elliot terdiam beberapa saat, kemudian menyebutkan nama Serena, “Serena.”


Kesan Karina terhadap Serena mungkin lebih dalam ketimbang Elliot, ketika Elliot menyebutkan namanya, dia seketika langsung mengingatnya, “Dia adalah murid yang dulu kamu perhatikan tetapi malah berhenti dari perusahaan?”


Meskipun sedikit tidak ingin mengakui bahwa Serena adalah pegawai yang pernah dia perhatikan, tetapi Elliot hanya bisa mengiyakannya.


“Aku tidak mengerti kenapa kamu masih mau menerimanya….” Karina berkata dengan sedikit tidak menyangka.


Ekspresi muka Elliot memancarkan senyum palsunya, saat akan menjawab perkataan Karina, Karina kembali mengatakan sesuatu, “Dia sudah datang, aku akan segera mengusirnya dari sini.”


Setelah mengatakan hal ini, dia menutup telepon tanpa menunggu jawaban Elliot.


Elliot memandangi teleponnya yang terputus itu, teringat kata terakhir yang Karina ucapkan, dia merasa sedikit tertarik, apakah Karina akan benar-benar mengusir Serena atau tidak…..


Sorot mata Karina memandangi Serena dengan tatapan tidak bersahabat, kemudian berkata, “Aku tidak tau kamu menggunakan cara apa untuk membuat Elliot mengirimnu lagi ke bagian pelatihan khusus, tapi aku peringatkan, jika ujian bulanan nilaimu tidak memenuhi kriteria, saat itu juga aku akan mengusirmu juga dari bagian pelatihan khusus.”


Karina tidak boleh dengan terang-terangan menentang perintah Elliot dan sengaja menggunakan ujian bulanan untuk menyulitkan Serena, tujuannya adalah untuk membuat Serena mengerti dan segera pergi.


Tetapi dia tidak mengira bahwa Serena akan menyetujuinya.


“Baik, saya mengerti Kak Karina.” Serena mengetahui bahwa Karina sedang menyulitkannya, tetapi dia tidak akan menyerah semudah ini, jadi dia menyetujuinya.


Karena Serena telah menyetujuinya, Karina juga tidak bisa menyulitkannya lagi.


“Baik, Kak Karina.” Serena mengangguk dan kemudian duduk di bangku kosong di baris terakhir.


Kemudian dia mengeluarkan bahan materi yang Elliot berikan kepadanya, membuka setiap bagian yang Karina jelaskan, mulai serius menperhatikan dan hingga mencatat.


Karena ujian bulanan mempengaruhi bisa tidaknya Serena mengikuti pelatihan khusus, jadi Serena menjadi sangat serius.


Serena tidak perlu bekerja seperti pegawai yang lainnya, dia menggunakan waktu diluar pelatihannya untuk mengejar pelajaran yang telah dia lewatkan.


Mencari murid lain untuk meminjam catatan, saat ada hal yang tidak dia mengerti dia dengan rendah hati bertanya kepada yang lain.


Sampai-sampai sepulangnya dia di rumah, dia juga harus membaca kembali materi yang dia bawa pulang.


Akhirnya jerih payah Serena tidak sia-sia begitu saja, Serena lolos pada ujian bulanan.


“Elliot, kamu tebak bagaimana nilai ujian Serena kali ini?” Karina dengan ekspresi misteriusnya bertanya kepada Elliot.


Elliot tidak begitu menghiraukannya dan menjawab, “Ketinggalan pelajaran sebanyak itu, tidak lulus merupkan hal yang wajar.”


Karina memutar bola matanya dan memberikan kertas ujian Serena yang dipegangnya kepada Elliot, “Kamu lihat saja sendiri.”

__ADS_1


“Apa yang menarik dari Desain yang tidak memenuhi standar……….” Elliot mengambil desain dari tangan Karina, saat akan mengatakan ‘apa yang menarik dari desain yang tidak sesuai standar’ dia tidak merampungkan kalimatnya itu, sorot matanya beralih kepada kertas ujin yang disodorkan oleh Karina.


Dia mengangkat kepalanya, dengan terkejut bertanya kepada Karina, “Ini adalah milik Serena?”


“Menurutmu?” Karina mengerutkan alisnya.


Elliot kemudian kembali berkata, “Dia ketinggalan pelajaran sebanyak itu, tetapi kemajuannya juga tidak main-main.”


Karina menganggukan kepalanya dan menambahkan: “Bukan hanya kemajunnya yang besar, dia juga menciptakan gaya desain dia sendiri.”


“Jadi, kamu memutuskan untuk tidak mengusirnya lagi?” Elliot bertanya dengan ekspresi muka yang sedikit menyindir.


Karina menatap Elliot dengan sinis, bertanya, “Aku mengusirnya itu demi siapa?”


Khawatir akan membut Karina marah, Elliot segera mengucapkan sesuatu, “Demi aku demi aku.”


Karina menyaut lirih kemudian bangkit dari tempt duduknya, “Aku berencana membuat dia mengikuti lomba.”


Elliot mengerutkan kening bertanya, “Kamu merasa dia mampu? Kamu tahu pencapaian dia, tapi bukan berarti bahwa dialah yang terbaik.”


Karina tidak mengatakan apapun, segera meninggalkan ruang kerja Elliot.


“Mungkin dia juga tidak seburuk itu….” sambil menghela napasnya, Elliot kembali mengambil kertas ujian Serena dan mengamatinya.


Saat mengetahui bahwa nilai ujiannya memenuhi standar, Serena merasa sangat bahagia.


Bukan hanya menandakan bahwa kerja keras yang sela ini dia lakukan tidak sia-sia, tetapi juga untuk membuktikan kepada Ralphie bahwa dia tidak sia-sia membawa Serena kembali ke Antarts.


Setelah mendapat kabar bahagia ini, hal pertama yang dia pikirkan adalah menelpon Ralphie.


“Ralphie, ujian bulananku akhirnya lulus.”


Ralphie menjawab, “Selamat yaa.”


Serena mengerutkan bibirnya bertanya, “Terima kasih, kamu ada waktu tidak, aku ingin mentraktirmu makan.”


Yang menjawab pertanyaan Serena bukanlah suara Ralphie, melainkan suara ‘peng’ kemudian dengan beberapa suara lirih yang sedikit aneh.


Serena kebingungan dan mengertutkan kedua alisnya itu, “Kenapa?”


Setelah beberapa saat baru terdengar suara Ralphie kembali, “Ada waktu, mau kapan?”


Kata-kata yang diucapkan Ralphie sedikit berlawanan, dia berkata bahwa dia ada waktu, dan kemudian dia malah menanyakan mau kapan…

__ADS_1


__ADS_2