
Hello! Im an artic!
Serena pergi ke Swiss dengan penerbangan hari kedua malam pukul 7, total perjalanan 13 jam.
Ketika sampai di Swiss, sudah pukul 8 malam.
Hello! Im an artic!
Jadi dia tidak pergi ke tempat kakek, pergi ke hotel yang sudah dia pesan untuk tinggal sehari, hari kedua baru menemui kakek.
Merapikan semua barang kopernya, lalu turun untuk makan malam.
Setelah makan malam, Serena tidak kembali ke kamarnya untuk beristirahat, tapi jalan-jalan di luar hotel.
Setelah keluar dari hotel, Serena memilih satu arah, berjalan dengan pelan.
Hello! Im an artic!
Waktu menunjukkan hampir pukul 10 malam, tapi sekitarnya masih ramai.
Serena belum lama berjalan, melihat sebuah taman kecil.
Meskipun tamannya kecil, tapi orangnya tidak sedikit.
Serena mengikuti jalan kecil berjalan beberapa menit, menuju ke arah lebih sepi duduk di kursi.
Mendengar suara dari jauh, Serena teringat tujuannya, sudut mulutnya teraangkat sedikit.
Karena tenggelam dalam pikirannya, Serena tidak menyadari di depannya berjalan dua orang berkulit putih, yang 1 tinggi dan yang 1 pendek.
2 orang kulit putih itu memperhatikan Serena yang seorang diri di tempat sepi, memperhatikannya, mendekati Serena.
Menunggu Serena kembali ke alam sadarnya, 2 orang tersebut jaraknya hanya tidak sampai 1 meter darinya.
Serena berdiri dari kursinya, bersiap pergi.
Tapi kedua orang putih tersebut lebih cepat satu langkah darinya, ia terkepung.
“Tuan, apakah kalian ada urusan dengan saya?” Serena memandang mata mereka sambil sekuat tenaga bertanya menggunakan Bahasa Inggris.
Orang putih tinggi tertawa kepada Serena, berkata: “Nona cantik, tidak adakah orang memberitahumu, malam-malam berjalan sendirian di luar?”
Mendengar perkataannya, Serena terdiam, lalu berkata: “Terima kasih, saya akan langsung pergi.”
Bagaimana mereka bisa melepaskan Serena pergi? Yang putih pendek mencengkeram lengannya dan berkata, “Nona cantik, sekarang kamu tidak bisa pergi.”
Serena ingin melepaskan tangannya, tapi lawannya menggunakan tenaga lebih kuat, dia sama sekali tidak bisa pergi.
Dia hanya bisa sambil melawan sambil berteriak, “Kalian ingin melakukan apa? Apakah ingin uang? Saya dapat memberikan sangat banyak uang kepada kalian.”
Tujuan Serena berteriak begitu keras, adalah ingin menarik perhatian orang.
Sayangnya jaraknya dengan sekelompok sedikit jauh, tidak ada orang yang memperhatikan di sekitar sini.
__ADS_1
Serena menggerakkan tangannya, lalu membuka tasnya, lalu mengambil cek dari dalam tasnya dan diberikannya kepada mereka.
Karena angka dalam cek tersebut tidak sedikit, setelah mata mereka melihat cek tersebut lalu pergi.
Serena merasa karena telah memberikan uang kepada mereka, sudah tidak masalah lagi. Tapi ternyata mereka berdua tidak berniat untuk melepaskannya, mata mereka terus melihat ke arah Serena, pandangan mata mereka menunjukkan maksud yang tidak baik.
“Semua orang berkata orang Asia sangat imut, kami berdua belum pernah mencobanya sebelumnya, jadi hari ini kami pasti akan mencobanya.”
Mendengar perkataan mereka, Serena merasa sangat menyesal.
Kenapa tadi dia keluar malam begini, sekarang apa yang harus ia lakukan?
Dia sambil mundur ke belakang, sambil mengamati sekitarnya.
Dia sekarang berada di tempat yang sangat sepi, bagaimana caranya lari sekencang mungkin ke arah tempat yang ramai?
Ketika Serena sedang memikirkan cara, tiba-tiba ada sebuah bayangan hitam yang keluar.
Kecepatannya sangatlah luar biasa, ketika kedua orang putih tersebut belum sadar akan kehadirannya, ia menendang kedua orang tersebut dan menggandeng tangan Serena.
Hanya terdengar sedikit suara tendangan, tetapi orang kulit putih tersebut meraung kesakitan dan segera melepaskan tangan Serena, lalu ia mundur ke belakang beberapa langkah sambil merasa kesakitan.
Setelah lepas dari penjahat itu, Serena merasa terkejut sebentar, lalu melihat ke arah orang tersebut.
Orang itu sedang membelakangi Serena, ditambah lagi waktu itu sangatlah gelap, jadi Serena tidak bisa melihat dengan jelas siapa orang tersebut, tetapi Serena merasa bayangan tubuhnya sangatlah familiar.
Tetapi dia tidak sempat berpikir terlalu lama, setelah dua orang kulit putih tersebut akhirnya mulai tersadar, mereka melihat ke arah orang misterius itu sebentar lalu berputar dan melarikan diri.
Serena mulai berbalik, bersiap untuk berlari melarikan diri secepat mungkin ke arah tempat yang terang.
Dia sama sekali tidak melihat, bagaimana kedua orang itu tersebut bisa dengan cepatnya dilawan oleh orang misterius itu.
Gerakannya sangat cepat, seakan-akan seperti ingin membunuh orang.
Terus-menerus hingga terdengar suara Serena dari jauh, “Di sini ……”
Bayangan hitam tersebut terlihat sedang menaikkan kakinya, ingin menendang dua orang kulit putih yang telah tersungkur di atas tanah, tetapi karena suara tersebut, ia dengan sangat cepat ia kembali berlari ke arah kegelapan, dan akhirnya menghilang.
Belum sampai 1 menit orang itu pergi, Serena datang ke tempat itu dengan membawa banyak orang.
Begitu sampai, mereka hanya melihat kedua orang tersebut mengguling-guling kesakitan di tanah, orang yang datang menolongnya sudah tidak terlihat lagi.
Orang-orang yang datang bersama Serena, ketika mereka melihat kedua orang kulit putih tersebut kesakitan semuanya berebutan berbicara.
“Ini semua perbuatan siapa, kenapa ia memukul mereka dengan parah?”
“Tetapi ini juga perbuatan yang tidak baik, jika mereka dipukul hingga mati pun juga itu salah mereka.”
“Yang penting cepat panggil polisi kemari, biar polisi yang menangani mereka……”
Karena tempat kejadiannya adalah tempat yang lumayan ramai, setelah lapor polisi, tidak lama kemudian polisi datang.
Polisi mengangkat kedua orang tersebut, membawanya pergi, juga menyuruh Serena ikut untuk memberikan kesaksian.
__ADS_1
Kedua orang ini adalah berandalan di sekitar tempat itu, karena melihat Serena seorang diri di dalam taman, mereka punya maksud jelek padanya.
Tapi untungnya hal itu tidak terjadi, malah sebaliknya, mereka dipukul hingga hampir mati.
Siapakah orang yang memukul mereka, Serena sendiri juga tidak tahu jelas, ia hanya berterimakasih sekali kepada sosok bayangan hitam itu saja.
Kalau saja sosok bayangan hitam itu tidak datang tepat waktu, pasti akan terjadi hal yang lebih buruk lagi.
Setelah selesai merekam kesaksian, ketika Serena bersiap kembali ke hotel, tiba-tiba salah satu dari orang kulit putih itu berkata, “Laki-laki itu adalah orang Asia yang sangat pandai bela diri.”
Lelaki Asia?
Serena kembali mengingat-ingat situasi tersebut, begitu cengkraman tangan berandalan itu lepas, ia masih belum seutuhnya sadar, jadi ia pun tidak memperhatikan orang itu dengan seksama, hanya melihat bagian tubuh belakangnya yang tinggi besar.
Sekarang setelah diingat-ingat kembali, bayangan tubuhnya sangatlah mirip dengan tubuh Ralphie.
Dia pikir apakah ini karena dirinya yang sangat rindu dengan Ralphie, sehingga ia menciptakan imajinasinya sendiri.
Atau, apakah orang itu adalah Ralphie?
Memikirkan kemungkinan itu, jantung Serena mulai berdetak tidak karuan.
Tetapi yang jelas, orang itu tidak ditemukan, sehingga ia pun tidak bisa memastikan hal itu,
Setelah keluar dari kantor polisi, Serena naik taxi kembali ke hotel. Sambil berbaring di atas ranjangnya tanpa ada keinginan tidur sedikit pun, ia menatap ke arah langit-langit kamar sebentar, lalu kembali duduk, mengambil handphone nya dari laci meja dan memutuskan untuk menelepon Felix.
Dengan cepat terdengar suara dari Felix yang bertanya, “Nyonya muda, sekarang tengah malam di Swiss bukan? Kenapa Anda belum tidur?”
“Tidak bisa tidur, aku ingin kamu mengecek sesuatu.” Kata Serena.
Felix diam sebentar, lalu bertanya, “Soal apa?”
Serena menekan ujung handphonenya dengan keras, lalu berkata: “Coba kamu selidiki, apakah Ralphie sedang berada di Swiss?”
“Nyonya muda, apakah Anda menemukan Direktur Su?” Tanya felix dengan terkejut.
“Bukan begitu, tadi di taman, aku melihat ada sebuah bayangan tubuh yang sangat mirip dengan tubuh Ralphie yang menolongku, aku merasa mungkin itu adalah dia.” Serena menceritakan kejadian tersebut tidak terlalu detail dengan tidak menyebutkan dirinya yang tadi berada dalam bahaya, hanya mengatakan ada seseorang yang sangat mirip dengan Ralphie.
Tetapi setelah mendengar penjelasan Serena, hatinya sedikit merasa sakit.
Ia merasa mungkin karena Nyonya muda sangat rindu dengan Direktur Su, sehingga ia berimajinasi ada seseorang yang sangat mirip dengan Direktur Su dan menganggap itu adalah Direktur Su.
“Nyonya muda, yang bayangan tubuhnya mirip dengan Direktur Su sangatlah banyak, Anda……”
Tetapi sebelum Felix selesai menjawab, Serena menghentikan perkataannya.
“Aku yakin itu pasti Ralphie”
Felix menghela nafas di dalam hati, dan berkata “Baiklah, saya akan bantu Anda menyelidikinya, jika saya telah mendapatkan hasilnya, saya akan menghubungi Anda.”
“Terima kasih, terima kasih sekali Tuan Zhou.” Serena tersenyum sambil mengucapkan rasa terima kasihnya.
“Nyonya muda tidak perlu sungkan, seorang diri di sana, jagalah diri Anda dengan baik.”
__ADS_1
“Baik.”