I GOT YOU, MY WIFE

I GOT YOU, MY WIFE
Bab 76 Terlambat Datang Dihari Penting


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Flora mengerti perkataan Serena bahwa dari Serena sendiri juga tidak bisa menggali informasi mengenai Ralphie, biarpun tidak bernilai, dia juga tidak bisa membuat Serena menghabiskan waktu untuk mencari informasi ini.


Flora menghilangkan senyum diwajahnya, dengan tatapan memandang rendah kepada Serena, “Aku ada janji sama teman ku.”


Hello! Im an artic!


Serena teringat bahwa dia harus pulang untuk memperbaiki gambar desainnya, sama sekali tidak memperhatikan perubahan wajah Flora, dia mengangguk kan kepala dan menjawab, “Aku masih ada urusan, aku kembali dulu.”


Flora mengatakan “Em” yang merupakan jawaban.


Serena merasa Flora sedikit aneh, tidak berpikir banyak, melambai tangan kepada Flora dan pergi.


Setelah melihat Serena pergi, Flora perlahan-lahan mengeluarkan ponsel dari sakunya, kemudian mencari nomor Ralphie dan meneleponnya.


Hello! Im an artic!


Disana terdengar satu suara, dua suara, tiga suara… suara keempat tidak berbunyi, kemudian teleponnya terputus.


Flora tidak membiarkan ini begitu saja, dia menelepon Ralphie lagi, kali ini bukanlah suara masuk, tetapi suara saluran sibuk.


Flora juga tidak bodoh, dia mengerti bahwa Ralphie menolak untuk menjawab teleponnya.


“Kamu mengira dengan menolak panggilan, semua sudah selesai?” Flora memasang senyum licik di wajahnya, kemudian mengambil ponsel lainnya dari dalam tas, kemudian mencari nomor Ralphie dan meneleponnya.


Kali ini ternyata tersambung.


Flora dengan bangga mengangkat sudut mulutnya, dan mengeluarkan suara ditelepon, “Tuan Su.”


Ralphie sepertinya mendengar suaranya dan langsung menutup teleponnya.


Flora merapatkan bibirnya, dan menelepon lagi, teleponnya menjadi mati, ponselnya yang lain menelpon juga mati.


Terdengar di dalam ponselnya layanan pelanggan seluler berbunyi, nomor yang anda tuju sedang di luar jangkauan, Flora menggetarkan giginya.


Tentu saja Flora tidak akan menyerah karena Ralphie mematikan ponselnya.


Dia sudah tahu dari Serena bahwa Ralphie bekerja di PT. Antarts, jadi dia sudah menagertkan PT. Antarts.


Dia tidak tahu bahwa dia sudah membuat kesal Ralphie.


Kemarin malam, Ralphie memerintah Felix untuk mengantar Serena, dia sangat terobsesi dengan kebersihan sehingga dia tidak beristirahat sama sekali di hotel bintang empat itu, hanya terduduk disofa sampai subuh.


Keesokan harinya Felix pergi ke hotel untuk menjemputnya dan langsung pergi ke Perusahaan.

__ADS_1


Terakhir kali ada masalah dengan grup finansial LM, melewati pembicaraan pengulangan proyek, Ralphie memutuskan sendiri untuk turun tangan.


Seharian selain berada gedung perusahaan, dari pagi sampai malam sibuk sampai tidak ada waktu untuk minum air.


Melihat Flora meneleponnya, dia tidak berpikir lagi langsung menolak panggilannya kemudian memasukkan ke dalam blacklist.


Tidak terpikirkan bahwa Flora mengganti nomor telepon untuk menelponnya.


Ralphie sebenarnya sangat membenci Flora, jika bukan karena Serena dari awal dia akan menyuruh orang untuk mengurus Flora.


Tapi kali ini Flora benar-benar sudah membuat dia kesal, dilihat dari wajah Serena, dia tidak berurusan dengan Flora tapi dia juga pasti akan memberinya sedikit pelajaran.


“Felix, apakah foto-foto yang kamu selediki mengenai Flora masih ada?”


Kenapa Direktur Su tiba-tiba menyebutkan Flora? Meskipun Felix merasa aneh, tapi tidak banyak bertanya hanya mengangguk kepala, “Ada.”


Ralphie memerintahkan: “Kirim sebagian foto ke rumah Luo.”


Mendengar perkataan Ralphie, Felix kelihatan ragu, “Direktur Su, nona …”


Perkataan Felix belum selesai, Ralphie memandang dia dengan tatapan dingin, dia dengan bergegas menjawab: “Iya.”


Ralphie mengalihkan pandangan dengan puas , kemudian menunjuk ponsel yang berada diatas meja: “Pergi cari cara, untuk memblokir semua panggilan dari orang tidak di kenal dari ponsel.”


“Baik, Direktur Su.” Felix mengangguk kepala dari meja kantor mengambil ponsel Ralphie.


“Baik, Direktur Su.” Felix berkata dan berjalan dengan cepat keluar dari kantor untuk pergi menangani ponsel Ralphie.


Ponsel Ralphie diserahkan kepada Felix untuk ditangani tapi juga melewatkan telepon masuk dari Serena.


Disaat Serena pulang dari Clover Plaza, memutuskan untuk menelepon Ralphie, melihat apakah dia sudah tidak marah lagi, namun nomornya tidak dapat di hubungi.


Setelah di telepon beberapa kali juga dimatikan, Serena memasukkan kembali ponselnya ke dalam sakunya.


Kemudian dia memulai menyelesaikan gambar cicin pria yang tadi siang belum terselesaikan.


Garis-garis permukaan cincin dan desain kecil dari gema cincin perempuan dan sebagainya.


Serena sibuk sampai jam 12 malam.


Melihat kedua gambar cincin pria dan wanita, Serena pelan-pelan menghela nafas dengan lega.


Kemudia dia mengambil pena nya dan menandatangani namanya dibagian bawah gambar cincin wanita, setelah menyelesaikan namanya, dia berpikir, lalu menambahkan satu kalimat, ‘Rest Assured’


“Besok aku akan menyerahkan ini.”

__ADS_1


Benar, Serena hanya berencana menyerahkan satu gambar desainnya, karena gambar desain cincin pria dia tidak rela menyerahkannya.


Setelah memasukkan desain ke dalam album, Serena mengeluarkan kertas gambar kosong dan mulai menggambar perlahan.


Ralphie sedikit tampak di kertas gambarnya, kali ini gambar Serena adalah gambar Ralphie ditengah-tengah kerja, yang hampir sama dengan orang aslinya, satu-satu yang beda adalah didalam gambar jari Ralphie memiliki cincin.


Cincin yang di gambar adalah cincin yang dia gambar sewaktu ikut kompetisi.


Dia tidak mungkin membuat Ralphie memakai cincin yang telah dia desain, hanya bisa menaruhnya di gambar.


Serena dengan lembut menyentuh kertas itu, lalu menjadikan nya sebagai barang berharganya dan memasukkan gambar kedalam album.


Setelah menyelesaikan semuanya, Serena baru naik ketempat tidur.


Mungkin karena hari ini dia merasa puas, malam ini Serena tidur dengan nyenyak.


Kalau bukan karena Claudia memanggilnya, tidak akan tahu dia tidur sampai kapan.


Serena tergesa-gesa mengepak barangnya, dan bergegas ke perusahaan tapi ternyata terlambat beberapa menit.


Hari ini adalah hari yang pentin untuk menyerahkan desain kompetisi jadi perserta yang berada didalam ruang konferensi.


Serena masuk kedalam terlalu tiba-tiba sehingga semua mata orang tertuju padanya.


Impresaris dari pertandingan, ketua dari desain departemen Elliot Ye melihat Serena, “Apa yang terjadi denganmu?”


Setelah mantan ketua departemen desain di berhentikan oleh Ralphie karena menuduh Serena menjiplak gambar terakhir kalinya, Ralphie membuat Felix menggunakan Elliot yang merupakan Direktur sebuah perusahaan desain perhiasan dari luar negeri dengan harga tinggi.


“Saya…saya terlambat.” Serena dengan gugup menjawab sambil memegang pakaiannya.


Elliot adalah seorang yang keras, mendengar Serena mengatakan terlambat, dia langsung memarahinya, “Sebagai seorang desainer sampai menyerahkan rancangan desain juga bisa terlambat, apa kamu ingin mencari masalah…”


Serena menggantung wajahnya dan terdiam.


Duduk di tengah banyak orang, melihat Serena yang terkena marah, membuat orang menikmati kemalangan orang lain.


Serena benar-benar membuat dirinya mencari mati! Tentu saja dia langsung dikeluarkan oleh kepala, dia juga akan menerima masalah berikutnya.


Elliot tidak mengeluarkan Serena, memarahi Serena kemudian menyuruhnya untuk duduk kembali ke tempatnya.


Serena menundukkan wajahnya dan berjalan sampai tempat duduknya.


Sebelah nya Sarah mendekati wajahnya dan berbisik: “Serena, kenapa kamu baru datang?”


Serena dengan canggung menjawab, “Aku telat bangun.”

__ADS_1


“Kamu sangat hebat di hari kompetisi menyerahkan desain kamu masih bisa telat bangun, aku gugup sampai tidak bisa tidur.” Dengan wajah Sarah yang mengaguminya.


Serena tersenyum pahit dan tidak berbicara.


__ADS_2