I GOT YOU, MY WIFE

I GOT YOU, MY WIFE
Bab 425 Isa ‘Cemburu’ Yang Tidak Seharusnya


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Karena biasanya villa kastil kosong, dan hanya pembantu yang secara teratur pergi kesana untuk membersihkan.


Jadi jika ingin kesana, maka butuh banyak persiapan.


Hello! Im an artic!


Ralphie lebih dulu menelpon keluarga Su, memerintah Theo untuk mengatur beberapa pembantu pergi ke villa kastil.


Lalu memerintah pembantu untuk menyiapkan barang-barang yang biasanya di butuhkan Serena, lalu di antar ke villa kastil.


Setelah itu, barulah Ralphie satu persatu menelpon Isa dan lainnya.


Lalu dengan mengendari mobil dia membawa Serena menuju ke villa kastil.


Hello! Im an artic!


Tidak lama sampai sana, Isa dan Claudia bersama anaknya juga sudah tiba.


“Anak angkatku sudah datang.” Serena segera berdiri, menuju ke arah anak yang di gendong Claudia.


Hal itu membuat Ralphie juga ikut berdiri mengikuti Serena, karena takut dia bisa jatuh.


Setelah Serena di depannya, Claudia tidak menahan tawanya dan menggoda Serena, “Serena, saat kamu tiba-tiba berdiri tadi, jantung Ralphie mu hampir saja copot.”


“Mana ada?” Kalimat yang keluar dari mulut Serena, tapi menoleh melihat ke arah Ralphie, melihat wajah Ralphie yang biasa saja, barulah dia dengan sangat gembira bertepuk tangan menghibur anak yang di gendong Claudia, “Anakku, aku ibu angkatmu.”


Meskipun anak Claudia masih berusia lima bulan, tapi dia bisa memandang Serena dengan matanya yang besar, mulutnya berucap aaa.. aaa..aaa.. seperti sedang menjawab kalimat Serena.


Serena begitu sangat bergembira, dia mengulurkan tangan ke Ralphie yang di belakangnya, “Ralphie, apa kamu mendengarnya? Anakku barusan memanggilku.”


“Iya, dengar.” Jawab Ralphie mengangguk.


Serena menggumam, “Lucu sekali, aku ingin menggendongnya.”


“Tunggu anakmu lahir, kamu bisa menggendong bayi sendiri.” Jawab Claudia sambil berkedip.

__ADS_1


Serena menggenggam tangan anak Claudia, wajahnya sangat menanti-nanti, “Tapi aku sangat ingin menggendong anak angkatku.”


Claudia memandangi Ralphie yang berada di belakang Serena, lalu berkata, “Baiklah… kalau begitu kamu duduk di sofa, kamu bisa menggendongnya sebentar.”


“Oke.” Jawab Serena mengangguk, lalu mengajak Claudia berjalan ke arah sofa.


Ralphie dan Isa tidak mengikuti arah mereka, hanya melihat mereka dari jauh.


“Dengar-dengar beberapa hari lalu kamu terluka?” Tanya Isa sambil melihat Claudia dan mereka.


Jawab Ralphie dengan santai, “Iya.”


Isa bertanya lagi, “Bagaimana bisa terluka?”


“Tabrakan mobil.” Jawab Ralphie.


Mendengar jawaban Ralphie, Isa pun terkejut lalu berteriak, “Tabrakan…..” tapi kalimat ‘mobil’ belum di katakan, dia terdiam oleh tatapan Ralphie.


Dia melihat ke arah mereka yang sedang mengobrol, tidak memperhatikan bahwa ternyata Claudia dan Serena melihat ke arahnya, lalu baru dengan bersuara pelan dia bertanya pada Ralphie, “Apa Serena tidak tahu?”


“Dia tahu aku terluka, tapi tidak tahu kalau aku tabrakan.” Katanya tersembunyi artinya bahwa lebih baik kamu menutup mulut.


Ralphie pun sudah tidak mau meresponnya, berbalik arah masuk ke dapur.


“Ralphie, tunggu…..” Isa berteriak, mengejar Ralphie.


Serena yang berada disana mendengar teriakan Isa lalu menoleh, melihat Isa sedang mengejar Ralphie menuju ke dapur.


Dia tertawa sambil bertanya kepada Claudia, “Isa berencana mau belajar memasak dengan Ralphie ya?”


“Kamu kira semua orang sama dengan Ralphie mu, ada bakat memasak?”


Kata Claudia sambil mengedipkan mata, lalu bertanya, “Serena, dengar dari kata Isa, waktu itu kamu dan Ralphie menikah disini ya?”


Serena mengangguk-ngangguk, “Iya.”


Claudia memandang ke atas dan melihat dekorasi villa yang indah, “Wah dulu pasti pernikahanmu sangat megah ya, sayang sekali, aku tidak disini waktu itu.”

__ADS_1


Mendengar ucapan Claudia, Serena dengan nada meminta maaf berkata, “Maafkan aku Claudia, waktu itu tidak mengundangmu datang.”


Claudia tersenyum dan berkata, “Serena, hal bodoh apa yang kamu katakan? Waktu itu keadaanya seperti itu, ya apa boleh buat?”


Serena menundukkan wajahnya dan tidak berkata apa-apa. Pada saat itu dia ditempatkan di bawah tahanan rumah oleh Leonard, jangankan menghubungi, meninggalkan rumah keluarga Luo saja tidak bisa.


Claudia tahu bahwa Serena jadi teringat kejadian masa lalu, dia menggenggam tangan Serena dan berkata, “Sudahlah jangan dipikirkan, sudah berlalu, sekarang kamu dan Ralphie sudah bahagia.”


“Iya aku tahu.” Serena mengangguk, “Hanya teringat masa itu, hubungan antara aku dan Ralphie.”


Pada saat itu suara Isa pun datang, “Kalian sedang ngobrol apa?”


Claudia melihat ke arah Isa dan mengedipkan matanya, lalu menjawab, “Membicarakanmu apakah masuk ke dapur untuk belajar memasak dengan Ralphie?”


“Tidak, siapa yang bilang?” Isa berkedip dan sedikit canggung, lalu mengalihkan pembicaraan, ” Oh ya, Serena, setelah kamu dan Ralphie menikah, apa sudah pernah kesini lagi?”


“Tahun lalu sebelum tahun baru kesini untuk menyalakan kembang api.” Jawab Serena.


Mendengar jawaban Serena, Isa terkejut, “Ralphie menyalakan kembang api?”


Jangan salahkan Isa jika sampai berpikir demikian, karena Ralphie adalah orang yang sangat dingin dan semua orang tahu itu, dia bisa menyalakan kembang api hal yang sangat romantis ini?


“Iya, kenapa memangnya?” Tanya Serena penasaran.


Isa memegang hidungnya, lalu menjawab, “Hem…hanya tidak menyangka saja, Ralphie bisa melakukan hal seromantis ini.”


Mendengar perkataan Isa, Serena menjadi malu.


Claudia menatap ke Isa: “Kamu ini bicara apa? Apa Ralphie tidak boleh romantis?”


Isa tidak mungkin membantah Claudia, dia menjawab sambil tersenyum, “Betul, betul, betul, aku yang salah, Ralphie semuanya boleh, semuanya bisa.”


“Itu baru betul.” Claudia mengaitkan bibirnya, dan kemudian mendekati Serena.


Isa berdiri disana dengan bergejolak, dan dia benar-benar ingin berteriak pada Claudia dengan keras: “Claudia aku ini suami mu, ya itu aku. Harusnya yang kamu banggakan adalah aku, bukannya Ralphie, bukan Ralphine…..”


Baiklah, dia dibandingkan Ralphie, perbandingannya bukan satu atau dua.

__ADS_1


Tapi dia masih ‘cemburu’.


Meskipun ‘cemburu’ yang tidak seharusnya.


__ADS_2