I GOT YOU, MY WIFE

I GOT YOU, MY WIFE
Bab 40 Flora Bertemu Ralphie


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Orang yang memakai mantel dan dress didalamnya adalah kakak Serena, Flora.


Bukankah dia sudah pergi keluar negeri? Mengapa bisa ada disini?


Hello! Im an artic!


Serena tidak sempat memikirkan jawaban yang memungkinkan. Serena melihat seorang pria bersama Flora dan mereka berciuman. Mereka sangat asik berciuman, bahkan tangan pria itu ada didalam mantel Flora dan menyentuhnya makin kebawah dress yang dikenakan Flora.


Serena sudah tidak tahan melihatnya dan memanggilnya, “Kakak?”


Mereka akhirnya berhenti dan menengok bersamaan.


Flora terkejut saat melihat Serena, tidak tahu apa yang ia katakana kepada laki-laki itu. Laki-laki itu melihat sekilas ke Serena dan mengecup pipi Flora kemudian pergi.


Hello! Im an artic!


Setelah laki-laki itu pergi Serena dengan sangat bersemangat berkata, “Kakak, bukankah kamu ada diluar negeri? Kenapa kamu bisa disini? Laki-laki barusan itu siapa? Kenapa kamu melakukan hal seperti itu ditempat makan yang sebesar dan banyak orang disini……”


Serena masih belum selesai dengan ucapannya, Flora sudah menyelanya.


“Serena, urusanku tidak perlu kau untuk ikut campur didalamnya.”


Serena berkata lagi, “Bibi Bella sangat merindukanmu, kalau kau ada waktu mampirlah.”


“Pulang atau tidak adalah urusanku, kau tidak perlu banyak bicara di rumah.” Flora berbicara dengan nada yang sangat dingin kepada Serena.


“Aku mengerti.” Serena mengangguk, berbalik dan meninggalkan toilet.


Ketika keluar dari toilet ia melihat Ralphie berjalan menuju ke toilet.


“Kenapa kamu ke sini?” Serena berbicara kepada Ralphie.


Ralhpie menunjukkan ponsel yang ada ditangannya, “Ponsel mu.”

__ADS_1


“Oh.” Serena mengangguk dan mengambil ponsel yang ada ditangan Ralphie, melihat sebentar ponselnya. Ralphie diam dan berdiri disampingnya memperhatikan apa yang Serena lakukan.


Flora yang baru saja keluar dari toilet melihat Ralphie yang berdiri bersampingan dengan Serena tidak bisa melepaskan pandangannya. Dia hidup begitu lama didunia ini, sudah bertemu banyak lelaki, sudah pernah berpacaran dengan banyak laki-laki, tapi ketika melihat laki-laki ini tidak ada yang bisa menggantikan dan mengalahkan charisma laki-laki ini.


Apa hubungan Serena dengan laki-laki ini? Tidak peduli apa hubungannya dengan Serena. Laki-laki ini hanya boleh menjadi milikinya Flora seorang.


Tatapan Flora berbinar, kemudian menghampiri Serena dan Ralphie. Seketika sikap dia terhadap Serena berubah, tangannya menggandeng Serena dan berkata, “Serena, siapa pria ini?”


Kata-kata Flora seperti mengintimidasi Serena, dan tatapannya tertuju ke Ralphie. Flora yang punya maksud bisa terlihat jelas dari pancaran sinar matanya.


Manusia apa Ralphie ini? Dalam sekali memandang sudah bisa menebak Flora.


Dia melihat wanita ini bukan orang biasa dan memiliki hubungan dengan Serena, makanya dia tidak menatapnya dengan jijik.


Serena terdiam sejenak dan berkata, “Kakak, dia adalah temanku.”


Kakak? Tatapan Ralphie mendingin sesaat. Flora tertawa dan mengulurkan tangannya, “Hai, aku Flora.”


Ralphie tidak mengulurkan tangan hanya mengatakan ‘Ya’ 1 kata. Selama ini Flora belum pernah bertemu orang yang memperlakukannya seperti ini, dia terkejut, tapi kemudian kembali biasa lagi.


Dia sangat percaya diri dengan kecantikannya, menurutnya didunia ini tidak ada laki-laki yang bisa menolak godaanya.


“Kamu adalah teman Serena, berarti kamu juga temanku.” Flora tertawa terhadap Ralphie, dan menggerakkan tangannya ingin menyentuh leher Ralphie. Ralphie mundur selangkah, menghindari tangan Flora, ia menatap sekilas Serena kemudian berbalik dan pergi.


Serena melihat Ralphie yang pergi tanpa mengucapkan sepatah katapun, dia tahu bahwa Ralphie sangat marah karena Flora ingin menyentuhnya.


Serena terburu-buru berkata kepada Flora, “Kakak aku ada urusan, aku pergi dulu.” Dengan langkah yang cepat mengejar Ralphie.


Melihat kedekatan dan bayangan Ralphie dan Serena yang berjalan bersama membuat Flora cemburu. Kemudian ia mengambil ponselnya dari tas dan menelpon seseorang kemudian mengatakan, “Aku suka dengan pria yang dekat dengan Serena.”


Dari sebrang sana bertanya, “Pria seperti apa?”


“Aku tidak tahu, pria yang barusan ku lihat berjalan bersama Serena. Aku tidak peduli, aku harus mendapatkan pria itu.” Flora menjawab.


“Jangan terburu-buru, Serena tidak mungkin akan bersama dengan pria itu, kau hanya perlu menunggu dengan sabar….” Belum selesai berbicara Flora sudah menyela perkataannya.

__ADS_1


“Aku tidak peduli, aku ingin secepatnya mendapatkan pria itu.”


Yang diseberang sana terdiam sebentar dan berkata, “Kau turuti saja aku, serahkan semua kepadaku.”


“Baiklah.” Setelah mengatakan ini Flora kemudian mematikan telponnya.


Ia melihat kearah kemana Serena dan Ralphie pergi, matanya menatap dengan aneh. Serena tunggu saja, pria itu akan segera menjadi milikku.


Serena tidak tahu sedikitpun, pria yang dicintainya ini sudah menjadi target Flora. Serena sedang meminta maaf kepada Ralphie atas kejadian tadi, “Jangan marah, kakakku tidak sengaja, dia hanya sangat ramah.”


Ralphie lebih tahu dari Serena apa yang diperbuat oleh Flora itu sengaja atau tidak. Dia bukan marah karena wanita itu ingin menyentuhnya, dia marah karena wanita itu membohongi Serena.


Melihat Ralphie yang tidak mengatakan apapun, Serena merasa sedih. Tidak mungkin hanya karena masalah ini Ralphie mengacuhkannya kan?


“Kamu jangan marah lagi ya?”


Melihat Serena yang seperti ini Ralphie tidak tahan akhirnya berkata, “Aku tidak marah.”


Serena yang sedang berpikir perlahan menganggkat kepalanya menatap Ralphie, “Benarkah?”


“Ya.” Ralphie mengangguk, “Ayo kita kembali keruangan dan makan.”


“Baiklah.” Melihat Ralphie yang tidak marah akhirnya Serena merasa lega.


Setelah kembali keruangannya sayurnya sudah siap. Serena ingin bersikap baik kepada Ralphie dan mengambilkannya sayur tapi Ralphie meniolaknya dan Ralphie yang mengambilkan sayur kemangkuk Serena.


Setelah selesai makan malam, Serena ingin berjalan-jalan ke Danau Shady. Ralphie tidak menolak dan mengantarkannya ke Danau Shady.


Danau Shady dimalam hari lebih indah dari pada disiang hari, sinar lampu memantul diatas air, seakan sinar itu sedang bergoyang, sangat indah.


Serena yang berdiri ditepi danau dekat pembatas, memandangi sinar lampu yang memantul di air, Ralphie berdiri disampingnya tanpa mengatakan apapun.


Setelah beberapa saat Ralphie memulai pembicaraan, “Suka disini?”


Serena mengangguk, “Ya, aku paling suka Danau Shady. Masih ingat pada saat itu disini belum di bangun Clover Plaza, hanya ada Danau Shady ini, pada saat itu ibuku sering sekali mengajakku berjalan-jalan kesini. Setelah ibuku sudah tidak ada akhirnya aku selalu kesini sendiri.”

__ADS_1


Ralphie terdiam sebentar lalu berkata kepada Serena, “Maaf.”


“Tidak apa, sudah bertahun-tahun berlalu.” Serena menggelengkan kepalanya, kemudian ia berkata kepada Ralphie “Mau temani aku memutarinya?”


__ADS_2