I GOT YOU, MY WIFE

I GOT YOU, MY WIFE
Bab 321 Selina Datang


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Ralphie terbangun karena dering telepon.


Ralphie menundukan kepala melihat sekilas ke arah Serena yang tertidur lelap dipelukannya, kemudian mengangkat telepon.


Hello! Im an artic!


Felix yang meneleponnya untuk memberitahu dia menghadiri rapat di kantor.


Setelah meminta Felix untuk mengundur rapat satu jam setelah, Ralphie memutuskan telepon, dan mengalihkan pandangannya pada Serena.


Satu bulan yang lalu, dia sama sekali tidak pernah terpikirkan akan ada kesempatan seperti ini lagi memelukanya hingga dia terbangun.


Saat itu, dia mencintai hingga putus asa.


Hello! Im an artic!


Bahkan membenci Serena karena memutuskan hubungan mereka.


Ralphie meninggalkan Serena, ingin melupakannya, tetapi tidak dapat melupakannya.


Setiap harinya hanya duduk didalam kamar, berpikir, apakah dia selamanya akan sendiri.


Tahun itu ibunya meninggalkannya, ayahnya juga ikut meninggalkannya, sekarang Serena juga meninggalkannya.


Kala itu dia bahkan ada pemikiran untuk mati kesepian.


Tetapi sekarang, Ralphie sudah keluar dari kesepian itu, dan Serena lah yang membawanya keluar.


Sebelumnya Serena yang mendorong dia ke dalam kesepian, dan dia juga yang membawa Ralphie keluar dari kesepian.


Serena membuatnya putus asa, Serena juga lah yang membuatnya ada harapan, Serena yang mengendalikan semuanya, tetapi dia bahagia akan hal itu.


Ralphie dengan pelan memegang wajah Serena, kemudian mencium dahinya dan pelan-pelan bangun dari tempat tidur.


Pergi ke kamar mandi untuk mandi, ganti baju, kemudian turun kebawah, menitip pesan kepada asisten rumah tangga, dan naik mobil berangkat ke kantor.


Ditengah jalan, Ralphie teringat masalah Selina kemarin malam yang membuat Serena salah paham, jadi dia menelepon Selina.


“Ralphie hari ini tidak temanin istrimu, kok ada waktu telepon aku?” Terdengar suara Selina dari balik telepon.


Ralphie dengan datar berkata: “Nanti kamu datang untuk minta maaf pada Serena.”


Selina mendengar perkataan Ralphie, hampir nangis, “Ralphie, jangan gitu dong, aku sama sekali tidak lakuin apapun.”


“Aku kurang lebih sebelum jam dua belas akan pulang.”


Maksudnya sebelum jam dua belas, harus sampai ke rumah dia untuk minta maaf kepada Serena, atau tidak dia akan tanggung semua resikonya.


Selina membeku sebentar, “Aku mengerti.”

__ADS_1


Ralphie menjawab ‘En’, lalu memutuskan telepon.


Serena bangun pukul setengah sepuluh, membuka mata dan terbiasa melihat kearah samping, tampak tak terlihat Ralphie.


Serena bengong sebentar, mengira Ralphie sudah turun kebawah, dan tidak peduli lagi. Membuka selimut, ke kamar mandi untuk mandi, kemudian mengganti baju dan turun.


Asisten rumah tangga sedang sibuk didapur, melihat Serena turun langsung menyapa: “Pagi Nyonya.”


“Pagi.” Serena melihat sekeliling, “Ralphie mana?”


“Tuan Muda pergi ke kantor untuk rapat, nanti dia akan kembali sebelum jam dua belas untuk menemani Anda makan siang.” Asisten rumah tangga menjawab Serena sesuai yang dipesankan oleh Ralphie.


Serena menganggukan kepala, “Oh.”


Asisten rumah tanggan kembali bertanya, “Nyonya, Tuan muda memintaku untuk menyiapkan bubur kesukaan Anda, Anda mau minum tidak?”


“En, mau.” Kata Serena dan berjalan kearah ruang makan.


Asisten rumah tangga segera ke dapur menyiapkan bubur untuk Serena.


Baru saja Serena akan menyuapkan bubur dan belum makan, diluar terdengar suara bunyi bel.


“Nyonya, Anda makan saja, aku yang pergi buka pintu.” Kata asisten rumah tangga.


Serena berkata ‘En’, lalu menundukan kepala untuk menyuapkan buburnya.


Tak sampai satu menit, asisten rumah tangga kembali, “Nyonya, di depan ada orang yang ingin mencari Anda.”


Dan pada akhirnya dia melihat Selina yang berdiri didepan pintu, tersenyum manis padanya.


Kesan pertama Serena terhadap Selina tidak terlalu baik, walaupun pertama kali Ralphie yang mencarinya untuk berakting sekali pun. Tetapi perkataan Selina kemarin memang dia katakan sendiri.


Tetapi Serena tetapi bersikap sopan, “Kamu mau cari Ralphie? Dia pergi ke kantor untuk rapat.”


“Aku tahu, aku datang untuk menemuimu.” Selina tersenyum polos kepada Serena.


Cari Serena? Untuk apa Selina cari Serena? Serena dengan bingung melihat kearah Selina, kemudian mempersilakan Selina masuk kedalam.


“Duduklah.” Serena mempersilakan Selina duduk sambil meminta asisten rumah tangga untuk menyiapkan kopi.


“Terima kasih.” Serena duduk disofa yang berada disebarang Serena.


“Sama-sama.” Serena menggelengkan kepala. Kemudian langsung masuk topik, “Nona Selina datang mencariku hari ini ada keperluan apa ya?”


“Aku datang untuk meminta maaf.” Jawab Selina.


“Minta maaf padaku?” Serena terdiam sebentar, baru saja dia ingin bertanya kenapa ingin minta maaf, asisten rumah tangga datang menyajikan satu gelas kopi dan satu gelas susu.


Asisten meletakan kopi didepan Selina, dan meletakan susu didepan Serena.


“Nyonya, ini adalah susu yang disiapkan Tuan Muda untuk Anda.”

__ADS_1


“En, iya.” Serena menganggukan kepala dan meminum susu nya.


Selina tersenyum berkata, “Tidak nyangka Ralphie ternyata mempedulikan kamu, sampai dalam hal minum susu seperti ini.”


“En?” Serena mengerutkan alis.


Selina tersenyum dan bertanya, “Ralphie seharusnya sudah menjelaskan hubungan aku dan dia kan?”


“En……” Serena menganggukan kepala, “Dia bilang ibumu dan ibunya adalah sahabat.”


Selina tertawa hehe dan berkata: “Hehe, penjelasan yang singkat, memang sikap dia banget.”


Serena tidak berbicara, hanya melihat lurus ke Selina, menunggu dia berbicara lebih lanjut.


“Ibuku dan Ibunya adalah sahabat, jadi kita sudah kenal dari kecil, hanya saja setelah orang tua Ralphie meninggal, kita sudah jarang berkomunikasi.”


Membicarakan hal ini, Selina melihat Serena, “Perihal orang tua Ralphie, kamu tahu kan?”


“Aku tahu orang tua dia meninggal karena pesawat jatuh ketika dia berulang tahun yang ke sepuluh.” Jawab Serena.


Selina kembali tersenyum, kemudian bertanya, “Orang yang memberi tahu kamu itu pasti berkata kepergiaan orang tua dia membuat dirinya merasa bersalah pada dirinya sendiri?”


“Heng……” Serena mulai terdiam.


“Sebenarnya itu perkataan Keluarga Ralphie kepada orang luar. Kondisi yang sebenarnya terjadi adalah ketika Ralphie berusia sepuluh tahun, ibunya meninggalkan dia dan ayahnya, pergi bersama pria lain, sedangkan ayahnya pergi mengejar, kedua mobil saling mengejar dan pada akhirnya orang tua dia meninggal karena kecelakan.”


Serena terdiam, dia tak menyangka akan mendengar cerita ini dari Selina.


“Ini juga alasan kenapa Ralphie sangat membenci wanita.” Membicarakan hal ini, Selina menjadi sedih, “Karena hubungan ibu aku dengan ibu nya, dia awalnya tidak ingin menemuiku, tetapi beberapa waktu lalu, dia malah inisiatif hubungi aku, ingin aku membantunya untuk undangan perlombaan perhiasaan sedunia……”


Sampai disini, Selina terdiam, berkata pada Serena, “Aku belum beritahu kamu identitas aku. Aku adalah pimpinan Grup Windsor, perlombaan perhiasaan sedunia diadakan oleh Grup Windsor.”


“Dia sangat membenci semua orang yang memiliki hubungan dengan ibunya, tetapi dia malah mencari aku. Aku terus berpikir, apa yang membuatnya melakukan hal itu. Akhirnya, diluar perlombaan, dia mencari aku untuk membantunya akting, membohongimu. Disaat itu, aku tahu kamu berbeda.”


“Dia begitu membenci wanita, sedangkan kamu lah orang satu-satunya yang membuat dia merepotkan dirinya sendiri, walaupun berusaha membuat kamu pergi menjauh, tetapi lebih menunjukkan kalau dia mempedulikan kamu. Setelah aku cek, ternyata kamu datang untuk mengikuti perlombaan perhiasaan sedunia, disaat itu aku semakin yakin dia melakukan ini demi kamu makanya cari aku.”


Ralphie demi Serena pergi ke Perancis, demi Serena memberanikan untuk menyentuh luka itu. Serena tak kuasa menahan air matanya. “En, sebelum melihat kamu, aku melihat Ralphie, matanya seperti kosong. Setelah melihatmu, aku menyadari mata Ralphie mulai terisi, walau pahit.”


“Demi kamu dia jalan keluar dari bayangan gelap dia itu, aku tidak ngerti kenapa dia bisa merasa sakit karena kamu. Terakhir dia karena masalah pekerjaan memintaku datang ke China dan bertemu dengannya lagi, aku menyadari dia berbeda lagi. Jadi kemarin ketika kamu ke hotel mencariku, aku sengaja ngomong seperti itu untuk menguji kamu.”


“Dan hari ini, Ralphie meneleponku, untuk meminta maaf padamu akan perkataan yang aku ucapkan padamu kemarin. Dia yang hari ini sangat bahagia, sangat bahagia. Jadi……”


Selina menatap Serena, “Jadi tidak peduli apapun yang terjadi diantara kamu dan Ralphie, aku mohon kamu ingat satu hal, jangan tinggalin dia, karena kamu mempengaruhi seluruh emosi dia.”


“Jangan tinggalkan dia……” Serena terus mengucap ulang kalimat ini, tiba-tiba teringat suatu hal dimana Bella mengatasnamakan dia dan mengirimkan pesan pada Ralphie, ‘Kamu jangan cari aku lagi.” Kemudian Serena berdiri dari sofa.


“Kamu kenapa?” Selina melihat Serena yang dengan aneh tiba-tiba sedikit emosi, dia sepertinya tidak berbicara suatu hal yang berlebihan deh?


“Selina, aku ada urusan keluar dulu, kamu disini main dulu.” Selesai berkata kalimat ini, Serena langsung berlari ke arah luar, meninggalkan Selina yang kebingungan.


Dia sengaja datang untuk meminta maaf pada Serena, tetapi orang yang mau dia minta maaf malah pergi begitu saja meninggalkannya?

__ADS_1


Tidak peduli, yang penting dia sudah minta maaf, Ralphie tidak akan mencari dia lagi, dia bisa pergi….


__ADS_2