I GOT YOU, MY WIFE

I GOT YOU, MY WIFE
Bab 231 Pasangan Yang Sangat Intim


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Dulunya ketika datang bulan, Serena merasakan lemas di seluruh tubuhnya, disertai rasa sakit di perut bagian bawah.


Tapi kali ini agak berbeda, perut bagian bawahnya tidak terlalu sakit, tapi tubuhnya masih terasa lemas, rasanya seperti setelah sembuh dari sakit yang parah.


Hello! Im an artic!


Tiap hari hanya berbaring di tempat tidur, dan hanya membuat dia merasa kantuk.


Serena sangat beruntung, karena Ralphie menyuruhnya untuk ijin tidak masuk kerja selama satu minggu, kalau tetap dipaksakan masuk kerja mungkin dia tidak akan bertahan dengan kondisinya yang seperti itu.


Beberapa hari ini Ralphie juga tidak ke kantor, tiap hari dia merawat Serena.


Menuangkan minum, menyuapi makan, mengambilkan barang dan lain-lain, Ralphie pun melarang Serena untuk banyak bergerak.


Hello! Im an artic!


Sampai-sampai saat Serena pertama kali bangun tidur membuka mata, yang pertama dilihat adalah Ralphie.


Sebelum dia memejamkan mata, terakhir yang dilihat adalah Ralphie.


Awalnya, Serena tidak terbiasa dengan sikap Ralphie yang terlalu dekat dengannya, tapi pelan-pelan jadi terbiasa.


Terbiasa karena Ralphie merawatnya, terbiasa saat pertama membuka mata, Ralphie lah yang dilihatnya, terbiasa sebelum memejamkan mata, Ralphie juga yang dilihatnya…..


Tiga hari yang lalu Serena hanya didalam kamar saja, ada Ralphie yang menjaga dan merawatnya, hari keempatnya, dia baru sedikit membaik, darah yang keluar juga lebih sedikit dari sebelumnya, Serena juga mulai untuk berjalan sendiri.


Biarpun Ralphie masih disampingnya, tapi tidak seperti waktu lalu merawatnya, kadang ditinggal pergi.


Dengan kondisi yang mulai membaik, Serena pertama bangun dan membuka mata, dia sudah tidak melihat Ralphie lagi.


Meskipun dia tahu ini adalah hal yang wajar, tapi dia merasa tidak nyaman, dan hatinya terasa sangat gelisah.


Dia duduk di atas kasur, lalu segera keluar kamar, mencari Ralphie.


Di ruang kerja tidak ada, di dalam kamar juga tidak ada, di kamar mandi juga tidak ada.


Di lantai atas Serena tidak menemukan Ralphie, lalu dia turun ke lantai bawah.


Pembantunya sedang sibuk di dapur, dia melihat Serena keluar dari kamarnya, dan segera menyapa, “Nyonya muda, sudah bangun?”


Dengan santai Serena menjawab, “Iya.” Lalu membuka pintu kamar bawah satu persatu, lalu ditutup kembali….


Awalnya pembantunya tidak tahu apa yang dilakukan Serena, sampai akhirnya dia sadar kalau Serena sedang mencari sesuatu.


“Nyonya muda sedang mencari apa?”


Serena dengan malu menjawab, “Emm… dia?”

__ADS_1


Pembantunya sudah tau yang dimaksud “dia” itu siapa, sambil senyum menjawab: “Tadi tuan Felix datang, Tuan muda sedang ngobrol di luar bersamanya.”


Mendengar jawaban pembantunya, Ralphie berada di luar, dia berkata, “Aku akan menemuinya.” Lalu menuju ke pintu keluar.


“Nyonya tidak boleh keluar…..” melihat Serena akan keluar, pembantunya langsung menyusulnya.


Kedatangan Felix hari ini adalah khusus untuk melaporkan hasil investigasi kepada Ralphie.


“Direktur Su, investigasi sudah selesai, di Villa ini tidak ada masalah.”


Mendengar Felix berkata di perumah ini tidak ada masalah, Ralphie merasa lega.


Lagi pula Ralphie dan Serena tinggal di Villa ini, kalau sampai ada masalah disini, pasti akan buruk.


“Bagaimana dengan PT Antarts?”


Jawab Felix, “PT Antarts sudah di cek, di kantin juga tidak ada masalah, di kantor juga tidak ada masalah. Hubungan Nyonya muda dan rekan kerja juga sangat baik, tidak ada masalah yang besar.”


Mendengar kalimat Felix, Ralphie mengerutkan keningnya.


Di rumah bukan, di kantor juga bukan, lalu dimana lagi?


“Coba kamu cek orang yang baru-baru ini dekat Serena……” Ralphie belum selesai bicara, tiba-tiba terdengar suara pembantunya dari belakang, “Nyonya muda tidak boleh keluar…..”


Ralphie diam sejenak, lalu menoleh ke belakang melihat Serena berjalan keluar, pembantunya sedang menariknya.


Ralphie mengerutkan keningnya, matanya menatap dingin pembantunya.


Serena tidak mendengarkan apa kata pembantunya, hanya terdiam melihat Ralphie.


Ralphie mengela nafas, lalu berbalik arah menghadap Felix lagi dan berkata, “Nanti aku telpon kamu saja.”


Felix mengerti maksud dari Ralphie, lalu mengangguk dan hormat, “Ya, Direktur Su.”


“Em.” Kata Ralphie, lalu dia berbalik arah menuju ke arah Serena.


“Kenapa kamu keluar, di luar sini kan dingin, kamu juga hanya memakai baju tipis, kalau masuk angin bagaimana?” Tanya Ralphie memarahi Serena, tapi nada bicaranya masih lembut, sama sekali tidak marah.


“Aku keluar mencarimu.” Jawab Serena.


Mendengar Serena berkata bahwa dia mencarinya, hati Ralphie begitu bahagia, tapi juga terasa sesak.


Sudah tahu badannya tidak sehat, masih saja keluar hanya untuk mencarinya.


“Kita masuk saja ya?” Tanya Ralphie lembut.


“Oke.” Kata Serena sambil mengangguk.


Ralphie mengulurkan tangannya, lalu menggenggam tangan Serena berjalan masuk ke rumah.

__ADS_1


Mereka tidak naik ke atas, tapi duduk di sofa ruang tamu sambil menonton televisi.


Awalnya Serena bersandar di sofa, tapi akhirnya tidak tahu bagaimana dia bisa bersandar di bahu Ralphie.


Supaya Serena lebih nyaman, Ralphie pun mendekapnya.


Meskipun Ralphie sering memeluk serena, tapi ini adalah pertama kalinya mereka sedekat ini sembari menonton televisi.


Awalnya tubuh Serena terasa kaku, tapi lama kelamaan dia terbiasa dengan nafas tubuh Ralphie. Kali ini pun sudah sangat terbiasa.


Pembantunya masuk dari luar, dan bisa perisis menyaksikan adegan ini.


Dia menghela nafas dan merasa lega.


Setelah Tuan muda dan Nyonya muda menikah dan tinggal di Villa ini, mereka tidur di kamar yang terpisah, dan memperlakukan satu sama lain seperti orang asing.


Bahkan dia dulu mengira bahwa Tuan muda tidak menyukai Nyonya muda.


Tapi pada akhirnya baru mengetahui, Tuan muda sangat menyukainya, sangat mencintainya, hanya saja ada sesuatu yang membuat mereka harus memisahkan diri.


Meskipun sebenarnya dia ingin Tuan muda dan Nyonya muda bersatu, tapi dia mengerti bahwa dia tidak bisa bertindak apapun.


Akhir-akhir ini, Tuan muda dan Nyonya muda terlihat sangat lebih dekat, sudah mulai seperti pasangan yang sangat intim.


Dia benar-benar merasa senang, melihat Tuan muda dan nyonya muda berdamai, tapi jika mereka berdamai, ada harga yang harus dibayarkan sangat mahal……


“Saya berharap Tuan muda danNyonya muda bisa selamanya sebahagia ini….” dengan menghela nafas pelan, dia meninggalkan ruang tamu, dan membiarkan Ralphie dan Serena menikmati waktu berdua.


Kehangatan Ralphie dan Serena pada akhirnya terputus oleh sebuah panggilan telepon.


Panggilan itu ternyata dari kakek, mata Ralphie berkedip-kedip, lalu mengarahkan pandangannya kepada Serena dan berkata, “Telepon dari kakek, aku angkat dulu.”


“Oh, iya.” Jawab Serena mengangguk, lalu menggeser tubuhnya ke tempat semula.


Ralphie mengangkat tangannya dan me ngusap-usap rambut Serena, lalu berdiri dan mengangkat teleponnya menuju ke lantai atas.


Ralphie menekan tombol jawab, belum mulai bicara, tuan besar Su langsung membentak dan marah, “Ralphie, kamu ini keterlaluan ya, Serena mengalami keguguran, kamu menyembunyikannya dariku?”


Ralphie mengerti, masalah ini tidak bisa disembunyikan dari kakeknya sendiri, sudah bertahan 3 hari itu sudah sangat bagus. “Kakek tolong tenang dulu.”


“Tenang, bagaimana bisa aku tenang? Aku akan segera kesana, tunggu saja.” Kata tuan besar dengan nada cemas dan geram.


Suara Ralphie pelan, “Kek, tolong jangan kesini dulu, Serena masih belum tau.”


“Ha? Apa maksudmu?” Tanya tuan besar heran.


Ralphie meremas hp dengan tangannya, “Aku tidak ingin membuatnya sedih, makannya, kakek anggap saja tidak tau apa-apa, semua orang yang sudah tau masalah ini pun aku minta untuk merahasiakannya.”


“Kamu itu… benar-benar… ah….” Kakek ingin berkata sesuatu, tapi akhirnya hanya menghela nafas dan tidak lanjut bicara.

__ADS_1


“Terima kasih kek.” Jawab Ralphie pelan.


Kakek banyak memberikan nasehat kepada Ralphie sebelum akhirnya menutup teleponnya.


__ADS_2