
Hello! Im an artic!
Bercanda, didepan banyak orang begini, Serena mana mungkin membiarkan Ralphie menggendongnya? Serena menggigit bibir bawahnya ingin menolak.
Ralphie malah tetap bertahan dengan pose dia yang menjongkok, “Naiklah.”
Hello! Im an artic!
Saat ini, orang disekitar sudah mulai tersenyum, “Naiklah, dia tuh sayang kamu! Orang seperti ini, sekarang sudah tidak banyak……”
Mendengar perkataan orang sekitar, wajah Serena merah merona, seketika tidak tahu harus bagaimana.
Ralphie lebih gercep, berbalik badan, langsung menarik Serena keatas punggungnya.
Ketika menunggu Serena respon, Ralphie sudah menompang kedua kaki Serena, berdiri lalu memberikan payung pada Serena.
Hello! Im an artic!
Keadaan sudah seperti ini, Serena juga tidak enak jika menolak, jadi dia hanya mengambil payung dan membukanya.
Ralphie menggendongnnya, dengan langkah stabil berjalan keluar.
Seorang laki-laki menggendong seorang perempuan, sambil pakai payung, berjalan dipinggir jalan.
Tidak peduli jalan sampai mana semua orang pasti akan melihat kearah mereka.
Serena merasa tidak enak dan hanya menutupi wajah, menghindari pandangan.
Awalnya dia menggunakan dua tangan untuk memegang payung, tetapi karena dia bersembunyi, akhirnya membuat badan dia melorot kebawah.
Membuatnya kaget yang akhirnya mengulurkan satu tangan menahan dileher Ralphie.
Begitu melorot, tak hanya wajah Serena yang menempel dileher Ralphie, tetapi membuat bagian depan dadanya juga menempel dipunggung belakang, yang dibatasi oleh baju mereka berdua, Serena bisa merasakan kehangatan tubuh Ralphie.
Panas, hingga memasukkin kedalam hati, yang membuat hati nya hangat. Membuat Serena tanpa sadar menahan tangannya dileher Ralphie semakin erat, “Ralphie!”
“En?” Langkah kaki Ralphie tidak berhenti, hanya menyampingkan kepala.
__ADS_1
Wajah Serena berubah merah, lalu dengan suara kecil berkata: “Ralphie, masih ingat awal pertama kali kita ketemu?”
Mereka pertama kali ketemu, tentu saja ingat! Bola mata Ralphie berbinar-binar, menganggukan kepala dan berkata ‘En’.
Serena tersenyum, kemudian berkata: “Pertama kali ketemu, aku sangat memalukan, tahu tidak kenapa?”
“Kenapa?” Ralphie tidak tahu, dia hanya tahu Serena bisa begitu terlihat memilukan karena kabur dari pernikahan, tapi seperti apa dia kaburnya, Ralphie tidak tahu jelas.
Serena menceritakan kejadian yang hari itu terjadi, “Saat itu ayah aku menjodohkan aku, aku tidak bersedia. Terus pintu depan ada pengawal yang jagain, jadi aku cuma bisa hancurkan jendela diruang make up terus kabur……”
Menghancurkan kaca jendela, lalu kabur, pantes saja bisa begitu memilukan. Ralphie membengkamkan mulut lalu berkata: “Saat itu aku juga kabur.”
Ralphie selalu berpikir, seandainya kala itu dia tidak kabur, dan mengikuti keinginan Kakek untuk menikah dengan Serena, akan seperti apa saat ini.
Serena juga selalu berpikir, seandainya kala itu dia tidak kabur, dan mengikuti keinginan Ayah untuk menikah dengan Ralphie, akan seperti apa saat ini.
Tetap kenyataannya, karena mereka berdua kabur, makanya mereka berdua bertemu, kemudian saling mencintai, hanya saja keduanya tidak tahu mengetahui kalau mereka saling cinta.
Serena hanya tersenyum dan berkata: “Jangankan gitu, hari itu aku khawatir kamu tidak izinin aku naik mobil kamu.”
“Tidak mungkin.” Ralphie juga tidak mengerti kenapa, saat itu dia tidak terlalu suka dengan Serena, tetapi tetap tidak meninggalkannya.
Sebenarnya Serena juga tidak memikirkan, kalau Ralphie yang saat itu sangat cuek, suka kebersihan, Serena tanpa persetujuannya langsung membuka pintu belakang dan hampir bersin didepannya.
Ralphie tidak meminta Felix untuk meninggalkannya, sudah termasuk sifat Ralphie yang cukup baik.
Mendengar perkataan Serena, Ralphie agak sedikit tidak enak hati dan mukanya pun memerah.
Serena menoleh sedikit kearah wajah Ralphie yang merah, tertawa dengan suara pelan, lalu berkata, “Pertama kali aku lihat kamu, aku benar-benar kaget. Wajah yang perfect, baju yang seleranya cukup tinggi, bahkan kulit yang bagus. Aku bahkan Tidak bisa menemukan kekurangannya dimana, aku sampai kesal sendiri.”
Ralphie selama ini selalu benci ketika orang lain membicarakan penampilan dia, setiap kali orang membicarakan penampilan dia, pasti tidak akan ada hal yang baik terjadi.
Tetapi jika perkataan ini semua yang keluar dari mulut Serena, dia sama sekali tidak peduli, bahkan dia merasa senang, Serena suka dengan penampilannya yang seperti ini.
Ralphie tersenyum dan mencoba untuk bertanya, “Banyak orang yang suka dengan penampilan aku?”
“Ralphie, kamu itu tipikal yang kalau orang lihat pasti langsung disukai tahu tidak sih? Dimana pun kamu muncul, semua mata cewek pasti langsung berpaling ke kamu, dan tidak akan bisa lepas.” Jawab Serena.
__ADS_1
Sebenarnya yang ingin ditanyakan Ralphie adalah, kamu suka Tidak? Tetapi pada akhirnya dia juga tidak bertanya, hanya berkata: “Itu bukan urusan aku, dimataku hanya ada satu orang.”
“Aku tahu……kamu selamanya hanya milik kakak……” kalimat terakhir, Serena berbicara dengan suara sangat rendah, makanya Ralphie tidak mendengar dengan jelas, kalau tidak juga tidak akan membuat kesalahpahaman diantara mereka semakin dalam.
Sampai sini, suasana tiba-tiba menjadi hening.
Tak lama, Serena pun kembali berbicara, “Ralphie, hari itu aku lupa ngomong terima kasih sama kamu.”
“Kamu sudah ngomong.” Jawab Ralphie.
Serena dengan serius menjawab, “Tidak, aku ngomong sama Felix.”
Ralphie speechless dan hanya mengikuti apa kata Serena, “Ia, kamu tidak ngomong.”
Serena dengan pelan menjawab ‘En’, lalu berbicara disebelah telinga Ralphie: “Ralphie, makasih ya.”
“Sama-sama.” Jawab Ralphie, dan tersenyum lebar tanpa terlihat oleh Serena.
Semenjak mereka bertemu sampai sekarang, mereka melewati banyak sekali rintangan makanya baru sampai seperti ini. Walaupun hubungan mereka berdua belom berjalan sesuai dengan keinginan dia, tetapi dia sudah bersyukur.
Karena seluruh hidupnya adalah Serena, dan sekarang seluruh hidupnya ada dipunggungnya.
Ralphie sengaja memperlambat jalan untuk mengulur waktu.
Serena tidak tahu apa yang dipikirkan Ralphie, tetapi dia berada dipunggung Ralphie, mencium aroma parfumnya, tanpa sadar pun tersenyum.
Hari ini Bella datang untuk membicarakan persyaratan yang sudah dibicarakan oleh Romeo Wang dengan suster yang menangani kamar Serena saat keguguran, tetapi suster malah berbicara besar, membuat dia menjadi merasa tidak puas.
Ketika akan pergi tanpa sengaja melihat Ralphie sedang mengendong Serena ke arah rumah sakit.
Karena jarak yang cukup jauh, tak dapat mendengar apapun yang dibicarakan Serena dan Ralphie.
Tetapi Bella bisa melihat dari raut wajah mereka, kalau hubungan mereka sangat baik.
Hal ini membuat Bella merasa sangat marah, putrinya sedang kesulitan diluar negeri dan mereka malah bersenang-senang.
Bella tidak senang! Benar-benar tidak senang!
__ADS_1
Bella melihat bayangan mereka berdua, dimatanya hanya ada kebencian.