I GOT YOU, MY WIFE

I GOT YOU, MY WIFE
Bab 358 Ralphie, Aku Hamil


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Mengenai kehamilannya, Serena berencana memberitahu Ralphie setelah ia keluar dari rumah sakit.


Tetapi kemudian karena urusan Claudia dan Isa, hal ini jadi tertunda.


Hello! Im an artic!


Lalu kemudian…Yah, dia sibuk dan akhirnya lupa.


Kehamilannya kali ini berbeda dengan yang lalu, yang lalu dia terus-terusan muntah.


Tapi kali ini, dia makan dan tidur dengan baik. Selain hanya merasa sedikit lebih gemuk, dia merasa semua baik-baik saja.


Soal makan, dia dengan Claudia kurang lebih sama.


Hello! Im an artic!


Hanya berbeda pada porsi makanan mereka, lagipula Claudia sudah memasuki usia kehamilan bulan keenam, sedangkan Serena baru sebulan lebih.


Ralphie pun tidak terlalu memperhatikan pola makan Serena yang hampir sama dengan Claudia, dia hanya berpikir mungkin Serena sedang mengubah pola makannya.


Satu minggu pun berlalu, kondisi Ralphie sudah membaik dan ia sudah kembali ke kantor.


Ralphie mulai bekerja, dan Serena juga kembali masuk kerja di PT. Antarts.


Sabtu ini, Ralphie lembur di kantor, Isa juga sedang pergi, Serena dan Claudia karena bosan di rumah, mereka berdua pergi jalan-jalan.


Siang harinya, kebetulan mereka sedang berjalan-jalan di sekitar perusahaan Grup Su, Serena lalu menelpon Ralphie mengajaknya keluar untuk makan siang bersama.


“Serena, ada apa?” suara Ralphie berbicara di telepon.


Serena menjawab ‘Hm’, lalu bertanya, “Apa kamu sudah makan? Kebetulan aku dan Claudia sedang berada di sekitar kantormu, apa kamu mau makan siang bersama?”


“Boleh, makan di mana? Aku pesankan tempat.” jawab Ralphie.


Setelah Serena pikir-pikir, ia menjawab, “Di The Waterfront Blossom.”


“Oke…”


Setelah Ralphie dan Serena menutup telepon, sambil berjalan keluar, Ralphie menelpon memesan tempat dan makanan.


Selain memesan beberapa makanan kesukaan Serena, ia juga memesan beberapa makanan yang cocok untuk wanita hamil.


Sebelum mengakhiri telepon, pelayan restoran mengatakan bahwa hari ini ada menu baru di Restoran The Waterfront Blossom yaitu kepiting raja.


Ralphie tahu bahwa wanita hamil tidak bisa makan kepiting, tapi dia tahu Serena suka makan kepiting, jadi ia memesan seekor kepiting raja kukus.

__ADS_1


Setelah selesai memesan makanan, Ralphie pun tiba di tempat parkir, ia menutup telepon, masuk ke mobil dan pergi menjemput Serena dan Claudia.


Setelah itu, mereka bertiga langsung menuju ke The Waterfront Blossom.


Setelah mengantar Serena dan Claudia masuk ke Restoran, Ralphie ke kamar mandi.


Karena sudah sejak tadi Ralphie memesan makanan, tidak lama setelah Serena dan Claudia duduk, pelayan pun datang mengantarkan hidangan.


Ketika satu piring besar kepiting kukus diantar ke meja makan, ekspresi wajah Claudia berubah agak kaget, “Serena, apa kamu belum memberitahu suamimu kalau kamu hamil?”


Sepengetahuan dia tentang Ralphie, Ralphie tidak mungkin memesan kepiting jika tahu bahwa Serena sedang hamil, karena kepiting bisa membuat wanita hamil keguguran.


Tapi sekarang dia melihat sepiring kepiting kukus di atas meja, pasti Ralphie sengaja memesankannya untuk Serena.


“Eh…Lupa.” jawab Serena canggung.


“Bahkan hal semacam ini kamu bisa lupa, lihat sekarang.” Claudia tidak sanggup berkata apa-apa, “Suamimu memesan kepiting kesukaanmu khusus untukmu, tapi kamu tidak bisa memakannya.”


“Aku tahu.” Serena bersiap menyantap kepiting kukus di atas meja, dia hanya membayangkan, bagaimana reaksi Ralphie kalau dia menolak makan itu?


Dia tahu seharusnya dari awal dia memberitahu Ralphie kalau dia hamil.


Serena merasa gelisah.


Ralphie masuk ke restoran, melihat Serena agak kebingungan, dan langsung bertanya, “Ada apa?”


Ralphie mengangguk, duduk di sebelahnya, dan seperti biasanya mengambil seekor kepiting lalu menaruh di mangkuknya, ia juga menaruh di mangkuk Serena.


Claudia yang duduk di sana tiba-tiba berkata, “Ralphie, Serena tidak bisa makan ini.”


“Hah?” Ralphie melirik Claudia, lalu menatap Serena dengan curiga.


“Aku tidak bisa memakannya untuk sementara waktu.” Serena berhenti sejenak, lalu berkata, “Aku akan memberitahumu alasannya setelah pulang nanti.”


Ralphie hanya mengangguk ‘Oh’, lalu mengambil kepiting dari mangkuk Serena dan membuangnya. Kemudian ia mengambil pelayan restoran dan menyuruhnya mengangkat kepiting kukus dari meja mereka.


Karena Serena sedang tidak bisa memakannya, kepiting ini tidak perlu dihidangkan di meja.


Claudia yang melihat kejadian ini merasa sangat iri pada Serena yang bisa menemukan pria yang benar-benar mencintainya seperti ini.


Serena dan Ralphie sangat menikmati makan siang itu, kecuali Claudia.


Serena hanya memikirkan bagaimana dia harus memberitahu Ralphie tentang kehamilannya saat pulang ke rumah nanti.


Satu lagi, apakah Ralphie akan senang jika tahu bahwa ia hamil?


Meskipun sebelumnya dia menerima begitu saja, tapi ketika masalah itu datang, dia juga merasa kesal.

__ADS_1


Sementara Ralphie berpikir, kenapa Serena tiba-tiba tidak bisa makan kepiting?


Apakah ada yang salah dengan tubuhnya?


Ralphie menjadi semakin khawatir memikirkan selera makan Serena yang berubah akhir-akhir ini.


Siapa tahu, memang benar sedang terjadi apa-apa dengan kondisi tubuh Serena?


Ralphie jadi tidak bersemangat untuk kembali ke kantor bekerja karena kepikiran kondisi tubuh Serena. Setelah makan, ia menyetir mengantar Serena dan Claudia kembali ke vila.


Claudia memperhatikan Ralphie yang sedang gelisah, setelah masuk rumah, ia memberikan senyuman misterius kepada Serena lalu naik ke atas.


Hanya tersisa Serena, yang berhadapan dengan Ralphie.


Melihat ekspresi jahil Claudia, Serena menjadi agak panik.


Kerutan di wajahnya terlihat oleh Ralphie, ia pun memberitahu Ralphie bahwa ada yang salah dengan tubuhnya.


Ralphie menahan diri untuk tidak dulu memanggil Dokter Chen datang untuk memeriksa tubuh Serena, ia dengan sabar menunggu Serena memberi penjelasan.


“Ralphie…” Serena menelan ludah, lalu melanjutkan, “Ada yang ingin aku bicarakan denganmu.”


Sekejap jantung Ralphie berhenti berdetak, wajahnya berubah menjadi agak tidak senang, dan dengan susah payah dia akhirnya berkata, “Oke.”


Serena menatap Ralphie wajah Ralphie, dan bertanya-tanya di dalam hatinya.


Apa yang terjadi pada Ralphie? Kenapa wajahnya tiba-tiba berubah menjadi tidak senang?


“Ralphie, kamu kenapa?”


Ralphie mati-matian berkata dalam hati bahwa semuanya baik-baik saja, dan seandainya memang benar terjadi apa-apa dengan tubuh Serena, sekarang pengobatan sudah sangat maju, Serena pasti bisa sembuh.


Kalau pun di dalam negeri tidak bisa mengobatinya hingga sembuh, masih bisa keluar negeri untuk berobat.


Ralphie menarik napas dalam-dalam dan berkata, “Aku tidak apa-apa, kamu bicaralah…”


“Tidak, dari wajahmu seperti ada yang salah. Apakah lukanya ada yang sakit?” tanya Serena khawatir.


“Tidak.” Ralphie menggelengkan kepala lalu berkata, “Aku tidak apa-apa, bicaralah.”


Serena memperhatikan wajahnya, memastikan kalau dia baik-baik saja sebelum berkata, “Ralphie, aku ingin memberitahumu suatu hal, tapi biarkan aku selesai bicara dulu, kamu jangan langsung bereaksi.”


Apakah benar terjadi apa-apa dengan tubuh Serena? Ralphie mengepalkan tangannya dan mengangguk, “Oke, aku tidak akan bereaksi apa-apa.”


Serena kemudian berkata, “Ralphie, aku tidak bisa makan kepiting karena aku hamil.”


Ralphie yang selama ini selalu berpikir Serena sakit, setelah mendengar perkataan Serena, ia menatap Serena, ekspresinya kosong, seperti sedang ditusuk jarum, tidak bergerak sama sekali.

__ADS_1


__ADS_2