I GOT YOU, MY WIFE

I GOT YOU, MY WIFE
Bab 292 Felix Berlutut Dan Meminta Maaf


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Setelah Ralphie pergi, meskipun Grup Su tidak memiliki kepala, tapi tidak berantakan.


Grup Su memiliki banyak bakat, Ralphie telah melatih banyak orang, ketika dia pergi, orang-orangnya dengan terampil mengambil pekerjaan itu.


Hello! Im an artic!


Satu-satunya perbedaan adalah, Asisten Ralphie yaitu Felix lebih sibuk dari biasanya.


Sibuk mengurus perusahaan, masih melapor kepada Ralphie, apakah bisa dibilang tidak sibuk?


Mekipun sibuk, tetapi dia masih merasa bersalah kepada Serena bahkan tidak lupa mengunjunginya setiap hari di rumah sakit.


Juga karena menjenguk Serena, dia tidak sengaja mendengar rahasia Serena.


Hello! Im an artic!


Serena karena meminum obat penenang terlalu banyak, tubuhnya belum pulih, masih kehujanan, akhirnya jatuh sakit lagi.


Tapi sakitnya yang kali ini lebih parah, demamnya sangat tinggi, sampai belum keluar dari rumah sakit.


Tas yang hilang ketika dia pingsan telah ditemukan, ditemukan oleh polisi di rumah Bibi Bella, dikirim ke rumah sakit.


Serena membuka dalam tasnya, melihat handphonenya.


Ragu-ragu selama beberapa detik, dia menyalakan handphonenya.


Setelah menyala, tidak berhenti berdering.


Ratusan telepon yang tidak diangkat, ratusan pesan yang diterima.


Serena tidak perlu melihat sudah tahu, semua pesan dan telepon adalah dari Ralphie.


Karena Felix pernah berkata, Ralphie telah meneleponnya, juga mengirimkannya banyak pesan.


Tanpa sadar menghindari pemikiran, membuat Serena mematikan semua pesan dan telepon.


Lalu melihat ke buku telepon, mencari nomor Claudia, meneleponnya.


Dia sudah berjanji dengan Claudia, akan sering meneleponnya, sudah berhari-hari, tidak menghubungi Claudia, takut jika Claudia juga mencarinya.

__ADS_1


Perkiraan Serena benar, setelah mendengar Claudia menjawab telepon, ia bertanya, “Serena, beberapa hari ini kamu pergi kemana, kenapa teleponmu tidak bisa dihubungi?”


Serena tidak dapat memberitahu Claudia masalah yang terjadi, hanya berkata: “Handphoneku dicuri, karena terlalu sibuk, tidak dapat menghubungimu tanpa mendapatkan handphone saya kembali.”


Claudia sedikit pun tidak curiga dengan perkataan Serena, masih tertawa kepada Serena, “Ternyata handphonemu dicuri, aku kira karena sibuk mencintai Direktur Su, jadi tidak ada waktu menghubungiku.”


Sebuah kepahitan melintas di wajah Serena, kemudian bertanya, “Claudia, bagaimana kabarmu beberapa hari ini?”


“Aku sangat baik, rumah Direktur Su sangat bagus, aku sangat suka.”


Mendengar perkataan Claudia, Serena baru teringat tempat yang ditinggalinya adalah Vila pribadi milik Ralphie, dia sekarang sudah memutuskan untuk tidak mengganggu Ralphie lagi, apakah ingin Claudia pindah dari sana?


Diam selama beberapa detik, Serena berkata: “Claudia, begini, aku mendapat sebuah tempat lain, beberapa hari lagi, aku jemput kamu bagaimana?”


Claudia sedikit pun tidak mengerti pemikiran Serena, sangat bingung bertanya, “Disini baik-baik saja, kenapa harus pindah ke tempat lain? Apakah Tuan Su tidak puas dengan tempat tinggalnya?”


“Bukan.” Serena takut Claudia salah paham kepada Ralphie, segera menyangkalnya.


Claudia bertanya, “Lalu kenapa harus pindah?”


Sekarang Serena sangat menyesal, kenapa dia berkata Claudia harus pindah dari Vila pribadi Ralphie? Sekarang dia memindahkan batu miliknya sendiri ke kakinya.


Perkataan Serena belum selesai, Claudia memotong perkataannya.


“Serena, hubunganmu dengan Ralphie apakah terjadi masalah?”


Serena menggigit bibir bawahnya menjawab, “Tidak, tidak terjadi apa-apa.”


“Serena, kamu harus jujur padaku, kamu tidak bisa menyembunyikannya dariku. Kamu beritahu padaku, diantara kalian terjadi apa? Apakah dia menyukai orang lain? Menemukan wanita lain?” Perkataan Claudia mengandung kemarahan, mungkin kalau dia tidak berada di kota A saat ini, dia akan berlari.


“Tidak, bukan dia, adalah karena aku, aku ……” Serena menahan perasaan beberapa hari itu, tidak bisa menahannya, lalu menangis.


Claudia mendengar tangisan Serena, khawatir, “Serena, kamu jangan menangis.”


Serena menangis tanpa bisa berkata-kata: “Claudia, aku telah menyakitinya, aku tidak mempercayainya, dia pergi, dia sudah pergi, tidak mau aku lagi, tidak mau aku lagi ……”


Claudia menghibur Serena, “Serena, tidak usah terburu-buru, kamu pelan-pelan bicara ……”


Beberapa hari ini, akhirnya ada orang berbicara, Serena sambil menangis sambil menjelaskan alur permasalahan, dari awal hingga akhir menjelaskan kepada Claudia.


Claudia diam beberapa detik, bertanya, “Serena, kamu berencana bagaimana?”

__ADS_1


“Claudia, dia sudah tidak mau aku, aku pikir aku harus melepaskan.”


“Kamu mencintainya sudah begitu lama, dia juga mencintaimu, apakah kamu menyerah begitu saja?


Menyerah begitu saja? Jika dulunya Claudia bertanya kepadanya seperti itu, dia akan menjawab tidak menyerah.


Tapi sekarang, dia sangat bersedia.


“Aku berpikir mencintainya begitu dalam begitu lama, tapi tidak sebanyak dia seperseribu dariku. Aku melukainya sangat sangatlah dalam, apakah aku masih punya wajah untuk mencarinya? Dia juga tidak tahu aku mencintainya, jadi biarkan saja dia melupakanku seperti ini. Dia layak mendapat yang lebih baik di dunia ini, orang yang paling baik, tapi aku bukan orang itu.”


“Aku dari dulu masih sama, diam-diam mencintainya, kalau dia baik, aku tidak apa-apa.”


……


Serena masih menelepon Claudia, dia tidak tahu, dia tidak tahu teleponnya dengan Claudia, semua dari luar kamar, melihat Felix telah mendengarnya dengan sangat jelas.


Ternyata cinta Direktur Su bukanlah cinta sepihak, ternyata Nyonya juga mencintai Direktur Su, apalagi sudah sangat lama mencintainya.


Tapi Nyonya sekarang tidak berencana untuk memberitahu Direktur Su bahwa dia mencintainya, malah berencana berpisah dengan Direktur Su.


Felix akhirnya ingat kejadian malam itu, arti dari kalimat ketika Serena pingsan “Ralphie, biarkan saja kita saling mencintai tanpa saling mengetahui ……”


Alasan keputusan dari Nyonya, adalah percakapannya yang terburu-buru pada Nyonya malam itu.


Pada saat ini, Felix merasakan penyesalan yang belum pernah dia rasakan sebelumnya.


Kenapa dia sangat terburu-buru mengatakan kalimat itu? Malah membuat keadaan menjadi seperti ini.


Jikalau dia tidak terlalu banyak berbicara, mungkin Nyonya dan Direktur Su sudah berbaikan, bersama dengan bahagia.


Tetapi masalah sudah sampai seperti ini, yang dapat dia lakukan adalah memperbaiki kesalahan yang sudah dia lakukan, yaitu membantu Nyonya mencari kembali Direktur Su.


Tetapi, walaupun Direktur Su nantinya kembali dan mengetahui apa yang dia lakukan, dia pasti akan mengusirnya keluar dari keluarga Su, jika begitu dia juga tidak bisa berbuat apa-apa tentang hal itu……


Felix terus-menerus berada di luar kamar pasien, sampai Serena selesai menelepon, barulah dia mengangkat tangan untuk mengetuk pintu.


Mendengar ketukan pintu, Serena buru-buru mengelap air mata di wajahnya, lalu menjawab, “Silahkan masuk.”


Felix masuk ke kamar pasien, melihat mata Serena merah, segera tahu bahwa Serena barusan selesai menangis.


Dagunya digerak-gerakkan dengan keras, lalu berlutut di lantai, “Maafkan saya nyonya.”

__ADS_1


__ADS_2