
Hello! Im an artic!
Ralphie pada awalnya mengira beberapa hari kemudian, serena akan kembali.
Tapi tanpa diduga, sampai tiga hari, Serena tidak kembali sama sekali, teleponnya terus menerus dalam keadaan mati.
Hello! Im an artic!
Untuk alasan ini Felix juga secara khusus pergi mencari Louisa, tapi sama halnya dengan Louisa yang juga tidak bisa menelepon Serena.
“Direktur Su, Louisa bilang setelah pada malam hari itu nona Serena pulang ke rumah, dia sudah tidak menghubunginya lagi.
Wajah Ralphie terdiam, lalu berkata: “Telepon ke rumah keluarga Luo.”
Felix mengatasnamakan perusahaan Serena menelepon ke keluarga Luo.
Hello! Im an artic!
“Halo, permisi apakah benar ini keluarganya Serena?”
Dalam telepon itu langsung menjawab, “Iya benar, ini adalah rumah nona kedua kami.”
Felix mengangkat kepalanya melihat ke depannya seorang Ralphie yang sedang dengan serius mendengar pembicaraan di telepon, lalu bertanya, “Halo, aku adalah rekan kerja Serena, apakah kamu bisa membantuku memanggilnya untuk menerima telepon?”
Kali ini, di seberang telepon terdiam dalam waktu lama, dan baru menjawab, “Maaf, nona kedua kami sekarang tidak ada waktu untuk menjawab telepon, permisi ada urusan apa ya?”
“Begini, Serena sudah tiga hari tidak masuk kerja, teleponnya juga tidak bisa dihubungi, perusahaan menyuruhku untuk bertanya sebenarnya dia kenapa.” Felix mengeluarkan alasan yang sudah dari awal dia persiapkan.
“Begitu ya, kamu tunggu sebentar, aku pergi untuk bertanya.” Diikutin setelah suara dari seberang hilang, hanya ada suara langkah kaki yang terasa dekat dan jauh, nyaris tidak terdengar, dan masih bisa terdengar suara dari seberang yang sedang bertanya pada seseorang.
Karena jaraknya yang lumayan jauh, jadi tidak bisa terdengar apa yang dibicarakan oleh mereka berdua, tapi suara satu orang yang lainnya, bahkan membuat Ralphie mengerutkan keningnya.
Setelah beberapa saat, orang itu kembali, “Nona kedua kami bilang tidak pergi bekerja di tempat kalian lagi.”
__ADS_1
“Dia sudah tidak datang bekerja?” Felix dengan kaget melihat ke arah Ralphie, lalu mengerutkan keningnya dan tidak berbicara.
Orang itu berhenti sejenak, lalu menjawab, “Nona kedua kami bersiap-siap untuk bekerja di perusahaan sendiri.”
Felix dengan sorotan mata penuh tanya melihat Ralphie, sangat disayangkan Ralphie sedang mengerutkan keningnya, tidak tahu sedang memikirkan apa, pada dasarnya memang tidak memperhatikan pandangannya.
Tidak menerima kode dari Ralphie, Felix hanya bisa bertindak sesuai keputusan sendiri dan berkata, “Kalau begitu……bisakah menyuruhnya menerima telepon, kalau dia tidak datang bekerja lagi, aku harus mengatakan lebih jelas beberapa masalah padanya.”
Dari seberang langsung menolak; “Nona kedua kami tidak ada waktu untuk menerima telepon.”
“Tentang dia yang mau mengundurkan diri dari pekerjaan harus dia sendiri yang datang……” Felix masih ingin mengatakan beberapa kata, dari seberang sudah langsung menutup telepon.
Felix menurunkan hp nya, menghadap Ralphie berkata: “Direktur Su, telepon sudah dimatikan.”
Wajah Ralphie tidak ada ekspresi apapun, matanya berkedip dingin, “Telepon sekali lagi.”
Meskipun Felix tidak terlalu paham kenapa Ralphie mau meneleponnya sekali lagi, tapi dia tidak akan mempertanyakan perintah dari Ralphie.
Menelepon sekali lagi, dari seberang mendengar suara Felix, langsung menutup teleponnya
Ralphie dengan ekspresi wajahnya yang tenang, membungkam, dan tidak berbicara.
Felix juga tidak berani mengeluarkan suara takut mengganggu, lalu dengan diam berdiri disana.
Setelah beberapa waktu, Ralphie baru berkata, “Suruh orang untuk memeriksa apa yang terjadi dengan Serena di rumahnya.”
Barusan kalau dia tidak salah dengar, orang yang sedang menerima telepon pada dasarnya memang tidak pergi bertanya pada Serena, melainkan bertanya pada Flora.
Serena jelas-jelas sudah pulang ke rumah Luo, kenapa pembantu di rumah tidak pergi mencarinya, dan malah mencari Flora?
Selama semua masalah ini terkait dengan Flora, Ralphie tidak ada rencana untuk menyepelehkan……
Serena sama sekali tidak tahu kalau Ralphie sedang mencarinya, pada saat ini dia sedang berdebat dengan Leonard.
__ADS_1
Mata dingin Leonard memandang curiga Serena, matanya tidak ada sedikit pun kehangatan, “Sudah terkunci tiga hari, apakah ada introspeksi diri untuk memahami?”
Serena tidak menjawab perkataan Leonard, hanya bertanya, “Pa, kenapa kamu mau aku yang menikah dengan Grup Su?”
Ekspresi wajah Leonard berubah, lalu dengan dingin berkata: “Kamu bertanya begitu banyak untuk apa? Yang penting kamu nikah, itu termasuk mencapai surga dalam satu ikatan kesuksesan yang instan, mulai hari ini puncak kehidupan seseorang, akan menjadi seorang istri tuan muda yang kaya raya.”
Sorotan mata Serena suram, menjawab: “Tapi pa, aku tidak ingin kesuksesan instan, aku tidak ingin menjadi seorang istri tuan muda yang kaya raya……”
Perkataan Serena belum selesai dibicarakan, Leonard langsung menatapnya dengan mata merah, memutuskan pembicaraannya, “Diam kamu! Apa yang kamu tahu? Grup Su memiliki kekayaan yang setara dengan seluruh bangsa, kekuatannya sangat besar, dengan kamu menikah dengan Grup Su, masa depan Grup Luo tidak terbatas, bahkan menjadi yang pertama di China, itu semua tidak ada apa-apanya.”
Mendengar perkataan Leonard, Serena seperti tersambar petir, dia dengan suaranya yang pelan berkata: “Inilah intinya.”
Leonard tidak menghiraukan perkataan Serena, hanya berkata, “Kamu pikirlah dengan baik, sampai kapan menunggu kamu bersedia menikah dengan Grup Su, itulah kapan dimana aku mengeluarkan mu.”
Serena mengangkat kepalanya dan menjawab: “Kalau begitu misalnya aku selamanya tidak menyetujuinya?”
“Itu tidak mungkin untuk mu, waktunya sudah tiba, kamu menikah ya tetap harus menikah, tidak mau menikah ya tetap harus menikah.” Leonard menjawabnya dengan amarah.
Serena dengan tersenyum dingin berkata, “Demi keuntungan, ayah melakukan apapun untuk menjual anaknya?”
Mendengar perkataan Serena, Leonard yang dipermalukan menjadi marah sambil mengangkat tangannya dan langsung menampar Serena.
“Plak……”
Dengan kekuatan yang kuat, tanpa diduga membuat pipi kanan Serena membengkak.
Serena memegangi wajahnya, melihat Leonard, dan tidak berbicara.
Karena tatapan Serena membuat Leonard merasa takut dan merasa bersalah, dia mengedip-ngedipkan matanya, lalu dengan marah berkata: “Memangnya kenapa kalau aku menjual mu? Beberapa tahun ini, kamu makan dari ku, tinggal di tempat ku, aku menyuruhmu menikah dengan Grup Su, semua ini adalah tanggung jawab dan kewajiban mu.”
Iya benar, ini adalah tanggung jawab dan kewajibannya, karena dalam darahnya mengalir darah dari keluarga Luo……
Serena menghadap ke Leonard dan tersenyum sedih, lalu menjawab, “Aku sekarang tahu, aku akan memenuhi tanggung jawab dan kewajiban ku sebagai garis keturunan keluarga Luo.”
__ADS_1
“Humph, kalau kamu tahu baguslah.” Leonard dengan dingin berkata ‘humph’, lalu dengan mengambil langkah besar meninggalkan kamar Serena.