I GOT YOU, MY WIFE

I GOT YOU, MY WIFE
Bab 324 Ralphie Terharu


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Karena mendadak ingin pergi ke Shadewoods, tidak sempat meminta orang untuk menyiapkan makanan, jadi sebelum mereka pergi ke Shadewoods, Serena dan Ralphie pergi ke supermarket terlebih dahulu.


Kali ini mereka ke supermarket bersama, tidak sama seperti dulu.


Hello! Im an artic!


Dulu setiap kali Ralphie yang dengan serius memilih bahan makanan sedangkan Serena mendorong keranjang, mengikuti dibelakang Ralphie.


Kali ini ke supermarket, Serena membuktikan dirinya sendiri kalau dia juga bisa memilih sayur, dan membiarkan Ralphie yang mendorong keranjang.


“Ralphie, kamu yang dorong keranjang ya?”


“Oke.” Ralphie tidak membantah, mendorong keranjang dan mengikuti dibelakang Serena.


Hello! Im an artic!


Serena tersenyum dan membawa Ralphie kearah tempat sayur.


“Sayur hijau, terong, timun……” Serena jalan sambil memilih.


Mata Ralphie berkedip kaget, tetapi tidak berbicara apapun, hanya melihat tangan Serena yang sedang sibuk memilih sayur dan memasukkannya ke dalam keranjang.


Setelah memilih beberapa, Serena kebingungan, “Ralphie, kita masih mau beli apa?”


“Beli iga, ikan, sapi, terus udang segar……” Ralphie menyebutkan semua daftar bahan makanan.


Tetapi sekali mendengar bahan makanan ini langsung tahu, semuanya adalah makanan kesukaan Serena.


Sayangnya hari ini Serena sudah memutuskan akan masak untuk Ralphie, semua makanan ini tanpa dia pikirkan langsung di tolak, “Tidak mau itu semua……”


“Kalau gitu kamu mau makan apa?” Ralphie menaikkan alisnya.


“Ada deh, Tidak mau kasih tahu kamu.” Serena tersenyum misterius kepada Ralphie, kemudian berlari kecil ke arah bahan makanan yang ingin Serena beli.


Ralphie tersenyum manis melihat Serena, lalu mendorong keranjang mengikuti Serena.


Serena ingin menyembunyikannya dari Ralphie, tetapi Ralphie sudah bisa menebak dari bahan makanan yang dibeli Serena.

__ADS_1


Sayur hijau, tomat, telur, timun, jamur, daging babi, terong, rebung, wortel dll yang kalau digabung jadi satu, ada cah sayur, sup telur tomat, cah jamur timun daging, terong daging cincang, daging babi, dan ini semua makanan kesukaan Ralphie.


Ini membuat hati Ralphie seakan bergelonjak.


Sebelumnya Ralphie pikir Serena tidak peduli padanya, ternyata tanpa disadari, Serena selalu memperhatikan semua tentangnya.


Ada sebuah rasa terharu yang tak dapat dideskripsikan memasuki hati Ralphie, Ralphie dengan langkah cepat mendorong keranjang ke arah Serena, kemudian mengulurkan satu tangan menggandeng tangan Serena.


Serena melihat ke samping sekilas, kemudian menggandeng balik tangan Ralphie.


Setelah membeli semua bahan, mereka pergi membeli beberapa barang yang diperlukan lalu membayar dan meninggalkan supermarket.


Setengah jam kemudian, mobil Ralphie sudah sampai dengan selamat sampai di Shadewoods.


Setelah mesin mobil dimatikan, Ralphie dan Serena bersama-sama turun dari mobil.


Ralphie kebelakang mobil terlebih dahulu untuk mengambil barang keluar, kemudian mengunci mobil, satu tangan menggandeng tangan Serena, satu tangan mengangkat barang belanjaan kedepan pintu utama.


Serena melihat tangan Ralphie yang penuh, dia berjalan satu langkah ke depan memasuki kata sandi yang dulu.


Ternyata setelah memasuki kata sandi, malah mendapat notif kata sandi salah.


Ralphie menganggukan kepala, “En, tahun kemarin ketika kamu pergi, aku ganti.”


Tahun lalu aku pergi? Kala itu Serena mengira Ralphie tahu kalau Serena menyukainya dan mulai menjauhi Ralphie?


Serena menarik tangannya, lalu berkata: “Kalau gitu kamu masukkin sendiri kata sandi nya.”


“Kamu masukkin saja.” Ralphie tidak bergerak.


Serena memegang hidung dan bertanya, “Heng……kata sandi nya berapa?”


“Ulang tahun kamu.” Jawab Ralphie.


Disaat itu, Ralphie mengganti semua kata sandi yang ada disini menjadi tanggal ulang tahun Serena, mata Serena terlihat kaget.


Menarik nafas panjang, mulai memasuki tanggal ulang tahunnya, dan ternyata terbuka.


Bagian dalam villa satu bulan yang lalu, jejak yang ditinggalkan Ralphie sudah dibersihkan, tetapi didalam benak Serena mulai membayangkan Ralphie disini pada tanggal 10 maret.

__ADS_1


Ralphie didapur menyiapkan makanan, Ralphie duduk diruang tamu menunggunya……


Serena menelan rasa asam yang dirasakan, kemudian berbalik badan mengambil barang belanjaan dari tangan Ralphie, “Ini kasih aku aja, kamu keluar dulu aja.”


“En?” Ralphie bingung melihatnya.


Serena melihat Ralphie yang tidak mengerti, “Aku yang masak.”


Ralphie tahu keterampilan memasak Serena, kalau hanya Ralphie seorang yang makan tidak jadi masalah baginya, tetapi masalahnya makan siang ini untuk mereka berdua, jadi Ralphie sedikit ragu berkata: “Aku saja sini yang masak.”


Serena mendorong Ralphie keluar sambil berkata: “Aku yang masak, kamu pergi nonton tv saja.”


Ralphie sudah memutuskan, apapun yang Serena buat akan dia makan semua sendiri, kemudian mengajak Serena makan diluar.


Serena tidak tahu pemikiran Ralphie, begitu mengusir Ralphie keluar dapur, Serena mulai serius memasak.


Agar tidak gagal, Serena memasak dengan sangat hati-hati.


Setelah Serena menghidangkan semua makanan diatas meja, dia pergi ke ruang tamu untuk memanggil Ralphie.


Ralphie awalnya berpikir akan seperti dulu, melihat beberapa piring yang gosong dan tidak tahu apa itu sebenarnya. Tetapi ketika memasuki dapur dia melihat lima hidangan tersusun rapi diatas meja.


Walaupun potongan sayurnya tidak terlalu bagus, warna sayur yang tidak terlalu menarik, tetapi hati Ralphie merasa sedikit sakit. Belum sempat dia merespon apapun, rasa asam sudah memasuki air matanya.


Serena memang tidak bisa masak, sekalinya dia masak dia malah memasaknya hingga gosong, bahkan rasanya seperti nano-nano asam manis pahit pedas semua ada. Dan sekarang Serena demi Ralphie sengaja belajar masak……


Serena melihat Ralphie yang terus menatap makanan yang diatas meja tanpa bergerak, mengira Ralphie merasa tidak puas dengan lauk yang dia masak lalu dengan tidak enak hati berkata: “Kamu jangan lihat warnanya yang kurang menarik, rasanya masih lumayan kok, aku sudah coba tadi, beneran deh.”


Ralphie tidak berbicara, langsung mengambil sumpit dan mencobanya.


Memang seperti yang dikatakan Serena, warnanya memang tidak menarik tetapi rasanya masih lumayan.


Ralphie menjawab: “Enak.”


Mata Serena berbinar, “Serius?”


“Enak, aku suka.” Ralphie menganggukan kepala.


Mendengar Ralphie berkata suka, Serena tersenyum lebar, dia membuka rice cooker, mengambil nasi dan berkata: “Kalau suka, makan banyakan.”

__ADS_1


“Oke……”


__ADS_2